<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988</id><updated>2012-02-16T17:55:02.998+07:00</updated><category term='puisi'/><category term='kesehatan'/><category term='menulis'/><category term='rokok'/><category term='jilbab'/><category term='guru'/><category term='ketuhanan'/><category term='ibu'/><category term='agama'/><category term='reproduksi'/><category term='perjalanan hati'/><category term='blog'/><category term='alam'/><category term='karya'/><category term='perasaan'/><title type='text'>HIDUP itu INDAH</title><subtitle type='html'>ketika sadar untuk mensyukuri dan memaknai hidup</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>73</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-1959637660518023757</id><published>2012-01-05T17:02:00.009+07:00</published><updated>2012-02-03T19:27:49.803+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blog'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menulis'/><title type='text'>Antara ‘ngeblog’ dan ‘nulis’</title><content type='html'>Baiklah. Saya nggak akan menyebut diri sebagai blogger. Alasannya sederhana: karena sepertinya sayalah orang paling nggak konsisten sedunia dalam memelihara kelangsungan hidup blog pribadi….haha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan sebelum ini sebenarnya diposkan lebih dari 2 tahun yang lalu, jadi selama tahun 2010 dan 2011 saya dengan sukses nggak mengeposkan apapun di blog ini doong (kebanggaan yang aneh)! Tapi lalu sayasadar, ternyata di tahun 2010 pernah 3x bikin tulisan yg dipublikasikan... di facebook (notes), lalu sekali di penghujung 2011. Padahal keduanya seharusnya juga terekam di blog ini, tapi kok nggak ada ya? Sungguh sebuah misteri! Nah, karena saya KADANG-KADANG suka beres-beres arsip, jadilah pada tampilan terakhir ini, setelah &lt;em&gt;copy-paste&lt;/em&gt; keempat tulisan lama itu, nyaris nggak ketahuan kaan saya pernah absen dua tahun dari 'rumah' yang satu ini...hihihi (nggak penting pisaan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, balik ke topik ketidakkonsistenan. Sebenernya bukan blog aja, sih. Saya memang nggak bakat konsisten berinteraksi dengan dunia maya. Mau blog, blog mikro, milis, semuanya pasti ada masanya buat saya. Kalo lagi niat banget ya rajiiin nongol, kalo nggak ya nggak. Mungkin mirip-mirip resolusi gitu kali, ya. Kan banyak tuh yg udah pada males bikin resolusi tahunan karna banyakan gagalnya daripada berhasilnya…hehehe. Ini teringat cerita beberapa teman bahwa resolusi yg suka gagal tuh yg berhubungan dengan kekonsistenan dalam perbaikan gaya hidup: olahraga, diet, dsb. Nah kalo buat saya, biasanya ya resolusi untuk konsisten &lt;em&gt;blogging&lt;/em&gt;, aktif di milis, dsb dsb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, sebenernya ada nih yg ngebantu: kehadiran &lt;em&gt;smartphone&lt;/em&gt;. Benda mungil yg sehari-hari keberadaannya nggak jauh-jauh dari tangan ini bisalaah membantu saya untuk lebih rajin bls email, ber&lt;em&gt;microblogging&lt;/em&gt;, atau sekadar nongol di &lt;em&gt;social media&lt;/em&gt;. Tapi kalo milis dan blog? Tetep yeuh, males banget tersambung dan nulis dari &lt;em&gt;smartphone&lt;/em&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal nulis sendiri sih sebenarnya lumayan konsisten. Bisa jadi apa yg saya tulis jg seharusnya dipos di blog. Tapi &lt;em&gt;instead of doing that&lt;/em&gt;, saya malah simpan sendiri tulisan-tulisan itu di &lt;em&gt;notebook&lt;/em&gt;, pake &lt;em&gt;password &lt;/em&gt;segala. Mungkin emang ada masanya saya senang berbagi kisah hidup, ada kalanya yaa…sudahlah, konsumsi pribadi aja deh. Bukan berarti tiap saya diam berarti lagi ditimpa masalah superberat yg berupa aib juga sih. Eh, apa iya ya? Ah, nggak juga, ah…. (Apa sih Dy???) *labil*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal tentang menulis yang bikin saya kepikiran banget sebenarnya, yaitu menulis hal yang berhubungan dengan orang lain. Sejauh ini kalo saya ingat-ingat, saya sih senang-senang saja menulis apapun yang hubungannya cuma sama diri sendiri. Tapi yg namanya doyan mikir dan nulis, sebenarnya apa aja saya tulis. Kejadian yg nimpa orang lain, hal yang terjadi antara saya dan orang lain, cerita orang lain ke saya….semuanya. Gatel banget ini otak maupun tangan kalo nggak mikirin dan menuangkannya dalam tulisan. Tapi saat tulisan selesai, saya bisa tercenung lama, cuma meratiin si hasil tulisan dan  kemudian memutuskan untuk menyembunyikan tulisan tersebut. Ya, saya penakut. Kalau tulisan saya ada hubungannya sama orang lain dan ada unsur negatif di dalamnya (opini negatif, fakta yg merupakan aib, dll), mending milih nggak ada yang baca selain saya deh, sampai kiamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa teman pernah nanya tentang penerbitan buku saya yg berikutnya….yah, kuranglebih itu pulalah masalahnya. Kebanyakan tulisan saya didasarkan pada kenyataan atau dengan kata lain apa yg sa benar-benar tahu, lihat atau alami sendiri. Tapi ya namanya hidup kan nggak sendiri, berhubungan terus sama manusia lain. Jadi jelas banyak di antara pengalaman saya yg tersangkutpaut dengan oranglain sehingga dalam tulisan juga nyebut-nyebut mereka. Dan sayangnya, nggak semuanya bersifat positif ketika saya sangat ekspresif :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang sayasuka ngayal jg….gmana kalau saya bertransformasi menjadi penulis yang jujur berani tanpa kebanyakan mikir dalam ‘bersuara’ lewat tulisan…tapi sepertinya saya lebih merasa kalo itu bukan diri saya yg sebenarnya. Lah, kalo bukan saya yg sebenarnya, apanya yang jujur? Itu sih menipu diri sendiri. Nggak akan bahagia dunia akhirat, tampaknya. Jadi diri sendiri aja deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam riang!&lt;br /&gt;- H e i D Y -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-1959637660518023757?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/1959637660518023757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=1959637660518023757&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/1959637660518023757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/1959637660518023757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2012/01/antara-ngeblog-dan-nulis.html' title='Antara ‘ngeblog’ dan ‘nulis’'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-6147516466663695483</id><published>2011-12-22T17:36:00.004+07:00</published><updated>2012-01-08T10:21:10.128+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perjalanan hati'/><title type='text'>Ketika Hati Tersakiti</title><content type='html'>Maaf, ini hanya tulisan sok tahu hasil sebuah perenungan pribadi. Mohon tidak berharap terlalu banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hati tersakiti, ada tiga proses yang kutahu. Ternyata 'memaafkan' dan 'sembuh dari sakit hati' itu adalah dua hal yang berbeda. Lalu dengan 'kembali seperti semula',  menjadi tiga hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memaafkan itu harus, wajib bagi orang-orag yang beriman pada Tuhan Yang Maha Pemaaf.&lt;br /&gt;Bisa dibiilang, kasarnya, "Tuhan aja maafin, masa manusia nggak. Sombong bener..."&lt;br /&gt;Tapi mungkin kata-kata di atas bisa dibalik juga: "Nggak segampang itu gue sanggup maafin! Emang gue Tuhan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, dua sikap itu bisa terjadi pada manusia normal, tergantung derajat sakit hatinya. Sikap kedua mungkin lebih mudah dihindari oleh kaum sufi, yang sungguh membuat iri diriku dan siapapun yang masih merasa tergolong 'rakyat jelata', yang keimanan dan ketaqwaannya masih naik turun Gunung Semeru (kenapa pula Semeru??). Dengan demikian, solusi untuk masalah yang satu ini jelas: tingkatkan iman dan taqwa (gampaang, tapi ngomongnya doang!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembuh dari sakit hati itu biasanya pasti, hanya saja waktu perolehannya bervariasi.&lt;br /&gt;Ada yang dalam sejam bisa langsung sembuh, ada yang baru sanggup seabad kemudian. Sungguh beruntung orang-orang yang tergolong tipe pertama. Hidup nggak pernah susah. Orang-orang ini bisa jadi sejak lahir sudah beruntung, atau baru-baru saja. Entahlah. Tapi yang jelas, mereka tergolong manusia-manusia yang bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur? Ini juga kedengerannya gampang. Coba bayangkan hal yang paling buruk yang tak pernah kita inginkan terjadi. Yakin, tak sepatah kata pun selain syukur meluncur dari mulutmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupakan. Kau takkan pernah tahu kekuatan itu, sampai musibah itu benar-benar terjadi. Dan saat semua itu terlewati dengan luka yang telah menutup, barulah kau tahu: kau sudah sembuh. Dan selamat,  kau mampu masuk dalam golongan yang beruntung itu: manusia-manusia penuh rasa syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali seperti semula....nah, ini yang belum tentu. Bisa jadi lebih baik tidak, demi kemudahan memaafkan dan kelancaran proses penyembuhan si sakit hati. Bukankah satu hubungan yang begitu menguras energi jiwa dan raga demi menjaganya dan lebih dekat pada maksiat itu tidak  lebih baik daripada menghindari hubungan tersebut demi kebaikan dunia akhirat bagi masing-masing pihak? Dengan demikian, memaklumi dan menghormati pilihan sikap setiap orang dalam mengatasi urusan perasaannya mungkin merupakah keputusan terbijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sakit hati karena disakiti itu nggak enak, jelas. Tapi, pernahkah terpikir?&lt;br /&gt;Lebih nggak enak lagi untuk yang menyakiti kemudian menyesal...pasti selalu ingin memutar balik waktu! Karna itu, kurasa memaafkan dan segera sembuh adalah satu wujud welas asih terhadap orang-orang yang telanjur menyakiti..terutama yang tak sengaja dan sesungguhnya menyayangi kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bingung atau kaget sama pemikiran ini mungkin akhlaknya seindah malaikat, ya. Maklum, ini terpikir olehku yang  jelas sering juga khilaf menyakiti perasaan orang. Dan kalau meningat-ingat apa yg kulakukan itu, dibandingkan dengan rasa jika jadi yang disakiti, hmmm...mending milih yang kedua deh, serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa tersiksa karena menyesal telah menyakiti itu nggak bisa dihapus, kecuali muter balik waktu, kembali ke masa lalu. Mustahil, kan. Beda halnya dengan rasa tersiksa karena disakiti yang sesungguhnya adalah kuasa orang yang tersakiti itu. Dan secara moral jelas, kedudukan orang terdzhalimi itu lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kasus tertentu, ternyata proses di atas bisa dialami secara terbalik demi kebaikan dunia akhirat, demi cinta tak bersyarat pada yang menyakiti, separah apapun luka yang ia timbulkan: kembali seperti semula - memaafkan - sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, apa sih sebetulnya yang sedang kulakukan? Entah apa simpulan yang ingin kucari dari perenungan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu yang jelas, sejak dulu: apapun yang terjadi, sebagaimanapun tersakitinya sang hati, bukan masalah besar jika nur-Nya yang menjaga tak terkotori apapun jua. Nah, siapa manusia yang sanggup mendekati kesempurnaan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 Desember 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk siapapun pemilik hati-hati yang tersakiti dan menyesal karena telanjur menyakiti, semoga ingat untuk kembali pada keadaan tersucinya...yang hanya terisi oleh sifat-sifat Penciptanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cinta - h e i D Y&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-6147516466663695483?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/6147516466663695483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=6147516466663695483&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/6147516466663695483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/6147516466663695483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2012/01/copas-dari-notes-lama-di-facebook_9774.html' title='Ketika Hati Tersakiti'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-7474650964098048683</id><published>2010-11-25T17:32:00.002+07:00</published><updated>2012-01-05T23:48:46.404+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru'/><title type='text'>Untukmu Guruku</title><content type='html'>"AKU BENCI IBU!!! IBU JAHAT!!!" amuk seorang murid padaku tadi siang ketika kuajarkan, kutegaskan untuk tidak pilih-pilih teman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantap emang jadi guru sekolah. Profesi yang entah sejak kapan kudambakan, yang beban/tanggungjawabnya makin jelas terlihat,terasa tidak ringan, namun malah membuatku semakin jatuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diamuk, dibenci anak yang tak suka dengan didikan yang diterimanya, satu dari bermacam resiko dari pekerjaan seorang guru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merenungi ini,kuingat hal serupa pernah terjadi pada Mamaku tersayang. Karna didikannya, Mama juga pernah dibenci...olehku, anaknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa, mundur menyerah? Tidak. Mama tidak berbohong dengan mengatasnamakan perasaan "aku menyayangimu" untuk menyerah kalah lalu memanjakanku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintanya padaku jujur, berani, dan tak kenal pamrih...mendidikku menjadi sebaik2nya manusia,apapun resikonya..bahkan jika itu berarti tak mendapat balasan kasih sayang dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini..berjuta terimakasih dan permohonan maaf pun tak kan pernah kurasa cukup tuk kuhaturkan pada Mama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun satu yang pasti kupersembahkan bagimu Mama, perjuanganku tuk menjadi sebaik-baiknya khalifah di bumi ini tak kan berhenti..begitu pula tekadku tuk ikut mendidik akhlak,membangun karakter para calon penerus bangsa yang dipertemukan padaku sejak saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat hari guru Mama sayang, guru terbesarku. Semoga aku dapat mengikuti jejakmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..yang salahsatunya kulakukan siang tadi tuk muridku tercinta: &lt;br /&gt;Tak masalah kau membenciku, nak, asalkan Tuhan tak membenciku karena tak mendidikmu dengan baik. Semoga engkau menjadi sebaik-baiknya manusia, pemimpin bangsa dan dunia ini kelak. amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat hari guru, guru-guruku dimanapun kau berada..juga teman2 guru seIndonesia. Mari bulatkan tekad untuk mengantarkan masa depan negri ini ke arah yang jauh lebih baik. SEMANGATT!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 November 2010&lt;br /&gt;- h e i D Y -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-7474650964098048683?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/7474650964098048683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=7474650964098048683&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/7474650964098048683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/7474650964098048683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2012/01/copas-dari-notes-lama-di-facebook_05.html' title='Untukmu Guruku'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-248637458518463466</id><published>2010-05-19T17:26:00.001+07:00</published><updated>2012-01-05T23:49:14.547+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibu'/><title type='text'>Ketika Mama Sakit</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Ketika Mama Sakit&lt;/strong&gt; --&gt; postingan 19 Mei 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mba Dy dimana?” tanya adik saya begitu saya menjawab panggilannya melalui ponsel saya.&lt;br /&gt;“Di plasa telkom, lagi antri mau bayar speedy. Kenapa?” jawab saya.&lt;br /&gt;“Oh…belum sampai rumah ya. Ya sudah, nanti kalo udah sampai rumah bilang ya, ntar ditelpon lagi.”&lt;br /&gt;Saya mengernyit. Kenapa harus begitu? Saya tidak keberatan diajak ngobrol saat itu, karena menunggu sekitar 20 nomor antrian bukan pekerjaan yang tidak bisa ’disambi’ dan menuntut fokus. Saya sampaikan pendapat itu, tapi adik saya tetap menolak dan bersikeras untuk menelepon lagi saja setelah saya tiba di rumah. Akhirnya saya mengalah dan menutup telepon, meski tetap sibuk memikirkannya. Perasaan saya tidak enak. Sebersit dugaan tiba-tiba terlintas di benak saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa puluh menit kemudian, saya sampai di rumah dengan selamat. Saya beritahu adik saya dan ia langsung menelepon. Kali ini tanpa panjang lebar, ia langsung berkata, ”Mama diopname,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun. Berita itu sama sekali tidak mengejutkan saya. Mungkin karena Mama memang sudah terserang typhoid sejak 3 minggu yang lalu. Mungkin karena di bawah perintah dokternya untuk bedrest, Mama tetap saja bekerja kesana kemari. Mungkin karena kondisinya tak juga membaik, malah sebaliknya. Dan mungkin karena berita itu sama persis dengan dugaan saya beberapa puluh menit sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya menurut saya, jauh lebih baik jika Mama dirawat di rumah sakit ketimbang di rumah...sejak awal, begitu tes darah menyatakan Mama positif typhus. Kalau di rumah sakit, judulnya jelas: DIRAWAT. Kalau di rumah? Perintahnya sih bedrest....tapi penerapannya sangat mudah melenceng. Mulai dari tidak adanya perawat tulen yang siaga sehari semalam, godaan untuk mengurus rumah, sampai anggapan remeh dari berbagai pihak terhadap penyakit yang diderita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya agak maklum sih, jika pada awalnya banyak yang tak percaya Mama sakit. Memang sejak dulu, begitulah Mama. Dalam kondisi sakit seperti apapun, nyaris tak ada tanda-tanda yang ditunjukkannya melalui suara, wajah, maupun gerak-geriknya. Suaranya tetap penuh semangat, ceria atau tegas sesuai kebutuhan. Wajahnya tetap segar berseri. Gerak-gerik...tak usah ditanya lagi. Jangankan ke kamar mandi, ke luar kota pun masih dilakoninya saat terserang penyakit yang biasanya sudah membuat seseorang berbaring tak berdaya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada satu lagi. Ingat tadi cerita saya di awal tentang bagaimana adik saya menahan-nahan info tentang Mama yang diopname? Itu adalah amanah mama saya, yang selalu memikirkan orang lain terlebih dulu sebelum memikirkan dirinya sendiri, yang selalu berusaha tak merepotkan orang lain dalam kondisi apapun, yang terkadang narsis tapi tak senang me’narsis’kan kondisi sakitnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi di hari Mama masuk rumah sakit untuk rawat inap? Papa sedang di Pekanbaru. Saya di sekolah. Kedua adik saya di Bandung. Mama ke rumah sakit hanya diantar pembantu, yang meskipun cukup membantu beberapa urusan tetap tidak bisa mencegah Mama berjalan kesana-kemari mengurus berbagai hal lainnya (pendaftaran dan pembayaran dokter, administrasi ketika akan opname, dan lain sebagainya) sambil menahan sakit. Ketika saya protes menanyakan mengapa Mama tidak memberitahu saya (karena sayalah satu-satunya anggota keluarganya yang tidak berada di luar kota saat itu!) sejak awal, Mama menjawab ringan tentang pekerjaan saya. Lalu mengapa harus menunggu saya sampai di rumah dulu? Supaya tidak cemas dan grogi saat menyetir, katanya. Ya Alloh...ingin nangis rasanya.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi......Mama betul-betul sudah sakit. Tes darah menunjukkan positif typhoid. Internist memberi surat keterangan sakit dan perintah bedrest. Bedrest berarti istirahat di tempat tidur, bukan di perjalanan antar kota....masya Alloh. Apa masih kurang jelas? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya betul-betul tak mengerti. Ketika Mama berkata bahwa beliau masih HARUS memimpin rapat di kantor karena tak ada yang bisa menggantikan. Ketika pihak yang mengundangya ke luarkota menyampaikan bahwa mereka sangat membutuhkan Mama dan TIDAK BISA mencari orang lain dan berkata ”tidak apa-apa Bu, Ibu tinggal datang saja...” dengan santai. Maksudnyaaaa?? Yang tidak apa-apa itu siapa, sih? Mereka yang tidak sakit??? Apa mereka menggunakan sedikit saja logika berpikir mereka???? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Mama diopname, apa ada yang masih bisa membuatnya tetap pergi ke kantor? Siapa yang masih bisa memberangkatkannya ke luar kota? Sok atuh....angkut infusnya, sewa ambulans sekalian. Sebanyak itukah fans Mama yang ingin melihatnya memimpin forum sambil tidur dan ber-infus ria? Subhanallah....Michael Jackson ternyata tidak ada apa-apanya ya, dibandingkan mama saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya Mama diopname sejak awal sakit, sebelum penyakitnya bertambah parah dan mempersulit kesembuhan. Ketika Mama sekarang akhirnya diopname dengan berbagai macam pemeriksaan dan pengobatan yang lebih kompleks, saya merasa jauh lebih sedih dan khawatir...karena itu berarti dokter yang menanganinya pun sudah lebih khawatir dan tak berani melepaskan Mama di luar rawat inap.... *sigh*    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa anak Mama&lt;br /&gt;Ya Allah...berikanlah keikhlasan, kesabaran, dan kekuatan bagi Mama dan kami keluarganya dalam menghadapi ujian-Mu. Curahkanlah kasih sayangMu yang tak terbatas pada Mama, sebagaimana ia mencurahkannya tanpa batas pada kami selama ini....amiin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan sponsor&lt;br /&gt;Bagi pihak-pihak yang masih membutuhkan mama saya secara profesional, saya mohon carilah cara agar saat ini Mama dapat menggunakan waktu istirahatnya secara maksimal sehingga Insya Allah Mama lebih cepat pulih dari penyakitnya dan dapat berkarya dengan lebih baik pula....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RS Haji Jakarta, 19 Mei 2010.&lt;br /&gt;Di sela-sela kegiatan memandangi wajah cantik Mama yang sedang tidur.... :D &lt;br /&gt;- anak narsis -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-248637458518463466?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/248637458518463466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=248637458518463466&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/248637458518463466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/248637458518463466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2012/01/copas-dari-notes-lama-di-facebook.html' title='Ketika Mama Sakit'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-2246910989397080711</id><published>2010-05-16T17:16:00.001+07:00</published><updated>2012-01-08T11:18:53.678+07:00</updated><title type='text'>Dimana saya sekarang?</title><content type='html'>&lt;em&gt;Hi! Did anyone miss me&lt;/em&gt;…..? *kedip-kedip* &lt;br /&gt;Beberapa bulan yang lalu, saat saya masih berstatus pegawai swasta yang sedang mengambil &lt;em&gt;unpaid leave&lt;/em&gt; dan menghabiskan lebih banyak waktu di rumah untuk tujuan menulis, saya sempat mengalami &lt;em&gt;writer’s block&lt;/em&gt; dan menjadi gundah gulana karenanya. Inspirasi mampet dan gairah lebih banyak ‘tenggelam’ ketimbang ‘timbul’. Tak perlu waktu lama untuk menyelidiki dan mengetahui penyebabnya. Hanya dengan beberapa kali kontemplasi dan berdiskusi sana-sini, saya pun tahu bahwa kebuntuan itu disebabkan oleh minimnya sumber inspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana saja saya memperoleh inspirasi? Hidup saya sendiri? Bosan! Bukan berarti saya merasa hidup saya membosankan, &lt;em&gt;astaghfirullah&lt;/em&gt;... Hidup saya luar biasa kok, &lt;em&gt;alhamdulillah&lt;/em&gt;. Masalahnya, saya sudah menulis berlembar-lembar tentang berbagai hal dalam hidup saya. Saya haus akan sumber inspirasi lainnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masa itu, salah seorang sahabat saya sempat berkomentar sambil lalu, “Heidy....kamu itu nggak cocok hanya kerja di belakang meja. Kamu hidup untuk bersentuhan langsung dengan orang lain..untuk berbagi banyak hal secara langsung! Kurasa kamu ditakdirkan untuk itu!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata itu begitu ringan diucapkan, namun bermakna sangat dalam! Itu adalah kata-kata yang diucapkan hanya dalam hitungan detik, tapi membuat saya terhenyak dan termenung berhari-hari. Dan siapa sangka, ucapan itulah yang menjadi salah satu pendorong saya dalam mengambil salah satu keputusan terpenting dalam hidup saya.&lt;br /&gt;Saya kembali menceburkan diri ke dunia yang sebetulnya sangat kuat menarik minat saya tapi kemudian sempat saya tinggalkan dengan alasan ’ingin melihat dunia yang lebih luas dan mencari tantangan yang lebih besar’. Dunia pendidikan, itulah labelnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, saya menggenapkan shalat-shalat &lt;em&gt;istikharah &lt;/em&gt;saya, memohon untuk diberikan kemantapan dalam memutuskan....dan saya pun mengundurkan diri dari pekerjaan saya di dunia &lt;em&gt;market research&lt;/em&gt;, sebuah dunia yang sebetulnya juga sangat menarik, menawarkan luasnya wawasan ilmu dan jaringan sosial, tantangan dan karir yang berjenjang, serta penghasilan tetap yang cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu saya sudah benar-benar mundur (bukan lagi berstatus cuti, tapi &lt;em&gt;resign&lt;/em&gt;), saya masih meraba-raba dalam membuat tahapan langkah untuk cita-cita saya di dunia pendidikan. Apa yang saya inginkan? Apa yang harus saya lakukan untuk itu? Dari mana saya harus mulai? Saat itulah, subhanallah, Allah menunjukkan jalan melalui seorang teman yang menawarkan lowongan pekerjaan sebagai guru sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru sekolah! Saya belum pernah benar-benar menjadi guru sekolah. Saya pernah menjadi guru privat, guru bimbel, guru di sebuah lembaga pendidikan non formal, tapi belum pernah menjadi guru sekolah. Saya ingat betul ketika melakoni peran guru di lembaga-lembaga itu, seringkali saya bertanya-tanya tentang guru sekolah. Sebesar apa tanggung jawab mereka? Apa saja yang mereka lakukan sebagai sosok kedua (setelah orangtua) yang bertatap muka paling banyak dengan para pelajar? Saya mungkin belum memutuskan untuk menjadi guru sekolah sampai akhir hayat kelak, tapi saya tahu betul...entah untuk berapa lama, dalam suatu masa hidup saya, saya harus menjadi guru sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain alasan tersebut di atas, ada alasan lain yang lebih besar mengapa saya memutuskan untuk menyandang profesi guru di sekolah ini. Sekolah tempat saya mengajar ini adalah sebuah sekolah dasar yang mengandung nama ’Islam’ dalam rangkaian nama yang disandangnya. Namun, sekolah ini lebih dari sekolah agama seperti yang selama ini saya bayangkan. Berdasarkan informasi awal yang saya peroleh, saya mengetahui bahwa gaya pembelajaran di sekolah ini mengadopsi gaya pembelajaran di beberapa sekolah sekaligus : sekolah alam, sekolah islam terpadu, sekolah swasta, hingga bahkan sekolah negeri. Hal ini pun terbukti ketika saya mencicipinya langsung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh luar biasa. Sebagai seseorang yang selama ini mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah bergaya serupa, saya takjub menyaksikan apa yang diperoleh anak-anak di sekolah ini. Mereka mendapatkan banyak pengalaman belajar yang tidak saya peroleh ketika di bangku sekolah. Mempelajari berbagai ilmu dengan memaksimalkan seluruh modal belajar (visual, auditori, kinestetik) dan ranah kompetensi (psikomotor, afektif, dan kognitif), menerapkan prinsip-prinsip islam dalam multi disiplin ilmu, menerapkan langsung ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari, belajar berpikir kritis, belajar memahami konsep-konsep moral di balik peraturan, belajar menyelesaikan berbagai masalah sosial, dan masih banyak lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bisa belajar banyak hal dan insyaAllah turut berbagi banyak hal. Itulah yang menjadi motivasi saya bergabung dengan sekolah ini. Meskipun untuk itu, keikhlasan saya untuk mengorbankan banyak hal juga diuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu dan tenaga adalah salah satu biaya terbesar yang harus saya keluarkan untuk memperoleh pelajaran yang saya inginkan di sini. Berbeda halnya dengan profesi guru bimbel yang pernah saya lakoni dulu, waktu dan tenaga saya di sini tidak hanya terpakai untuk menyiapkan problem set dan mengajar di depan kelas. Saya belajar bahwa untuk bisa memberikan dan mendapatkan hasil yang maksimal, persiapan yang dilakukan pun harus maksimal...mulai dari menggodok konsep, menyusun program, menurunkannya dalam bentuk unit&amp;lesson plan, menyiapkan alat peraga, menyiapkan rencana cadangan, dan sebagainya. Belum lagi hal-hal di luar persoalan akademis yang sangat saya senangi sejak dulu : memfasilitasi anak untuk menyelesaikan masalah-masalahnya di luar masalah akademis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kelelahan fisik yang terkadang muncul dan komentar orang-orang di luar lingkungan ini tentang ’untuk apa saya membuang-buang uang di sini’, saya yakin bahwa saya sama sekali tidak merugi. Untuk yang peduli dan ikut memikirkan masalah pendapatan, terimakasih dan tidak perlu khawatir: saat ini saya sedang sekolah lagi, cari ilmu, bukan cari uang. Untuk yang peduli dan menyayangkan masih ’kecil’nya tantangan dan sumbangsih saya pada negeri dan dunia, terimakasih dan tolong bersabar. Doakan saja saya untuk terus berkembang, karena saya berjanji tak akan berhenti di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana soal gairah dan inspirasi, hal pertama yang saya sebut dalam tulisan ini? &lt;em&gt;Let’s hear the other good news&lt;/em&gt;, meskipun saya merasa belum bisa tersenyum senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, &lt;em&gt;alhamdulillah&lt;/em&gt;…dunia ini terbukti mendukung &lt;em&gt;passion &lt;/em&gt;saya di bidang menulis dengan memberi banyak inspirasi. Kalau saya mengalami kebuntuan inspirasi di saat dulu sedang cuti dan punya banyak waktu untuk menulis, sekarang…inspirasi begitu melimpah ruah! Masalahnya, sekarang saya tidak punya cukup waktu untuk menulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;So, any advice?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 Mei 2010&lt;br /&gt;- H e i D Y -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-2246910989397080711?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/2246910989397080711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=2246910989397080711&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/2246910989397080711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/2246910989397080711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2012/01/copas-dari-notes-lama-di-facebook-may.html' title='Dimana saya sekarang?'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-8042819713054904745</id><published>2009-12-22T19:34:00.004+07:00</published><updated>2012-01-05T23:49:40.436+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibu'/><title type='text'>Kado Kecil untuk Ibu</title><content type='html'>&lt;em&gt;Ibu. &lt;br /&gt;Dalam hidupku, sosok itu selalu ada....kapan pun, di mana pun.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan pertamakalinya saya menulis dengan menyebut-nyebut sosok ibu. Baru saja saya mengenang kembali bahwa dalam semua tulisan yang saya buat seenak hati sejak saya bisa menggenggam pena itu, betapa seringnya sosok ibu muncul ke permukaan....entah itu sekilas menyebut dirinya, mengulang perkataannya, membahas pemikirannya, dan lain sebagainya. Padahal, sedikit sekali di antaranya yang diniatkan untuk bertopik seputar I-B-U. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa artinya jika sosok ibu nyaris selalu ada -tersurat maupun tersirat- dalam tulisan saya? Bahwa saya anak yang pandai berbakti dan menyenangkan hati ibu saya? Ho-ho, tidak, tidak.....sayang sekali rasanya saya jelas masih jauh dari level itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Aku mendengar dengan menulis. Jika ibu memenuhi tulisanku, itu bukti bahwa beliaulah yang memintaku peka terhadap sekitarku dan bahwa suaranyalah yang memenuhi kalbuku : petuahnya, didikannya, ekspresi sayangnya. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Aku melihat dengan menulis. Jika ibu selalu muncul dalam tulisanku, itu menunjukkan beliaulah yang senantiasa mengajakku memandang berbagai sisi dari apapun yang kutemukan dalam hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berpikir dengan menulis. Jika ibu ada dalam banyak tulisanku, itu menandai sosoknyalah yang menghalangiku untuk malas dan menyerah, yang memacuku agar kritis dan kreatif setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersuara dengan menulis. Jika ibu rajin hadir dalam tulisanku, itu berarti beliaulah yang tekun memompa semangatku, mendorongku untuk terus maju dan hidup dengan sebanyak-banyaknya manfaat.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama, begitu saya menyebut sosok mulia itu. Tak akan pernah cukup macam rangkaian huruf di dunia ini untuk menuliskan apa saja jasanya dalam hidup saya. Karena itu saya pun tahu, tulisan ini bukan persembahan yang luarbiasa untuk ibunda saya tercinta. Secuil coretan ini hanyalah kado kecil khusus untuk ibu yang semoga dapat menjadi salah satu pengingat bagi saya untuk terus menciptakan kado-kado kecil lainnya : berbagai manfaat atas hidup saya sebagai perpanjangan catatan amal dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Aku akan terus menulis, Mama...dan itu berarti aku akan terus mendengar, melihat, berpikir, dan bersuara. Semoga hidupku di dunia ini sesuai dengan tujuan penciptaanku oleh Sang Khalik, dan semoga takkan ada perbuatanku yang turut membuahkan dosa bagimu. Terimakasih untuk doa yang selalu menyertai diriku sejak dalam rahimmu, semoga doaku pun mampu menyertai hidup dan matimu kelak. Amiin...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Hari Ibu 22 Desember 2009 untuk semua ibu! Semoga perjuanganmu berbuah manis, semoga sifat Ar-Rahiim kekal dalam dirimu, semoga Allah SWT memuliakanmu dunia-akhirat.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- H e i D Y - &lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-8042819713054904745?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/8042819713054904745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=8042819713054904745&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/8042819713054904745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/8042819713054904745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2009/12/kado-kecil-untuk-ibu.html' title='Kado Kecil untuk Ibu'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-2585956162737860132</id><published>2009-11-23T11:12:00.003+07:00</published><updated>2012-01-05T23:44:46.656+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reproduksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>yang lebih penting (dari meminta diberi keturunan)</title><content type='html'>Akrabnya topik pemeriksaan infertiliti, niat dan usaha untuk berketurunan dalam kehidupan saya dan Hamdan biasanya sudah dipahami betul oleh orangtua, keluarga hingga lingkungan dan teman-teman kami. Mungkin selain karena kenyataan yang dapat langsung terlihat bahwa belum adanya foto bayi yang kami pamerkan atau tangis bayi yang terdengar dari dalam rumah kami, hal itu juga dikarenakan keterbukaan kami dalam berbagi kisah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah masalah kesehatan reproduksi, sesuatu yang sangat wajar dan manusiawi...jadi mengapa harus menganggapnya tabu? Dengan bersikap terbuka, kami berharap orang lain pun dapat terbuka dan berbagi ilmu dengan kami, syukur-syukur kalau malah kisah kami sendiri juga dapat memberi manfaat. Sejauh ini, cukup banyak orang yang telah sukarela membagi wawasan dan pengalamannya dengan kami. Ada yang memberi info medis, ada yang menceritakan berbagai pengobatan alternatif, ada pula yang memberikan saran secara spiritual. Alhamdulillah, semoga ketulusan mereka mendapat balasan yang berkali-kali lipat. Lalu di akhir sesi ’bagi-membagi’ ilmu itu, umumnya orang-orang yang baik hati itu menyumbangkan doa bagi kami. Sekali lagi, Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bermula dari ingatan tentang doa-doa itulah saya merasa ingin kembali berbagi di sini. Semua doa yang disedekahkan pada kami adalah doa yang baik (tidak ada yang terang-terangan mendoakan agar kami ditimpa musibah atau jauh dari berkah, misalnya..hehe). Hanya saja, mungkin pengalaman batin yang telah mengajari kami akan banyak hal membuat pandangan kami sedikit berbeda perihal doa pada Allah SWT tentang berketurunan sehingga umumnya doa-doa sumbangan itu kami tambahkan lagi di dalam hati.&lt;br /&gt;Berikut adalah contoh-contoh doa terpopuler untuk kami: &lt;br /&gt;1. ”...semoga cepat punya momongan..”&lt;br /&gt;2. “....semoga cepat dikasih anak....“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beginilah tambahan doa kami dalam hati : “kabulkanlah ya Allah...ya Aliim, jika itulah yang terbaik bagi kami. Sesungguhnya hanya Engkau yang Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi kami, dan Engkaulah yang Maha Mengabulkan doa..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuat saya merasa wajib menambahkan doa itu tidak datang melalui pemahaman yang instan. Diperlukan bermangkok-mangkok adonan rasa sedih, kesal, bahkan frustasi, lalu tambahkan bergelas-gelas air mata dan beberapa adegan pertengkaran suami-istri selama kurang lebih setahun. Semua effort itu tidak terbuang percuma. Dengan komunikasi-komunikasi eksklusif yang rutin antara saya dan Dzat Yang Maha Agung sebagai pelengkapnya, saya pun menikmati hasil yang luarbiasa : sebuah pemahaman yang mendalam atas keberadaan saya dan suami sebagai sepasang hambaNYA di muka bumi ini. Pemahaman itulah yang kemudian melahirkan bekal untuk sabar dan ikhlas, sikap yang tak pernah kekal dalam tiap diri manusia (namanya juga manusia yang tak sempurna..wong bahkan nabi pun sesekali bisa kehilangan kesabarannya) namun wajib dipelihara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih, marah, kecewa, adalah perasaan-perasaan yang mungkin muncul secara spontan pada saat pertama kali kita menghadapi atau mengalami kejadian yang ”umumnya dianggap sebuah ketidakberuntungan”. Kenapa saya menyebutnya demikian? Karena pengalaman tersebut adalah pengalaman yang tidak sesuai dengan keinginan manusiawi seseorang. Untuk kasus yang saya alami, misalnya. Jika menuruti pemikiran dan keinginan yang manusiawi, seringkali kondisi saya yang sudah menikah namun belum berketurunan dianggap sebuah ketidakberuntungan (atau mungkin jika saya yang baru 2 tahun menikah belum pantas dijadikan contoh, ingatlah pasangan-pasangan lain yang bisa sampai belasan atau puluhan tahun belum/tidak juga berketurunan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun benarkah begitu? Apakah benar kami, atau mereka, tidak beruntung? Apakah yang terbaik itu adalah jika setiap pasangan berketurunan? Tidakkah ada kebaikan tertentu yang justru lahir dari kondisi seperti kami? Dan jika saya langsung menjawab tidak, bukankah itu menandakan saya tidak beriman kepada Allah? Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah yang Maha Tahu apa yang terbaik bagi hamba-hambaNYA. Allah Yang Menguasai alam semesta. Allah yang Maha Besar! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak menghadirkan satu pun makhluk ciptaanNYA di dunia ini tanpa maksud. Dan Allah tidak pula menetapkan kehendakNYA atas sesuatu tanpa maksud. Setelah benar-benar memahami (mungkin lebih tepatnya lagi adalah menghayati, karena sebenarnya kalimat itu telah familiar bagi saya sejak dulu dan saya tak pernah merasa tak paham akan artinya, padahal sesungguhnya kalimat itu hanya numpang lewat di telinga saya) hal tersebut, saya pun merasa tak ada alasan untuk merasa sedih, resah dan gelisah atas apapun kehendak Allah pada saya. Saya harus berhenti mengikuti berbagai perasaan atau pemikiran negatif tentang itu. Hanya dua hal yang tidak pernah boleh berhenti : ikhtiar saya dan pencarian atas hikmah itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat kisah Siti Aisyah R.A yang hingga akhir hayatnya tidak pernah mengandung dan melahirkan. Apakah beliau berputus asa? Tidak. Apakah beliau dianggap tidak beruntung? Tidak. Apakah beliau tetap dapat bermanfaat sebagai seorang wanita? Jelas, beliau adalah istri Rasulullah yang sangat cerdas dan melalui beliaulah, banyak perilaku Rasulullah sehari-hari (hingga hal-hal terkecil) kemudian dapat diketahui dan diteladani oleh seluruh umat muslim. Apakah beliau tetap dapat berfungsi sesuai kodratnya sebagai ibu? Ya, beliau tetap melakukan pengasuhan dan pendidikan sehingga beliau adalah ibu bagi banyak orang hingga ajal menjemputnya. Kisah Siti Aisyah R.A ini adalah salah satu kisah yang sangat inspiratif bagi saya. Membaca kembali kisah ini, saya merasa seperti diingatkan kembali betapa tidak pantasnya saya merasa frustasi atas kondisi saya, baik itu ketika mengingat saya belum ada apa-apanya (baru juga 2 tahun menikah!) maupun saat membayangkan seandainya saya tidak akan pernah berketurunan hingga akhir hayat. Apapun itu, pasti itulah ketetapan yang terbaik yang dianugerahkan pada saya. Sesungguhnya Allah-lah yang Maha Tahu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kisah inspiratif lainnya saya dapatkan dari sumber yang lebih dekat. Salah satunya adalah ketika satu waktu, Ibu saya berkesempatan mengikuti acara yang bernarasumberkan Emha Ainun Najib. Beliau menceritakan pengalamannya ketika istrinya melahirkan seorang anaknya yang langsung meninggal dunia. Betapa tidak beruntungnya, mungkin itulah umumnya reaksi spontan nan manusiawi orang-orang yang mendengar berita itu. Namun ternyata, reaksi yang dituai Cak Nun dari sahabat-sahabatnya (yang sepertinya didominasi kalangan sufi) sama sekali tidak demikian. Yang lucu, mereka malah menyeletuk, ”Janc*k!” (bercanda) sebagai ungkapan RASA IRI. Ternyata mereka langsung ingat bahwa Allah SWT telah menjaminkan surga bagi sang orangtua ketika bayi mereka yang baru dilahirkan langsung berpulang ke rahmatullah. Subhanallah. Nah, contoh yang ini mungkin memang tidak persis cocok dengan keadaan saya sendiri, tapi tetap saja inspiratif : tidak ada satu pun ketetapan Allah terhadap hidup seorang hambaNYA yang tidak membawa kebaikan. Kebaikan di balik sesuatu yang seolah tampak bagi sebagian orang ’tidak menguntungkan’ itu pasti ada, dunia ataupun akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itulah (pengalaman sendiri dan berbagai kisah orang lain yang inspiratif) yang membangun keyakinan saya hingga detik ini : apapun ketetapan Allah Sang Penguasa Alam Semesta, adalah tugas kita untuk tak pernah lelah mencari hikmah yang terkandung di baliknya. Itulah yang terpenting. Sesungguhnya Allah itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mengapa dalam urusan berketurunan, saya dan suami terus berikhtiar (kami tetap yakin, pada saat terbaik nanti Allah pasti akan menganugerahi kami keturunan jika itu yang terbaik bagi kami) sambil juga terus mencari tahu hikmah dari setiap langkah perjuangan kami. Itulah mengapa dari hari ke hari, saya semakin semangat (rasanya seperti membuka kado yang tak ada habisnya!). Itulah mengapa saya begitu bahagia saat bersama suami mendiskusikan setiap rencana hidup kami. Entah suatu saat nanti saya akan dipercaya untuk hamil atau tidak, kami berniat tetap akan menjadi sepasang ayah dan bunda....Insya Allah. Dan kepada anak-anak itu, siapapun orangtua kandungnya, kami akan menceritakan kembali kisah hidup dan penemuan-penemuan kami di atas sehingga Insya Allah tumbuh keyakinan atas eksistensi mereka : bahwa tak seorang pun manusia dihadirkan ke dunia ini selain atas kehendakNYA. Kepada anak-anak itu, kami akan saling menyemangati untuk terus menguak rahasia-rahasiaNya yang maha indah dalam hidup kami-masing-masing. Lalu Insya Allah takkan bosan kami berkata pada mereka, ”Anak-anakku, sesungguhnya Allah itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penuh cinta,&lt;br /&gt;- H e i D Y -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-2585956162737860132?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/2585956162737860132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=2585956162737860132&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/2585956162737860132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/2585956162737860132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2009/11/yang-lebih-penting-dari-meminta-diberi.html' title='yang lebih penting (dari meminta diberi keturunan)'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-6793657256615468289</id><published>2009-11-23T10:58:00.004+07:00</published><updated>2012-01-05T23:47:06.995+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reproduksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>anemia hemolisis vs kemungkinan anovulasi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tentang anemia hemolisis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun yang lalu, tepatnya menjelang akhir tahun 2006, saya dinyatakan mengidap penyakit autoimmune haemolysis anaemia oleh hematolog (dokter spesialis darah) yang merawat saya di Bandung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anemia hemolisis itu bukan penyakit yang tiba-tiba menyerang saya begitu saja, melainkan penyakit bawaan lahir. Dengan kata lain, saat itu sebetulnya saya tidak mengalami sesuatu yang baru atau berbeda. Hanya saja itulah pertama kalinya saya tahu tentang penyakit yang saya idap sejak lahir itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Autoimmune haemolysis anaemia secara singkat dapat dijelaskan sebagai suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah selalu kurang dari normal karena setiap sel darah merah yang diproduksi dianggap sebagai benda asing dan selalu dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh sendiri (akibat dari sistem kekebalan tubuh yang abnormal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ditanya tentang gejala, khususnya pada kasus saya, ada kesulitan dalam menjawabnya. Kenapa? Karena sekali lagi, walaupun itu adalah kondisi abnormal, itu adalah kondisi saya sejak lahir. Kalaupun itu adalah abnormal, saya bahkan tidak tahu yang normal itu seperti apa. Sampai tiga tahun yang lalu. Pengetahuan tentang nama penyakit yang saya idap datang diikuti pemahaman lainnya. Misalnya, ternyata anemia itulah dalang dari gejala pusing, ”oyong” (ini bahasa Indonesianya apa ya??), jatuh sampai hampir pingsan (hampir loh yaa...alhamdulillah saya masih diberi gengsi dan kekuatan untuk tidak sampai digotong orang) yang seringkali saya alami selama ini dan ternyata normalnya manusia tidak perlu sakit kepala setiap hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, gejala anemia hemolisis itu sama saja seperti anemia yang sering diderita umumnya orang. Yang berbeda adalah penyebabnya (seperti yang saya sebut di atas) dan penanganannya. Kalau anemia biasa bisa diobati dari luar seperti pil zat besi atau makanan yang mengandung zat besi, tidak demikian dengan anemia hemolisis (karena yang bermasalah adalah sistem kekebalan dari dalam tubuh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terapi obat steroid&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hematolog yang menangani kasus saya berhasil mengidentifikasi penyakit ini, tindakan berikutnya yang beliau ambil adalah melakukan terapi obat pada saya. Obat berjenis steroid (Medrol) ini awalnya saya konsumsi 3 kali 4 mg setiap hari. Seiring dengan perkembangan jumlah sel darah merah (Hb) saya, dosis tersebut pun pelan-pelan dikurangi hingga akhirnya pada tujuh bulan yang lalu menjadi hanya 1 kali dalam seminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegelisahan saya tentang konsumsi steroid ini mulai muncul sejak pengalaman Mama pada kira-kira tahun lalu. Ini berhubungan dengan penyakit autoimmune jenis lain yang diderita Mama : LUPUS. Ya, oleh beberapa dokter ahli di Indonesia, sejak 7 tahun sebelumnya Mama memang divonis menderita penyakit berbahaya tersebut. Selama 7 tahun itu Mama pun mengonsumsi steroid, yang lama kelamaan malah menimbulkan berbagai efek samping lain pada kesehatannya. Dari situ saya mulai memahami bahwa konsumsi steroid itu tidak baik, tapi saya sendiri belum berani untuk benar-benar melepasnya (ada sebagian pikiran optimis bahwa saya akan bisa sembuh dari anemia hemolisis itu dan benar-benar berhenti mengonsumsi obat itu sesuai izin/petunjuk dokter saya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kemungkinan Anovulasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal ini sebetulnya sudah lebih detil saya ceritakan di tulisan-tulisan sebelumnya (seri tulisan ”Pemeriksaan Infertiliti" di blog berdua saya dan suami). Tapi baiklah, bagi yang tidak membacanya...saya ceritakan kembali intinya saja : Setelah lebih dari setahun menikah dan saya belum juga mengalami kehamilan, saya dan suami memeriksakan diri ke dokter. Salah satu hasilnya adalah penemuan atas keabnormalan hormon saya yang diduga memicu kondisi anovulasi (tidak terjadi ovulasi atau ovulasi yang terjadi tidak sempurna atau dengan kata lain : ketidaksuburan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu berkonsultasi mengenai kemungkinan-kemungkinan solusi untuk masalah ini, dokter kandungan saya menanyakan perihal obat ”Medrol” yang saya minum. Waktu saya tanya hubungannya, beliau menjelaskan dengan singkat bahwa ia bisa memberi saya obat penyubur, tapi ada satu masalah : cara kerja obat penyubur itu kontradiktif dengan kerja obat untuk anemia hemolisis yang saya derita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan itu cukup membuat saya shock berkepanjangan. Alasannya:&lt;br /&gt;1. Jika obat yang bekerja untuk ’menyuburkan’ saya bertentangan dengan obat anemia saya, bukankah berarti obat yang saya minum selama ini itulah yang menyebabkan kondisi ketidaksuburan pada saya??&lt;br /&gt;2. Saya seperti disuruh makan buah simalakama : pilih mana, anemia atau tidak subur?&lt;br /&gt;3. Kalau seenaknya memenangkan keinginan yang kuat untuk hamil dan mengabaikan si anemia : &lt;br /&gt;- saya akan mengalami kehamilan beresiko tinggi karna Hb seorang ibu hamil pasti akan turun (nah, kalo gitu gimana dengan nasib saya yang sehari-harinya udah ber-Hb rendah? Hb yang udah rendah itu pasti akan semakin rendah lagi dan akan mengakibatkan gejala yang lebih parah)&lt;br /&gt;- ada kemungkinan besar bahwa bayi yang saya kandung akan berberat lahir rendah dan tidak sehat&lt;br /&gt;- resiko meninggal dunia saat melahirkan cukup tinggi &lt;br /&gt;4. Kalau hanya memikirkan anemia saja dan mengabaikan peluang untuk hamil....itu sih sudah jelas lah yaa : nggak mungkiiiin.....jelas-jelas saya ingin hamil, begitu juga harapan suami dan orang-orang di sekeliling kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jalan Alternatif&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat tidak adanya win-win solution dari dokter-dokter saya untuk kedua masalah di atas, (gynekolog maupun hematolog), saya pun mulai mencari ’jalur alternatif’. Sebenarnya saya belum memikirkan ’jalur’ itu secara khusus sejak awal. Waktu itu yang ada dalam pikiran saya hanyalah bahwa ilmu medis / kedokteran barat tidak dapat menyelesaikan masalah saya, yang berarti saya harus mencari cara lain. Tak lama berselang, barulah saya teringat pada sharing salah seorang teman yang menyebutkan tentang pengobatan akupunktur yang dijalaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu bukan pertama kalinya saya mendengar tentang akupunktur, karena Mama juga sudah mencoba pengobatan tersebut sejak bertahun-tahun sebelumnya. Namun entah kenapa, saat itulah pertama kalinya saya baru merasakan adanya kepercayaan dan keyakinan (saya memang belum tahu hasil apa yang akan saya peroleh kelak, tapi saya yakin atas ikhtiar saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan mengapa saya memilih akupunktur dari sekian metode pengobatan alternatif sebetulnya simpel saja : saya bertekad menyetop segala jenis racun yang masuk ke tubuh saya. Enough. I’m done consuming any medicine. Sementara itu, saya tahu bahwa cara kerja akupunktur bukanlah ’memberi tambahan’ ketika tubuh kita tak bisa memproduksi sesuatu sehingga dalam kondisi ’kekurangan', melainkan dengan cara merangsang / sebagai stimulus agar organ tubuh tersebut dapat bekerja seefektif mungkin. Jadi jika Hb saya naik, itu bukan karena hasil masukan dari luar melainkan karena hasil kerja tubuh saya sendiri yang telah dirangsang untuk kembali normal/bekerja efektif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, obat yang biasa diberikan oleh dokter dengan segala zat kimia yang terkandung di dalamnya memang dapat menyembuhkan suatu penyakit, tapi pada waktu yang bersamaan dapat meracuni bagian tubuh lainnya dan malah memicu timbulnya penyakit lain. Obat herbal mungkin relatif lebih aman (karena tidak mengandung zat-zat kimia), tapi tetap saja tidak ada jaminan atas ketiadaan efek samping itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2nd Opinion&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal yang cukup penting yang belum saya ceritakan tentang pengalaman Mama soal LUPUS-nya itu, yang kemudian mempengaruhi pemikiran dan keputusan saya dalam pengobatan anemia yang saya derita. Setelah bertahun-tahun kami sekeluarga menerima fakta bahwa Mama menderita LUPUS, pada suatu saat kami dikejutkan oleh kenyataan lainnya. Keresahan Mama karena konsumsi obat yang terus menerus dan semakin tinggi dosisnya namun tidak membuat kondisinya lebih baik itu berujung pada tekad untuk mencari 2nd opinion ke luar negeri. Yah..sebetulnya tidak betul-betul pendapat ke-DUA, mengingat sebelumnya Mama sudah berkonsultasi dengan beberapa dokter di INDONESIA (namun semua dokter di tanah air memberi pendapat yang serupa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter yang dijumpai adalah seorang ahli penyakit LUPUS di Singapore. Lewat cerita Mama belakangan, saya baru tahu bahwa tidak seperti di Indonesia, di sana seorang dokter ahli akan lebih jarang berpraktek. Jadi semakin ahli seorang dokter, akan semakin langka jam prakteknya. Ini dikarenakan dokter tersebut lebih memfokuskan perhatiannya pada riset-riset bidang keahliannya. Bukankah hal itu sangat berbeda dengan kebiasaan di tanah air kita tercitan yang mana semakin hebat seorang dokter, maka akan semakin banyak dan panjang pula jam prakteknya? Nah. Demi meminta pendapat dokter ahli, Mama pun dibantu banyak pihak untuk jauh-jauh mengatur janji dengan sang dokter yang hanya berpraktek 1 x seminggu itu. Lalu sepulangnya dari Singapore, Mama bercerita bahwa tak perlu waktu lama bagi si dokter untuk menyatakan bahwa ternyata Mama sama sekali tidak mengidap LUPUS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pengalaman yang menggemparkan itulah Mama dan Papa rajin mendorong saya agar melakukan hal yang sama : meminta 2nd opinion tentang penyakit saya ke dokter di luar negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang Direncanakan vs Yang Terwujud&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena situasi-kondisi dan kesempatan yang ada (cth: jadwal libur Hamdan, kepentingan yang terasa masih harus lebih diutamakan, dsb dsb), kami belum pernah benar-benar merencanakan untuk mencari 2nd opinion ke luar negeri itu sampai suatu hari di bulan Mei 2009, ketika Hamdan diminta perusahaannya tempatnya bekerja untuk pergi mengikuti training di Kuala Lumpur, Malaysia. Keberangkatannya direncanakan 2 bulan kemudian (Juli 2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah saya merasa itu suatu kesempatan yang harus saya ambil. Meskipun negara itu sebetulnyai bukan negara yang ingin saya kunjungi (karena sebetulnya tujuan yang saya inginkan adalah Singapore dan karena hmm, yah...negara itu adalah M-a-l-a-y-s-i-a), akhirnya saya memilih pergi juga mencari 2nd opinion itu ke sana. Adapun alasannya adalah...&lt;br /&gt;1. Mumpung biaya transportasi yang perlu dipikirkan hanya untuk saya seorang (sementara suami saya dibayari perusahaan),&lt;br /&gt;2. dan mumpung akomodasi gratis (karena menginap di hotel tempat Hamdan training)&lt;br /&gt;3. Karena saya sudah cukup lama menunda-nunda untuk pergi mencari 2nd opinion itu,&lt;br /&gt;4. sementara saya juga semakin dilanda kepenasaran serta rasa bersalah, ragu (ketidakyakinan) dan takut karena telah menghentikan konsumsi Medrol secara sepihak (tanpa seizin para hematolog yang menangani kasus saya).&lt;br /&gt;5. Dan karena untuk melakukan pengobatan terhadap kesuburan saya, tetap dibutuhkan pendapat seorang ahli medis terhadap penyakit anemia saya...tapi saya tidak berani untuk mendatangi kembali dokter-dokter hematolog saya yang sudah lama tidak saya ikuti anjuran resepnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bulan Juli pun datang. Menurut rencana, kami akan berangkat ke Kuala Lumpur dari Jakarta, bersama-sama. Hamdan pun mengundurkan liburnya (tidak mengambil libur sebelum jadwal trainingnya) supaya ia masih bisa bersantai sepulang dari KL nanti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun manusia berencana, Tuhan yang menentukan. Sepuluh hari sebelum jadwal keberangkatan, Hamdan jatuh sakit sampai harus diopname selama seminggu lebih! Tiap hari selama dirawat, perusahaaannya terus menghubunginya untuk menanyakan kondisi. Akhirnya H-4, mereka pun memutuskan untuk membatalkan keikutsertaan suami saya dalam training di KL itu. Saya yang udah terlanjur membeli tiket pesawat pun menghubungi maskapai penerbangan untuk meminta pengunduran keberangkatan ke bulan berikutnya (Agustus 2009). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pendapat Sang Dokter dari Negri Jiran &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu menemui sang hematolog di sebuah rumah sakit di Kuala Lumpur, saya diminta untuk kembali menjalani tes darah dan urin. Mengingat dulu saya sampai menjalani bedah kecil untuk mengambil sample sumsum tulang sebelum divonis menderita anemia hemolisis, saya pun menanyakan apakah saya perlu kembali menjalani pemeriksaan itu (sumsum tulang) juga. Betapa herannya saya waktu sang dokter dengan tegas berkata hal itu sama sekali tidak dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua jam setelah menjalani tes dan istirahat makan siang, saya dan Hamdan kembali untuk berkonsultasi dengan si dokter. Kata-katanya saat menunjukkan hasil tes yang sudah diterimanya adalah, ”I don’t understand why your doctor said that you have autoimmune haemolysis anaemia. Based on this test, you don’t seem to have any autoimmune disease. You have to stop that steroid,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sambutan singkat itu ternyata cukup untuk membakar akumulasi perasaan gelisah saya selama ini. Saya shock seketika, dan langsung menumpahkan unek-unek saya yang sudah menumpuk tanpa sempat ingat beristighfar (that I took the d*mn medicine for nothing, etc..). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena saking ’tulus’nya saya mengomel-ngomel, si dokter sampai ikut ‘terbawa’. Hanya saja yang saya sayangkan, beliau menunjukkan simpatinya dengan cara yang kurang simpatik. Salah satu kalimat berikutnya yang ia sampaikan pada saya adalah, “yaa…you know-laah, doctors…hematolog...in Indonesia…nobody good..,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deg. Kata-kata itu membuat saya tersadar. Tepatnya, alhamdulillah itu membangunkan saya untuk tidak semakin terlarut dalam drama. Saya emang bukan sesama dokter (apalagi dokter spesialis darah), tapi apa dia lupa, saya juga orang Indonesia?? Meskipun bukan kapasitas saya membela kemampuan seorang hematolog dari negri saya (karna saya juga tidak tahu yang sebenarnya)….tapi –please dong- … dia juga tidak berhak kaliii, terang-terangan menghina apapun yang berhubungan dengan tanah air saya di depan muka saya! Apa disangkanya saya berobat kesana sambil kepingin pindah kewarganegaraan?? Dan dalam hal ini harap bedakan kritik dan hinaan, karna saya selalu berusaha menyambut kritik dengan tangan terbuka. Walaupun kedua hal itu agak sulit dibedakan, saya percaya tetap ada satu cara ampuh mengatasinya : ETIKA. Duh Dokter….mbok ya selain sekolah tinggi-tinggi sambil belajar ber-etika juga…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ‘sadar’, saya berusaha bersikap senetral mungkin. Kembali fokus pada pernyataan dia sendiri (bahwa saya tidak menginap anemia hemolisis, melainkan hanya anemia biasa yang umumnya diderita sebagian perempuan karena periode menstruasinya yang agak lebih berat/lebih lama dan bisa gampang diobati dengan lebih banyak mengonsumsi zat besi), saya menanyakan kembali pendapatnya terhadap fakta-fakta berikut :&lt;br /&gt;- bahwa Hemoglobin saya memang selalu agak jauh di bawah standar sejak saya lahir...bukan sejak saya puber dan mengalami menstruasi&lt;br /&gt;- bahwa sebelum saya bertemu hematologist pertama saya (yang meresepkan medrol), makanan atau suplemen apapun tidak pernah berhasil mengobati anemia saya itu&lt;br /&gt;- bahwa kesehatan saya (sehubungan dengan Hb) terus meningkat selama terapi Medrol itu&lt;br /&gt;- dan bahwa setelah saya berhenti mengonsumsi Medrol, Hb saya kembali turun sampai akhirnya beberapa bulan yang lalu saya memulai pengobatan dengan akupunktur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, jawaban sang dokter ketika saya mengemukakan hal-hal di atas sangat tidak memuaskan saya. Beliau hanya berkali-kali menegaskan pokoknya-kamu-terbukti-tidak-menderita-autoimun dan bahwa ’anemia biasa’ saya hanya perlu diobati dengan lebih banyak zat besi dan terakhir : akupunktur itu tidak akan memberi pengaruh apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Alhamdulillah, dengan itu Allah sekali lagi menyadarkan saya. Dokter yang satu ini ternyata tidak berpikiran terbuka. Dia memercayai hasil yang ia temukan sendiri (which is good, actually), namun juga sekaligus menolak kemungkinan teori apapun di belakangnya selain dari apa yang dipelajarinya / diketahuinya selama ini (yg ini saya tidak bisa bilang baik atau buruk, tapi yang jelas tidak sejalan dengan prinsip hidup saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sementara, akhir kunjungan ke dokter di Malaysia itu juga mengakhiri bab pencarian saya atas ”Anemia Hemolisis vs Kemungkinan Anovulasi”. Saya pulang dari rumah sakit itu tidak hanya membawa lembaran hasil terbaru atas kondisi hematologi saya, tapi juga bersama ketenangan pikiran dan perasaan. Hasil pemeriksaan hematolog di Malaysia itu mungkin memang benar menyatakan kondisi saya saat ini. Tapi pada saat yang bersamaan, saya juga memilih untuk tidak mengatakan kondisi yang dinyatakan hematolog pertama saya dulu adalah salah. Mungkin saja dokter saya yang dulu benar, dan hasil pemeriksaan dokter yang sekarang pun benar. Mungkin saja semua benar, namun pada saatnya masing-masing, yang berarti kondisi saya dulu dan sekarang sudah berbeda. Bukankah sudah tiga tahun berlalu dan saya sudah menjalani dan melakukan banyak hal? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga memilih untuk tetap memercayai pengobatan akupunktur yang masih saya jalani sampai saat ini. Hal menguatkan keyakinan saya atas pilihan ini -bahkan meskipun setelah mendengar opini si dokter Malaysia itu- adalah apa yang saya alami beberapa bulan terakhir ini. Saya berhenti mengonsumsi obat apapun (bukan hanya obat kimia, tapi juga terhadap obat herbal) dan tetap mengonsumsi makanan sehat seperti biasanya, dan secara rutin melakukan pengobatan akupunktur. Lalu setiap bulan, saya mengecek perkembangan kondisi saya dengan melakukan tes darah dan alhamdulillah jumlah sel darah merah saya meningkat, perlahan tapi pasti. Maka wajar kan, jika saya menolak untuk setuju bahwa akupunktur sebagai alternatif yang saya pilih itu sama sekali tidak berpengaruh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukan seorang dokter, apalagi dokter spesialis. Aku juga bukan tabib atau akupunkturist. Baik hematologi maupun sistem reproduksi sama sekali tidak pernah menjadi bidang kajianku secara khusus, apalagi bidang keahlian. Dan yang jelas, aku manusia...bukan sejenis ensiklopedia ;p &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya manusia biasa. Dan layaknya manusia, seperti manusia lainnya yang diciptakan Allah SWT dengan berbagai kelebihannya dari makhluk hidup lain, aku diciptakan untuk maksud dan tujuan tertentu...wallahu alam. Seorang Heidy lahir ke dunia ini dengan dibekali rasa ingin tahu yang tak pernah habis, energi dan semangat yang berlebih untuk menaklukkan tantangan apapun, serta gairah yang tak pernah putus untuk berbagi rasa dengan orang lain. Kemudian dalam perjalanan hidupnya, ia dipertemukan dengan keadaan-keadaan atau peristiwa-peristiwa yang mungkin bagi sebagian orang tampak ’betapa tidak menguntungkannya’, padahal yang sesungguhnya adalah sebaliknya. Mengapa? Karena semua keadaan dan peristiwa itu ’tepat berjodoh’ dengan semua bekal yang dianugerahiNYA padaku! Subhanallah. Memahami hal seindah itu, bagaimana mungkin aku masih pantas bersedih? Allah telah menganugerahiku salah satu kebutuhan hakiki seorang hambaNYA: menemukan sebuah arti hidup. Alhamdulillah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-6793657256615468289?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/6793657256615468289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=6793657256615468289&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/6793657256615468289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/6793657256615468289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2009/11/anemia-hemolisis-vs-kemungkinan.html' title='anemia hemolisis vs kemungkinan anovulasi'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-2498460490257263399</id><published>2009-11-11T12:46:00.001+07:00</published><updated>2012-01-05T23:50:41.253+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rokok'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ketuhanan'/><title type='text'>Tuhan Sembilan Senti  (oleh Taufik Ismail)</title><content type='html'>( Nemu karya luar biasa ciptaan Taufiq Ismail ini di sebuah &lt;a href="http://momonganak.multiply.com/journal/item/14/Tuhan_Sembilan_Senti_"&gt;blog multiply&lt;/a&gt; !! )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sawah petani merokok,&lt;br /&gt;di pabrik pekerja merokok,&lt;br /&gt;di kantor pegawai merokok,&lt;br /&gt;di kabinet menteri merokok,&lt;br /&gt;di reses parlemen anggota DPR merokok,&lt;br /&gt;di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,&lt;br /&gt;hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,&lt;br /&gt;di perkebunan pemetik buah kopi merokok,&lt;br /&gt;di perahu nelayan penjaring ikan merokok,&lt;br /&gt;di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,&lt;br /&gt;di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,&lt;br /&gt;di ruang kepala sekolah…ada guru merokok,&lt;br /&gt;di kampus mahasiswa merokok,&lt;br /&gt;di ruang kuliah dosen merokok,&lt;br /&gt;di rapat POMG orang tua murid merokok,&lt;br /&gt;di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di angkot Kijang penumpang merokok,&lt;br /&gt;di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,&lt;br /&gt;di loket penjualan karcis orang merokok,&lt;br /&gt;di kereta api penuh sesak orang festival merokok,&lt;br /&gt;di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,&lt;br /&gt;di andong Yogya kusirnya merokok,&lt;br /&gt;sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pasar orang merokok,&lt;br /&gt;di warung Tegal pengunjung merokok,&lt;br /&gt;di restoran, di toko buku orang merokok,&lt;br /&gt;di kafe di diskotik para pengunjung merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan asap rokok,&lt;br /&gt;bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur&lt;br /&gt;ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stop-an bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,&lt;br /&gt;di apotik yang antri obat merokok,&lt;br /&gt;di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,&lt;br /&gt;di ruang tunggu dokter pasien merokok,&lt;br /&gt;dan ada juga dokter-dokter merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istirahat main tenis orang merokok,&lt;br /&gt;di pinggir lapangan voli orang merokok,&lt;br /&gt;menyandang raket badminton orang merokok,&lt;br /&gt;pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,&lt;br /&gt;panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemisngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,&lt;br /&gt;di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,&lt;br /&gt;di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka ulama ahli hisap.&lt;br /&gt;Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.&lt;br /&gt;Bukan ahli hisab ilmu falak,&lt;br /&gt;tapi ahli hisap rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, kemana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.&lt;br /&gt;Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.&lt;br /&gt;Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.&lt;br /&gt;Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.&lt;br /&gt;Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.&lt;br /&gt;Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.&lt;br /&gt;25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.&lt;br /&gt;15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.&lt;br /&gt;4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.&lt;br /&gt;Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ini PR untuk para ulama.&lt;br /&gt;Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.&lt;br /&gt;Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.&lt;br /&gt;Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,&lt;br /&gt;jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-2498460490257263399?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/2498460490257263399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=2498460490257263399&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/2498460490257263399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/2498460490257263399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2009/11/tuhan-sembilan-senti-oleh-taufik-ismail.html' title='Tuhan Sembilan Senti  (oleh Taufik Ismail)'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-257139647037808207</id><published>2009-11-10T06:28:00.004+07:00</published><updated>2012-01-08T11:48:59.062+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>Sedikit tentang Flu A H1N1 di Indonesia</title><content type='html'>Melanjutkan curhat saya di &lt;a href="http://sepuluhseptember.multiply.com/journal/item/52"&gt;Kisah dari Sebuah Ujian Kenaikan Kelas &lt;/a&gt;yang di antaranya melibatkan pengalaman suami menjadi salah satu penderita positif flu A H1N1 di Indonesia, ijinkan saya berbagi sedikit wawasan yang saya peroleh saat itu tentang flu A H1N1 itu sendiri. Mungkin saja saat ini info yang berkembang sudah lebih banyak, namun saya juga merasa mungkin saja tulisan ini masih lebih bermanfaat jika saya publish ketimbang jika teronggok begitu saja dalam &lt;em&gt;harddisk&lt;/em&gt; laptop saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa yang membedakan gejala flu babi dengan gejala flu biasa? Apa yang membuat seseorang diduga terjangkit virus flu A H1N1 itu dan bukan virus flu biasa? &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;    Pertanyaan-pertanyaan itulah yang membuat kami datang jauh-jauh ke rumah sakit yang telah menjadi rumah sakit rujukan untuk setiap kasus flu A H1N1 di Jakarta itu. Saya, juga Mama, berpikir bahwa di sana para petugas yang telah menangani langsung kasus-kasus itu tentu lebih mengerti dan bisa mengetahui dengan cepat dan tepat apakah flu yang diderita suami saya adalah flu biasa atau H1N1. Namun ternyata pemikiran itu salah. &lt;br /&gt;    Di spanduk yang dipasang di beberapa bagian rumah sakit itu, saya baru mengetahui bahwa gejala flu H1N1 sama persis dengan flu biasa : demam, nyeri tenggorokan, batuk, pilek, kadang disertai mual dan muntah atau diare. Lalu seseorang bisa dinyatakan sebagai suspect flu A H1N1 jika menderita beberapa dari gejala flu tersebut dan ditambah pernah kontak erat dengan &lt;em&gt;suspect &lt;/em&gt; flu tersebut atau baru datang dari daerah infeksius (luar negeri, misal Amerika atau Malaysia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Proses diagnosa menjadi suspect flu A H1N1&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;    Jadi, dokter yang pertama kali memeriksa Hamdan tidak mendiagnosa bahwa suami saya mungkin terjangkit virus flu A H1N1 setelah meneliti gejala-gejala yang mungkin tidak terlihat oleh kami, melainkan setelah melakukan wawancara dengan kami. Syarat pertama yaitu gejala yang tampak sudah jelas : Hamdan menderita batuk dan nyeri tenggorokan, lalu sudah 4 hari demam. Syarat kedua yaitu histori atau pengalaman kontaknya dengan suspect flu babi itulah yang sempat membingungkan.&lt;br /&gt;    Hamdan tidak baru saja datang dari luar negeri. Terakhir kali ia meninggalkan tanah air adalah kira-kira dua tahun yang lalu. Di Balikpapan, ia bertemu dengan banyak orang, dan tak tahu apakah di antaranya ada &lt;em&gt;suspect &lt;/em&gt;flu babi atau tidak. Dia hanya tahu bahwa ditemukan kasus di &lt;em&gt;platform &lt;/em&gt;lain yang menyebabkan semua pekerja di sana dikarantina, namun pada hari dilangsungkannya pemilu, ada sebagian dari mereka yang datang ke tempat pemilihan. Inilah contoh bahwa dari histori yang sangat meragukan pun ternyata cukup untuk menjadikannya &lt;em&gt;suspect &lt;/em&gt;flu A H1N1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cara penularan flu A H1N1&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;    Yang menyebabkan penyebaran flu A H1N1 sangat cepat adalah cara penularannya yang sangat mudah, yaitu melalui udara. Layaknya flu biasa, seorang penderita flu A H1N1 bisa menularkan virus flunya ketika ia bernapas ataupun batuk terhadap orang-orang yang ada di sekitarnya saat itu. Oleh karena itulah, penderita flu sebaiknya memakai masker. Begitu pula sebaiknya orang-orang yang berada di sekitar penderita flu. Selain itu, virus tersebut juga bisa menular melalui benda-benda yang baru disentuh penderita dalam kurun waktu yang dapat ditoleransi si virus untuk bisa hidup yaitu kurang lebih satu jam (jadi kalau si penderita menyentuh meja lalu kita baru menyentuh meja tersebut besoknya ya tidak akan terjadi penularan karna si virus sudah mati).&lt;br /&gt;    Namun layaknya flu biasa, secepat dan semudah apapun penularannya...belum tentu semua orang langsung tertular flu begitu ada orang di sekitarnya menderita flu. Bukankah terkadang kita juga bisa merawat anggota keluarga kita yang terkena flu tanpa tertular? Yang mempengaruhi hal tersebut adalah daya tahan tubuh. Orang yang daya tahan tubuhnya lemah akan mudah sekali tertular penyakit, sementara yang lebih kuat akan lebih sulit terserang.&lt;br /&gt;    Menurut salah satu dokter ahli di lab penelitian dan pengembangan Depkes, masa inkubasi virus flu A H1N1 adalah 1 hingga 7 hari. Ini berarti gejala flu A H1N1 akan timbul dalam waktu 1 hingga 7 hari setelah seseorang terkontaminasi virus flu tersebut (ada kontak dengan orang yang memiliki gejala flu juga dan ternyata belakangan diketahui positif flu A H1N1), bergantung pada kekuatan daya tahan tubuh orang tersebut. Orang yang daya tahan tubuhnya sangat lemah dapat langsung ikut jatuh sakit sehari kemudian. Namun sebaliknya, orang yang daya tahan tubuhnya sangat kuat bisa saja takkan jatuh sakit. Oleh karena itu jika seseorang yang telah terkontaminasi virus tetap dapat bertahan (tidak sakit) sampai seminggu kemudian, maka dapat dipastikan ia telah berhasil bertahan dari virus yang telah masuk ke dalam tubuhnya dan mencoba menyerangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tips untuk bertahan saat ada ancaman menyerang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;    Saat suami dinyatakan positif terkena flu A H1N1, mau tidak mau saya juga mengkhawatirkan diri saya sendiri. Apakah saya juga sudah tertular? Bagaimana kalau saya sakit juga, padahal Hamdan sedang sangat membutuhkan saya? &lt;br /&gt; Berdasarkan penjelasan dokter, saya tahu bahwa saya adalah orang yang saat itu berkemungkinan paling tinggi untuk tertular flu A H1N1 juga, mengingat Hamdan sempat pulang dan tidur sekamar dengan saya sebelum dibawa ke rumah sakit esok harinya. Namun, seperti yang saya sebutkan di atas, masa inkubasi virus tersebut adalah 1-7 hari. Saya jelas sudah terkontaminasi virus, tapi kondisi saya yang masih sehat walafiat tanpa sedikit pun gejala flu menandakan bahwa virus dalam tubuh saya belum berhasil menyerang pertahanan saya. Jika saya tidak mau terserang, maka saya harus terus mempertahankan kondisi siaga saya hingga hari ke-7. Alhamdulillah, dengan segala usaha yang diridhoi Allah SWT, saya berhasil. Berikut inilah yang saya lakukan untuk ’bertahan dlam perang’ itu :&lt;br /&gt;- Berdoa sungguh-sungguh&lt;br /&gt;- &lt;em&gt;Empowering my mind&lt;/em&gt;. Saya hanya sempat larut dalam sedih di hari-hari pertama masa karantina Hamdan. Begitu tahu hasil pemeriksaan Hamdan, saya justru segera bangkit. &lt;em&gt;I had no time to feel sad and cry. My top priority was to stay healthy. I had to be strong…for me, for my beloved life partner, and for those who care for us.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;- Istirahat yang cukup. Sesibuk-sibuknya saya seharian mengurus keperluan suami yang sedang diopname di rumah sakit yang letaknya ‘ujung ke ujung’ dengan rumah saya, saya harus meluangkan waktu untuk tidur malam yang cukup dan nyenyak (itu berarti harus bebas dari stress sebelum tidur!)&lt;br /&gt;- Minum air putih sebanyak-banyaknya, minimal 8 gelas sehari&lt;br /&gt;- Makan makanan dengan gizi seimbang (karbohidrat, protein, lemak...pokoknya lengkap!)&lt;br /&gt;- disempurnakan dengan susu (boleh susu sapi maupun kedelai), kurang lebih 500ml sehari &lt;br /&gt;- dibantu juga dengan air jeruk nipis (sebagai pembentuk basa, karna tubuh dalam kondisi basa akan lebih susah sakit), jus buah (400-500ml) vitamin C dosis tinggi (1000 mg) dan madu (3 sendok makan) sehari&lt;br /&gt;- olahraga, minimal gerak jalan atau senam kecil di bawah sinar matahari  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sikap media yang berlebihan dan apa yang sebenarnya terjadi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;    Flu A H1N1 sebetulnya bukan penyakit yang berbahaya. Dari informasi yang gw peroleh belakangan, tingkat kematian yang diakibatkan oleh flu A H1N1 ini bahkan lebih rendah daripada flu biasa. Ya, bukankah flu biasa juga bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik? Kejadian seperti itu dapat ditemukan di negara-negara yang mengalami musim dingin. Lagipula, korban-korban meninggal itu tidak semata hanya sakit flu. Kondisi tubuh mereka telah memburuk akibat penyakit atau hal lain seperti asma, gizi buruk, dan lain sebagaiya, baru kemudian diperparah dengan flu tersebut dan terlambat ditangani. Jadi, jangan sampai tertipu berita-berita oleh media. Memang betul mungkin, misalnya disebutkan di sana: 2 orang meninggal karena flu babi di negara XXX. Tapi tidak disebutkan kan, misalnya, ada 5 orang meninggal karena flu biasa di sana? Inilah yang disebut kebohongan statistik. Bahkan di negara-negara dimana telah sangat banyak terjadi kasus flu ini, para penderita sudah tidak lagi diisolasi dan bisa sembuh dengan sendiri setelah dirawat di rumah saja. &lt;br /&gt;    Lalu bagaimana dengan di Indonesia sendiri? Di negara ini, flu A H1N1 ini masih dianggap kasus flu baru. Karena jumlah kasusnya belum sebanyak di negara lain, pemerintah masih berupaya sekuat tenaga untuk menghentikan penyebarannya. Ditambah pula mengingat kasus flu A H5N1 di Indonesia belum benar-benar berhasil diberantas 100%, ada kekhawatiran jika kedua jenis virus bercampur sehingga dapat memunculkan virus lain yang jauh lebih berbahaya. &lt;br /&gt;    Jadi dengan kata lain, memang betul apa yang dirasakan Hamdan dan pasien-pasien lainnya. Mereka bukan mengidap penyakit parah, jadi tak merasa sampai perlu diopname. Memang benar! Mereka tidak dirawat disana untuk kepentingan kesehatannya sendiri, melainkan demi kesehatan orang lain atau DEMI KEPENTINGAN ORANG BANYAK. Mereka tidak sedang menyelamatkan dirinya sendiri. Mereka sedang MENYELAMATKAN NEGARAnya. Mereka memenuhi tanggung jawabnya sebagai warga negara, memberikan dukungan pada pemerintah demi kecintaan pada tanah air mereka. &lt;br /&gt;    Saya tahu, bahkan pemahaman yang seperti itu tak mampu sepenuhnya mengobati atau menghibur suami saya yang merasa ‘tersiksa’ di ruang isolasi itu. Tapi ya, saya yakin hal itu cukup menggelitik nuraninya. Selama ini kecintaan terhadap tanah air dan rasa nasionalisme begitu mudah kita ucapkan, diteriakkan dengan penuh perasaan yang menggelora. Tapi bagaimana dengan wujud nyatanya? Tidak banyak orang yang bertindak sesuai dengan prinsip yang digembar-gemborkannya itu dengan mudah, dan memang tidak banyak juga orang yang diberi kesempatan untuk itu. Di zaman sekarang ini, tidak diperlukan mengangkat senjata bambu runcing untuk melawan penjajah. Kebetulan sedang tidak ada kesempatan menunjukkan kecintaan kita pada ibu pertiwi dengan cara seperti itu. Sekarang ini, mungkin malah hal-hal yang seolah remeh yang menjadi jalannya. Cukup dengan membayar pajak, misalnya. Atau dengan sukarela menyerahkan diri untuk diisolasi ketika diduga mengidap suatu penyakit baru yang bisa menjadi wabah. Tindakan yang sepertinya KECIL, dan mungkin TIDAK ENAK serta TIDAK MENARIK PERHATIAN memang, tapi inilah merupakan wujud nyata jihad yang sesungguhnya. Bukan tindakan bombastis dan sok heroik seperti mengebom warga negara asing yang jelas-jelas malah merupakan pengkhianatan terhadap bangsa dan tanah air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis dengan rasa kagum dan bangga pada para penderita flu A H1N1 yang rela berkorban dikarantina demi banyak orang lainnya (saya sendiri tak yakin bisa demikian)....terimakasih, semoga Tuhan membalasnya berkali-kali lipat. Amiiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- H e i D Y -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-257139647037808207?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/257139647037808207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=257139647037808207&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/257139647037808207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/257139647037808207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2009/11/sedikit-tentang-flu-h1n1-di-indonesia.html' title='Sedikit tentang Flu A H1N1 di Indonesia'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-5528937894396391872</id><published>2009-09-29T19:25:00.007+07:00</published><updated>2012-01-05T23:51:57.569+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jilbab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>pandangan pribadi tentang BERJILBAB</title><content type='html'>Bismillaahir rahhmaanir rahiim...&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT melindungi saya dari penyampaian kata-kata yang tidak berguna atau bahkan berakibat buruk bagi saya sendiri maupun orang lain, Amiin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pandangan Keluarga Saya tentang Jilbab &amp; Menutup Aurat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik tentang menutup aurat dan berjilbab bukan baru-baru ini saja saya ikuti atau bicarakan dengan orang lain. Pertama kali saya memikirkannya adalah ketika saya belum lama mengecap bangku kuliah. Entah bagaimana awalnya yang kemudian membuat saya melahap berbagai buku agama yang mengulas topik tersebut, hingga akhirnya saya berkeinginan kuat untuk memakai jilbab. Lalu saya menyampaikan niat itu pada orangtua dan meminta izin mereka. Reaksi mereka membuat saya terkejut, dan setelahnya siapapun teman yang saya ceritakan perihal itu pasti merasa heran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua saya adalah muslim yang taat, selalu berpegang pada ajaran Islam dan berupaya menerapkannya dalam berbagai urusan kehidupan sehari-hari. Mereka juga orang-orang berpendidikan yang tak pernah mengenal kata lelah untuk mempelajari apapun, termasuk untuk persoalan agama. Itulah mengapa awalnya saya justru terkejut ketika mereka tidak mengizinkan saya mengenakan jilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu awalnya. Tak perlu waktu lama bagi saya untuk sembuh dari keterkejutan itu sekaligus menerima keberatan orangtua saya atas keinginan saya mengenakan jilbab. Justru setelah itu saya merasa sangat bersyukur karena Allah SWT telah menjadikan saya sebagai puteri dari pasangan orangtua yang luarbiasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya mengutarakan niat saya untuk mengenakan jilbab itu, orangtua langsung memberondong saya dengan berbagai pertanyaan tentang apa yang mendasari niat saya itu. Saya yang waktu itu merasa telah melahap banyak buku perihal itu langsung dengan bangga memaparkannya. Namun apa yang terjadi? Ketika setiap alasan saya dipertanyakan lebih lanjut, saya bingung. Banyak pula ’soal’ dari mereka yang tidak mampu saya jawab. Saat itulah saya tahu bahwa ternyata pengetahuan dan cara berpikir yang saya miliki saat itu masih belum ada apa-apanya dibandingkan wawasan dan kebijaksanaan orangtua saya. Hanya kesombongan sayalah yang membuat saya berpikir saya telah cukup berwawasan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya orangtua saya tidak pernah melarang saya mengenakan jilbab. Hanya saja, mereka mewanti-wanti saya untuk tidak memutuskan melakukan sesuatu yang tidak didasari pemikiran yang kuat karena menurut mereka, suatu keputusan yang dibuat dengan demikian dapat mengakibatkan hal yang tidak baik di masa yang akan datang (intinya menurut mereka, saat itu saya masih jauh dari siap ;p)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu khusus mengenai ”jilbab”, yang pengertiannya seperti tertulis dalam KBBI adalah ”kerudung lebar yang dipakai waita muslim untuk menutupi kepala dan leher sampai dada”. Sementara tentang ”menutup aurat” sendiri, tentu saja orangtua saya tak pernah melarangnya. Justru sebaliknya sejak beranjak remaja, saya sudah dididik untuk tidak mengumbar aurat wanita. Dan jika ada seseorang bertanya apakah orangtua saya termasuk muslim yang menganut pemikiran tentang tidak wajibnya menutup aurat, saya membantahnya. Seperti kata ahli tafsir M. Quraish Shihab : ”Tidak seorang pun ulama yang tidak mewajibkan untuk menutupi aurat wanita. Hanya saja, ulama berbeda pendapat tentang batas aurat.” Begitulah. Orang tua saya adalah muslim yang taat dan selalu berupaya keras mendidik kami anak-anak perempuannya (saya dan salah satu adik saya yang juga perempuan) untuk menjadi muslimah yang selalu menjaga kehormatan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah itu berarti kami sekeluarga mengikuti pendapat ulama yang tidak menetapkan kepala wanita sebagai bagian dari aurat sehingga tidak mewajibkan para wanita untuk menutupi kepala mereka dengan jilbab? Jawabannya adalah YA. Pendapat kami ini sesungguhnya didasarkan pada pelajaran-pelajaran agama yang kami peroleh dari berbagai sumber. Salah satunya yang akan saya sebut-sebut di sini adalah ahli tafsir yang telah dikenal di negeri ini, yaitu M Quraish Shihab. Sebagian besar dari tulisan di bawah ini pun saya kutip dari bukunya ”M Quraish Shihab menjawab.... 1001 Persoalan Keislaman yang Patut Anda Ketahui (Penerbit Lentera Hati, 2008)”, yang mana di dalamnya ia pun berpesan bahwa apa yang dikemukakannya kiranya jangan dipahami sebagai hasil ijtihad penulis pribadi (kalaupun ada, sangat terbatas). Peranan beliau dalam buku tersebut lebih banyak dalam bentuk menata atau bahkan menghidangkan kembali apa yang terserak dalam sekian banyak kitab karya para ulama terdahulu dan/atau kontemporer yang beliau nilai wajar untuk dikemukakan dan dipilih dan dianut oleh pembaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keputusan Berdasarkan Pemahaman yang Jelas Atas Ayat Al Qur’an?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum membahas lebih lanjut tentang perbedaan pendapat para ulama tentang batas aurat wanita itu, mungkin ada baiknya jika saya menyampaikan sekaligus menceritakan kembali jawaban saya terhadap apa yang sering diutarakan teman-teman saya sesama perempuan : ”bukankah sudah jelas yang dituliskan dalam Al Qur’an mengenai perintah menutup aurat”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak dapat berkeputusan hanya dengan berbekal membaca dan menafsirkan ayat Al Qur’an dengan kemampuan saya sendiri. Seperti yang disebutkan Pak Quraish, setiap disiplin ilmu mensyaratkan adanyanya kemampuan tertentu untuk menanganinya, begitu pula dengan tafsir Al Qur’an. Jika saya tidak memenuhi syarat itu (pengetahuan tentang bahasa Al Qur’an, kaidah-kaidah agama, metodologi penafsiran, pengetahuan tentang materi yang dibicarakan Al Qur’an), maka saya dapat terancam sabda Nabi : ”Barang siapa menafsirkan Al-Qur’an dengan nalarnya (tanpa memenuhi syarat) maka dia boleh mengambil tempatnya di neraka”. Lebih lagi dalam mempelajari Al Qur’an yang diturunkan berabad-abad yang lalu kepada bangsa (Arab) yang berbeda ciri, adat, karakter dan kebiasaannya dengan kita, sudah seharusnya kita juga mempelajari tentang budaya yang berkembang dan berbeda dengan masa itu. &lt;strong&gt;&lt;strong&gt;Adalah penting bagi kita saat membaca ayat suci Al Qur’an, kita benar-benar membacanya dalam arti mendalami dan mengerti konteks, bukan sekedar membaca teksnya&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, saya tidak bisa berkata bahwa hanya dengan membaca (terjemahan) ayat Al-Quran saja saya sudah memahami perintah yang jelas tentang menutup aurat itu, apalagi sampai langsung dapat menentukan sikap dengan cepat. Saya yang tidak bisa berbahasa arab, saya yang tidak pernah mengambil pendidikan tinggi jurusan agama, saya yang masih berwawasan sangat terbatas ini perlu waktu yang lama untuk mengumpulkan pelajaran dari berbagai sumber untuk kemudian mendalaminya, menghayatinya sendiri dan mengamalkan apa yang ditunjukkanNYA sesuai untuk saya. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perbedaan Pendapat Para Ulama Tentang Batas Aurat (dari M. Quraish Shihab Menjawab, 2008, Penerbit Lentera Hati )&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat Al Qur’an An Nur : 31 memberi petunjuk kepada muslimah agar menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka serta tidak menampakkan hiasannya kecuali pada suami dan orang-orang yang dekat hubungan darahnya sehingga tidak akan timbul berahi terhadap mereka. Hiasan wanita itu dapat berupa bagian dari tubuhnya, juga perhiasan yang digunakan pada tubuhnya. Larangan menampakkan hiasan itu dikecualikan dengan teks ”....kecuali apa yang tampak darinya”. Kalimat pengecualian inilah yang dibahas panjang lebar sekaligus merupakan kunci pemahaman ayat tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar tafsir Ibnu ’Athiyah menulis tentang tafsir ayat An Nur tersebut sebagai berikut : ” ....wanita amat diperintahkan untuk berupaya keras menutup segala sesuatu yang merupakan hiasan ereka dan pengecualian itu kelihatannya hanya berkaitan dengan sesuatu yang bersifat kebutuhan mendesak dalam rangka mempermudah gerak dan perbaikan keadaan (suasana bekerja), dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Al-Qurthuubii, pakar Al Qur’an dan dan hukum berkomentar ”Pendapat Ibnu ’Athiyah baik, hanya saja karena wajah dan kedua telapak tangan sering (biasa) tampak, baik sehari-hari maupun dalam ibadah shalat dan haji, maka sebaiknya ’kecuali yang tampak darinya’ itu dipahami sebagai kecuali waah dan kedua telapak tangan yang biasa tampak itu.” Demikian terlihat beliau &lt;strong&gt;mengembalikan pengecualian tersebut pada kebiasaan yang berlaku&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al-Qur’an dan Terjemahnya susunan Tim DepAg, pengecualian itu diterjemahkan sebagai ’kecuali yang (biasa) tampak darinya’. Mayoritas ulama tafsir memahami ’kebiasaan’ yang dimaksud adalah kebiasaan pada masa turunnya Al-Qur’an, namun ada juga ulama kontemporer yang mengaitkan kebiasaan itu dengan keadaan tiap masyarakat &lt;strong&gt;dengan memperhatikan tujuan dari ditetapkannya petunjuk Al-Qur’an tentang cara berpakaian itu&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Thaahir bin ’Aasyuur menulis dalam bukunya Maqaashid asy-Syarii’ah, ”Kami percaya bahwa adat kebiasaan satu kaum tidak boleh –dalam kedudukannya sebgai adat- untuk dipaksakan terhadap kaum lain atas nama agama, bahkan tidak dapat dipaksakan pula terhadap kaum itu.” Lalu beliau memberi beberapa contoh dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Ayat Al Ahzaab : 59 yang memerintahkan mukminat untuk mengulurkan jilbabnya adalah ajaran agama yang mempertimbangkan adat orang-orang Arab sehingga ketentuan agama ini tidak memberikan bagian (tidak berlaku) bagi bangsa-bangsa lain yang tidak menggunakan jilbab. Dalam kitab tafsirnya, Ibnu ’Aasyuur menulis bahwa cara memakai jilbab berbeda-beda sesuai dengan perbedaan keadaan wanita dan adat mereka. Akan tetapi, tujuan perintah ini adalah seperti bunyi ayat tersebut : ”...agar mereka dapat dikenal (sebagai muslimah atau wanita yang baik) sehingga tidak diganggu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah. Sejak ratusan tahun lalu hingga masa kini, para ulama berbeda pendapat tentang batas aurat wanita. Ada yang berupa riwayat, ada yang berdasarkan logika atau kesan yang diperoleh dari ayat (teks), ada pula yang berdasarkan kebiasaan masanya atau pada masa Nabi SAW. Maka, tidak keliru jika kita memiliki pendapat / anutan masing-masing terhadapnya. Memang kita boleh berkata bahwa yang menutup seluruh badannya kecuali wajah dan telapak tangannnya berarrti menjalankan bunyi teks ayat Al Qur’an tersebut, bahkan mungkin berlebih. Namun pada saat yang sama ita juga tidak boleh berkata bahwa yang memperlihatkan kepala dan setengah lengannya secara pasti telah melanggar pertunjuk agama. Wallaahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Maka, Mengapa Saya Memilih Tidak Berjilbab Selama Ini&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengetahui dan mengerti lebih jauh atas penafsiran ayat Al-Qur’an tentang perintah menutup aurat tersebut, maka saya, sebagai seorang wanita muslim yang tidak berkebangsaan Arab, tidak tinggal di daerah tersebut, juga dengan memperhatikan keadaan diri sendiri dan lingkungan sekitar saya, memilih melakukan hal terbaik yang saya yakini paling sesuai bagi diri saya : mengecualikan kepala dan setengah lengan ke bawah sebagai aurat yang harus ditutupi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan dari pilihan ini tentu saja mengacu pada keyakinan bahwa kepala dan setengah lengan ke bawah bukan aurat wanita yang wajib ditutupi dalam kehidupan saya sehari-hari. Karena yakin itu tidak diwajibkan, maka saya tidak melihat keharusan untuk melakukannya. Dan selain keharusan, saya tidak menemukan alasan lain mengapa saya perlu melakukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, saya malah menemukan alasan mengapa sebaiknya saya menghindari berjilbab. Saya tinggal di negara yang dihuni beraneka pemeluk agama. Jilbab di negeri ini bukan sebuah keharusan seperti jika tinggal di negeri Arab yang panas, berpasir, dan kaum lelakinya memiliki pandangan yang berbeda terhadap batas aurat wanita (saya takut salah memilih kata-kata untuk memperjelasnya, jadi emoga Anda mengerti maksud saya di sini). Jika hampir semua wanita Arab berjilbab (tepatnya menutupi seluruh tubuhnya hingga menyisakan wajah atau bahkan kedua matanya saja yang terlihat), maka wanita berjilbab di negri ini&lt;strong&gt; langsung dikenali &lt;/strong&gt;berbeda dari banyak wanita lainnya yang tidak berjilbab : ia adalah seorang wanita muslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim adalah seseorang yang menganut agama Islam, dan orang yang menganut agama Islam adalah orang yang meyakini ajaran agama Islam dan mengamalkan ajaran tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Saya tidak mengatakan bahwa wanita yang tidak berjilbab bukan muslim. Yang saya katakan, sekali lagi, adalah bahwa wanita berjilbab dapat dengan jelas dikenali sebagai muslimah, baik oleh muslim yang lain maupun oleh pemeluk agama lainnya. Dan saat itulah, perilakunya sehari-hari yang terlihat dapat dengan mudah dikaitkan dengan ajaran agama Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mengapa selain karena bukan kewajiban, saya enggan mengenakan jilbab selama ini. Di negeri tercinta yang mengakui banyak agama selain Islam ini, tingkah laku saya tidak hanya dilihat oleh saudara-saudara sesama muslim, melainkan juga sahabat-sahabat pemeluk agama lainnya. Dengan mengenakan jilbab yang berarti memperjelas identitas saya sebagai muslim (bahkan mungkin ada yang menganggapnya identik sebagai muslim yang sangat taat), berarti bagaimana pun perilaku saya akan dikaitkan dengan nilai-nilai ajaran agama Islam yang saya anut. Saat menyadari itulah, saya merasa malu. Masih tak terhitung perilaku saya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Contoh yang paling saya sadari (sejak dulu) adalah dalam hal adab berbicara dan mengendalikan emosi. Saya malu, kedapatan sulit mengendalikan amarah atau bersikap kasar di depan umum sementara saya dengan jelas dikenali sebagai seorang muslimah. Apa jadinya jika seorang non muslim yang melihat perilaku saya itu kemudian langsung memahami bahwa Islam memperbolehkan sikap kasar dan tidak mengajarkan adab berperilaku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah murni pendapat saya. Memang, seringkali ketika membahas persoalan ini dengan teman-teman saya sesama muslim terutama wanita berjilbab, saya menemukan begitu banyak perbedaan pendapat. Di antaranya banyak yang berkata bahwa anggapan di atas itu hanya berdasar pada imajinasi atau perasaan saya yang terlalu sensitif dan bahwa beban seorang pemakai jilbab sebenarnya tidak seberat itu. Baiklah, tidak apa, saya menerima pendapat itu. Bukankah berbeda pendapat itu indah dan tidak dilarang? Namun, saya tetap meyakini pendapat saya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, saya tidak bisa menghilangkan rasa malu itu ketika misalnya, melihat seorang wanita berjilbab yang perilakunya bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam, mulai dari pelanggaran besar hingga yang kecil-kecil. Mulai dari muslimah yang melakukan kejahatan korupsi hingga yang tidak peduli pada makanan yang selalu banyak bersisa di piringnya. Memangnya Islam mengajarkan perilaku yang seperti itu? Dan saya semakin yakin bahwa perasaan malu yang demikian tidak salah, ketika Allah seringkali membuat telinga saya mendengar sekelebat ucapan kesal orang lain seperti “...pake jilbab tapi kelakuaaannyaa...”.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak bisa menyalahkan orang yang berpendapat lain, yang mungkin merasa bahwa saya berlebihan dalam memandang penggunaan jilbab terutama di negri ini. Mereka (atau mungkin juga termasuk Anda) mungkin memiliki keyakinannya sendiri. Sebisa mungkin InsyaAllah saya berusaha menahan lidah ini untuk mengucapkan komentar yang tak perlu, namun semoga Allah mengampuni saya yang terkadang tidak dapat menahan rasa malu dan geram yang tebersit dalam hati ini ketika melihat saudara sesama muslim yang berjilbab namun perilakunya tak mencerminkan nilai-nilai Islam itu. Demikianlah, beratnya perasaan itulah yang menjadi alasan mengapa saya enggan berjilbab selama ini (selain karena yakin bahwa hal itu tidak diwajibkan). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dan Alasan Saya Ketika Akhirnya Kini Memutuskan Untuk Mengenakan Jilbab...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawasan dan pengetahuan terbatas yang saya kemukakan di atas tentu tidak saya abaikan hingga saat ini, setelah saya memutuskan untuk mengenakan jilbab di luar rumah. Saya mengetahui adanya perbedaan pendapat para ulama dalam menentukan batas aurat, dan saya setuju dengan apa yang disampaikan Pak Quraish, ustadz keluarga, juga orang tua saya  bahwa kita tidak boleh berkata bahwa yang tidak memakai kerudung secara pasti telah melanggar petunjuk agama. Saya menghormati orang-orang lain yang menutup auratnya menurut batas-batas minimal yang ia dan juga saya tetap percayai sampai sat ini (tidak menutup rambut dan setengah lengan ke bawah) dan Insya Allah sampai kapan pun, meskipun saya sendiri mengenakan jilbab, saya tidak akan menyuruh muslimah lain untuk mengenakannya juga. Itu di luar hak dan kompetensi saya  dan semoga Allah senantiasa melindungi saya dari perbuatan yang menzhalimi orang lain, Amiin..  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pandangan saya pribadi? Jika ada yang bertanya apakah saya sudah berpindah ’imam’ dengan mengikuti pendapat ulama lain yang menyatakan bahwa batas aurat wanita yang boleh terlihat hanyalah wajah dan kedua telapak tangannya, maka jawabannya adalah TIDAK. Saya tetap percaya dan berpendapat bahwa saya yang dulu, adik perempuan saya pada saat ini, juga teman-teman perempuan saya yang senantiasa berpakaian sopan walaupun tidak berjilbab adalah orang-orang yang telah menutup auratnya. Selama kami masih berpijak di atas tanah air yang terdiri atas beraneka pemeluk agama (bukan hanya Muslim) dan tidak sedang berada di negeri lain yang mayoritas penduduk lelakinya memiliki karakter dan pandangan yang berbeda tentang aurat wanita, maka ketahuilah bahwa sehari-harinya kami tidak mengumbar aurat yang dapat mengundang berahi lelaki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapa saya memakai jilbab? Mungkin ini tidak lazim, tetapi jawaban saya atas pertanyaan ini masih terkait dengan pandangan dan pelajaran-pelajaran yang saya peroleh di atas. Singkatnya, saya tidak merasa HARUS berjilbab, melainkan saya BUTUH untuk memakai jilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang lebarnya, begini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang sudah saya utarakan dalam sub judul ” Maka, Mengapa Saya Memilih Tidak Berjilbab Selama Ini”, saya meyakini pendapat bahwa mengenakan jilbab di negeri yang tidak 100% penduduknya memeluk agama Islam ini berarti lebih dari sekedar menutup aurat. Seorang wanita berjilbab di negeri ini akan langsung dengan jelas dikenali sebagai wanita muslim (bahkan terkadang dianggap muslim yang taat) dan perilakunya yang terlihat akan erat terkait dengan nilai-nilai ajaran Islam. Dan sampai sebelum saya akhirnya memutuskan untuk berjilbab, selain –sekali lagi- karena yakin hal itu tidak wajib, saya juga merasa takut untuk mengenakannya. Saya yang masih hampir tidak ber-adab dalam berbicara dengan orang lain, saya yang sering tidak dapat mengendalikan emosi, saya yang masih jauh dari baik dalam hidup berkeluarga dan bermasyarakat, saya yang masih jauh dari perilaku sehari-hari yang diajarkan dalam Islam dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW, merasa malu dan tidak pantas memperlihatkan ciri jelas bahwa saya penganut agama Islam dengan terang-terangan ketika perilaku saya sehari-hari itu masih jauh dari ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Ramadhan 1430 H datang. Saya menyadari pertemuan kembali saya dengan bulan penuh berkah dan ampunan ini sebagai kesempatan dari Allah SWT untuk saya menyucikan diri, me’reset’ kehidupan saya yang makin jauh dari kedamaian karena makin seringnya saya terlupa akan kebesaranNYA dan bahwa Islam adalah sebaik-baiknya pegangan hidup. Ujian juga tidak absen dalam kehidupan saya selama hari-hari Ramadhan. Namun berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya, alhamdulillah dengan izin Allah saya dapat melaluinya dengan ’kembali’ padaNYA. Seiring dengan sisa Ramadhan, saya semakin berusaha mendekatkan diri denganNYA melalui berbagai cara yang kemudian kembali menyadarkan saya bahwa tidak satu pun urusan / masalah di dunia ini yang tak dapat dilalui jika kita ingat untuk kembali pada Allah SWT. Dengan mengingat kembali tujuan saya dihadirkan olehNYA di dunia, mengingat kembali bahwa sebaik-baiknya hal (apapun) yang saya lakukan di dunia adalah ibadah padaNYA, dan mengingat kembali bahwa tiada hal (apapun) yang boleh saya cintai melebihi cinta saya padaNYA, hidup saya pun terasa lebih mudah dan indah. Hidup yang sesuai dengan nilai-nilai Islam yang diajarkan Rasulullah SAW itulah yang saya rindukan selama ini.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat Ramadhan nyaris berakhir, saya menangis. Bagi saya, Ramadhan kali ini telah menjadi sarana yang dianugerahkan Allah SWT untuk saya kembali padaNYA dan senantiasa mengingatNYA dalam kehidupan saya sepanjang hari. Saya ingat bahwa nikmat ini pun pernah saya peroleh dari Ramadhan-Ramadhan sebelumnya. Namun seiring dengan berlalunya Ramadhan, seringkali saya mudah terlupa/lalai hingga akhirnya tersadar ketika sudah langkah saya sudah jauh menyimpang. Begitu pula keadaan saya sebelum Ramadhan tahun ini datang. Saya kembali tersadar saat saya sudah jatuh terpuruk dan nyaris merasa tak berdaya untuk bangun dan memperbaiki semuanya. Saat mengingat itu di hari terakhir Ramadhan kemarin, saya merasa takut. Saya takut ketika Ramadhan ini telah berakhir, saya akan kembali terlupa dan akhirnya jatuh ke titik itu lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya takut dengan perginya Ramadhan, maka pergi pulalah alat/jalan/sarana saya untuk selalu mengingatNYA, untuk selalu mengingat ajaranNYA, untuk selalu mengingat bahwa Islam adalah pedoman hidup saya. Sempat ada pikiran ’bersabarlah dan bertahanlah hingga Ramadhan berikutnya tiba”, tapi kemudian langsung terbantahkan dengan suara hati, ”bagaimana kalau hidup saya tidak mencapai Ramadhan berikutnya????” Saya tidak mau jika ternyata sebelum bertemu Ramadhan berikutnya, ajal saya tiba dan pada  saat itu saya sedang dalam keadaan terpuruk seperti keadaan saya sebelum Ramadhan kemarin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya benar-benar membutuhkan sarana itu. Sekarang, besok, hingga selamanya.. Padahal jelas tak mungkin mengharapkan Ramadhan sepanjang tahun. Maka akhirnya, pada hari terakhir Ramadhan, dengan meminta petunjuk dan ridhoNYA, saya memutuskan untuk menggunakan jilbab sebagai sarana itu mulai keesokan harinya (1 Syawal). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa jilbab yang saya jadikan sarana itu? &lt;br /&gt;Saya bukan tiba-tiba saja terpikir mengenakan jilbab di hari terakhir Ramadhan itu. Jauh-jauh hari sebelumnya, entah mengapa saya sering memikirkannya. Bukan khusus memikirkan untuk mengenakannya, tapi memikirkannya secara luas. Sebagian besar di antaranya justru mengacu pada pemikiran yang saya tulis dalam sub judul sebelumnya di atas (”Maka, Mengapa Saya Memilih Tidak Berjilbab Selama Ini”). Saya sadar betul bahwa selama ini saya malu untuk berjilbab, dan apa yang menyebabkan perasaan malu itu : perilaku saya yang masih belum mencerminkan ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemudian saya tersadar. Jika anggapan saya pribadi begitu berat/dalam terhadap penggunaan jilbab itu, maka bukankah kini ketika saya mencari alat pengontrol diri itu, ketika saya mencari jalan memperpanjang Ramadhan yang begitu saya agungkan itu, dan ketika saya mencari sarana untuk saya terus kembali mengingat Allah SWT dan nilai-nilai Islam yang diajarkan Rasulullah SAW itu, saya telah menemukannya?  &lt;br /&gt;Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, selama ini saya takut mengenakan jilbab karena itu akan memperjelas identitas saya sebagai seorang muslim sementara saya sadar betul bahwa perilaku saya masih jauh dari pencerminannya. Pemikiran saya itu sampai sekarang tidak berubah. Yang berubah adalah bagaimana saya masih menyikapinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini saya mengenakan jilbab bukan karena saya merasa sudah menjadi pengikut Rasulullah SAW yang sudah sempurna menjalankan semua ajarannya atau karena sudah tidak takut akan kesaksian masyarakat terhadap perilaku saya yang ’mengikrarkan diri’ sebagai seorang muslim. Saya masih takut, dan semoga akan seterusnya demikian, namun justru karena perasaan itulah saya memanfaatkannya. Ya, saya memanfaatkan anggapan saya pribadi yang cukup ’berat’ dalam penggunaan jilbab itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jika ada yang bertanya mengapa saya memakai jilbab, saya menjawabnya: &lt;strong&gt;Saya berjilbab untuk memperjelas identitas saya sebagai seorang wanita muslim, yang insyaAllah akan saya jadikan sebagai alat pengontrol diri (yang berarti juga memanfaatkan masyarakat dan lingkungan sekitar saya sebagai kontrol sosial), sebagai jalan memperpanjang Ramadhan yang begitu saya agungkan, dan sebagai sarana untuk saya terus kembali mengingat Allah SWT dan nilai-nilai Islam yang diajarkan Rasulullah SAW. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan karena alasan tersebut yang saya niatkan sepenuh hati itulah, saya merasa perlu menyatakan bahwa &lt;strong&gt;saya berjilbab bukan karena meyakini kewajiban menutup aurat dengan berjilbab (saya sudah menutup aurat dengan baik jauh sebelum menggunakan jilbab) dan bahwa saya memandang penggunaan jilbab itu adalah pilihan yang tidak menjadikan pilihan mana pun lebih baik atau lebih buruk. Saya memilih berjilbab karena insyaAllah dengan petunjuk dan ridhoNya yang demikian itu lebih sesuai bagi saya (dengan alasan di atas) dan saya sadar betul bahwa setiap orang memiliki kesesuaiannya masing-masing&lt;/strong&gt;.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sharing saya, semoga tiada hal selain kebaikan yang terdapat di dalamnya. Jika ada kebaikan, maka kebaikan itu datang dari Allah SWT. Namun jika terdapat suatu keburukan, hal itu datangnya murni dari saya pribadi sehingga mohon kiranya Anda menyumbangkan saran / kritik yang membangun serta membukakan pintu maaf bagi saya selebar-lebarnya. Semoga Allah SWT menurunkan berkahnya atas kita. Amiin.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;Heidy Kaeni&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-5528937894396391872?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/5528937894396391872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=5528937894396391872&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/5528937894396391872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/5528937894396391872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2009/09/pandangan-pribadi-tentang-menutup-aurat.html' title='pandangan pribadi tentang BERJILBAB'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-1844881745302993658</id><published>2009-06-01T19:45:00.004+07:00</published><updated>2012-01-08T11:46:43.863+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rokok'/><title type='text'>tentang MEROKOK</title><content type='html'>Sebetulnya sudah lama saya mau menulis topik ini, tapi batal selalu dengan macam-macam alasan : dari mulai sibuk, lupa, mementingkan yang lain, sampai karna di negara ini, ini adalah topik sensitif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya bertekad menulisnya, didukung dengan perayaan hari tanpa tembakau sedunia yang ternyata –saya baru sadar– jatuh tepat sehari setelah hari ulang tahun saya.  WOW.  Maka sebelum terlalu basi, saya berniat mendedikasikan sebagian waktu saya hari ini untuk berkontribusi melalui kemampuan terbaik saya : menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak dan tidak pernah merokok, juga semoga tidak akan pernah. Tapi sejujurnya, pernah terpikir untuk mencobanya karena penasaran. Seperti apa sih, rasanya? Kenapa begitu banyak orang menggandrunginya? Lalu pernah juga terlintas dalam benak saya : sepertinya saya akan tampak keren kalau jari-jari saya mengapit batang beracun itu dan menghisapnya dengan nikmat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan kenapa saya akhirnya tidak pernah benar-benar merokok mungkin erat hubungannya dengan lingkungan keluarga kecil yang membesarkan saya. Papa dan Mama saya sangat anti terhadap rokok. Dan setahu saya, Papa juga tidak pernah merokok. Beliau mengaku pernah mencobanya dulu sekali dan langsung tak habis pikir kenapa banyak orang yang menyukainya. ”Buat apa? Nggak enak kok,” katanya singkat. Begitu mendengar cerita itu, langsung pupus niat saya untuk mencoba. Saya meneladan sikap Papa yang rasional. Lalu, Ibu saya seorang dokter. Begitu mudah bagi saya untuk mengakses informasi tentang betapa bahaya dan merugikannya sebuah rokok. Entah berapa kali sudah kami mengangkat topik rokok saat makan bersama. Nafsu saya untuk terlihat keren dengan menggunakan rokok pun kalah telak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Mama, saya juga tahu bahwa salah satu bahaya yang sangat serius dari rokok adalah ancaman bahaya bagi para perokok pasif. Bukan hanya sekedar info yang saya dapat sejak remaja dulu, tapi bahkan contoh nyata : salah satu sahabat Mama meninggal karena kebiasaan suaminya yang perokok berat. Sungguh mengenaskan. Maka saya pun semakin berusaha keras untuk menghindari orang yang sedang merokok di sekitar saya. Itu pulalah yang menjadi syarat pertama ketika saya memilih calon suami dulu : dia bukan perokok (tapi ini cerita lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sudah menjadi rahasia umum sepertinya, bahwa rokok adalah topik yang sensitif. Menegur atau melarang orang merokok di negeri ini mungkin bisa masuk dalam daftar ’hal paling sulit yang dilakukan orang pada umumnya’. Lha, wong para pejabat negara aja takut kok untuk mengesahkan undang-undang anti rokok...ups, bukan, bahkan bukan mengesahkan. Untuk membahasnya saja mereka tidak berani. Alasan yang paling sering didengar adalah betapa itu adalah salah satu generator terbesar devisa negara. Oh, saya tidak menyangka bahwa manusia-manusia negeri ini begitu bodoh, penakut dan tidak kreatif sehingga tidak bisa memikirkan alternatif solusinya. Lalu dari pengalaman nyata Mama saya yang masih merupakan bagian dari aparat negara, saya tahu bahwa mereka juga enggan membahas itu karena bahkan mereka tidak bisa melarang anggota keluarganya sendiri untuk merokok (suami, isteri, kakak, adik, orangtua atau anaknya). Saya tahu ini dari cerita teman-teman Mama yang aktif di LSM. Ketika menghadap salah satu orang penting tersebut, mereka disambut dengan kalimat : ”Mau membahas apa saja boleh, silakan, asal jangan tentang rokok”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri merasakan betapa sulitnya menegur atau melarang orang lain merokok. Hmm, tidak usahlah menyuruh mereka berhenti merokok. Selama mereka bukan anggota keluarga saya, saya merasa tidak seberkepentingan itu untuk mencampuri pilihan hidupnya. Selain itu toh saya juga bukan bagian dari pemerintah yang bertugas untuk menyejahterakan masyarakatnya. Dan saya juga belum melihat ada undang-undang anti rokok yang perlu saya dukung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan yang sudah ada adalah larangan merokok di tempat tertentu : fasilitas umum seperti jalan raya dan angkutan umum, pusat perbelanjaan, kantor-kantor pemerintah, rumah sakit, dan lain sebagainya. Kalau dipikir benar-benar, dengan peraturan ini saja berarti tempat-tempat untuk merokok sudah sangat terbatas. Jika peraturan ini benar-benar dipatuhi, tentu para perokok hanya bisa merokok di ruangan khusus atau rumah mereka sendiri. Tapi sayangnya, tidak demikian yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jalan, di angkutan umum, di kantor dan di berbagai tempat lainnya masih begitu banyak perokok yang tidak mengacuhkan larangan tersebut. Selain demi membela hak asasi saya untuk menghirup udara yang lebih bersih, saya sering menegur mereka juga karena merasa bahwa saya perlu mendukung upaya minimal pemerintah untuk mengurangi konsumsi rokok itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi seperti yang saya sebut di awal, hal itu sama sekali tidak mudah. Saya pernah berhasil melakukannya. Anak-anak SMP yang saya tegur ketika merokok di dalam angkutan umum di Bandung dulu menuruti permintaan saya tanpa menjawab apapun mungkin karena menebak saya juga seorang guru waktu itu (dari pakaian dan barang-barang yang saya). Lalu saya pernah meminta seseorang untuk tidak merokok di samping saya dan Mama saya di sebuah acara pernikahan. Dia misuh-misuh, tapi akhirnya mematikan juga rokoknya ketika Mama mulai terbatuk-batuk dan saya meminta pengertiannya. Masih ada lagi lainnya, tapi itulah beberapa cerita sukses yang paling saya ingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kali lainnya, saya gagal. Yang paling sering adalah saat meminta teman saya sendiri untuk berhenti merokok. Ada saja penyebabnya. Ada debat tak berujung yang beberapa kali memenangkan saya, tapi mereka hanya tertawa dan tetap tak berhenti merokok. Mungkin karena sudah hilang rasa sungkan pada saya yang sudah sangat akrab bergaul dengan mereka. Ada juga ketidakberanian saya sendiri atau dengan kata lain, sayalah yang sungkan. Salah satunya jika bertamu ke rumah teman yang memang perokok berat. Bagaimana cara melarangnya? Itu kan rumahnya sendiri, mungkin sayalah yang seharusnya tidak datang berkunjung ke sana. Lalu ada pula kemalasan, yang menunjukkan ketidakkonsistenan saya dalam bersikap dan mungkin dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman gagal sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu kejadian paling mengerikan yang saya ingat, mungkin karena ini yang paling baru terjadi. Waktu itu masih jam delapan pagi, tapi sudah cukup mepet bagi saya untuk tiba tepat waktu di kantor (saya sudah pindah dan bekerja di Jakarta). Saya naik angkutan umum yang terdekat dari rumah saya dan duduk di barisan bangku yang lebih pendek. Di bangku yang lebih panjang ada beberapa anak sekolah (yang mungkin tidak masuk pagi), sementara di bangku saya ada seseorang berpakaian hitam- hitam (berkacamata hitam, berjaket hitam, celana hitam, membawa tas hitam). Dia MEROKOK. Begitu saya duduk, saya langsung merasa nafas saya sesak. Ternyata si bapak yang duduk di ujung bangku ini merokok dengan santainya sementara seluruh jendela mobil tertutup. Selain ingin membela diri, tentu saja saya juga prihatin pada anak-anak sekolah itu. Betapa tak pekanya perokok yang satu ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pak, maaf, bisa tolong matikan rokoknya, Pak?” Itu kata yang saya ucapkan padanya dengan ramah, setelah sebelumnya menggeser kaca jendela di samping saya untuk mengeluarkan asap mematikan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi kemudian tak pernah saya alami sebelumnya. Saya sudah pernah beradu mulut dengan orang yang merokok di sekitar saya sebelumnya, jadi saya sudah siap dengan jawaban yang paaaaaliiiiiing sering saya dengar seperti : ”Suka-suka gue, mau ngerokok atau nggak itu hak gue,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, itu hak Anda. Tapi adalah hak asasi saya untuk bernafas dengan udara yang lebih bersih, alasan itulah yang membuat saya berani untuk membela diri. Kalau ngajak debat untuk menimbang menang-kalah juga saya tidak takut. Memangnya ketika Tuhan menciptakan manusia pertama di bumi dulu, sudah ada rokok? Bernafas dengan udara bersih jelas merupakan hak asasi nomor satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, yang terjadi hari itu tidak demikian. Sama sekali tidak ada jawaban yang langsung mendebat permintaan saya. Si bapak perokok itu hanya diam, menoleh ke saya dan melalui kacamata hitamnya, (mungkin) menatap saya. Sungguh sangat mengintimidasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia merokok lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya pun mengucapkan permintaan saya sekali lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika reaksi dia tetap sama seperti sebelumnya dan saya merasa makin terintimidasi dan mungkin juga dipicu karena sebelumnya saya agak kesiangan dan mengawali hari dengan tidak terlalu baik, emosi menguasai diri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bicara lagi, kali ini saya akui dengan lebih kasar : “Bisa tolong matikan rokoknya Pak, atau kalau mau, merokok di luar saja,” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan reaksinya yang sama, menit-menit berikutnya terasa makin menyiksa saya. Sebetulnya seandainya saya sedang dalam mood yang lebih baik mungkin saya akan mengalah dengan turun dari mobil itu dan menyetop mobil lainnya. Tapi saat itu, saya lebih ingin memenangkan harga diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sepersekian menit itu saya teringat cerita salah satu teman saya yang perokok tentang ’merokok dalam mobil angkutan umum’. Sungguh tidak ada enaknya sama sekali, kata dia. Percayalah, orang yang merokok dalam mobil itu bukan mencari kenikmatan, tapi lebih karena dia mati gaya atau tidak percaya diri. Berbekal pengetahuan itu, saya pun mengonfrontasi si perokok yang saya hadapi ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bapak nggak bisa dengar saya? Atau nggak bisa lihat saya? Atau takut sama saya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu masih bereaksi sama, tapi saya sudah puas. Saya meminta supir untuk meminggirkan mobilnya dan saya pun turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi alangkah terkejutnya saya, ketika saya sudah berjalan, saya mendengar teriakan. Ternyata si perokok itu ikut turun, melepas kacamatanya, dan menunjuk-nunjuk saya sambil marah-marah tak keruan. Entah apa persisnya kata-katanya saya lupa, tapi dia menyebut-nyebut beberapa jenis binatang sebagai makian sambil membela haknya untuk merokok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara marah juga dan takut, saya membalas perkataannya sambil tetap berjalan cepat. &lt;br /&gt;”Emang hak lu, tapi hak gue juga untuk napas! Kalo mau ngisep racun, isep aja sendiri! Jangan ngeracunin orang juga dong!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengejar, masih sambil mencaci maki. Saya nyaris berlari, sambil memaksa otak untuk berpikir apa yang harus saya lakukan. Dan syukurlah, Tuhan masih menolong saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa belas meter di depan, saya melihat kantor polisi (tentu saja sudah ada sejak dulu di situ dan saya juga sudah sering melihatnya, tapi tetap saja waktu itu benar-benar kebetulan saya turun tak jauh dari situ!) dan seorang aparatnya terlihat sedang mengatur lalu lintas. Saya mempercepat langkah, dan akhirnya berhenti ketika mencapai si polisi. Lalu apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak melakukan apa-apa. Hanya berdiri dengan konyolnya di belakang pak polisi sambil memandangi si perokok yang juga berhenti tak jauh dari saya. Dia juga terdiam, berdiri kaku. Pada saat itu saya menyadari betapa takutnya saya, tapi juga berusaha untuk terlihat seberani mungkin. Dan selama entah berapa menit kemudian, saya tak bergeming. Saya biarkan angkutan-angkutan umum jurusan tertentu yang harusnya saya naiki karena berpikir itu tidak akan aman. Bisa saja orang ‘gila’ itu mengejar dan ikut naik. Lalu entah bagaimana nasib saya nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya, orang itu pergi. Entah bagaimana, saya juga tidak lihat persisnya. Saya masih ketakutan kalau-kalau dia belum benar-benar pergi, hingga saya masih berdiri ragu di samping pak polisi. Ketika saya melihat ada satu taksi kosong, saya cepat-cepat menyetopnya dan naik (karena merasa itulah cara teraman, lagipula saya sudah sangat terlambat ke kantor).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya, saya membahas kejadian itu dengan suami (lewat telepon, karena beliau bekerja di luar kota) yang kemudian agak marah karena saya telah membahayakan diri sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, bahaya. Padahal saya melakukannya demi menghindari ancaman bahaya merokok pasif itu. Memang tentu lebih mudah dan aman jika saya hanya turun dan berganti mobil. Tapi saya berpikir lagi. Bukankah jika demikian saya malah akan memposisikan diri sebagai orang yang salah, orang yang harus mengalah, orang yang termasuk golongan minoritas yang tertindas dan terintimidasi? Karena itulah saya berontak marah. Saya sangat marah karena orang itu telah menzhalimi saya, menindas hak asasi saya sekaligus mengintimidasi dan menganggap seolah sayalah yang salah dan harus mundur.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pada kesempatan lain, Mama bercerita tentang program-program yang sedang dikerjakannya (beliau bekerja sebagai PNS di Departemen Kesehatan, sub direkotrat remaja). Betapa menyedihkan, masalah rokok ini. Dan soal mayoritas-minoritas itu, bukan tak mungkin jika suatu saat nanti kaum bukan perokoklah yang merupakan kaum minoritas. Lihat saja iklan-iklan rokok yang walaupun tak pernah menunjukkan gambar orang sedang merokok, selalu keren dan bergaya. Peringatan akan bahaya rokok hanya dilampirkan dalam satu boks kecil yang sangat mudah untuk diabaikan siapapun yang melihatnya, tidak seperti di negara-negara lain yang sudah gencar menyebarkan peringatan bahaya tersebut melalui gambar dan video yang sangat deskriptif dan jelas terlihat mengerikan. Juga acara-acara yang disponsori perusahaan rokok : pertandingan olahraga, pentas seni dan budaya. Semua kesan yang ditimbulkan mereka sungguh menarik dan jauh dari kesan buruk. Tidak heran jika banyak anak atau remaja yang berpikir seperti saya dulu : sepertinya saya akan keren kalau merokok. Dan sayangnya, hanya sedikit dari mereka yang ‘diselamatkan’ seperti saya. Malah sebaliknya, justru banyak yang menjerumuskan mereka. Tahukah Anda akan snack berbentuk rokok yang merupakan salah satu jenis jajanan di lingkungan SD? Sungguh sebuah usaha yang luarbiasa untuk pembudayaan kegiatan merokok di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sulit mencari tahu tentang dampak buruk dari racun dalam rokok itu sendiri bagi kesehatan.  Bahaya rokok mengancam kesehatan otak, paru-paru, jantung, hati, ginjal, sampai sistem reproduksi dan berdasarkan data yang dimiliki seorang peneliti*, sebanyak 400 ribu orang per tahun di Indonesia meninggal dunia akibat rokok, dan 60 juta lainnya tercemar karena asap rokok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin, para perokok itu sendiri pun tahu akan bahaya-bahaya tersebut. Hanya saja mereka tidak betul-betul menghayatinya dan kemudian mengabaikannya dengan santai (ingatlah peringatan yang hanya ada dalam boks tulisan yang tidak menarik itu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, jika mereka memang sudah sadar dan adalah pilihan mereka untuk meracuni diri seperti itu. Saya hanya berharap, jumlah mereka tidak terus bertambah banyak dan tidak ikut meracuni orang lain. Bisa habis bibit-bibit manusia unggul di negeri ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagaimana halnya dengan akibat kebiasaan merokok itu pada pribadi lain di sekitar mereka? Merokok di tempat umum yang mengakibatkan gangguan pernapasan pula pada orang di sekitar mereka. Merokok di rumah yang meninggalkan zat-zat beracun pada seisi rumah sehingga memelihara penyakit pada pasangan atau anak-anak mereka. Bahkan pernah saya mendapat oleh-oleh cerita hasil wawancara seorang aktivis dengan seorang perokok dari kelas ekonomi bawah, merokok membuatnya tidak mampu menyekolahkan anak-anaknya. Anak-anaknya harus putus sekolah, karena uang yang dihasilkannya dari bekerja hanya cukup untuk membeli rokoknya. “Lebih baik anak saya tidak sekolah daripada saya harus berhenti merokok,” katanya santai. Itulah salah satu contoh dampak tak langsung dari kecanduan merokok yang mengakibatkan seorang kehilangan akal sehat : menambah jumlah anggota generasi masa depan yang tak berpendidikan dan pada akhirnya nanti menambah jumlah masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, masih berapa lama lagikah Anda menutup mata terhadap masalah ‘kecil’ ini, wahai bapak dan ibu penentu kebijakan negara*? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih berapa lama lagikah Anda, para perokok, juga Anda, yang tidak merokok, meneruskan ketidakpekaan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permohonan saya pada para penentu kebijakan negara...&lt;br /&gt;Sudah terbukti bahwa Tuhan banyak menciptakan manusia-manusia berkualitas tinggi, lahir di atas tanah air yang subur ini, dan salah satunya adalah Anda dan para pengusaha rokok. Saya sungguh tidak percaya jika bersama-sama kita tidak punya cukup keberanian, kecerdasan, dan kreatifitas untuk mencari alternatif solusi penghasil devisa selain industri rokok. Setidaknya sebagai langkah pertama, terimalah ajakan duduk bersama untuk membahas itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permohonan saya pada Anda yang merokok...&lt;br /&gt;Setidaknya jika Anda memilih untuk merokok, biarkan itu menjadi pilihan Anda sendiri yang tidak merugikan orang lain. Merokoklah dengan menyendiri atau dalam tempat yang sudah disediakan bersama teman-teman perokok Anda. Jangan merokok di tempat terbuka atau tempat-tempat umum. Jangan merokok di rumah tempat suami, isteri, orangtua, anak, atau saudara anda yang bukan perokok tinggal di sana (jika melakukannya, berarti Anda sedang membunuh mereka pelan-pelan). Dan sadarilah betapa buruk dan merugikannya kebiasaan itu, sehingga Anda tidak bangga mengajak anak, pasangan, saudara, atau teman untuk mengikuti jejak Anda itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permohonan saya pada Anda yang tidak merokok...&lt;br /&gt;Anda bukan anggota kaum minoritas dan berjuanglah untuk tidak akan pernah! Bersuaralah. Beranikan diri. Bela hak asasi Anda, yang secara tak langsung berarti juga membela anak cucu Anda, bangsa, negara, dan bumi tempat Anda berpijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mulai hari ini, saya sendiri bertekad untuk lebih berani dan konstisten dalam menunjukkan sikap anti rokok saya. Semoga Tuhan meridhoi dan melindungi saya selalu. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- H e i D Y -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Disebutkan oleh peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonsia,  Abdillah Ahsan, dalam Kompas.com (Rabu, 12 November 2008, 14:26 WIB) &lt;br /&gt;* Kerangka Kerja Konvensi Pengendalian Tembakau atau Frame Work Convention on Tobacco Control (FCTC) telah diratifikasi oleh 161 negara lain, sementara sampai saat tulisan ini dipos dalam blog ini, pemerintah Indonesia sendiri masih menolak meratifikasinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-1844881745302993658?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/1844881745302993658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=1844881745302993658&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/1844881745302993658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/1844881745302993658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2009/06/tentang-merokok.html' title='tentang MEROKOK'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-5015709450751661208</id><published>2009-05-30T06:58:00.003+07:00</published><updated>2012-01-08T11:43:16.055+07:00</updated><title type='text'>hari ulang tahun</title><content type='html'>Bagiku, hari ulang tahunku adalah hari tahun baru. Tahun usiaku yang baru. Tahun baru bagi diriku sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan layaknya orang yang merayakan tahun baru dengan berkontemplasi, mengenang perjalanan yang telah dilaluinya, mensyukuri segala nikmat dan semua pencapaian hidupnya, mengingat kesalahan-kesalahan agar tak terulang serta membuat resolusi, itu pulalah yang kulakukan pada malam hari ulang tahunku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga aku selalu mampu mensyukuri hidupku ini. Semoga aku bisa memanfaatkan sebaik-baiknya usia yang diberikanNYA. Semoga senantiasa aku menjadi manusia yang berguna bagi bumiku, bagi bangsa dan negaraku, bagi agama dan semua saudaraku, bagi lingkunganku, bagi teman-teman dan sahabat-sahabatku, dan bagi keluargaku. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat tahun baru, Aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-pada salah satu peringatan tahunanku menjadi penghuni bumi-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-5015709450751661208?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/5015709450751661208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=5015709450751661208&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/5015709450751661208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/5015709450751661208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2009/05/hari-ulang-tahun.html' title='hari ulang tahun'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-4270498246318867870</id><published>2009-05-19T14:15:00.004+07:00</published><updated>2012-01-08T11:51:39.138+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menulis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='karya'/><title type='text'>KBBI kami yang tercinta</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sempat selama berbulan-bulan setelah menempati rumah berdua saya dan suami, saya tidak pernah membuka Kamus Bahasa Indonesia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja Kamus Bahasa Indonesia yang sering saya buka dulu tidak saya bawa ke rumah ini. Itu &lt;em&gt;kan &lt;/em&gt;milik orangtua saya, walaupun saya yakin bahwa anggota keluarga selain saya hampir tidak pernah membaca kitab itu. Bahkan adik saya yang masih pelajar sekali pun (sungguh ajaib dan mengherankan, mengingat saya begitu menggandrungi kamus ini sejak duduk di bangku sekolah...ah, apa justru sayalah yang ajaib?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada rasa rindu dan kehilangan. Tapi tidak, saya tidak terlalu terganggu. Mungkin karena pada masa itu, seluruh pikiran dan tenaga saya habis untuk bergelut di dunia kerja saya yang baru : &lt;em&gt;marketing research&lt;/em&gt;. Sebagai &lt;em&gt;researcher&lt;/em&gt;, bahkan tidak pernah membaca kamus Bahasa Indonesia sepertinya sama sekali bukan masalah. Kamus Bahasa Inggrislah yang disarankan untuk ditelan jika ingin lancar dan sukses dalam bekerja di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, saya mengambil &lt;em&gt;unpaid leave&lt;/em&gt;. Saya kembali menulis. Dan walaupun sesekali beberapa perpustakaan saya jadikan sebagai kantor, rumah tetap menjadi markas utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehilangan itu mulai mengganggu, terus dan semakin menjadi-jadi seiring dengan semakin banyaknya halaman tulisan saya yang bertambah. Lalu ibarat tak mendapat nasi, saya pun mencari penggantinya. Saya membuat diri kenyang dengan berpuluh-puluh kumpulan cerpen, novel, buku sejarah, dan sebagainya. Tapi kemudian saya sadar pada apa yang sedang saya lakukan : saya sedang berusaha mengganti nasi dengan sayur dan daging yang sama sekali bukan makanan pokok! Kenyang sih kenyang, tapi tentu masih ada satu unsur nutrisi yang tetap tak terpenuhi. Dan suatu saat, ini bisa jadi masalah bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, saya pun mengajukan usul itu pada suami. ”Menurutmu, kita butuh KBBI, tidak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan heran kenapa saya bertanya begitu. Salah satu kesamaan terindah saya dan dia adalah kecintaan kami pada buku. Dulu, kami memiliki perpustakaan pribadi masing-masing. Kini setelah kami menikah, kedua perpustakaan itu pun menjadi satu, milik bersama. Ada beratus-ratus buku koleksi kami, dan hebatnya, jarang sekali ada judul ganda di dalamnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ya, selera kami memang berbeda. Dia pecinta buku-buku sejarah dan politik, sementara saya mencintai buku anak-anak, remaja, dan sastra. Setelah hidup bersama, kami saling menulari satu sama lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana dengan Kamus Bahasa Indonesia? Baik saya maupun suami tidak menyumbangkannya ke perpustakaan bersama kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu saya membutuhkan kamus itu, tapi saya tidak tahu bagaimana halnya dengan dia. Jika dia keberatan dan menurutnya ’tidak ada juga tidak apa-apa’, maka saya berniat akan mengusahakannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, dia setuju untuk memilikinya juga! Walau dia tahu sayalah yang akan paling banyak menguasai kamus itu, dia tak keberatan membelikan buku tebal yang harganya tentu tak murah itu. Olala, betapa senangnya hati saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat akhirnya datang kesempatan untuk kembali mengunjungi pasar buku murah favorit kami (Palasari, Bandung), kami pun membeli kamus itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;”Ada KBBI, Pak?” tanya saya pada penjual buku langganan saya.&lt;br /&gt;”Yang terbitan apa, neng? Balai Pustaka atau Gramedia?”&lt;br /&gt;”Wah, ada yang dari Gramedia juga? Saya malah baru tahu!”&lt;br /&gt;“Ada neng, baru terbit tahun lalu, edisi keempat,”&lt;br /&gt;“Alhamdulillah,” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kegembiraan saya meluap mendengar adanya edisi terbaru KBBI. Bukankah ini satu bukti kemajuan peradaban bangsa ini? Saya lalu menanyakan perbedaannya, termasuk soal harga. Alangkah kagetnya saya waktu tahu bahwa terdapat selisih harga sampai kira-kira dua ratus ribu rupiah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Kenapa bisa beda sejauh itu, Pak?”&lt;br /&gt;“Yang lebih murah itu sebenarnya karna BJ, neng,” kata si bapak penjual buku ini tiba-tiba berbisik, dengan satu telapak tangan nyaris menutupi mulutnya.&lt;br /&gt;“Hah? Be-Je? Apa itu, pak?”&lt;br /&gt;”Bajakan, neng,”&lt;br /&gt;Astaghfirullah! Saya merasakan emosi yang berkecamuk, hingga sesaat tak bisa berkata apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kepada siapa sebenarnya amarah ini saya tujukan. Kenapa saya marah, sebenarnya ada beberapa alasan yang mendorongnya sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Satu&lt;/strong&gt;. Saya benci pada pembajakan. Walaupun ada hal-hal yang masih sulit untuk benar-benar saya bersihkan (pengakuan dosa: saya masih punya lagu MP3, anime dan serial film barat hasil pemberian teman yang mereka dapat entah dari mana saja), tapi saya berusaha untuk sebisa mungkin menghindarinya. Yang jelas, saya tidak akan pernah membeli CD lagu, &lt;em&gt;movie&lt;/em&gt;, apalagi BUKU bajakan. Dan sebuah KAMUS BESAR...terpikirkah bagaimana sulit proses penyusunannya? Bisakah siapa saja, sembarang orang menciptanya? Tidak, saya yakin. Saya sendiri tidak yakin mampu jika diberi kesempatan itu. Sungguh, saya tahu betapa berharganya sebuah karya cipta itu. Maka setidaknya dengan membeli, saya memberikan bentuk penghargaan yang saya mampu pada si pencipta. Sementara dari orang-orang yang terlalu memusingkan atau mengagungkan prinsip ini, dikeruklah keuntungan oleh pihak ketiga yang tak bertanggung jawab : si pembajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dua&lt;/strong&gt;. Saya sepenuhnya mencintai ibu pertiwi, INDONESIA tercinta. Jika saya tidak terlalu ngotot mengecam orang-orang yang mencari hiburan dengan membeli film-film bajakan (saya masih sibuk mengecam diri sendiri yang juga belum 100% bersih), itu juga salah satunya karena saya sudah memastikan bahwa film tersebut bukan film karya anak bangsa ini. Dengan membeli produk buatan negeri sendiri, sudah hilang tambahan ongkos impor yang perlu saya bayar. Bukankah produk asli dalam negeri sudah pasti lebih murah daripada barang impor? Jika masih terasa mahal, saya mengingat bagaimana penghargaan saya akan menjadi dukungan agar para pencipta itu terus berkarya dan membawa kemajuan dan kejayaan bagi bangsa ini. Dan jka itu masih terasa mahal juga, saya teringat jalan raya dan fasilitas umum yang dapat saya nikmati (dan kebebasan saya untuk protes dan mengecam korupsi yang terjadi jika salah satunya dalam keadaan tak beres), teringat bahwa semua itu milik saya, hasil pemungutan berbagai jenis pajak, termasuk terhadap produk dalam negeri apapun yang saya beli. Uang saya tak akan pergi kemana-mana. Semuanya berputar di negeri ini. Dengan semua pertimbangan itu, mengapa masih tak rela membeli produk dalam negeri yang asli? Terlebih untuk sebuah KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA, yang memuat simbol-simbol peradaban bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tiga&lt;/strong&gt;. Saya memaklumi orang-orang yang menyetujui kedua prinsip di atas (menghindari produk bajakan dan menghargai produk dalam negeri) namun tak memiliki cukup kemampuan untuk melaksanakannya. Dalam hal ini sesungguhnya saya teringat pada pelajar yang butuh memiliki kamus tapi tidak punya cukup uang untuk membelinya. Hingga pada akhirnya ia membeli KBBI bajakan, entah kepada siapa saya harus marah : pemerintah yang tak bisa mengatasi masalah biaya pendidikan atau si pembajak sebagai pihak ketiga yang mengambil keuntungan dari jalan pintasnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Empat&lt;/strong&gt;. Saya tidak mengerti pada orang-orang yang rela menghabiskan beratus-ratus ribu demi membeli novel-novel asing dan komik-komik (dari Asia, Amerika maupun Eropa) yang asli, namun hanya menginginkan versi bajakan untuk sebuah Kamus Besar Bahasa Indonesia (”Soalnya biasanya nyarinya bajakan neng, yang lebih murah! Kalo komik atau novel, baru pasti pada nggak mau beli bajakan...”). Ya Tuhan, mungkinkah saya yang terlalu bodoh untuk bisa mengerti jalan pikiran mereka? Seseorang, tolong bantu berikan saya penjelasan tentang ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini di sinilah saya, pada pagi buta sebelum Subuh yang merupakan momen terbaik untuk mengurai ide-ide yang menggumpal dalam kepala ini menjadi rangkaian aksara bermakna, duduk menghadapi meja yang dibebani barang-barang tercinta dan kebanggan saya : komputer jinjing dan Kamus Besar Bahasa Indonesia ASLI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saya pun bisa menciptakan karya-karya yang membanggakan dan bermanfaat bagi bangsa dan negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkitlah bangsaku, jayalah negeriku. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ditulis sebagai satu penghargaan kecil untuk buku yang memuat kekayaan ilmu, teknologi, dan seni sebagai simbol peradaban bangsa Indonesia : &lt;strong&gt;KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA&lt;/strong&gt;. Terimakasih telah memberi saya berjuta inspirasi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;- H e i D Y -&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-4270498246318867870?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/4270498246318867870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=4270498246318867870&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/4270498246318867870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/4270498246318867870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2009/05/kbbi-kami-yang-tercinta.html' title='KBBI kami yang tercinta'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-6164513297180937170</id><published>2009-05-14T08:00:00.004+07:00</published><updated>2012-01-08T12:05:45.367+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ketuhanan'/><title type='text'>sebuah penemuan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Adalah pelajaran tentang kebesaran Allah SWT yang disuapkan pada saat yang bersamaan dengan mulainya aku belajar menggunakan logika. Awalnya, semuanya terserap dan dapat kuterapkan tanpa kesulitan yang berarti. Namun seiring dengan semakin banyaknya ilmu yang dipelajari, semakin lebih banyaknya penggunaan logika berpikir untuk mempelajari semua ilmu itu, sempat aku merasa makin kehilangan kemampuan untuk mengerti tentang hubunganku denganNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, saat sampai ku pada titik meragukanNYA setelah argumen-argumen panjang berbasis logika meluncur dari batinku, satu rasa yang tak dapat diterjemahkan oleh otak ini memberontak. Tuhan itu ada. Keraguan apapun yang muncul, yang satu itu takkan bisa terbantahkan olehku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebesaran Allah SWT yang harus kupahami bukan lagi sebatas DIA menciptakan bumi tempatku berpijak dan menyediakan oksigen untuk nafasku, sebatas pelajaran-pelajaran agama di masa kanak-kanakku yang dapat dicerna semudah bubur. Di usia dewasa, ada begitu banyak hal yang tak mudah saat ku berusaha memahami kebesaranNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NikmatNYA yang harus kusyukuri bukan lagi hanya makanan yang tersedia di meja atau nilai yang baik di sekolah yang dapat dengan mudah diterjemahkan otakku sebagai anugerah. Kini selain tawa, ada juga tangis yang membuat otakku terseok-seok mencari artinya, sementara sang hati telah lebih dulu berhasil bangkit, melesat berlari lalu mengerakkan sang bibir untuk mengucap ”Alhamdulillah...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku sudah ikhlas jauh sebelum ilmu dapat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Namun adalah ikhlas dan tawakal, yang jauh berbeda dengan pasrah. Pencarianku tak pernah berhenti. Walaupun pada setiap pencarian itu, penemuanku hanya semakin menunjukkan kebesaranNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahuakbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Besar, tak ada yang tak mungkin oleh kuasaNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Tahu, bahkan saat manusia tak tahu apa yang terbaik bagi dirinya sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;hyperlink to &lt;a href="http://sepuluhseptember.multiply.com/journal/item/44/Pemeriksaan_Infertiliti_4_dan_Sebuah_Pencerahan"&gt;http://sepuluhseptember.multiply.com/journal/item/44/Pemeriksaan_Infertiliti_4_dan_Sebuah_Pencerahan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-6164513297180937170?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/6164513297180937170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=6164513297180937170&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/6164513297180937170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/6164513297180937170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2009/05/sebuah-penemuan.html' title='sebuah penemuan'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-5429778450600459330</id><published>2009-04-12T11:03:00.003+07:00</published><updated>2012-01-08T12:13:42.651+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reproduksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>Program Pra Kehamilan</title><content type='html'>Alasan gw ambil cuti panjang dari kantor gw bukan karena 'gw mau program hamil', seperti yang selalu dibicarakan orang-orang sekantor gw. Ada alasan profesional sendiri, dan atas himbauan suami, gw mengajukannya dengan terang-terangan. Nggak nyebut sama sekali soal gw mau program. "Itu urusan kita, nggak boleh disebut ada sangkutpautnya sama keputusan pengambilan unpaid leave yang harus dinyatakan sebagai bentuk protes itu," kata Hamdan tegas.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, jadi walau begitu...nggak salah bahwa gw emang berniat memanfaatkan cuti panjang ini untuk lebih serius berusaha hamil. Kalau seperti dugaan nyokap, hormon gw kacau balau karna kerja yang terlaliu melelahkan dan menyita waktu dan berpeluang mengurangi kesuburan, maka inilah saatnya untuk memperbaikinya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sebulan lebih cuti, berikut hal-hal yang berubah pada kegiatan gw :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tidur lebih awal (Dulu pulang kantor bisa jam dua belas malem. Sekarang, jam 10 malem 'teng', seantusias apapun gw nulis novel, gw maksa diri untuk naik ke tempat tidur...kembali ke masa SMP deh!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bangun lebih awal juga (Dulu pas suka lembur, bangun bisa jam limaan atau hampir jam enam. Sekarang jam empat udah bangun, ngggak akan lewat setengah lima deh, walopun bisa aja habis ngapa-ngapain kalo pusing gara-gara tidur nggak nyenyak, ya tidur lagi. Hehehe...) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pagi hari sebebelum sarapan, asupan awal gw adalah dengan air putih segelas penuh, lalu kadang dilanjutin jeruk nipis, terus &lt;em&gt;oatmeal &lt;/em&gt;(kalo nggak ada Hamdan, berhubung beliau amat sangat nggak suka!) atau roti gandum, susu kedelai, baru jus buah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jadi lebih sering olahraga pagi (Jalan, lari, senam, apapun bentuknya deh! Dulu pas ngantor, olahraga paling banter ya jalan kaki ke tempat nyetop angkot!)   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Akhirnya kembali ke cita-cita, megurangi asupan daging dan memperbanyak sayuran dalam makanan sehari-hari. (Kan bisa masak sendiri kalo di rumah, nggak usah belii kayak dulu pas ngantor) Cukup seminggu dua kali makan per-ayam-an , per-ikan-an, ato per-sapi-an :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jadi sempat dan sering 'ngemil' sehat : bubur kacang hijau, buah, de el el (Dulu pas ngantor, bukannya ngemil nggak sehat sih...tapi gak ngemil samsek!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jadi lebih rajin bongkar pasang bersih-bersih rumah...hmm, ngaruh nggak ya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kalau ditotal, rata-rata paling lama tubuh terkena hawa AC tidak lebih dari 5 jam (Ah tapi dulu di Bandung mah malah hampir gak pernah, jadi ini bukan prestasi besar. Tapi mengingat sekarang gw di Jakarta yang kadang sumuknya bisa ampun-ampunan dan sebelumnya di kantor gw kerja dalam ruangan yg ACnya digeber ampe duinggin banget selama rata-rata sebelas jam sehari, jelas ini sebuah kemajuan yang lumayan..ya nggak?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- STRES agak berkurang (kalo ilang sih mungkin susah banget ya, karna kayaknya udah jadi hobi gw untuk mikiiiiiirrr terus n yg dipikirin macem-macem. Tapi setidaknya gw nggak stres karna diteror client dari manca negara deh. Sekarang, kalo nulis novel emang hampir nggak pake stres, tapi karna gw kerjanya di rumah...gw jadi stres liat kerjaan pembantu yang baru 3 bulan ini kerja di gw. Baru liat dengan mata kepala sendiri soalnya, betapa banyak banget instruksi gw tentang rumah banyak yang diabaikan! Nyuci baju pake ember pel...kalo abis cuci piring, kayu sekitar wastafel nggak dilap....tanaman nggak disiram tiap hari..dan yang paling parah, sampah organik dan anorganik sering nggak dipisah!!! Grrrr....)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Gw jadi sempet ke pasar, supermarket, bank, dokter dan lab di HARI KERJA dooong...gyahahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Oya malah sempet bulan madu lagi. kali ini ke Bali...(dan bulan madu beneran ini mah, nggak pake campur kerjaan kayak pas ngantor dulu a.k.a business trip), daaan....mampir ke pengobatan alternatif pijat tusuk jari milik sahabat bokap di Sidoarjo. Waktu di Bali juga sempet ngelewatin pas Nyepi, jadi itu bener-bener menikmati hotel dan kedamaian yang seolah-olah sedang dinikmati seisi bumi...moga aja energinya kerasa sama si tubuh ini...hhehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah di atas adalah berbagai kombinasi saran dari berbagai sumber (dokter, majalah, teman, de el el) untuk meningkatkan kesuburan. Sebenernya heran juga sih, kayaknya banyak deh orang lain yang hamil-hamil aja tanpa ngelakuin itu semua. Tapi yahh...itu aja, gw cuma sebatas heran, nggak lebih. Gw yakin semua pasti ada maksudnya, ada hikmahnya. Dan..gw merasa sungguh beruntung karenanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya sampe detik ini, gw belom bikin keputusan lagi kembali tidaknya kerja kantoran. Tapi setidaknya sampai detik ini, juga, gw benar-benar &lt;em&gt;enjoy&lt;/em&gt;...menikmati masa-masa ini....aaaah....nikmaaat....&lt;em&gt;Alhamdulillaaaaahhh&lt;/em&gt;....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- H e i D Y -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-5429778450600459330?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/5429778450600459330/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=5429778450600459330&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/5429778450600459330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/5429778450600459330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2009/04/program-pra-kehamilan.html' title='Program Pra Kehamilan'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-3768935570365712220</id><published>2008-10-20T11:48:00.001+07:00</published><updated>2008-10-20T11:49:39.003+07:00</updated><title type='text'>di salah satu tahun barumu, Papa</title><content type='html'>&lt;em&gt;hari ini, 18 Oktober 2008, adalah hari ulangtahun ke-58 Papa saya yang tercinta.&lt;br /&gt;Mengingat tanggal ini, saya jadi ingin menulis sesuatu tentang, bahkan kalau mungkin untuk (kalau tulisan ini cukup pantas), Papa. Tidak ada alasan kenapa saya belum pernah membuat tulisan ini (ya memang belum saja!), juga kenapa saya memilih usia yang ke-58 ini (bukan angka 50, 40, atau angka ’menarik’ lainnya).  Bukan maksud mengistimewakan satu angka dari yang lain, karna menurut saya, usia adalah suatu nikmat yang perlu disyukuri sesering mungkin.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Nah, saya akan mulai sekarang.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat memulai tahun usiamu yang lain, Papaku sayang...&lt;br /&gt;Di usia Papa yang ke-58 ini, aku makin melihat jelas perbedaan penampilan Papa sekarang dengan...katakanlah, 20 tahun lalu.&lt;br /&gt;Ya, rambut putih Papa yang sudah jauh bertambah banyak itu salah satunya.&lt;br /&gt;Tapi di mataku, ada banyak hal yang jauh lebih jelas terlihat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa tahu..?&lt;br /&gt;Sejak pertama kali aku mempunyai memori, yang kuingat Papa adalah sosok yang menyebalkan atau menakutkan.&lt;br /&gt;Di meja makan, Papa yang kuingat adalah Papa yang menggenggam sebotol sambal sebagai ancaman kalau aku tak segera menghabiskan makanan di piringku.&lt;br /&gt;Di akhir acara makan, cuma Papa yang keras kepala mengejarku kemana-mana dengan potongan pepaya, mangga, melon, atau semangka yang malas kumakan. &lt;br /&gt;Di waktu tidur siang, bayangan akan dihadiahi jeweran Papa adalah satu-satunya cara ampuh untuk membuatku tidur.&lt;br /&gt;Di saat mengerjakan PR dari sekolah, kebencian pada ujung bolpen yang akan didaratkan Papa ke pahaku menjadi motivasi yang kuat untuk tidak membuat kesalahan sama sekali saat mengerjakan pekerjaan rumah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa tahu..?&lt;br /&gt;Sampai masa abg, aku tidak tahu, dan mungkin juga tidak akan percaya kalau ada yang memberitahu bahwa sesungguhnya...Papa sayang padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa tahu..?&lt;br /&gt;Menjelang masa-masa terakhirku tinggal bersamamu dulu, beberapa minggu sebelum aku menempuh ujian akhir SMA-ku, tak lama sebelum aku menyandang gelar mahasiswa yang berdomisili di kota lain....aku betul-betul tercengang.&lt;br /&gt;Karna saat aku nyaris frustasi dan menyerah menghadapi ujian Fisika, Papa yang selalu bersemboyan ”Fisika-itu-mudah” ternyata mengerti kesusahanku dan dengan sabar membantuku belajar (sama sekali tidak ada bentakan atau colokan bolpen ke paha setiap kali aku tak mengerti!).&lt;br /&gt;Karna saat aku benar-benar merasa bodoh dan sedih, Papa berusaha mengembalikan kepercayaan diriku.&lt;br /&gt;Karna entah bagaimana, tiba-tiba aku baru menyadari semua bentuk kasih sayang Papa untukku sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa tahu...?&lt;br /&gt;Kalau bukan karna Papa yang menuntutku untuk mendapatkan nilai 10 di sekolah sejak dulu, mungkin aku tak tumbuh jadi seorang yang selalu mengusahakan kesempurnaan dalam pekerjaanku.&lt;br /&gt;Kalau bukan karna Papa yang memaksaku untuk selalu tidur siang, mungkin saja aku akrab dengan penyakit insomnia.&lt;br /&gt;Kalau bukan karna Papa yang rajin mengejar-ngejarku sampai ke kamar untuk menyuapkan potongan buah pepaya tiap malam dulu, mungkin seumur hidup aku tak akan pernah senang makan buah.&lt;br /&gt;Kalau bukan karna Papa yang menakut-nakutiku dengan sambal, mungkin Mama juga tak akan berhasil mendidikku menjadi seorang yang tak pernah menyisakan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa tahu...?&lt;br /&gt;Salah satu yang membuatku bertahan dan berjuang untuk bisa menyesaikan kuliahku adalah kata-kata dalam surat Papa waktu aku akan mulai kuliah di institut negeri yang juga merupakan almamater Papa: Papa bilang, Papa bangga padaku! Itu cukup bagiku untuk berulangkali membantu mengalahkan semua rasa ketidakberdayaanku selama lima setengah tahun aku menjadi mahasiswa di institut terbaik di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa tahu...? &lt;br /&gt;Bertentangan dengan keberatan Papa dulu pada hobiku menulis yang sering tak mengenal waktu dan tempat, keengganan Papa dulu waktu aku hampir ingin kuliah di jurusan sastra, Papa adalah orang nomor satu yang membuat karir kepenulisanku akhirnya dimulai. Kalau bukan karna Papa yang bersikeras mencetak dan memperbanyak satu karya yang sudah hampir kulupakan untuk menjadi souvenir pernikahanku, mungkin sekarang belum satu pun penerbit yang mengenal namaku sebagai  nama seorang penulis buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa tahu...?&lt;br /&gt;Salah satu yang membuatku paling sedih saat Papa melakukan ijab kabul dengan lelaki yang menjadi suamiku sekarang adalah perasaan Papa padaku , yang entah bagaimana sampai begitu indahknya padaku. Entah bagaimana, Papa yang selalu berhemat dalam penyampaian kata-kata itu bisa begitu saja menyampaikan seluruh perasaan sayang Papa yang luar biasa untukku hanya melalui sorot sepasang mata Papa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa tahu...?&lt;br /&gt;Entah kenapa, aku dulu pernah tak percaya bahwa Papa menyayangiku.&lt;br /&gt;Dan aku pun dulu pernah merasa, mungkin tak perlu menyayangi Papa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, tahukah Papa....?&lt;br /&gt;Aku bahkan sudah lupa sejak kapan aku begitu menyayangi Papa.&lt;br /&gt;Dan sekarang, Papa yang kuingat hanyalah Papa yang tak pernah tak menyayangiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun, Papa sayang…&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT mengaruniai Papa usia panjang yang berkah, kesehatan lahir dan batin, kebahagiaan dunia dan akhirat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 18 Oktober 2008.&lt;br /&gt;- H e i D Y -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-3768935570365712220?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/3768935570365712220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=3768935570365712220&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/3768935570365712220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/3768935570365712220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2008/10/di-salah-satu-tahun-barumu-papa.html' title='di salah satu tahun barumu, Papa'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-9149603736803276996</id><published>2008-10-16T19:11:00.007+07:00</published><updated>2008-10-16T20:51:02.757+07:00</updated><title type='text'>apakah kita sedang berlomba?</title><content type='html'>ini lintasanku, jalanku&lt;br /&gt;dan itu lintasanmu, jalanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah kita akan berlomba..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepatuku sudah siap, sudah kukencangkan talinya&lt;br /&gt;dan sudah kulihat, kamu pun juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah kita akan berlomba..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang, mari berlari&lt;br /&gt;aku menuju satu titik di sana&lt;br /&gt;dan kamu titik yang di sana&lt;br /&gt;titik yang berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah kita berlomba..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku dan kamu sama-sama berlari&lt;br /&gt;tapi bukan menuju tempat yang sama&lt;br /&gt;aku berlari di atas jalanku&lt;br /&gt;kamu berlari di atas jalanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka, apakah kita sedang berlomba..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kamu semakin mendekati titik tujuanmu&lt;br /&gt;tentu, sepenuh hati aku turut bersorak untukmu&lt;br /&gt;dan semoga dengan aku makin menjauhi garis startku&lt;br /&gt;kuyakin, kamu pun bersenang hati mendukungku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi, apakah kita sedang berlomba..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku sungguh tak bisa menjawab jika kamu bertanya, &lt;br /&gt;apakah aku sudah melewati itu, dan itu&lt;br /&gt;apakah kamu pun bisa menjawab jika aku bertanya &lt;br /&gt;sudahkah kamu melewati ini, dan ini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah kita sedang berlomba...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentu tidak, kawan&lt;br /&gt;sampai kapan pun&lt;br /&gt;aku takkan bisa menjawab semua pertanyaanmu&lt;br /&gt;dan begitu pula dirimu yang takkan mengerti pertanyaanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memang betul kawan, &lt;br /&gt;dunia kita satu dan sama&lt;br /&gt;dan kita hidup berdampingan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi ini hidupku, itu hidupmu&lt;br /&gt;ini jalanku, itu jalanmu&lt;br /&gt;maka sungguh maaf, temanku tercinta&lt;br /&gt;kuyakin kita tak mungkin sedang berlomba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- H e i D Y -&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Untuk diriku sendiri dan siapapun di dunia ini yang sering lupa melihat lintasan larinya sendiri. Mari semangat dan berlari, karna titik yang menanti di ujung sana sungguh indah tak terkira...&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-9149603736803276996?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/9149603736803276996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=9149603736803276996&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/9149603736803276996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/9149603736803276996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2008/10/apakah-kita-berlomba.html' title='apakah kita sedang berlomba?'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-3029583483363259006</id><published>2008-10-15T11:43:00.009+07:00</published><updated>2008-10-16T09:19:54.570+07:00</updated><title type='text'>Tolong bantu...</title><content type='html'>karna aku tidak tahu harus mulai dari mana:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang pejabat negara yang memakai uang rakyat untuk membeli mobil pribadi ke-4nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang jutawan yang berusaha mendapatkan asuransi kesehatan bagi rakyat miskin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang pemilik perusahaan yang memilih tidak menghentikan bencana atas kelalaiannya demi kesempatan menyalahkan sang alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang bapak yang tidak menyekolahkan anaknya demi 3 bungkus rokok kebutuhannya setiap hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya seorang, siapa pun dia, yang tidak mengeluarkan zakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendukung &lt;a href="http://blogactionday.org/"&gt;Blog Action Day 2008&lt;/a&gt;, &lt;br /&gt;KEMISKINAN SEHARUSNYA TIDAK TERJADI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- H e i D Y -&lt;br /&gt;&lt;a href="http://blogactionday.org"&gt;&lt;img border="0" src="http://blogactionday.org/img/80310f779200ad7cae9e18b17a4fd6dc578cf29d.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-3029583483363259006?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/3029583483363259006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=3029583483363259006&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/3029583483363259006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/3029583483363259006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2008/10/tolong-bantu.html' title='Tolong bantu...'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-6470400654417887958</id><published>2008-10-14T13:57:00.002+07:00</published><updated>2008-10-14T14:10:51.739+07:00</updated><title type='text'>CITA-CITA UNTUK CINTA</title><content type='html'>Saat ini, cita-citaku untuk cinta sebetulnya tak terlalu muluk.&lt;br /&gt;Tentu, aku tahu...sebesar apapun hasratku, cita-citaku untuknya,&lt;br /&gt;segalanya harus dimulai dari sebuah langkah kecil..&lt;br /&gt;yang perlahan tapi pasti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kemampuanku sekarang ini, &lt;br /&gt;dengan energiku saat ini,&lt;br /&gt;aku tahu...&lt;br /&gt;belum sanggup ku gapai langit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kedua lengan yang masih melingkar kecil,&lt;br /&gt;ya, aku tahu,&lt;br /&gt;masih belum sanggkup ku peluk dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mari mulai dari langkah kecil.&lt;br /&gt;Setidaknya, sekarang ini...&lt;br /&gt;ku berharap tuk setidaknya bisa&lt;br /&gt;bantu hidupkan senyum di hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;atas nama cinta,&lt;br /&gt;- H e i D Y -&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Untuk tunas-tunas yang pernah kutemukan di atas bumi.&lt;br /&gt;Terus hidup dan tumbuhlah sayang, &lt;br /&gt;karena dunia sungguh menantimu.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-6470400654417887958?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/6470400654417887958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=6470400654417887958&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/6470400654417887958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/6470400654417887958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2008/10/cita-cita-untuk-cinta.html' title='CITA-CITA UNTUK CINTA'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-2522351258527615955</id><published>2008-10-13T16:41:00.004+07:00</published><updated>2012-01-08T12:19:45.810+07:00</updated><title type='text'>sebuah rumah di Babakan Jeruk</title><content type='html'>&lt;em&gt;a tribute to my mom&amp;dad’s house in Bandung, which was my home for  almost 8 years&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah yang saya maksud di sini adalah sebuah rumah milik orang tua saya yang dibangun di jalan Babakan Jeruk, daerah Pasteur, kota Bandung, di atas tanah yang mereka miliki sejak tahun 80-an awal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena selama berbelas tahun berikutnya mereka harus berpindah-pindah di luar pulau Jawa demi mencari sesuap nasi (dan setumpuk emas, mungkin), sang rumah pun dibangun dengan amat sangat perlahan sekali. Para tetangga pun seakan mengomel, “Ini orang butuh rumah nggak sih?”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Omelan tersebut baru terjawab oleh saya pada tahun 2000, bgitu saya diterima menjadi mahasiswa baru di sebuah perguruan tinggi di Bandung.&lt;br /&gt;“Iya Om, Tante, Mama Papa saya butuh kok…tapi nanti, kalo mereka udah pensiun.&lt;br /&gt;Kalo saya, butuhnya sekarang, jadi sementara saya dulu aja yang jadi tetangga yaa,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian selama 3 tahun pertama, &lt;em&gt;most of time&lt;/em&gt; saya menjadi penghuni tetap (yang nyata..hahaha) satu-satunya di rumah Babakan Jeruk itu, mengingat :&lt;br /&gt;- jarang ada pembantu yang betah lama tinggal sendiri di rumah segede gitu (dan banyak yg mengaku diganggu oleh para penghuni tak nyata..heran, kok mereka damai-damai aja tuh sama saya)&lt;br /&gt;- dari beberapa teman yang ditawari untuk tinggal bersama, semua menolak karna jaraknya yang terlalu jauh dari kampus (iyyalaah, dimana-mana orang ngekos nggak pengen jauh-jauh dari kampus/kantor kaan)&lt;br /&gt;- nggak ada  tanda-tanda kepentingan/kebutuhan/kesempatan satu pun anggota keluarga gw lainnya untuk pindah ke Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya, tahun 2003.&lt;br /&gt;Adik kandung perempuan yang paling saya cintai di dunia ini (&lt;em&gt;in fact, she’s my only sister&lt;/em&gt;..hehe) pun hijrah untuk kuliah di Bandung. Sungguh saya betul-betul bersyukur, dia pindah dan menemani saya tinggal di rumah Babakan Jeruk itu. &lt;br /&gt;Salah satu peran terbesar adik tercinta saya yang perlu digarisbawahi dan akan saya ingat seumur hidup adalah :  dia telah meminimalisir pengaruh kampus saya -yang didominasi cowo itu-terhadap kesadaran gender saya. Semua pengalaman saya sebagai seorang perempuan pada umumnya bermunculan sejak serumah dengannya : jatuh cinta, dandan, jalan ke mall, beli tas &amp; sepatu, atau sekadar memanjakan diri dengan merendam kaki dalam air garam sambil ngobrol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2005, &lt;br /&gt;Anggota tetap rumah Babakan Jeruk kami bertambah lagi. Kali ini sahabat saya di kampus, yang setelah kelulusannya memutuskan untuk sementara menetap di Bandung dulu. &lt;br /&gt;Selama sahabat saya tersayang ini ada di rumah, itu tak mungkin sepi karna siapa pun dalam radius 0.5 km terdekat bisa mendengar tawa atau suara semangatnya saat bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2006,&lt;br /&gt;Saya jatuh sakit setelah libur lebaran. Rumah yang tak terurus, membuat orangtua akhirnya mendesak untuk meng-hire seorang pembantu rumah tangga, sehingga anggota rumah di Babakan Jeruk kini menjadi 4 orang gadis.&lt;br /&gt;Rumah kami  jadi semakin cantik, walaupun orangtua saya sering protes karna tanaman di halaman banyak yang mati…yah, sayangnya memang tidak satu pun di antara kami yang senang berkebun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hey, saya di sini ingin menuliskan kesan berdasarkan pengalaman sendiri, bukan penilaian orang lain. Jadi maaf ya Ma, Pa, atau siapapun yang melihat kesan lain dari rumah itu...bagi  saya waktu itu, rumah itu benar-benar &lt;em&gt;’home sweet home’ &lt;/em&gt;bagi kami yang sempat menjadi peghuni tetap di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah di Babakan Jeruk itu pun semakin sempurna menyandang statusnya sebagai Rumah Cewek. Rumah cewek, yang mana definisinya menurut kami  : rumah dimana semua penghuninya adalah cewek dan rumah tersebut senantiasa menyaksikan kegiatan-kegiatan khas cewek dan penuh akan ciri khas seperti: &lt;br /&gt;- Rumah yang menyaksikan entah berapa banyak tawa, tangis, curhat, canda, rumpi, diskusi, sampai..pertengkaran&lt;br /&gt;- Seberantakan apapun rumah itu, tak kan mungkin ditemukan sehelai kain pun terserak di lantai (oke, kami juga bisa berantakan...tapi tenang, semuanya terlokalisasi dengan baik!)&lt;br /&gt;- Dan lebih tak mungkin lagi, ditemukan sisa-sisa makanan yang bergeletakan begitu saja di dalam rumah (selain ya, kami tidak sejorok itu, terimakasih, ini karna...sebagian besar dari kami anti pada cicak-cicak yang berkeliaran)&lt;br /&gt;- Dan seberantakan atau sejorok apapun, bisa dipastikan rumah kami selalu WANGI setiap hari...bisa wangi shampoo, wangi parfum, sampe wangi &lt;em&gt;wax cream &lt;/em&gt;yang datang dari berbagai penjuru ruangan. Selain itu sepertinya ini juga berkat peraturan ayahanda sang pemilik rumah ini : buanglah sampah organik ke dalam lubang tanah di kebun belakang yang sudah disediakan!&lt;br /&gt;- Sampai saat ini &lt;em&gt;Allah SWT&lt;/em&gt; menurunkan perlindungannya yang penuh bagi rumah dan anggotanya yang perempuan semua itu,  alhamdulillah... tak sekalipun kami dalam keadaan tak terjaga olehNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;And time flies...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;November 2007.&lt;br /&gt;Ternyata, rumah tercinta di Babakan Jeruk itu adalah satu-satunya tempat yang diinginkan ayah saya sebagai  tempat pelepasan puteri sulungnya untuk berganti status dari ‘anak gadis’ menjadi seorang ‘istri’.&lt;br /&gt;Ya, rumah yang sangat saya sayangi itu...menjadi tempat berpijaknya ayah dan suami saya ketika mereka melakukan ijab kabul atas dinikahkan/diterimanya nikah saya, sekaligus menjadi sang saksi bisu. &lt;br /&gt;Sebuah kebahagiaan baru telah datang dalam kehidupan keluarga saya, walaupun harus menghapuskan sebuah status sang ‘rumah cewek’ yang telah begitu lama menyimpan keindahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan kekuasaan Tuhan yang Maha Besar, masuknya saya ke dalam kehidupan pernikahan bersamaan dengan berangkatnya sahabat saya untuk magang kerja di luar negeri, yang kemudian disambung kepindahannya ke Jakarta. Sebuah kehilangan yang tidak kecil tuk kami yang ‘ditinggalkan’, juga untuk sang rumah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juni 2008.&lt;br /&gt;Demi merintis cita-cita untuk benar-benar bersama sang suami dan menciptakan kedekatan yang lebih pada kedua keluarga kami, saya melakukan hal yang sebetulnya tidak saya sukai, dan selalu hindari sejak dulu : hijrah ke Jakarta sang ibukota (ya, tolong doakan saja kami tak berlama-lama ikut memadati kota ini)&lt;br /&gt;Dan di antara sedihnya saya meninggalkan Bandung yang telah 8 tahun saya akrabi itu, yang paling besar adalah kesedihan meninggalkan rumah di Babakan Jeruk itu. Semua rutinitas yang saya lakukan sebelumnya di sana, semua sejarah yang tercatat di dalamnya...semua yang kini berubah wujud menjadi sebuah kenangan indah yang menyita satu ruang khusus di hati ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Oktober 2008&lt;br /&gt;Pada suatu hari, saya menginjakkan kaki kembali di rumah Babakan Jeruk itu, setelah berbulan-bulan lamanya aktifitas kantor membuat saya tak berkesempatan sama sekali melakukannya. &lt;br /&gt;Dan seolah tak ingat saya pernah meninggalkannya, ia begitu ramah menyambut. Hawa yang sejuk begitu damai menentramkan panas tubuh yang sebelumnya diterpa terik matahari di luar sana. Lantainya yang selalu dingin begitu tulus membelai telapak kaki yang kelelahan. Wangi melati bahkan hampir masih bisa tercium dari kamar yang menjadi kamar pengantin saya dulu. Ahh...rumah ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutan “&lt;em&gt;home&lt;/em&gt;” dari saya kini telah menuju pada sebuah bangunan di tempat lain. Tapi sepertinya, dan semoga, sampai kapan pun saya masih boleh menyebut rumah di Babakan Jeruk itu, &lt;em&gt;“&lt;em&gt;home sweet home&lt;/em&gt;”....&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-2522351258527615955?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/2522351258527615955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=2522351258527615955&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/2522351258527615955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/2522351258527615955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2008/10/rumah-cewek.html' title='sebuah rumah di Babakan Jeruk'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-5049128789789766826</id><published>2008-10-09T14:25:00.006+07:00</published><updated>2008-10-13T16:52:58.273+07:00</updated><title type='text'>tentang satu pabrik rahasia</title><content type='html'>Aww, kepala saya panas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjebak dalam rutinitas sehari-hari sepertinya membuat otak saya ini belakangan ini jadi agak malas 'bekerja keras'. Dan dua hari ini, terlepas dari betapa minimnya pencapaian nyata saya dalam berbagai hal, jauh di dalam sana otak saya bernyanyi dan menari dengan riang gembira, "akhirnyaa, kami eksis kembali..lalalalilili.." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, tentu pekerjaan saya sehari-hari bukannya tidak membutuhkan otak juga.&lt;br /&gt;Hanya saja saya membicarakan 'folder-folder' yang berbeda di dalam sana.&lt;br /&gt;Ya, seperti juga kamu, kamu, dan kamu, saya juga punya banyak folder di kepala saya yang kecil ini lho. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Folder-folder di lingkar paling luar, menyimpan apa-apa yang harus saya lakukan setiap hari a.k.a ru-ti-ni-tas. Kemudian di baris lingkar berikutnya, menyimpan apa-apa yang telah dan akan saya lakukan (sejarah dan rencana). Kemudian di lingkar berikutnya lagi, ada pertanyaan-pertanyaan dan jawaban-jawaban yang bisa hilir-mudik dengan cepat (contoh berdasarkan pekerjaan saat ini: permen jenis apa yang paling banyak dimakan orang?) Kemudian di lingkar berikutnya lagi yang merupakan ruang terdalam, barulah ada pabrik rahasia saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pabrik ini sejak dulu aktif sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu saya masih berumur 6 tahun, pabrik ini sudah rajin sekali mengolah bahan-bahan pertanyaan seperti "Seberapa jauh langit di atas saya itu? Apakah di atasnya ada langit lagi? Ada berapa lapis langit sebetulnya? Atau adakah dunia lain dengan langit yang berbeda? Atau dunia saya sekarang ini, bagian dari dunia yang lebih besar? Seperti apa sebetulnya seluruh ciptaan Tuhan itu? Apakah Tuhan seperti saya kalau saya sedang bermain kota-kotaan? Berarti kita seperti Tuhan? Ah, ya..sebelum saya ada di dunia ini, kita ini siapa ya? Kalau Tuhan sudah ada dari dulu, saya dimana? Lalu setelah mati nanti, saya kemana? Apakah 'aku' yang ada di tubuh ini bisa berpindah ke benda lain? Kalau bisa begitu, apakah rasanya tetap 'aku'?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sejarah aktifitas pabrik rahasia saya yang paling kuno yang saya ingat. &lt;br /&gt;Sebetulnya awalnya sih saya tidak mau membuatnya menjadi pabrik rahasia. Tapi karna teman-teman sebaya bingung dan takut setiap saya membicarakan kegiatan pabrik tersebut pada  mereka sementara saya sama sekali tidak benci berteman, maka sejak itu saya selalu merahasiakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan yang ada dalam lingkar sebelumnya, pertanyaan-pertanyaan yang muncul di pabrik rahasia ini tidak mungkin hilir mudik dengan cepat. Yang ada: melayang-layang, kemudian mengendap. Lupakan hitungan hari. Bisa berbulan-bulan, atau malah bertahun-tahun. Belum terjawab satu, seribu lainnya sudah lahir. Kasihan pabrik rahasia saya, jadi sering overload!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan pertambahan usia, aktifitas pabrik saya makin aktif dan yang diolah pun makin bermacam-macam. Saya suka sekali membaca buku, tapi karna semasa saya sekolah dulu Papa saya masih percaya bahwa "sebaik-baiknya anak sekolah adalah anak yang membaca buku sekolah saja" (jangankan buku cerita tanpa gambar yang saya harus curi-curi menabung untuk membelinya, saya bahkan harus curi-curi kesempatan untuk melahap habis semua buku psikologi Mama sampai saya lulus SMP), maka kebanyakan bahan mentah untuk olahan pabrik rahasia saya datang secara misterius...entah dari mana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah ketika bertahun-tahun kemudian saya membaca buku dengan 'kandungan' serupa, saya takjub : Wah! Ternyata bukan hanya saya di dunia ini yang memikirkan semua ini..&lt;br /&gt;(Ha! Oh Heidy, you're so full of yourself!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa SMA, semua teman mengalami masa pergolakan pikir dan rasa yang hebat. Banyak teman saya yang tiba-tiba puitis dan menjadi penyair yang sangat produktif. Lainnya senang berdebat tentang berbagai hal, berlarut-larut..menanti orgasme yang tak kunjung datang. Sementara saya, sibuk mengejar ketertinggalan pubertas (saat semua orang sudah melewatinya), dan...berusaha menjadi siswa SMU yang -setidaknya- tidak terlalu terbelakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki kampus, terlepas dari shock karna merasa SALAH BESAR dalam memilih jurusan (yang ternyata amat sangat bersahabat dengan jurusan fisika murni, sementara selama 3 tahun di SMU saya nyaris tidak mengerti apa-apa tentang fisika)...saya menemukan satu surga dunia: sebuah unit kegiatan mahasiswa yang berpuluh tahun sebelumnya juga mewadahi aktifitas Papa saya selama menjadi mahasiswa. Menemukan tempat ini, para pekerja dalam pabrik rahasia saya berbahagia sungguh! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun entah kenapa saya tetap tidak bisa terlalu jujur membuka kedok pabrik saya seluas-luasnya, tapi saya menerima banyak sekali bahan baku siap olah. Bahkan, saya sering melihat banyak pabrik yang 'open house', mengundang siapapun untuk melihat proses yang mereka lakukan. Saling tukar ilmu untuk produksi, banyak sekali terjadi di sana. Oh ya...beberapa kali saya juga melakukannya. Hanya sambil canggung, karna belasan tahun terbiasa merahasiakan semuanya serapat mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pernah suatu kali saya ketakutan, karna mendapati betapa giat dan makin rumitnya proses yang terjadi dalam pabrik saya. Dan saya bahkan tak peduli, betapa mungkin ada orang lain yang mengalami ini juga, SAMA PERSIS atau LEBIH PARAH (kondisi yang tidak berbeda dengan orang lain! Seharusnya saya senang kan, karna sejak lahir jarang-jarang saya mendapatkannya). Saya betul-betul takut. Saya hanya ingin melangkahkan kaki saya kemanapun, dan rasanya pabrik yang makin canggih hanya akan membuat kaki saya terasa makin berat. Jadi saya lari meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu tidak lama. Tidak lama kemudian saya kembali, tapi dengan lebih siap dan dewasa. Bukan hanya kaki, tangan saya pun bisa bergerak ringan ke mana saja...tanpa terpengaruh apapun yang terjadi dalam pabrik saya. Saya bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lagi ketika bertemu dengan pasangan hidup yang mampu membuat pabrik rahasia saya 'merger' dengan pabrik miliknya. Dan seolah menjawab cita-cita saya sejak berumur 6 tahun dulu, saya mendengar suara Tuhan untuk saya, "kamu tidak, tidak pernah, dan tidak akan pernah sendiri." Subhanallah, Alhamdulilah, Allahuakbar.&lt;br /&gt;Sungguh, saya betul-betul bahagia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahh, kepala saya sudah mulai mendingin sekarang.&lt;br /&gt;Oya..sejak 'merger', saya sekarang bersahabat dengan pola baru pabrik (bukan rahasia lagi) saya : kerja ringan-istirahat-kerja keras-hibernasi.&lt;br /&gt;Semoga pola ini cukup sehat. Amiiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-5049128789789766826?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/5049128789789766826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=5049128789789766826&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/5049128789789766826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/5049128789789766826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2008/10/tentang-sebuah-pabrik-rahasia.html' title='tentang satu pabrik rahasia'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-8837429357986033949</id><published>2008-10-08T09:50:00.001+07:00</published><updated>2008-10-08T09:51:22.966+07:00</updated><title type='text'>aku INGIN...</title><content type='html'>Detak  jantung ini seperti masih belum bisa mengerem larinya. &lt;br /&gt;Membuat ruang rongga dada seolah begitu sempit, sesak....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan, tolong....&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aku ingin&lt;/strong&gt; lakukan ini.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aku ingin&lt;/strong&gt; lakukan itu.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aku ingin&lt;/strong&gt; lakukan semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan demi semua yang &lt;strong&gt;kuingin&lt;/strong&gt; lakukan...&lt;br /&gt;Benarkah mungkin, satu kepala yang kecil ini cukup?&lt;br /&gt;Benarkah mungkin, dua tangan ini cukup?&lt;br /&gt;Benarkah mungkin, dua kaki ini cukup?&lt;br /&gt;Benarkah mungkin, dua puluh empat jam sehari ini cukup?&lt;br /&gt;Dan benarkah mungkin, jatah umur yang Kau gariskan untukku secara rahasia itu cukup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, mata yang biasanya mudah sekali basah ini pun ikut bertingkah aneh.&lt;br /&gt;Jangan-jangan, &lt;em&gt;stock &lt;/em&gt;airnya sudah habis?&lt;br /&gt;Sepertinya ia hanya mengalah, demi hati yang sudah lebih dulu menjerit dan menangis frustasi di dalam sana.&lt;br /&gt;Bukannya ia tak setiakawan, solider, ikut merasakan kepedihan itu.&lt;br /&gt;Hanya saja ia malu, tak yakin air matanya yang biasa sanggup mewakili suara sang hati.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya &lt;strong&gt;aku ingin&lt;/strong&gt; menyuruh detak jantung ini berhenti berlari.&lt;br /&gt;Tentu tak bisa, dan kalau pun entah bagaimana bisa...ampun...sungguh aku takut, Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hati ini, yang terus berteriak menangis luapkan emosi...&lt;br /&gt;Dan otak ini, yang seolah hampir meledak karena ruang mungilnya tak sanggup menampung semua hasil kerjanya yang terus menggandakan diri..&lt;br /&gt;Mungkinkah semua berhenti sejenak...&lt;br /&gt;Dan memulai semuanya dari nol lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip kata salah seorang sahabat yang pernah membuatku tergelak sampai setengah menangis : ”hidup adalah setumpuk pekerjaan yang harus diselesaikan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aaaah. &lt;br /&gt;Andai hubunganku dengan semua manusia di dunia ini sesederhana cerita dalam iklan Pertamina ”mulai dari nol lagi” (&lt;strong&gt;SUNGGUH AKU INGIN!!!!&lt;/strong&gt;).&lt;br /&gt;What a beautiful life...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-8837429357986033949?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/8837429357986033949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=8837429357986033949&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/8837429357986033949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/8837429357986033949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2008/10/aku-ingin.html' title='aku INGIN...'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-43021973293247976</id><published>2008-10-07T19:12:00.001+07:00</published><updated>2008-10-07T19:14:38.420+07:00</updated><title type='text'>satu dunia, sebuah mimpi</title><content type='html'>Ini berawal mula dari satu mimpi, cita-cita, ambisi, keinginan saya yang tak pernah hilang dari dulu : melakukan banyak hal sekaligus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, saya curang.&lt;br /&gt;Dulu, saya selalu salah tingkah kalau disuruh nyebutin cita-cita atau keinginan.&lt;br /&gt;Karena : mereka sangat banyak, dan bisa timbul dan lenyap dalam hitungan jam.&lt;br /&gt;Maka untuk enaknya saya sendiri, sekali lagi saya umumkan keinginan yang selama ini tidak pernah lenyap sekalipun dan sepertinya sampai kapan pun : melakukan banyak hal sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang saya maksud banyak, adalah....benar-benar BANYAK.&lt;br /&gt;Hal yang saya maksud bukan hanya pekerjaan demi mencari beberapa piring nasi (Jujur aja deh. Kalo untuk hidup, memang saya butuh lebih dari sesuap)&lt;br /&gt;Dan bukan juga hanya pekerjaan itu, ditambah pekerjaan rumah tangga.&lt;br /&gt;Dan bukan juga hanya pekerjaan-pekerjaan itu ditambah kegiatan-kegiatan favorit alias hobi.&lt;br /&gt;Dan bukan juga hanya semua yang di atas itu dengan quality time dengan keluarga.&lt;br /&gt;Yang saya maksud, semua yang sudah saya sebutkan itu ditambah dengan quality time dengan dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia mana? &lt;br /&gt;Ya dunia. Dunia saya, dunia kamu, dunia dia, dunia siapapun yang ada di dunia ini.&lt;br /&gt;Nah bingung kan tuh...(coba hitung kata ‘dunia’nya, coba kalahkan saya, bikin satu kalimat dengan jumlah kata tsb yg lebih banyak.....ha. kurang kerjaan bgt)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin menyentuh dunia yang luas ini.&lt;br /&gt;Tapi tidak hanya menyentuhnya, saya juga ingin memeluknya, selalu berada di dalamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dunia saya sendiri”....&lt;br /&gt;Ah. Itu ungkapan yang paling saya benci dalam hidup saya.&lt;br /&gt;Sekaligus umpan balik paling menyedihkan dan menyakitkan bagi saya.&lt;br /&gt;Karna itu berarti, saya sudah gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia saya, dunia kamu, dunia dia, dunia siapapun...bagi saya (seharusnya) tidak berbeda.&lt;br /&gt;Dan kalau ada yang menyebut, mengomentari,  saya dengan ungkapan tersebut di atas, siapapun yang mengatakannya telah merasakan betapa berbedanya dunia kami...apa kemungkinan arti lainnya selain  : saya hidup di dunia saya sendiri, tidak menyentuh kamu, tidak menyentuh dia, tidak menyentuh siapapun, apapun lainnya di dunia ini. Sehingga dunia saya bukan dunia kamu, bukan dunia dia, bukan dunia siapapun.&lt;br /&gt;Kita hidup, ada di dunia yang berbeda.&lt;br /&gt;Maka  berarti saya sudah gagal, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sungguh, saya belum berhenti bermimpi, bercita-cita, berkeinginan itu.&lt;br /&gt;Tapi apa, yang perlu saya usahakan untuk mewujudkan semua itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa, yang paling baik saya pinta lagi padaNya?&lt;br /&gt;Waktu yang tak terbatas?&lt;br /&gt;Energi yang tak terbatas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkin....hanya sebuah niat yang makin, makin diperkuat lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karna saya percaya, DIA ada.&lt;br /&gt;Dan DIA ada di dalam saya.&lt;br /&gt;Saya, juga bagian dari DIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Allah telah berkehendak, apa yang tidak bisa?&lt;br /&gt;Kalau niat telah sempurna, apa yang tidak bisa?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-43021973293247976?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/43021973293247976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=43021973293247976&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/43021973293247976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/43021973293247976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2008/10/satu-dunia-sebuah-mimpi.html' title='satu dunia, sebuah mimpi'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-6773982393265135920</id><published>2008-09-10T16:00:00.003+07:00</published><updated>2008-10-09T18:44:54.074+07:00</updated><title type='text'>hari ini, DUA TAHUN LALU : Sepuluh September Dua Ribu Enam</title><content type='html'>Kalau hari ini tidak ada,&lt;br /&gt;kalau hari ini saya sudah tidak di dunia ini,&lt;br /&gt;kalau hari ini saya tidak bersama dengan orang yang yang melamar saya pada waktu itu, &lt;br /&gt;maka kombinasi tanggal, bulan, dan tahun itu pastilah hari yang biasa-biasa saja,&lt;br /&gt;tiada berbeda dengan ke-364 hari lainnya di tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hari ini ada.&lt;br /&gt;Sampai hari ini saya masih hidup, Alhamdulillah...&lt;br /&gt;Sampai hari ini saya bersuamikan orang yang dijodohkan Allah untuk saya sejak waktu itu, Subhanallah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka paduan tanggal, bulan, dan tahun itu....&lt;br /&gt;menjadi satu hari yang berbeda, istimewa bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, segala puji dan syukur bagimu ya Allah.&lt;br /&gt;Terimakasih telah menganugerahi seorang jodoh bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih yang khusus untuk &lt;a href="http://farhanpolpot.blogspot.com/"&gt;Polpot&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://kotretanharian.blogspot.com/"&gt;Chica&lt;/a&gt;, dan Anjar... yang lewat tangan-tangan merekalah Allah mengatur perjodohan kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan tentunya terimakasih pula dariku untukmu &lt;a href="http://catatanhamdan.blogspot.com"&gt;sayang&lt;/a&gt;, &lt;br /&gt;yang tak gentar menjawab semua ujian dan berjuang&lt;br /&gt;dan wujudkan niat dan janjimu pada hari itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penuh.cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- H e i D Y -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-6773982393265135920?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/6773982393265135920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=6773982393265135920&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/6773982393265135920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/6773982393265135920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2008/09/hari-ini-dua-tahun-lalu-sepuluh.html' title='hari ini, DUA TAHUN LALU : Sepuluh September Dua Ribu Enam'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-8332683797982694776</id><published>2008-08-29T15:26:00.000+07:00</published><updated>2008-08-29T15:28:05.140+07:00</updated><title type='text'>Selamat Menyambut Ramadhan!</title><content type='html'>Assalamualaikum n salam sejahtera semuanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon diizinkan melalui bantuan teknologi ini kami menyampaikan: &lt;br /&gt;Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan bagi yang menjalankan dan mohon maaf lahir batin bagi semuanya yang pernah tersakiti, terluka, tersinggung oleh kata maupun tingkah laku kami sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga ibadah kita dalam Ramadhan kali ini lebih baik dari Ramadhan sebelumnya, dan setelah itu kita semua lahir kembali menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik pula dari sebelumnya. Aamiiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- kel. Hamdan &amp; Heidy Yudanto -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-8332683797982694776?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/8332683797982694776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=8332683797982694776&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/8332683797982694776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/8332683797982694776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2008/08/selamat-menyambut-ramadhan.html' title='Selamat Menyambut Ramadhan!'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-2423904770236417896</id><published>2008-07-23T20:41:00.004+07:00</published><updated>2008-07-23T22:15:19.556+07:00</updated><title type='text'>manajemen emosi</title><content type='html'>bWuaAH.&lt;br /&gt;kembali ngeliat judulnyaa, takut menipu pembaca nih..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan, teman, gue bukan seorang psikolog atau ulama yang mau ngasi kuliah tentang manajemen emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue hanya...&lt;br /&gt;seorang yang sejak dua puluh lima tahun yang lalu, &lt;br /&gt;masih saja amat sangat BODOH luar biasa dalam hal : manajemen emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata Mama :&lt;br /&gt;"buat apa marah? rugi amat, ngabisin energi aja."&lt;br /&gt;"semua itu Allah yang ngatur, nggak usah repot mikirin,"&lt;br /&gt;"belajar ikhlas, yang sabar!"&lt;br /&gt;"dzikir aja, jangan berenti."&lt;br /&gt;"istighfhar, istighfar Dy..!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue bukan orang yang antipati thd semua masukan itu.&lt;br /&gt;SETUJU, semua itu memang betul adanya, amat sangat baik mulia sekali jika dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The one and only problem : I JUST CAN'T DO IT ANYTIME, ANYWHERE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sepuluh kasus, mungkin cuma satu kali gue bisa nerapin semua nasehat mulia itu. &lt;br /&gt;Selebihnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ngomel bekepanjangan sama supir angkot, gara-gara doi ngetem nggak kira-kira, nggak ngerti bahwa TIME IS GOLD, dan dia malah buang-buang bensin. Mana ujyan, becyek, terjebak takada pilihan lain.&lt;br /&gt;2. Ngebut, ngejar sambil bunyiin klakson nggak berenti-berenti ke orang yang nyalip gue di U TURN dan waktu diklakson sekali doi malah buka jendela dan ngacungin jari tengah.&lt;br /&gt;3. Berantem sama polisi yang dengan semena-mena menutup SEMUA U-TURN di sekitar jalan Dago di Bandung tanpa ngasih jalan alternatif, si suatu hari yang SEHARUSNYA INDAH (H - beberapa minggu dari my wedding day!)&lt;br /&gt;4. Marah-marah sama kasir &amp; customer service Makro Pasar Rebo yang nggak ngasih tau (PADAHAL UDAH GUE TANYA) adanya charge dalam pemakaian kartu debit Bank Mandiri.&lt;br /&gt;5. Marah-marah sama teller &amp; call center officer BCA yang tidak memberi tahu &amp; memberikan info yang salah tentang charge transfer antar rekening. Habis itu ngamuk sama diri sendiri yang sedemikian tidak pintar/berwawasannya.&lt;br /&gt;6. Gondok, kesel, n ngutuk hubungan kekanakan antara 2 bank besar di Indonesia : MANDIRI dan BCA, yang mana di masing-masing ATMnya nggak tercantum tujuan dari bank lainnya. Zaman modern ini, bikin susah sejuta umat. Plis deh. Kalo nggak terpaksa (gaji gue stuck di situ, semua toko nerima bayar debit dari mereka), nggak akan deh gue jadi nasabah mereka. &lt;br /&gt;7. Mencaci maki, ngutukin orang-orang bermobil yang nggak beradab dan nggak peka, ngebut di atas jalan yang bolong-bolong dan hujan besar. Siapa juga yang minta mereka mandiin para pejalan kaki?? Mending kalo mandi susu.  &lt;br /&gt;8. dan banyak lagi yang AKHIRNYA udah gue lupain saking udah lamanya berlalu (dan mungkin karena udah ngelewatin lebaran?? Alhamdulillah!!!). Tapi yang jelas, sebelumnya emosi gue berkali lipat lebih parah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi ada satu lagi.&lt;br /&gt;yang ke-9,&lt;br /&gt;yang amat sangat FRESH karna baru kejadian tadi pagi, &lt;br /&gt;yang amat sangat SEPELE SEBETULNYA, tapi entah kenapa tetep nggak termaafkan...&lt;br /&gt;yang karena itulah membuat gue amat shock dan merasa: GUE BISA BEGINI HANYA GARA-GARA ITU??? PARAH. I REALLY NEED HELP!!!!!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, gue naik kopaja.&lt;br /&gt;Seorang pengamen berpeci dan ber-rebana ikut naik trus mulai nyanyi. &lt;br /&gt;Waktu kopaja hampir sampe depan kantor, gue berdiri jalan ke arah tiang deket pintu. &lt;br /&gt;Nggak ada pegangan di atap, harapan satu-satunya untuk berpegangan adalah si tiang, yang mana si pengamen bertengger di sampingnya.&lt;br /&gt;Tapi gue tetep butuh pegangan, karna si kopaja tetep melaju padahal kantor gue udah hampir di depan mata. &lt;br /&gt;Maka gue pegangan pada secuil bagian tiang itu.&lt;br /&gt;Lima detik kemudian, tulang kering tangan gue DIPUKUL dengan benda tumpul.&lt;br /&gt;Gue SHOCK. teryata si pengamen mukul gue dengan rebananya. &lt;br /&gt;SETELAH ITU, baru dia bilang, "MINGGIR".&lt;br /&gt;Gara-gara itu gue keilangan keseimbangan, nyenggol dia, yang kemungkinan gara-gara itu dia jadi NENDANG kaki gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo nggak karna gue udah telat dan kalo aja si kopaja belom nyampe depan kantor gue, mungkin sekarang gue udah masuk berita pinggir koran lokal : seorang pekerja kantoran berantem sama pengamen di kopaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gue nyesek berat.&lt;br /&gt;Kepala yang udah pusing sejak pagi gara-gara PMS makin parah.&lt;br /&gt;Nggak ada darah yang ngucur gara-gara perkelahian, tapi gue bisa ngerasa darah ngalir kenceng dari bawah ke atas (kepala).&lt;br /&gt;Jantung gue kayak lagi dibawa lari sprint.&lt;br /&gt;Sampe akhirnya, nangis berdarah-darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu pembenaran yang sering terpakai di kala gue nggak berhasil menerapkan semua ajaran nyokap gue tersayang: &lt;br /&gt;I'm having my PMS, a bad headache &amp; stomacache, bad feelings as a response to a far away husband, so this moment is WHEN i can't do that ("that" refers to whatever my mom taught me)&lt;br /&gt;Soooooooooooo typical reason from a looser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi. Walaupun at the end gue nggak ngapa-ngapain,&lt;br /&gt;gue tetep marah. tetep emosi. tetep nggak ikhlas. &lt;br /&gt;tetep RUGI, SERUGI-RUGINYA (sampe nggak berani curhat ke Mama). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan tetap, a victim. a looser. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;and I HATE THAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;really.&lt;br /&gt;want.&lt;br /&gt;to. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GROW UP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(then a part of myself said, "Then just do it.")&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-2423904770236417896?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/2423904770236417896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=2423904770236417896&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/2423904770236417896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/2423904770236417896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2008/07/manajemen-emosi.html' title='manajemen emosi'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-8203633830564099746</id><published>2008-07-11T12:53:00.003+07:00</published><updated>2008-07-11T13:22:43.896+07:00</updated><title type='text'>LAPER...!</title><content type='html'>Gilaaaaaakkkk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu sebetulnya gue pernah dikenal sebagai orang yang nggak bisa ngerasain laper.&lt;br /&gt;Yg gue tau, sakit maag gara-gara telat makan.&lt;br /&gt;Gue nggak tau kalo biasanya orang makan karna laper.&lt;br /&gt;Karna di kasus gue, gue makan karna harus. &lt;br /&gt;Kalo nggak makan ntar sakit atau lebih parah lagi, nggak bisa idup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta-fakta sejarah menyebutkan, seorang Heidy emang di masa kecilnya nggak pernah doyan makan. Kalo bulan puasa tiba, dia malah bersuka cita karna berati satu tugasnya berkurang: jadi nggak usah makan siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sejak kapan, 'keunikan' tersebut lenyap dengan sendirinya.&lt;br /&gt;Suatu saat di masa kuliah, gw bahkan pernah bikin ortu amaze dengan mengajak mereka makan steak. Mana ada dulu cerita anak mereka ini doyan daging?? Nelennya aja setengah matiii!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya, lepas kuliah gw lebih mirip lagi dengan orang-orang normal lainnya : menanti-nanti saat makan, dan.... TAU PERSIS GIMANA RASANYA LAPER.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sekarang ini, yang mana gue sedang nggak bisa keluar untuk cari makan siang karna ada deadline kerjaan. Dan kehabisan jatah catering. Dan energi udah diperas habis-habisan buat mikirin n ngurusin banyak hal. Dan perut udah berteriak-teriak minta diisi. Dan kepala udah makin panas, bawaannya pengen marah-marah.....!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullahalldzim. Gue udah kayak gini, padahal baru telat makan beberapa jam ajaaa. Gimana ceritanya orang-orang susah yang beneran nggak bisa beli makanan itu ya? Gimana pula dengan orang-orang kelaparan di negara-negara miskin itu yaa? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;p.s&lt;br /&gt;dan ALHAMDULILLAH, akhirnya makanan gue dateng jugaaaaa, dibawain oleh teman gue yang makan di luar dan gue titipin. Thank you &lt;a href="http://katakatatakberartibanyak.blogspot.com "&gt;Ratiiiii&lt;/a&gt;, love you so much!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-8203633830564099746?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/8203633830564099746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=8203633830564099746&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/8203633830564099746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/8203633830564099746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2008/07/laper.html' title='LAPER...!'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-4347626071979856804</id><published>2008-06-26T20:57:00.001+07:00</published><updated>2008-06-27T18:44:40.431+07:00</updated><title type='text'>Akad KPR</title><content type='html'>Pagi tadi, belum setengah jam duduk di cubicle gw, gw ditelpon suami .&lt;br /&gt;Gak panjang-panjang isinya. Cuma, “akad kredit ternyata Dy juga  HARUS dateng!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wha..t????” &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/13.gif" alt=":-O"/&gt;&lt;br /&gt;Gw langsung lompat, persis seperti bebrapa hari sebelumnya waktu pantat gw ga sengaja ndudukin tusukan buat nempelin kertas yang gw lupa apa itu namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi begini.&lt;br /&gt;Jam 2 siang ini, seperti yang sudah kami ketahui dari kemaren2, adalah jadwal akad untuk pengambilan KPR rumah kami. Tempatnya di BNI Bekasi (padahal rumah yg diambil sama sekali belom masuk daerah Bekasi, summpe dehh!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pasangan muda baru menikah yang selalu penuh gairah tapi masih nggak ngerti banyak, tentu wajar kan kami sama sekali nggak tau kalo yang namanya AKAD KREDIT ITU HARUS MENGHADIRKAN SUAMI-ISTRI??&lt;br /&gt;Padahal kan rumahnya cuma atas NAMA SUAMI, sementara akad nikah (yg jelas2 memerlukan dua nama) aja gue nggak ikut-ikutan muncul sama sekali….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah gw kebakaran jenggot (walau nggak punya). &lt;br /&gt;Gedubrakan nyamperin bos, HR, juga temen2 setim tuk mohon izin pulang (iya harus izin pulang, bukan izin keluar bentar, karna fyi, kantor gw di daerah Kuningan!) &lt;br /&gt;Syukur bisa, padahal harusnya klo masi probation belom dapet cuti..(jadinya ngutang ½ hari!) &lt;br /&gt;Alhamdulillah, dan terimakasih semuanya yang udah pada ngertiin… &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/8.gif" alt=":x"/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada yg biking gw nggak abis pikir, heran sekaligus SEDIKIT malu.&lt;br /&gt;Ternyataaaa, hampir SEMUA ORANG TAU kalo dimana-mana yang namanya akad kredit itu harus dihadiri lengkap suami istri. &lt;br /&gt;Bahkan yang belom nikah aja pada tau!!!&lt;br /&gt;Huhhhuuuuu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas, mas…, ternyata kita masi kurang gaul nih.&lt;br /&gt;Atau masi kurang rajin belajar.&lt;br /&gt;Beli buku pintar yuk…&lt;br /&gt;yang khusus urusan rumahtangga, &lt;br /&gt;kalo ada. &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/17.gif" alt=":-S"/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-4347626071979856804?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/4347626071979856804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=4347626071979856804&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/4347626071979856804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/4347626071979856804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2008/06/akad-kpr.html' title='Akad KPR'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-4404554916573987818</id><published>2008-06-12T16:04:00.005+07:00</published><updated>2008-06-27T13:01:59.879+07:00</updated><title type='text'>GIGINOSAURUS</title><content type='html'>OYAOYA.&lt;br /&gt;Buat yang belum tauuu, ada pengumuman &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/69.gif" alt=":D/" /&gt;  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah terbit karya saya yang berjudul GIGINOSAURUS oleh DAR! Mizan &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/36.gif" alt="&lt;:-P" /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkan segera di toko-toko buku yang ada di kota Anda (tapi katanya sih yang dijamin pasti ada di toko buku besar seperti " G r - - - - - - ", tau kannn....)!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga resmi, Rp 25.000,- murah kaaaan... &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/64.gif" alt="$-)" /&gt;&lt;br /&gt;Harga tidak resmi, tergantung toko atau penyalur ybs, tentunya lebih murah lagiiii.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Info lebih lanjut, bisa lihat di&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mizan.com/index.php?fuseaction=buku_full&amp;amp;id=7283"&gt;http://www.mizan.com/index.php?fuseaction=buku_full&amp;amp;id=7283&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya fyi (kyaknya FAQ)...&lt;br /&gt;GIGINOSAURUS itu emang aslinya Diary Gigi Gue yang saya bagikan sbg souvenir waktu menikah pada 3 November yg lalu. Tapi jelas bueda dooong. Banyak dibongkar2 lagi n tambahan2nya! Soo, moga nggak ngerasa rugi ngoleksi lagi yaaa..hihihi. &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/5.gif" alt=";;)" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oks oks, trimakasi atas dukungannya..........!!!!!!!!! &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/8.gif" alt=":x"/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- H e i D Y -&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-4404554916573987818?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.mizan.com/index.php?fuseaction=buku_full&amp;id=7283' title='GIGINOSAURUS'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/4404554916573987818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=4404554916573987818&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/4404554916573987818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/4404554916573987818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2008/06/giginosaurus.html' title='GIGINOSAURUS'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-3784316415351965241</id><published>2008-05-30T20:59:00.001+07:00</published><updated>2008-10-17T13:29:20.342+07:00</updated><title type='text'>my SILVER birthday</title><content type='html'>Alhamdulllah. &lt;em&gt;It's my 25th anniversary&lt;/em&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, &lt;em&gt;it's time for reviews and make a plan on what to do next&lt;/em&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usia gw yang baru memulai perempat abad kedua ini, banyak banget hal yg bisa jadi bahan renungan sekaligus titik tolak gw untuk memulai hal-hal baru lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue udah nikah...sebelum berumur seperempat abad.&lt;br /&gt;Ini sesuatu yg...percaya atw nggak, sebetulnya masi sering susah gw pcaya ampe skarang.&lt;br /&gt;I mean,,gw gitu loh. Gw yg bahkan dulu pernah mikir nggak akan nikah!!&lt;br /&gt;So, pncapaian yg satu ini jelas nggak sepele. Selain ngngetin gw lagi bahwa Tuhan emang ADA, kadang gw juga ngerasa, Tuhan itu hobi bercanda ama gw!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus, ada buah karya gw yang diterbitin n udah tersebar di toko-toko buku besar senusantara....bikin gw ngerasa, "ehh..teryata bisa jg yah...", setelah kenyang sama rasa minder n pesimistis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus...beberapa minggu menjelang hari jadi ke-25 itu,, gw memutuskan untuk memulai langkah baru lainnya. Akhirnya gw keluar dari rumah orangtua (baru kerasa nikahnya!!! hisks.), meninggalkan BANDUNG yang udah jadi kota domisili selama 8 tahun, memulai pembelajaran baru di kota metropolitan yg selama ini terasa menakutkan.&lt;br /&gt;Well, iya siiih, semua orang udah jauh lebih dulu ngelakuin itu..tp jujur aja, gw sama sekali ngerasa bukan seorang-pemberani-yang-oh-sungguh-perkasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, apa yg akhirnya bikin gw jalan juga?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;One thing for sure, I'm not any stronger than before..&lt;br /&gt;but let's FACE IT. The most important thing is not the fact that once I've been weak,&lt;br /&gt;but my will to become stronger.&lt;/em&gt;ya kaaaaannnn..............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skali lagi, Alhamdulillah..sgala puji bagi Allah SWT.&lt;br /&gt;Trimakasih Mama, Papa, yg udah bersusah payah merawat, mendidik n menjadikan gw seperti yg sekarang ini.&lt;br /&gt;Trimakasih seluruh keluarga, sahabat yg udah turut mewarnai n memperkaya hidup gw,&lt;br /&gt;dan trimakasih tuk sang suami, imam...skaligus kkasih gw..., yang berjanji tuk menjadi partner hidup gw selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;luv u all&lt;br /&gt;- H e i D Y -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-3784316415351965241?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/3784316415351965241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=3784316415351965241&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/3784316415351965241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/3784316415351965241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2008/05/my-silver-birthday.html' title='my SILVER birthday'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-373716946159585250</id><published>2008-01-01T19:53:00.000+07:00</published><updated>2008-01-04T20:32:18.498+07:00</updated><title type='text'>Selamat Tahun Baru</title><content type='html'>Sebetulnya saya tidak termasuk yang merayakan tahun baru ini. Tahun baru yang berarti resolusi baru untuk diwujudkan, dengan niat, semangat dan energi baru, bukannya saya tidak tahu makna itu. Tapi, saya sudah memiliki sendiri momen tersebut. Tahun baru bagi saya, bukan pada 1 Januari setiap tahun masehi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bisa menebak dulu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak, bukan, tahun baru bagi saya juga bukan 1 Muharram setiap tahun Hijiryah. Saya tidak merayakan tahun baru Masehi bukan karena saya lebih memilih tahun Hijriyah, seperti pendapat sebagian orang yang beragama sama dengan saya. Untuk apa? Jelas-jelas saya hidup di negara yang mengakui beraneka agama, dan sehari-harina saya lewati dengan menggunakan kalender masehi! Jadi, menggunakan kalender Hijriyah di luar kepentingan untuk jadwal ibadah (puasa, haji) dan hari raya menurut saya agak tidak masuk akal. Sekali lagi, selama saya masih berada di negri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun baru bagi saya, adalah… pada tanggal saya dilahirkan ke dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tanggal tersebutlah, saya kembali mengenang detik-detik dari awal keberadaan saya di jagat raya. Saya disadarkan tentang waktu yang terentang sejak saat saya pertama kali hadir di dunia ini. Hal-hal apakah yang telah saya alami sebagai bagian dari bumi ini? Apa saja yang sudah yang telah saya lakukan, berikan pada planet kehidupan ini?&lt;br /&gt;Dan BIASANYA…eh, bukan, SELALU, perasaan bangga akan prestasi hampir tidak ada apa-apanya dengan besarnya malu akan apa-apa yang belum dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, pada tanggal kelahiran saya setiap tahunnya, dengan semangat dan energi baru,&lt;br /&gt;saya pun selalu menciptakan resolusi-resolusi baru dalam hidup. Di awal tahun usia yang baru, sebuah niat menjadi pribadi yang lebih baik dalam berbagai hal pun diperbaharui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran dan perasaan saya terhadap pergantian tahun usia ini tentunya tidak hanya berlaku untuk tanggal kelahiran saya saja. Oleh sebab itu, doa dan harapan yang saya panjatkan bagi mereka yang berulangtahun selalu didasari perasaan yang sama : ia telah menjadi warga bumi ini selama sekian tahun, semoga di tahun usia berikutnya ini hidupnya memberikan arti yang lebih besar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada satu yang baru saya sadari tentang ‘arti tahun baru’ pada tiap awal tahun masehi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari apa yang saya pikirkan tentang pergantian tahun pada tanggal kelahiran, bukankah sebagian besar orang di dunia ini merayakan tahun baru setiap 1 Januari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun maknanya mungkin tidak se-spesial tahun baru khusus bagi seorang yang sedang berulang tahun, tapi bukankah tahun baru pada 1 Januari diperingati bersama-sama oleh banyak orang? Momen itu tidak hanya istimewa bagi seseorang, namun bagi berjuta-juta orang sekaligus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang dihargai bersama-sama tak mungkin tak indah. Lebih lagi jika adanya pembaharuan niat bersama, bersama-sama mengobarkan semangat dan energi baru, demi mencapai resolusi baru bersama..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebersamaan. Itulah satu yang akhirnya lebih saya rasakan pada tahun baru 1 Januari ketimbang pada tahun baru usia saya sendiri. Kebersamaan sebagai bangsa negri ini setidaknya, atau yang lebih luas: kebersamaan sebagai warga planet ini! Wahai saudara sebangsa, mari sama-sama , berjuang untuk Indonesia yang lebih baik.. dan wahai saudara sebumi, marilah bersama-sama memelihara kelestarian tempat hidup kita ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat tahun baru 2008!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-373716946159585250?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/373716946159585250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=373716946159585250&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/373716946159585250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/373716946159585250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2008/01/selamat-tahun-baru.html' title='Selamat Tahun Baru'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-3594093299780241824</id><published>2007-12-29T18:54:00.000+07:00</published><updated>2007-12-29T19:00:47.324+07:00</updated><title type='text'>the SOUVENIR : sebuah berkah</title><content type='html'>Buat yg dtg ke nikahan gw n Hamdan, pasti inget dong apa souvenirnya? Masih disimpen kan;p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, itu souvenir ceritanya emang luar biasa.&lt;br /&gt;Orang paling berjasa dlm terwujudnya rencana itu adalah,&lt;br /&gt;1. Papa,&lt;br /&gt;2. Mas Budi Warsito, salah seorang teman kami sejak zaman kuliah (a film curator, scriptwriter, &amp;amp; editor)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klo gak karna kengototan mereka, keoptimisan mereka, kegigihan mereka dlm menumbuhkan kepercayaan diri gue, bisa dijamin itu souvenir gak akan ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bokap tentunya bersikap demikian karna cintanya yg luarbiasa thd putri sulungnya ini. Menggunakan ketegasan &amp;amp; wibawanya, gue ngga punya kesempatan utk nolak, nggak sanggup memberikan opsi lain utkmenandingi kebrilianan idenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Mas Budi, nah...ini mah bener2 bikin gue terpengaruh..&lt;br /&gt;Klo cuma utk nyenengin gue, masa iya sih segitunya?&lt;br /&gt;Akhirnya gue pun setuju, memperbanyak novel DIARY GIGI GUE alias melakukan self publishing thd karya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan bokap gue yg punya ide gila ini, tentunya tak lain tak bukan adalah utk menyebarluaskan karya gue, mengenalkan nama gue sbg penulis.&lt;br /&gt;Tentunya, tersebarluasnya karya itu pun dicita-citakan bokap gue nggak sebatas sampe ke para undangan, melainkan juga sampe ke penerbit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, DIARY GIGI GUE bukannya belom pernah gw kirimin ke penerbit.&lt;br /&gt;Dengan modal pas2an, waktu itu satu-satunya hardcopy yg gw punya gw kirimin ke sebuah penerbit. Sebuah penerbit, yg gw pilih dgn sgt hati2, mengingat ide&amp;amp;topik karya gw sangat tidak biasa. Bukan soal cinta, romantika dkk, so gw tidak memilih penerbit-penerbit yg banyak menerbitkan karya-karya yg demikian. Hanya satu nama penerbit yg gw perkirakan mungkin tertarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, gw kirimkan naskah DIARY GIGI GUE ke penerbit tsb, pada kira-kira Juni 2006, setahun yg lalu.&lt;br /&gt;Beberapa bulan kemudian, gw mendapatkan hasilnya.&lt;br /&gt;Cara mereka menyampaikannya oke berats! Disertakan dengan sinopsis, komentar (positif maupun negatif), juga penilaian yg tidak hanya deskriptif, tp juga dilengkapi angka!&lt;br /&gt;Gw sampe terncengang-cengang waktu mengeluarkan berlembar-lembar kertas dari amplop yg mereka kirimkan.&lt;br /&gt;Selain itu, gw juga sempet tersanjung dgn apresiasi mereka yg bertubi-tubi. Dari penilaian secara angka, semuanya sangat memuaskan...kecuali dalam satu poin penilaian : TREND.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIARY GIGI GUE tidak sesuai dengan TREND pasaran, shingga mereka pesimis jika diterbitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hhh. Begitulah.&lt;br /&gt;Satu-satunya penerbit yg gw harapkan ternyata juga memikirkan TREND.&lt;br /&gt;Penerbit yg, gw pikir, "klo bukan itu, mana lagi yg mau?"&lt;br /&gt;That's why, gw males ngusahain utk ngirimin ke penerbit2 lainnya lagi.&lt;br /&gt;Utk nyetak 1 buku aja, bukannya nggak keluar banyak duit loh.&lt;br /&gt;So..tidak, terimakasih....mending gw lanjutin buku2 gw yg laen!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, rencana bokap memperbanyak karya gw yg satu itu emang brilian.&lt;br /&gt;Siapa sangka, dlm waktu yg nggak lama, apresiasi datang mengalir dari berbagai penjuru.&lt;br /&gt;Yeah, berbagai penjuru, gw gak berlebihan ken emang beneran : dari anak SD smpe nenek-nenek!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan selain itu juga....dari penerbit-penerbit yang gue kirimin!&lt;br /&gt;Karna punya banyak, gw pun hampir nggak mikir lagi utk ngirimin itu novel ke banyak penerbit sekaligus. Nggak tanggung2, gue ngirim ke enam penerbit sekaligus!&lt;br /&gt;Seperti penerbit pertama yg udah nolak gue DULU, umumnya penerbit mengapresiasi sambil menyatakan ketidakberanian mereka berspekulasi di pasar buku,secara topik buku yg gue tulis jelas sangat tidak biasa. Mau dimasukin ke genre apa? Utk kalangan apa? Semua bingung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tp yg menarik, ada satu penerbit,  yg sambil mengakui itu semua, dgn penuh semangat mengajak gue bergabung. Mereka nggak berani nerbitin buku yg itu skrg, tapi minta karya gw yg lain, yg mungkin bisa didulukan utk diterbitkan. Selagi gw masih memikirkan kemungkinan itu, penerbit lainnya, menelpon dgn meninggalkan pesan singkat : "Kami tertarik, kapan bisa ke sini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah. TerNYATA, ya.&lt;br /&gt;Betul, memang ada yg namanya "berkah nikah" yg sering dibicarakan orang-orang itu..&lt;br /&gt;Dan ya Allah, sayangilah Papaku tercinta, sebagaimana besarnya sayangnya padaku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So now here I am, working again on DIARY GIGI GUE. They asked me to write more, so I'll have to continue my research to be able to do that. Please wish me luck, wish that i can finish my work soon, wish that it's good enough, so then u can find my book in all those bookstores in Indonesia, amiin...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-3594093299780241824?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/3594093299780241824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=3594093299780241824&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/3594093299780241824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/3594093299780241824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2007/12/souvenir-sebuah-berkah.html' title='the SOUVENIR : sebuah berkah'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-8061959636041786580</id><published>2007-12-08T18:35:00.000+07:00</published><updated>2007-12-29T19:14:17.920+07:00</updated><title type='text'>AFTER the WEDDING</title><content type='html'>Setelah hari besar itu, disusul bulan madu (yg ngga seperti namanya, jelas sama sekali ngga sampe sebulan! Hmppph!!), lalu juga syukuran yg diadain mertua, kita pun sibuk berbenah.&lt;br /&gt;Beres-beres, di antaranya ngeberesin sarang cinta kami berdua, tentu;p&lt;br /&gt;Sementara ini rumah kami beralamat di Bandung, rumah Papa dan Mama yg telah berdiri sejak kira-kira 10 tahun yg lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krn pekerjaan Hamdan, we're still in a long distance relationship.&lt;br /&gt;Stlh 20 hari kerja, 10 hari ia dapet OFF dan disitulah ia baru kembali padaku..hmpp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAQ: kenapa gue ngga ikut Hamdan ke Kalimantan sana?&lt;br /&gt;Karena. Dia di sana kerjanya offshore, booo.&lt;br /&gt;Naik-turun kapal, yg mana nggak pernah ada ceritanya seorang istri dibawa-bawa!&lt;br /&gt;Bukannya gue nggak pengen, tapi nantinya, apa kata DUNIA (DUNIA = bosnya Hamdan &amp;amp; teman-teman kerjanya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, setelah 2 minggu bersenang-senang....&lt;br /&gt;gw sempet shock begitu Hamdan pertamakali brgkt kerja lagi.&lt;br /&gt;Ampyuuun....ternyataaaaa..... 20 hari itu lammaaaa yaaaa???&lt;br /&gt;Gue sih ngga pernah nyadar itu sebelum nikah, jujur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal suami, kesibukan gue hanya 2 hari ngajar itu, nulis, belajar masak, ngurusin kompie yg rusak, n cari2 lowongan kerjaan baru di Jakarta.&lt;br /&gt;Klo beruntung, gw n Hamdan emang niatin pgn bisa sama2 kerja n tinggal d kota itu.&lt;br /&gt;Not because i love that metro city of course, tp mungkin salasatunya krn mempertimbangkan jarak dgn orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Heidy nggak bisa hidup tanpa kesibukan.&lt;br /&gt;Nah, yg di atas itu buat gue jelas masi blm bisa dibilang sibuk.&lt;br /&gt;Belummmm!!! Engga banget deh pokoknya.&lt;br /&gt;That's why, bisa dibayangkan keadaan gue seperti apa?&lt;br /&gt;Bisa gitu, gue bilang kabar baik klo ditanya? Apalagi gue baru kawin!&lt;br /&gt;Masih dicap penganten baru...apa kata dunia klo gue terang2an pamer kegundahgulanaan hati ini? Puuhhh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, nikah emang luar biasa manfaatnya.&lt;br /&gt;Dengan nikah, setidaknya gw nggak lagi ngerasa sendirian dalam ngadepin segala sesuatunya.&lt;br /&gt;U know the best part in married life?&lt;br /&gt;Well for me: it's about having a life-time partner, to always have someone beside you!&lt;br /&gt;Dalam senang maupun susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala susah, ngga sesusah waktu gue masih sendiri, karna pasti terBAGI dua karna adanya partner itu.&lt;br /&gt;Sedangkan klo senang sih bukannya terbagi dua, melainkan malah terKALI dua (note : tapi kedua rumus ini blm tentu berlaku utk kasus poligami yah...)!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi... UNTUNGLAH, gue MENIKAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, tunggu apa lagi? Cepatlah menikah, wahai yg masih bujangan..huehehheeuuu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-8061959636041786580?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/8061959636041786580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=8061959636041786580&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/8061959636041786580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/8061959636041786580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2007/12/after-wedding.html' title='AFTER the WEDDING'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-3152724536519082633</id><published>2007-11-16T17:08:00.001+07:00</published><updated>2008-10-17T13:20:39.176+07:00</updated><title type='text'>to prepare the BIGgest day in my life...</title><content type='html'>Kabar seputar kehidupan gue akhir-akhir ini nggak lepas dari sebuah peristiwa sangat bersejarah, terbesar dalam hidup gw, yaitu MENIKAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Knapa? Well, bayangin aja.&lt;br /&gt;Untuk ngurusin SATU HARI itu doang, waktu dan tenaga gw sangat terkuras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang sedih deh pokoknya klo calon pengantin masih harus terjun mikirin macem-macem!&lt;br /&gt;Udah pun mau nikah, yg harusnya sibuk bertapa, klo bisa malah semedi ke gunung deh,&lt;br /&gt;ini malah mesti ngangkat telpon berpuluh kali dlm sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mending klo sambil riang gembira. Susah sih, klo lagi sensi diajak gembira.&lt;br /&gt;Yang ada klo lawan bicara gue agak lemot dikit, abis deh gue telan idup-idup!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak ada satu pun urusan dlm rangka penyelenggaraan prnikahan itu yg gak gue tau.&lt;br /&gt;Undangan, perias&amp;amp;pemandu adatm konsumsi, dekorasi, dokumentasi, souvenir, transportasi, listrik.....semuanya, nggak ada celah dimana gue bisa curi-curi tutup mata sekaliiiii aja....ampuuun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didn't I enjoy all of that?&lt;br /&gt;Well, klo disodorin pertanyaan itu, gimana yah. Gampang2 susah juga gue jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa enjoy, excited tentunya ada.&lt;br /&gt;Gue bukannya nikah dijodohin gitu looh.&lt;br /&gt;The man I was going to marry is the man I love..soo, jelas hepi dong, menyongsong kebersamaan itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi menikah kan nggak cuma satu hari,&lt;br /&gt;nggak cuma saat ijab kabul dinyatakan,&lt;br /&gt;nggak cuma saat sanak saudara, kerabat dan kenalan berdatangan dari segala penjuru!&lt;br /&gt;Menikah, dalam niat sebagian besar orang tentunya, tentu diingini sebagai yg pertama dan yg terakhir! Sejak janji yg dinyatakan di hadapanNya, hari-hari dalam kehidupan baru yg penuh perjuangan akan dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dalam masa-masa menjelang hari tersebut, perasaan seorang anak manusia, apalagi seorang Heidy yg kelabilannya sangat tinggi, jelas perlu lebih diwaspadai.&lt;br /&gt;Gue mau nikah, helllooooo.....masa gadis gue sbentar lagi akan berakhir.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masa itu, tidak wajarkah klo gue jadi lebih sensi? Nyiapin sebuah acara besar, dgn menyatukan keinginan berbagai pihak, jelas bukan perkara gampang. Tapi rasanya nggak sesulit itu, sepusing itu, andaikan saja bukan gw yang sedang akan menikah! Itulah kenapa pada masa-masa tersebut, sering didapati seorang Heidy : nangis berdarah-darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi menjaga kesehatan jiwa dan raga, salah satu langkah yg gw ambil adalah mengurangi aktifitas lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadwal kerja gw yg tadinya ngajar full 6 hari seminggu, berubah jadi tinggal 2 hari seminggu! Setelah sebuah kerjaan part time gw selesai, praktis ya kerja gw cuma 2 hari ngajar itu doang. Tapi selebihnya, tetep nggak bisa dibilang santai juga sih.&lt;br /&gt;Gw ngabisin hari-hari dgn, misalnya: bolak-balik ke tempat jait kebaya, perias, nongkrongin perbaikan taman di rumah, daaaaannnn tentu masi banyak lagi lainyaaaa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yg nyokap gue pikir, 2 hari kerja itu pun sebetulnya gw mati-matian memenuhinya. Nyokap kekeuh nyaranin spy gw minta libur total, tapi gw ngotot nolak.&lt;br /&gt;Gila looo. Dua hari itu justru adalah 'break' buat gw!&lt;br /&gt;Ketemu anak-anak, sebandel apapun mereka, gue bahagia krn gmn pun itu sperti refreshing! Tanpa itu, bisa bisa malah ngga jadi nikah gw.&lt;br /&gt;Keburu muntah, stres dan eneg ngurusin sgala persiapan pernikahan itu sndiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bikin gw bingung, knapa ya orang lain kyknya ngurusin semua itu dgn tampak tak bermasalah sama sekali? Apa karna urusan gw ini, hubungannya sama keluarga gue yg perfeksionis? Apa karna gwnya, yg tlalu nganggep semuanya nggak penting, jadi kayak yg nggak rela...(dlm hati : "DEMI ITU DOANG"?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampe kapan gw ngerasa gitu?&lt;br /&gt;U may not believe this. &lt;br /&gt;Klo org akhirnya rileks begitu seminggu sebelum, atw H-5, H-3dst..&lt;br /&gt;Gw, pada hari ketika upacara adat telah dimulai. Kira-kira dua menit sebelum siraman, tepatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca firman Ilahi, ayat-ayat suci Al Qur'an,&lt;br /&gt;juga menghaturkan pengakuan dosa sekaligus permohonan maaf kepada orangtua,&lt;br /&gt;somehow memberikan efek yg luar biasa terhadap hati ini.&lt;br /&gt;Anugerah ketenangan batin pun tiba-tiba seperti diturunkankan begitu saja atas gw.&lt;br /&gt;Setelah itu...satu persatu langkah kami lewati, semuanya berjalan begitu cepat.&lt;br /&gt;Dan mulus, setidaknya bagi gw, yg dlm kepala ini udah nggak ada apapun selain DOA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, semua itu akhirnya berakhir juga.&lt;br /&gt;Berkat support, sumbangsih dan segenap cinta dari orang-orang di sekitar gw n keluarga, hari itu pun jadi sebuah hari yg rruarrr biasaaaa! &lt;br /&gt;Gw yg tadinya ogah-ogahan dan ga bisa liat dimana pentingnya segala urusan pernikahan itu, pun berubah pikiran. It really is the most beautiful day in my life...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, utk semua yg akan menikah...pesan gw : just enjoy!&lt;br /&gt;Tp mungkin umumnya di antara kalian sbnernya gak usah dipesenin begini ya.&lt;br /&gt;Mungkin aja cuma gw, tipe orang yg bisa males sekaligus stres ngadepin momen itu..ck ck..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#009900;"&gt;p.s&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#009900;"&gt;foto-foto ada di &lt;/span&gt;&lt;a href="http://sepuluhseptember.multiply.com/"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#009900;"&gt;http://sepuluhseptember.multiply.com/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-3152724536519082633?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sepuluhseptember.multiply.com/' title='to prepare the BIGgest day in my life...'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/3152724536519082633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=3152724536519082633&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/3152724536519082633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/3152724536519082633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2007/11/to-prepare-biggest-day-in-my-life.html' title='to prepare the BIGgest day in my life...'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-8733363234722493359</id><published>2007-08-12T21:57:00.000+07:00</published><updated>2007-08-12T22:24:19.612+07:00</updated><title type='text'>menulis itu banyak resikonya (ternyata)</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;saat si penulis emosinya lagi meledak-ledak&lt;br /&gt;yang ditulisnya bisa menyakitkan hati orang lain&lt;br /&gt;sarkasme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat si penulis emosinya stabil,&lt;br /&gt;diya sendiri pun kadang merasa sedikit menyesal akan tulisannya yang terlampau kasar itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat si penulis dihadapkan pada bukit kebohongan dan jurang kejujuran&lt;br /&gt;harus pintar memilih&lt;br /&gt;karna gag semua yang jujur itu baik untuk dunia dan ga semua yang bohong itu buruk untuk dunia(ternyata)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat yang ditulisnya dibaca oleh orang yang sebenarnya tida berhak membacanya&lt;br /&gt;susah, semua orang punya hak untuk baca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat si penulis butuh privasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat si penulis berada sedikit keluar dari batas kewarasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat si penulis kehabisan kata-kata untuk dirangkai supaya enak dibaca&lt;br /&gt;kehabisan inspirasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat si penulis mengalami perubahan karakter&lt;br /&gt;melakolis, sanguin, riddiculous&lt;br /&gt;tapi tetap satu tubuh, satu manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat si penulis merasa sangat sangat sangat kecewa&lt;br /&gt;apa yang ditulisnya, samasekali tak berwarna, hambar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat si penulis&lt;br /&gt;enggan menulis lagi... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;saia samasekali tidak ada hasrat untuk menyebut diri sendiri sebagai penulis,&lt;br /&gt;penulis picisan sekalipun&lt;br /&gt;karna tak mau menodai arti harfiah dari kata penulis itu sendiri.&lt;br /&gt;(siapa pula primata yang rela menyebutku sbagai penulis?)&lt;br /&gt;july 13-2007&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;-------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tulisan di atas bukan tulisanku.&lt;br /&gt;Bukan dari tanganku huruf-huruf itu terangkai, bersatu membentuk kata, kalimat dan menyebar makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sejak pertama kali membacanya, walau hanya sekilas (mungkin waktu yang diperlukan untuk membacanya tak sampai semenit), makna yang terajut dalam tulisan itu langsung meninggalkan perasaan yang sulit untuk digambarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyuss….&lt;br /&gt;seperti tertusuk, menancap dalam, ke hati ini..&lt;br /&gt;Bukan hanya tuk sekali,&lt;br /&gt;namun berkali-kali lama setelahnya&lt;br /&gt;perasaan seperti itu seringkali muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagai tersuntik virus,&lt;br /&gt;yang menerobos masuk dalam tubuh tanpa dapat dicegah..&lt;br /&gt;tak jarang kudapat serangan itu…&lt;br /&gt;Mulai dari yang menggelitik hingga yang bergejolak liar&lt;br /&gt;seolah mendesakku tuk berpikir kembali dan segera memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan judul tulisan di atas : “menulis itu banyak resikonya…”&lt;br /&gt;Itulah yang kurasakan selama lebih dari setengah tahun terakhir ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Antara menulis atau tidak menulis.&lt;br /&gt;Antara bebas atau memelihara sopan santun&lt;br /&gt;Antara jujur atau memperhatikan perasaan orang lain.&lt;br /&gt;Antara berterus terang atau menjaga kehormatan diri, harkat dan martabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang,&lt;br /&gt;walau segala cara telah diupayakan, tak mungkin bagi kita mendapatkan keduanya.&lt;br /&gt;Ada saatnya,&lt;br /&gt;bagaimana pun memang perlu memilih satu di antara dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku&lt;br /&gt;sedang berada di persimpangan itu sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis seperti nafasku.&lt;br /&gt;Jika profesi penulis diambil dari ruang kehidupanku,&lt;br /&gt;maka sama saja artinya dengan mengambil nyawaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantungku berdenyut, aku masih dapat menghitung detaknya.&lt;br /&gt;Ada O2 yang keluar masuk melalui hidungku.&lt;br /&gt;Suhu tubuhku masih seperti biasa, sedikit lebih dingin dari orang pada umumnya.&lt;br /&gt;Tangan dan kakiku hanya berhenti bergerak saat tidur.&lt;br /&gt;Dan yang paling penting : otakku masih bekerja. Tiada hari tanpa membuat rencana dan memikirkan solusi untuk bermacam permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah. Ilmu pengetahuan bidang apa yang bisa membuktikan bahwa aku MATI?Aku yakin tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa aku bisa menyebut diriku MATI?&lt;br /&gt;Sungguh aku pasti manusia laknat jika berani berlaku demikian!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi entah bagaimana, harus kuakui,&lt;br /&gt;itulah rasa, yang ada padaku saat ini!!&lt;br /&gt;itulah pikiran, yang walau kutahu salah,&lt;br /&gt;tetap tak kuasa ku melenyapkannya!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin HIDUP, benar-benar HIDUP.&lt;br /&gt;Mengalami keHIDUPan,&lt;br /&gt;merasakan keHIDUPan,&lt;br /&gt;mencatat keHIDUPan&lt;br /&gt;dan belajar dari keHIDUPan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku butuh MENULIS untuk HIDUP yang kuingin itu…&lt;br /&gt;salahkaH?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salahkah, jika ada saatnya…&lt;br /&gt;aku memilih bebas daripada sopan santun?&lt;br /&gt;Salahkah, jika ada saatnya…&lt;br /&gt;aku memilih jujur lebih dari perasaan orang lain?&lt;br /&gt;Salahkah, jika ada saatnya…&lt;br /&gt;aku memilih berterus terang ketimbang menjaga kehormatan diri, harkat dan martabat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salahkah, jika aku memilih jadi rumput liar daripada burung cantik dalam sangkar emas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia ini, tampak seperti selembar kertas yang tak hingga luasnya…&lt;br /&gt;dan bagiku disodorkanNya ruang kosong yang tak bisa dibilang kecil,&lt;br /&gt;sementara ada Merah, Oranye, Kuning, Hijau, Biru, Ungu, dan bahkan Hitam, warna krayon dalam genggaman tanganku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku, wahai saudara dan sahabatku….&lt;br /&gt;Sebutlah aku egois,&lt;br /&gt;Anggaplah aku tak tahu malu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan larang tanganku,&lt;br /&gt;yang hanya ingin ikut menyumbang warna bagi dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan hentikan aku,&lt;br /&gt;yang hanya ingin memilih HIDUP ketimbang mati. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tulisan di atas tadi,&lt;br /&gt;memang bukan buah karya seorang penulis terkenal.&lt;br /&gt;Bukan pula hasil pemikiran seorang penyair, filsuf, atau tokoh masyarakat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau lahir dari tangan seorang penulis berusia empat belas tahun yang baru saja menyelesaikan sekolah menengah pertamanya (jika memang belum ada, izinkan aku menjadi primata pertama yang menyebutmu penulis!), itulah tulisan paling berharga yang pernah kubaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih, adikku.&lt;br /&gt;Walau tak mengalir darah yang sama dalam tubuh kita, biarkanlah aku terus menyayangimu… &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#ff6600;"&gt;- h e i D Y -&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-8733363234722493359?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/8733363234722493359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=8733363234722493359&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/8733363234722493359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/8733363234722493359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2007/08/menulis-itu-banyak-resikonya-ternyata.html' title='menulis itu banyak resikonya (ternyata)'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-8411969187373831881</id><published>2007-01-24T21:56:00.001+07:00</published><updated>2008-10-17T13:25:12.819+07:00</updated><title type='text'>Bergadang lagi..</title><content type='html'>udah lama nggak bergadang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kehilangan status sebagai mahasiswa?&lt;br /&gt;Mmm...neaaah, not really...&lt;br /&gt;Sejak jatuh sakit? Yeah, rasanya itu lebih tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, saya kangen kegiatan itu.&lt;br /&gt;Bekerja di depan komputer hingga larut, hanya ditemani secangkir kopi instan, gerakan konsisten dari para penunjuk waktudan alunan musik para jangkrik di rerumputan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sudah ada ribuan artikel dan jutaan nasehat tentang tidak-baiknya-bergadang, yang pastinya belum sampai sepuluh artikel diantaranya yang udah gue baca,dan entah ada atau tidak, satuuu, saja, dari jutaan nasehat itu yang sempat nempel di kepala ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi. Walau artikel tentang keburukan bergadang telah menumpuk di sekeliling saya,walau orang-orang terkasih sudah menasehati saya untuk tidak bergadang hingga mulut mereka berbusa, tetap saja pada akhirnya saya nggak akan pernah benar-benar menghentikan kebiasaan bergadang... jikalau saja saya nggak jatuh sakit kemarin itu.&lt;br /&gt;Emang betul kata orang tua: pengalaman adalah guru yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya tetap kangen bergadang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kangen...terjaga sendiri di antara sepinya malam, saat jutaan jiwa lain tengah merengguk kebebasan mereka di alam mimpi.&lt;br /&gt;Rasanya seperti diberi kesempatan untuk mewujudkan secuil hasrat terpendam itu, sesaat, saja, menikmati dunia sendiri..seolah dunia ini diciptakan hanya untukku.&lt;br /&gt;Aku bisa terbang dengan imajinasi seliar apapun, tak ada siapapun, atau apapun, yang menjadi alasan mengapa aku harus menjaga kakiku tetap menjejak tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, mungkin karena itulah saya merasa bisa bekerja lebih baik di malam hari.&lt;br /&gt;Tak ada yang menjadi perhatian selain diri saya sendiri dan apapun itu yang sedang saya kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, saat muncul keinginan untuk mencicipi lagi seteguk kenikmatan bergadang itu..&lt;br /&gt;Berbekal pengalaman jatuh sakit kemarin yang diikuti dengan segenap pengetahuan dan kesadaranuntuk bergaya hidup sehat, saya memutuskan untuk melakukannya dengan hati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya?&lt;br /&gt;Pertama-tama yang mutlak harus diketahui, dipahami dan diresapi adalah bahwa bergadang itu dosa. Dosa besar kalau boleh saya bilang, dalam hal kesehatan yang beradab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu.&lt;br /&gt;Layaknya dosa, usahakan untuk mencegahnya. Jadi kalau dalam kasus saya (baca : kepepet napsu), ya diminimasi. Jangan sering-sering bikin dosa ini. Sekali seminggu udah pol banget dah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua. Adalah sangat tidak bijaksana, menggabung-gabungkan atau menumpuk dosa. Lebih baik mengimbanginya dengan amal kebaikan. Kalau diterapkan pada masalah bergadang ini: saya mengimbangi dosa bergadang yang saya lakukan dengan amal tidur yang baik dan benar di hari sebelum dan sesudahnya. Bergadang juga sangat mungkin ditunggangi dosa yang lain. Misalnya, mengkonsumsi berbagai jenis asupan yang tidak baik bagi kesehatan tubuh. Lebih baik mengurangi bercangkir-cangkir kopi itu dan menggantinya dengan bergelas-gelas air putih, teh hijau, atau jus buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga. Walau kedengarannya konyol, tapi mengakui dosa itu ternyata penting. Terutama terhadap orang-orang yang terdekat dengan kita. Dengan tahu apa yang akan kita lakukan, mereka bisa menjaga kita agar 'still on the track'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah. Sudah, cukup itu saja.&lt;br /&gt;Strategi sudah disusun, sekarang saya siap nyobain bikin dosa lagi.&lt;br /&gt;Kawan, bantu saya ya. Bantu jaga diri, eh jaga dosa ini, maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku kembali sendiri hidup di tengah keheningan, di antara irama napas orang-orang terkasih yang sedang 'mati'. Kembali aku duduk di bawah benderang lampu di satu langit-langit sementara langit yang lain sedang mengenakan jubah kegelapannya. Ah, nikmatnya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-8411969187373831881?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/8411969187373831881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=8411969187373831881&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/8411969187373831881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/8411969187373831881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2007/12/udah-lama-nggak-bergadang.html' title='Bergadang lagi..'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-2792596575959952303</id><published>2006-12-25T02:23:00.000+07:00</published><updated>2007-01-01T02:44:28.360+07:00</updated><title type='text'>selamat hari natal</title><content type='html'>&lt;span style="color:#990000;"&gt;Salam perdamaian dariku, untukmu wahai sahabatku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Tak ada yang lebih kuimpikan dari sebuah ketentraman atas hidup kita bersama,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;hidup dimana kita dapat berdampingan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;dengan senantiasa saling mencinta dan bertenggang rasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Hormat dan penghargaanku yang tertinggi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;bagi siapapun yang juga memperjuangkan satu impian ini,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;semoga Tuhan membalas jasamu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Dan sesalku yang dalam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;bagi siapapun yang telah merusak impian ini dan mengotori hatinya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;semoga Tuhan memberi petunjuk dan mengampunimu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Teruntuk umat kristiani, sahabatku..&lt;br /&gt;kuucapkan selamat merayakan satu hari besarmu ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Semoga kasih dan damai selalu di hatimu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;penuh cinta dariku untukmu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;- h e i D Y -&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-2792596575959952303?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/2792596575959952303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=2792596575959952303&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/2792596575959952303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/2792596575959952303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/12/selamat-hari-natal.html' title='selamat hari natal'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-5003299671068096552</id><published>2006-12-22T01:24:00.000+07:00</published><updated>2007-01-01T01:39:39.794+07:00</updated><title type='text'>MAMA</title><content type='html'>&lt;span style="color:#006600;"&gt;Apa kamu mengenal mamaku?&lt;br /&gt;Bagi yang belum, mari kuperkenalkan.&lt;br /&gt;Bagi yang sudah, hm...tidak apa ya, kuperkenalkan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama adalah contoh terdekat atas sosok seorang penuntut kesempurnaan. Seluruh panca inderanya adalah yang terbaik dalam mengenali segala bentuk kekurangan atau ketidakberesan. Buatku, sehari bersama Mama berarti melatih kesehatan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apresiasi dari Mama adalah salah satu yang termahal di dunia ini. Apalagi terhadap masalah kebersihan dan masalah penampilan. Jika berhasil memenangkannya, rasanya aku setara dengan peraih emas olimpiade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya.&lt;br /&gt;Mama adalah satu-satunya yang bisa membuatku terlonjak sigap dari tidurku yang paling lelap sekali pun (yang bahkan ledakan bom pun tak mempan untuk membangunkanku). Sungguh luar biasa. Mungkin inilah keajaiban dunia ke-8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama juga contoh terdekat seorang wanita dengan perasaan sehalus ...(Benda apa sih yang paling halus di dunia ini? Yah, itulah.) dan serapuh... (Terus benda apa yg paling rapuh di dunia ini? Yah, pokoknya itu.). Menjaga kualitas tutur kata dan perilaku adalah satu hal penting yang tak boleh terabaikan demi terjaganya perasaan Mama. Dan betapa menyakitkan juga bagiku, saat tersadar diriku telah menyakiti perasaan Mama. Dan yang sungguh menyedihkan, entah bagaimana hal itu sangat sering terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sejauh ini dari ceritaku, bagaimana kesanmu terhadap mamaku?&lt;br /&gt;Seorang yang perfeksionis, ditakuti dan sering membuatku tegang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm. Yeah. Tidak salah sih.&lt;br /&gt;Tapi....itu baru sebagian dari dirinya.&lt;br /&gt;Sementara, masih banyak bagian lain yang belum kuceritakan.&lt;br /&gt;Kulanjutkan, ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini, aku sering mendengar Mama menyebut dirinya sendiri ‘ibu durhaka’. Terutama sering kudengar di tengah masa ku jatuh sakit kemarin.&lt;br /&gt;Kudengar penyesalan Mama atas ketidakhadiran dirinya di sampingku pada hari-hari awal ku jatuh sakit. Lalu merembet ke perihal jauhnya keberadaan dirinya dariku sejak aku masih duduk di bangku sekolah menengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu durhaka....benarkah demikian?&lt;br /&gt;Itu istilah ciptaan Mama sendiri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk dirinya, seorang ibu&lt;br /&gt;yang rela meninggalkan pekerjaannya demi tidur di sampingku yang diopname di rumah sakit,&lt;br /&gt;untuk dirinya, seorang ibu&lt;br /&gt;yang sempat dengan lantang berkata bahwa diriku lebih penting daripada perintah seorang presiden,&lt;br /&gt;untuk dirinya, seorang ibu&lt;br /&gt;yang tak pernah bosan menanyakan makanan yang masuk ke tubuhku setiap harinya dan tak pernah lelah menguliahiku tentang pola hidup sehat,&lt;br /&gt;untuk dirinya, seorang ibu&lt;br /&gt;yang nekat menyetir seorang diri selama 5 jam hanya untuk tujuan menikmati santap siang bersamaku yang tidak tinggal sekota dengannya,&lt;br /&gt;untuk dirinya, seorang ibu&lt;br /&gt;yang seringkali menangis tersiksa atas berbagai jenis kesulitan yang kualami,&lt;br /&gt;untuk dirinya, seorang ibu&lt;br /&gt;yang pikirannya selalu dipenuhi oleh diriku kala ia tidak ada di sampingku,&lt;br /&gt;untuk dirinya, seorang ibu&lt;br /&gt;yang pernah mempertaruhkan nyawanya demi kehadiranku di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi...ibu durhaka?&lt;br /&gt;Hmmppfhh...Mama, Mama. Ada-ada saja.&lt;br /&gt;Haaa. Betul juga. Ini mengingatkanku tentang satu hal yang belum kusebut tentang Mama : beliau sering hiperbolis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, itulah mamaku.&lt;br /&gt;Sebetulnya masih ada berjuta kisah lain tentangnya, yang mungkin dapat lebih baik menggambarkan betapa berarti sosoknya bagiku.&lt;br /&gt;Tapi...ya, kurasa akulah yang durhaka karena saat ini tak banyak yang teringat olehku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama, seorang ibu yang tiada duanya bagiku dan sosoknya tak akan dapat tergantikan oleh siapapun di dunia ini. Atas segala kelebihan dan kekurangannya, ia adalah sebaik-baiknya ibu bagiku. Atas segala ketidaksempurnaannya, ia sempurna sebagai ibuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena arus cintanya yang tak pernah melemah, karena gelombang kasihnya yang tak pernah putus, aku tumbuh. Tumbuh dengan hati yang penuh kasih, dengan energi yang tak pernah surut demi cinta. Oleh Mama, aku dikenalkan dengan cinta. Dari Mama, aku belajar mencinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sosoknya yang perfeksionis, keras dalam mendidik, bukannya membawa keburukan bagi diriku. Justru itulah, yang menempaku menjadi seorang yang malu mengenal kata takut atau menyerah. Berkat Mama, aku siap menaklukan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama...&lt;br /&gt;atas seluruh keringat yang dihasilkan karena diriku&lt;br /&gt;atas seluruh air mata yang tumpah untuk diriku&lt;br /&gt;atas seluruh darah yang dikeluarkan demi diriku&lt;br /&gt;kutahu, takkan pernah mampu semua itu terbayar kembali olehku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama...&lt;br /&gt;Entah apa yang dapat kulakukan untuk (setidaknya) mengurangi segala kesusahanmu karena diriku selama ini.&lt;br /&gt;Maka hanyalah DOA, yang kuyakin kan sampai padamu.&lt;br /&gt;Sebuah doa&lt;br /&gt;pada Yang Maha Pembuat Perhitungan, Yang Maha Pengasih dan Penyayang&lt;br /&gt;agar berkah dan rahmatNYA senantiasa turun bagimu, wahai mama&lt;br /&gt;agar pintu ampunanNYA senantiasa terbuka lebar bagimu, wahai mama&lt;br /&gt;agar cinta dan kasihsayangNYA senantiasa tercurah atasmu&lt;br /&gt;sebagaimana curahan cinta dan kasihsayangmu atasku yang tak pernah putus, wahai mama..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama...&lt;br /&gt;walau mungkin tak sebanding denganmu,&lt;br /&gt;takkan dapat menandingimu,&lt;br /&gt;biarkanlah aku mengatakannya lagi, dan lagi,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;aku mencintaimu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;- h e i D Y -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Dan selamat HARI IBU bagi semua bunda yang ada di dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Semoga Yang Maha Kuasa senantiasa melindungi jalinan kasihsayang antaramu dan putera-puterimu, wahai ibunda..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-5003299671068096552?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/5003299671068096552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=5003299671068096552&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/5003299671068096552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/5003299671068096552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2007/01/mama.html' title='MAMA'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-3750182397270478807</id><published>2006-12-08T15:06:00.000+07:00</published><updated>2006-12-08T15:57:17.983+07:00</updated><title type='text'>menguak hikmah, sebuah pilihan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Ya, ya ... akhirnya gue mengubah penampilan (blog) gue.&lt;br /&gt;Kalau ada yang bertanya mengapa dan tujuannya apa, jangan mengharapkan jawaban yang keren ya. Nggak, nggak...nggak ada hubungannya sama citra diri atau idealisme lain kok. Ini hanya salah satu bukti nyata bahwa waktu luang yang gue miliki terlalu banyak dibandingkan dengan kegiatan pengisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul. Dengan kata lain : gue kurang kerjaan alias iseng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mengapakah bisa demikian?&lt;br /&gt;Karena. &lt;img alt=":-w" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/45.gif" /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, kerakusan gue menyantap dua penyakit berbahaya sekaligus yang kemaren itu meminta pembayaran yang tidak murah. Di antaranya yg paling menyedihkan (bagi gue) adalah kenyataan bahwa gue harus menarik diri dari aktifitas normal selama ini dan mendekam sebagai tahanan rumah selama berminggu-minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke. Sekarang gue nomer satu setuju kalo ada yg berceramah tentang ‘mengambil hikmah’ dari sebuah pengalaman (tentu bukan gue doang kan, yang sering mendengar orang berkata, “sing sabar yaa. Ambil hikmahnya aja,” ?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Man&lt;/em&gt;, ternyata menggali hikmah dari suatu pengalaman itu penting sekali...&lt;br /&gt;Apalagi, terutama, jika pengalaman itu sangat BURUK....setidaknya jika dilihat, didengar, atau dirasa secara sekilas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman gue kemarin, mulai dari jatuh sakit hingga melewati berminggu2 masa pemulihan, bermacam pikiran dan perasaan datang berkunjung, bahkan ada yang sempat bercokol dan enggan pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari gue yang selama berhari-hari hanya bisa berbaring di tempat tidur dan tidak bisa tidak, harus bergantung pada orang lain bahkan hanya untuk hal-hal yang (biasanya) terasa sepele. Ini jelas adalah mimpi buruk bagi gue yang terbiasa melakukan apa-apa sendiri. Keinginan gue buanyaaaak sekali, dan sungguh tersiksa sekali rasanya ketika hampir tiap detik gue harus memanggil orang lain demi memenuhi semua itu... &lt;img alt=":(" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/2.gif" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak hanya itu. Ketika banyak orang mengira gue masih bisa mengisi hari-hari di atas tempat tidur itu dengan berbagai kegiatan kegemaran gue, gue hanya bisa meringis sedih. Membaca, misalnya. Gue yang biasanya bisa tenggelam dalam dunia buku selama 2x24 jam, mendadak hanya sanggup membaca selama 10 menit (lewat dari itu, huruf-huruf itu tiba-tiba terbang menari-nari di sekeliling gue). Menulis, apalagi. Entah bagaimana gue yang selama ini pecandu &lt;em&gt;word processor&lt;/em&gt; tiba-tiba jadi tidak bisa mengetik lebih dari 3 atau 4 baris kalimat. &lt;img alt="@-)" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/43.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue nggak lupa bersorak sorai bergembira saat mulai diperbolehkan duduk dan kadang-kadang berdiri atau berjalan tidak lebih dari 3 langkah (beneran deh, gue udah kayak bayi baru belajar jalan). Tapi kegembiraan itu tidak lama. Berhari-hari lamanya, yang rasanya seperti seabad saja, gue begitu merindukan kepulihan gue. Suka ngiler en ngiri kalo liat atau denger orang-orang dgn segudang aktifitas mereka di luar rumah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Jadi...&lt;br /&gt;Jujur saja kuakui, sejak awal aku sama sekali tidak memiliki sabar itu, ikhlas itu, bersyukur itu. Yang ada hanyalah sedih, marah, bahkan frustasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ada yang berkata, “sabarlah,” atau, “ikhlaslah,” atau “bersyukurlah,”&lt;br /&gt;Dengan sedih, marah, dan frustasi kujawab dalam hati,&lt;br /&gt;“Bagaimana bisa? Untuk satu hal seburuk ini? Heyy...aku tidak bisa merasakan nikmat apapun dari semua ini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kenapa itu hanya kujawab dalam hati?&lt;br /&gt;Tentu saja...aku sadar betul, pastinya saat itu ada begituuuuuuuu banyak orang lain yang sedang mengalami hal yang jaaaaaaaauuuuuuuuh lebih buruk dariku.&lt;br /&gt;Dan bukan rasa rendah hati yang membuatku menjaga sikap.&lt;br /&gt;Sebaliknya, “the pride” lah yang mengambil alih.&lt;br /&gt;Aku, tidak mau dianggap tidak tahu diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan rasa tersiksa itu terus ada, seolah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari diriku. Seperti apapun ku berteriak dan menangis, kelegaan itu tak pernah kunjung datang. Sungguh aneh. Padahal selama ini kukira menangis selalu bisa mendatangkan kelegaan...&lt;br /&gt;Kenapa kini justru sebaliknya, yang kutemukan justru aku dan hidupku yang terasa makin suram??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sampai kapan ini akan terus berlangsung?&lt;br /&gt;Kapan semua ini akan berakhir?&lt;br /&gt;Kapan aku bisa kembali bebas?&lt;br /&gt;Kapan ku bisa bebas tersenyum kembali, tanpa harus bergantung pada apapun yang kualami?&lt;br /&gt;Kapan ku bebas untuk berbahagia, atas pilihanku sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu perlahan ku mulai paham.&lt;br /&gt;Mengambil hikmah dari sebuah pengalaman bukan berarti berdiam diri dan menunggu sang ‘hikmah’ itu diturunkan begitu saja dari langit. Apalagi jika berdiam mematung dalam kubangan penyesalan dan berpangku tangan pada pesimistis.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Jadi...&lt;br /&gt;Okelah, gue jatuh sakit. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;Dan ternyata butuh waktu yang tidak sebentar untuk kembali pulih ke kondisi semula. Begitu banyak hal yang tadinya bisa gue lakukan dengan mudah, menjadi sama sekali di luar kesanggupan gue. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;Sedih, marah, dan frustasi... tentu sajaaaaa, wajar sekali perasaan-perasaaan seperti itu muncul ke permukaan.&lt;br /&gt;Terimakasih, kalian telah datang berkunjung. Sebagai penanda bahwa gue sedang medapatkan sebuah pengalaman yang berbeda, bahwa hidup gue sedang disentuh oleh warna krayon yang berbeda.&lt;br /&gt;Tapi bahwa kemudian kalian menjadi penguasa atas perasaanku, atas kehidupanku? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Hohohho...maaf-maaf saja yaa.&lt;br /&gt;Gue nggak selemah itu, dan gue nggak akan kalah atas keadaan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Gue nggak bisa berjalan secepat biasanya,&lt;br /&gt;tapi itu membuat gue bisa melihat lebih banyak, memperhatikan segala yang ada di sekitar gue, dan informasi yang masuk ke dalam kepala ini pun bertambah dengan kecepatan arus (hohho...oceanography, i miss u &lt;img alt="" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/6.gif" /&gt; ) yang lebih besar dari biasanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Dan saat kesanggupan untuk membaca dan menulis sedang menurun drastis,&lt;br /&gt;optimalisasi kemampuan untuk berbicara pun terjadi (tentu saja, ini tidak lepas dari peran &lt;span style="color:#ffcc99;"&gt;seorang yang telah dengan sangat sabar dan rela hati menyediakan telinganya untuk gue bombardir dengan segala jenis celotehan, tanpa mengenal batas ruang dan waktu&lt;/span&gt;...bwahahhaha. thank u sooo much, &lt;span style="color:#ffcc99;"&gt;darling&lt;/span&gt;... )&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Dan karna berstatus sebagai tahanan rumah selama berminggu-minggu...&lt;br /&gt;gue jadi menguasai lebih banyak resep masakan;&lt;br /&gt;gue jadi nonton tv (fyi, sebelumnya gue hampir tidak pernah nonton tv sama sekali) sehingga jadi tahu apa yang terjadi pada dunia (&lt;em&gt;oh my God! what happened to the world??!)&lt;/em&gt; dan jadi tahu artis (maaf utk para seleb yg selama ini selalu gue cuekin kalo papasan di jalan, mall, atw tempat2 lainnya &lt;img alt=";))" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/71.gif" /&gt; );&lt;br /&gt;setelah bisa baca, gue jadi nyentuh buku-buku yang nggak pernah gue lirik sebelumnya (yaa..berhubung waktu ‘masuk penjara’ kan gue nggak sempet bawa perbekalan bahan hiburan yg biasanya);&lt;br /&gt;dan gue jadi mendandani blog tersayang ini, sekaligus agak-agak kenal ama bahasa html&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;...yippee... &lt;img alt=":D/" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/69.gif" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Lalu, apa yang gue dapet dari puluhan kali periksa darah yang gue jalani dalam kurun waktu kurang dari sebulan?&lt;br /&gt;Hemmm. &lt;em&gt;Let’s see&lt;/em&gt;...ada yang tertarik mengajukan nama gue ke MURI?&lt;br /&gt;Yah, setidaknya, gue jadi punya lumayan tahu seluk beluk pengambilan darah.&lt;br /&gt;Ada yang misalnya, juga pernah mengalami darah muncrat dari lengan yang baru diambil darahnya? Hihhhihii....berbagi cerita yuuks... &lt;img alt="" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/19.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Trus, ada juga bagian agak seriusnya.&lt;br /&gt;Berkat jasa dua penyakit yang kompakan mengunjungi gue di saat bersamaan itu, perkembangan kondisi kesehatan gue terus dipantau (terutama oleh sang ibu yang hargadirinya sbg dokter cukup terluka karna merasa kecolongan, kok bisaaa anaknya sampe kena penyakit nggak mutu gitu..ha3).&lt;br /&gt;Dan berkat pemantauan yang cermat itu, sampailah pada penemuan (atau kesadaran?) akan adanya kelainan darah pada tubuh gue selama ini. Whoaaaaa. Dan itulah yg paling luar biasa. Saat itu, gue merasakan betapa luarbiasanya hikmah dari segala proses yang gue alami ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Hikmah itu kutemukan, karena ku mencarinya.&lt;br /&gt;Karena dengan sengaja kuniatkan mencarinya,&lt;br /&gt;karena ku bertekad untuk menemukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kenapa kukuniatkan pencarian itu,&lt;br /&gt;Kucita-citakan untuk menemukan hikmah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ku sudah tak ingin lebih lama lagi diperbudak apapun...&lt;br /&gt;Karena kuingin bebas, menjadi pemilik atas hidupku sendiri,&lt;br /&gt;bebas melakukan apapun, merasakan apapun, atas pilihanku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Cause I wanna be a winner, don’t wanna be a loser&lt;/em&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin tersenyum,&lt;br /&gt;maka aku akan tersenyum...&lt;br /&gt;tanpa bergantung pada seberapa lama ku bisa berdiri..&lt;br /&gt;tanpa bergantung pada seberapa jauh ku bisa berjalan..&lt;br /&gt;tanpa bergantung pada seberapa banyak pekerjaan yang bisa kulakukan sendiri..&lt;br /&gt;dan tanpa bergantung pada apapun, hal lain yang kualami di luar kuasaku.&lt;br /&gt;Apapun itu yang pernah, sedang, dan akan kualami, takkan bisa memperbudak perasaanku,&lt;br /&gt;tak akan bisa menghalangi aku, untuk menjadi pemilik atas hidupku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuyakin, tidak ada golongan orang yang ditakdirkan untuk berbahagia, sementara sebagian yang lain tidak ditakdirkan untuk itu.&lt;br /&gt;Yang ada hanyalah golongan orang yang MEMILIH untuk meraih bahagia itu, dan yang memilih untuk tidak meraihnya.&lt;br /&gt;Nah, anda termasuk golongan yang mana?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-3750182397270478807?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/3750182397270478807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=3750182397270478807&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/3750182397270478807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/3750182397270478807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/12/menguak-hikmah-sebuah-pilihan.html' title='menguak hikmah, sebuah pilihan'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-3560706576273865550</id><published>2006-11-17T15:03:00.000+07:00</published><updated>2006-11-17T15:08:35.913+07:00</updated><title type='text'>satu yang (kuingin) kekal...</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;yang sejak dulu kuimani,&lt;br /&gt;tiada yang kekal di dunia ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun ampuni aku, ya Tuhan&lt;br /&gt;jika ini sebuah dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat kupinta ijinMu,&lt;br /&gt;saat ingin kuyakini,&lt;br /&gt;tentang abadinya satu rasa ini...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;1511 2006&lt;br /&gt;(dy)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-3560706576273865550?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/3560706576273865550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=3560706576273865550&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/3560706576273865550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/3560706576273865550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/11/satu-yang-kuingin-kekal.html' title='satu yang (kuingin) kekal...'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-116305924383198051</id><published>2006-11-09T10:53:00.000+07:00</published><updated>2006-11-18T21:56:47.086+07:00</updated><title type='text'>kala ku SaKiT</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ini pola selama 5 hari gue sakit di rumah (sebelum diopname) kemarin :&lt;br /&gt;Siang – tidak demam, tapi pusing-pusing dan sakit perut&lt;br /&gt;Sore – udah mulai demam, tetep pusing dan sakit perut&lt;br /&gt;Malam – demam tinggi dan tetep pusing sakit perut&lt;br /&gt;Pagi – demam turun, pusing dan sakit perut bisa agak diabaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jadi, waktu itu gue menyadari betul, gue lumpuh mulai siang sampe malem. &lt;img alt=":(" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/2.gif" /&gt;&lt;br /&gt;Maka sebelum turun perintah ‘bedrest total’ dari dokter yang tak lain adalah nyokap gue sendiri, gue pun sibuk ngatur strategi untuk beraktifitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karna tahu bakal lumpuh di siang hingga malem hari, gue manfaatin pagi hari (saat sedang merasa segar bugar) dengan semaksimal mungkin. Mulai dari rutinitas seperti mandi, cuci muka, dan gosok gigi, sampai bekerja dengan komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu, gue ngerasain banget betapa yang namanya waktu itu sungguh sangat terbatas dan berharga sekali (dan tetep…narsis, gue merasa jenius karna bisa memanfaatkannya dengan baik &lt;img alt=";;)" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/5.gif" /&gt; ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya perintah bedrest total itu datang. Dengan kata lain, gue lumpuh total. Apa-apa harus bergantung pada orang lain…ini, satu hal yang paling gue benci. Tapi mau bagaimana lagi. Saat itu, gue diharuskan demikian. &lt;img alt=":(" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/2.gif" /&gt;&lt;br /&gt;Gue bermanja-manja, tapi sambil stress berat. Gue marah banget terhadap diri sendiri. Kenapa..? Kenapa gue nggak bisa ngapa-ngapain sendiri? Kenapa gue mesti butuh orang lain? Kenapa gue mesti sakit?!?!?! &lt;img alt=":((" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/20.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue merasa tidak ada satu hal berguna, sekecil apapun, yang dapat gue lakukan saat itu. Dalam kondisi seperti itu, hal apa yang bisa membuat gue berguna?&lt;br /&gt;Dan tiba-tiba gue merasa sudah tidak jenius lagi. &lt;img alt=":-&lt;" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/46.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pertama kali masuk rumah sakit, gue setengah mati nolak naik kursi roda. Padahal waktu itu badan rasanya udah lemes banget dan katanya gue terlihat putih sekali (aslinya gelap gitu loh )…saking pucatnya.&lt;br /&gt;Setelah akhirnya menyerah, gue duduk sambil stress celingukan kesana kemari, berdoa moga-moga nggak ada yang kenal dan liat gue…(siapa juga yang mau keliatan kayak nenek-nenek di usianya yang masih muda belia begini…duh, plis deh! &lt;img alt="" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/47.gif" /&gt; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, nggak banyak yang tau kalo gue sakit.&lt;br /&gt;Alasan gue nggak bilang-bilang ya itu….rasanya gue ogah deh, orang-orang kan jadi pada liat gue yang sedang nggak oke...hmmppfh…hahhahha parah juga ya pikiran gue.&lt;br /&gt;Eh..yaa..tentunya, itu alasan selain gue juga udah nggak sanggup berkomunikasi dengan orang lain…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesering-seringnya gue sakit, baru kali ini gue jatuh sakit separah ini.&lt;br /&gt;Menderita sekalilah pokoknya.&lt;br /&gt;Pas demam, kalo nggak rasanya menggigil sampe kebayang mau mati, kalo nggak ya rasanya seluruh badan menguap sampe kebayang mau mati juga. Trus belum lagi nyeri di perut yg selalu setia, kepala yg pusingnya ampun-ampunan, dan nafas yg sesak. &lt;img alt="@-)" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/43.gif" /&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya, baru kali ini TIAP DETIK gw mikir kemungkinan nyawa gue bentar lagi diambil...hadduhhhh...&lt;br /&gt;Aduh Tuhan, gue kan belon kawin, novel gue belon terbit pula..masa sih gue mati sekarang...ya kira-kira begitulah jeritan hati gue tiap kali ketakutan mau mati...&lt;br /&gt;Bahkan gue sempet nangis aja gitu, pada suatu hari ketika kondisi gue dilaporkan terus memburuk. Sumpah waktu itu gue ketakutan banget…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahahaha. Dasar ya, inilah bukti bahwa sebenarnya manusia itu lemah sekali...&lt;br /&gt;Saat-saat seperti itu, gue seolah diperlihatkan olehNya bahwa segala kebanggaan yang gue punya jadi nggak ada apa-apanya. Semua itu bisa saja lenyap dalam sekejap. &lt;img alt="[-)" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/33.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, gue baru benar-benar merasakan betapa hal-hal yg gue pikir sepele justru bisa memberikan pengaruh yang besar. Dukungan dari temen-temen lewat sms, telepon, atau bahkan kunjungan…nggak pernah gue kira sama sekali sebelumnya bahwa semua itu bisa memberikan kekuatan yang luar biasa. Huhhuuu…jadi terharu. Terimakasih ya teman-temanku yang tercinta.. &lt;img alt=":-*" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/11.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pada suatu hari, nyokap gue bertanya.&lt;br /&gt;“Heidy menganggap semua ini ujian, atau anugerah dari Allah SWT?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cepat (dan polos), tentu gue menjawab … “Ya ujian, dong, Ma.”&lt;br /&gt;(Ya iyalah ujian…jelas-jelas gue menderita banget gini! Masa’ anugerah?? &lt;img alt=":-w" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/45.gif" /&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah itu nyokap gue meminta gue berpikir ulang, merenungi kembali segala yang gue alami. Hmm…coba, coba…memangnya apa aja yang gue alami?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#996633;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Satu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#996633;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gue kesakitan banget. &lt;img alt=":((" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/20.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#996633;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dua. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#996633;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Trus minta-minta ampun ama Tuhan &lt;img alt="^:)^" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/77.gif" /&gt; , janji nggak nakal lagi deh (nggak nakal lagi = makan cukup dan bergizi, minum yg banyak)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#996633;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#996633;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tiga. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#996633;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kebayang-bayang mau mati, takut banget.. Apalagi belom kawin dan belom jadi orang beken. Trus mohon-mohon supaya dikasih perpanjangan waktu idup. &lt;img alt="[-O&lt;" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/63.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#996633;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Empat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#996633;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gue pastinya keliatan nggak oke banget. Segala kebanggaan dan kesombongan runtuh. &lt;img alt=":-&lt;" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/46.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#996633;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lima. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#996633;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gue jadi banyak bergantung pada orang lain. Sekali lagi, segala kebanggan dan kesombongan runtuh. Ternyata gue bukan superman. &lt;img alt=":-&lt;" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/46.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#996633;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Enam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#996633;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walau gue lagi nggak tampak oke, banyak orang datang sekedar ngeliat gue. Jadi berasa penting…hahaha…eh bukan bukan. Yang jelas, gue mendapat banyak siraman cinta kasih dari teman-teman. Dan nyokap jadi gaul, kenal banyak temen gue. &lt;img alt=":D/" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/69.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#996633;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tujuh. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#996633;"&gt;Gue dipaksa istirahat dari rutinitas selama ini, berenti sejenak untuk ngebenerin pola hidup yang buruk selama ini… &lt;img alt="#:-S" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/18.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lho…lho…kok tulisannya jadi begini yah.&lt;br /&gt;Perasaan awalnya tadi mau ngedumel-dumel. &lt;img alt=":))" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/21.gif" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yah, intinya, akhir cerita, perenungan gue membuahkan perubahan pandangan.&lt;br /&gt;Pandangan bahwa tadinya gue menganggap semua ini ujian, berubah menjadi sebaliknya.&lt;br /&gt;Man…ternyata gue tuh bukannya lagi dapet cobaan, tapi dikasih anugerah.. &lt;img alt="[-)" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/33.gif" /&gt;&lt;br /&gt;Habis, coba ya.&lt;br /&gt;Gara-gara sakit ini, gue jadi deket lagi ama Tuhan. Jadi sering ngobrol-ngobrol gitu kan.&lt;br /&gt;Terus jadi sadar diri akan…yah, banyak hal. Belum lagi dapet perhatian dan kasih sayang dari semua orang yang mencintai gue…duhh. I’m so lucky….&lt;img alt=":P" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/10.gif" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-116305924383198051?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/116305924383198051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=116305924383198051&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/116305924383198051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/116305924383198051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/11/kala-ku-sehat-kala-ku-sakit.html' title='kala ku SaKiT'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-116296471813445335</id><published>2006-11-08T12:40:00.000+07:00</published><updated>2006-11-18T22:01:38.386+07:00</updated><title type='text'>oLeH-oLeH lEbArAn…</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk saudara-saudara seiman,&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33ff33;"&gt;Selamat idul Fitri!&lt;br /&gt;Minal aidin wal faidzin, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33ff33;"&gt;mohon maaf lahir dan bathin…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hee…kata-kata di atas terbilang terlambat ya, kalau baru gue publish sekarang?&lt;br /&gt;Mengingat sekarang sudah dua minggu berlalu sejak hari lebaran.&lt;br /&gt;Yah…tentunya ada cerita, di balik semua ini (kapan sih gue nggak punya cerita &lt;img alt=";)" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/3.gif" /&gt; ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah beberapa tahun terakhir ini gue udah nggak punya agenda ‘mudik’ saat lebaran.&lt;br /&gt;Lha, udah nggak ada yang di-mudik-in…&lt;br /&gt;Maka, silaturahmi keluarga pun hanya berlangsung di kota tempat tinggal saat ini : Jakarta dan Bandung. Ditambah satu agenda kecil berkunjung ke suatu tempat lain…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;21-22 Oktober 2006&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kami sekeluarga (bokap, nyokap, gue, ade gue, ade gue lagi) berkunjung ke daerah pantai Pangandaran yang baru terkena tsunami baru-baru ini.&lt;br /&gt;Perjalanan Bandung-Pangandaran yang normal waktu tempuhnya 4jam kami tempuh selama 9 jam! Yah maklumlah, kan berjalan seiring seirama dengan para pemudik…Sebagai pengemudi, dibutuhkan ekstra kesabaran untuk menghadapi macetnya lalu lintas dan bawelnya para penumpang. Fiuhh.&lt;br /&gt;Di Pangandaran, gue takjub melihat daerah sepanjang pantai. Masih inget banget gue gimana pemandangan Pangandaran yang gue liat 2 tahun yang lalu. Dibandingin dengan sekarang, bedanya banget bangetttt…. &lt;img alt="/:)" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/23.gif" /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pantai Pangandaran yang dulunya selalu penuh manusia, kios-kios berjejalan, sampah bertebaran dimana-mana, sekarang jadi bersiiiiiiiiiiiiih sekali. Subhanallah…gue masi inget dulu waktu ngadain aksi bersih pantai di sana, yang sampe rada2 frustasi saking kotornya itu pantai…dan semua itu sekarang lenyap hanya dengan satu terjangan gelombang laut… &lt;img alt="^:)^" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/77.gif" /&gt;&lt;br /&gt;Trus, prihatin sekali rasanya waktu berkunjung ke kamp penampungan para korban bencana. Sudah hampir 4 bulan setelah bencana, tapi mereka semua masih hidup darurat di sana. Walaupun jumlah pengungsi di sana jauh lebih sedikit daripada para pengungsi di Aceh, mereka kelihatan jauh lebih sengsara. Sepertinya nggak banyak yang memperhatikan mereka selama ini. Kalo waktu di Aceh gue liat mobil-mobil raksasanya NGO-NGO berseliweran dimana-mana, di Pangandaran gue nggak ngeliat satu pun tanda-tanda ada NGO. Kenapa begitu ya? &lt;img alt=":-?" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/39.gif" /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan pulang dari Pangandaran yang diharapkan akan lebih mulus daripada waktu perginya ternyata melenceng jauh dari harapan. Sempet selama tiga jam kami berkendara dengan kecepatan 10 meter per 10 menit. Stres abiss. &lt;img alt=":((" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/20.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#ff0000;"&gt;23 Oktober 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah menginap semalam di rumah Bandung, kami sekeluarga kembali ke Jakarta. Nah, kali ini perjalanan penuh derita sebelumnya terbayarkan dengan puas. Jalanan Bandung-Jakarta kosong melompong! Gue pun meluncur dengan penuh sukacita, Bandung-Jakarta ditempuh hanya dalam waktu 1 JAM! Huehehehheee…Dan eh, ini gue mengemudi dengan baik loh. Everthin’s under control. Malah kadang-kadang bokap bilang masih kurang kenceng….&lt;img alt=":-j" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/78.gif" /&gt;&lt;br /&gt;Sampe rumah Jakarta, ceritanya mau kerja bakti bersih-bersih seisi rumah. Tapi entah kenapa badan gue menolak ikut. Pusing luar biasa. Trus gue tidur, tp dengan sindiran-sindiran tiada henti dari nyokap (nyetir 1 jam aja istirahatnya 5 jam…) Hiks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;24 Oktober 2006&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lebaran! Ngikut kepala keluarga, gue berlebaran di tgl 24 Oktober. Ini pertama kalinya kami sekeluarga jadi &lt;em&gt;host&lt;/em&gt; untuk keluarga bokap. Keliatannya kerjaannya sepele, tapi maaak….capenya ampun-ampunan.&lt;br /&gt;Di sore hari smua orang tepar, maka kita pun membatalkan semua rencana berkunjung ke rumah keluarga yang lain yang ada di Jakarta jg. &lt;img alt=":(" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/2.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;25 Oktober 2006&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Akhirnya, hari ini menjadi hari berkeliling ke rumah eyang-eyang. Agenda ini selalu jadi agenda favorit gue n ade gue tiap tahun. Soalnya, tiap berkunjung ke rumah saudara-saudara kita ini, pasti tak akan pulang dengan tangan eh kepala kosong. Oleh-oleh cerita selalu ada.&lt;br /&gt;Di rumah eyang ketiga, gue pusing-pusing lagi. Gue terus-terusan bersandar di sofa. Tiap disuruh berdiri rasanya pengen nangis. Sakit banget. Eyang gue negur gue soal menjaga kesehatan. Dan satu kalimatnya yang gue inget banget, “Ati-ati lho. Kalo pusing dibawa tidur nggak ilang, berarti ada yang nggak beres,” &lt;img alt="[-X" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/68.gif" /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu gue nggak terlalu serius nanggepin kata-kata itu. Yang gue yakini, anemi dan darah rendah gue kambuh. Itulah yang nggak beres, jadi seharusnya pasti ‘terbayar’ dalam beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;26 Oktober 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah sekali lagi berkunjung ke rumah eyang gue yang lain, kami berlima pulang ke Bandung. Gue masih ngerasa nggak fit, tapi kok rasanya gue merasa terhina ya kalo bokap yang nyetir. Cara berpikir gue begini : kalo nanti sampe rumah gue nggak enak badan lagi, pasti gue nggak bias ngapa-ngapain. Kalo gue nyetir, &lt;em&gt;at least I’ve made myself useful&lt;/em&gt;…&lt;img alt="" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/15.gif" /&gt; Jadi, kembalilah gue menyetir.&lt;br /&gt;Sore harinya, habis makan gue langsung pingsan sampe pagi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;27 Oktober 2006&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gue bangun dengan segar bugar. Tapi di siang hari pusing-pusing lagi. Bokap, nyokap, n ade bungsu gue pulang ke Jakarta. Malam harinya demam lagi. Perut sakit.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;28 Oktober 2006&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Periksa darah. Hasilnya belum mmberi kepastian yg jelas, tapi nyokap curiga gue kena &lt;em&gt;typhoid&lt;/em&gt;. Gue nggak boleh jalan-jalan. Disuruh &lt;em&gt;bedrest&lt;/em&gt;. &lt;img alt=":(" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/2.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;29 Oktober 2006&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Badan makin nggak enak. Gue menderita kalo diajak ngomong atw mikir. Banyak sms tak terbalas, telepon tak tertanggapi dengan baik. Maafkan yaa…&lt;br /&gt;Oya si ade bungsu kembali datang demi diriku…huk huk jadi terharu. Ade cowo yg satu ini bener2 tiada duanya deh. &lt;em&gt;He took care of me very well&lt;/em&gt;. Masi abg tapi masakannya enak sekali looh….nyam nyam… &lt;img alt="=" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/38.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;30 Oktober 2006&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Periksa darah lagi. Hb yang tadinya uda rendah, turun lagi. Dan gue makin menderita… Malemnya, ayahbunda datang kembali. Kami tidur bertiga sekamar, dengan gue yang nggak bisa tidur semaleman karena demam. &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/37.gif" alt="(:" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;31 Oktober 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nyokap bawa gue ke temennya yang praktek di RS Advent Bandung. Eh abis itu nggak boleh pulang lagi. Langsung opname. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah itu gue kemping 6 hari di rumah sakit, menghabiskan 17 botol infus dan 1,5 tabung oksigen. Dan sakit apakah gue? Hehehe…agak-agak rakus, gue ambil paket Demam Berdarah dan Typhus sekaligus. &lt;img alt=":P" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/10.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini gue sedang dalam masa pemulihan. Masih tidak boleh banyak berdiri, berjalan, dan bekerja. Masih banyak makanan pantangan. Masih banyak obat yang harus diminum pada jam-jam tertentu. Sampai kapan ya? &lt;img alt=":-S" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/17.gif" /&gt; Yah…doakan saja lah ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, itu oleh-oleh gue dari lebaran taun ini. Rencana kegiatan pengisi sisa liburan gue yang udah dari kapantau disusun gagal total. Sebagai gantinya, gue diberi kesempatan untuk menghabiskan sisa liburan dengan mempelajari bagaimana berdamai dengan rasa sakit….&lt;img alt=":-&lt;" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/46.gif" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-116296471813445335?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/116296471813445335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=116296471813445335&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/116296471813445335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/116296471813445335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/11/oleh-oleh-lebaran.html' title='oLeH-oLeH lEbArAn…'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-116121656537509038</id><published>2006-10-16T07:05:00.000+07:00</published><updated>2006-11-18T21:59:16.970+07:00</updated><title type='text'>tentang sebuah kePERCAYAan, tentang sebuah HARAPAN</title><content type='html'>&lt;span style="color:#330000;"&gt;Dalam sebuah kesempatanku berkenalan dengan seseorang,&lt;br /&gt;aku bercerita tentang satu pengalamanku.&lt;br /&gt;Tanpa maksud lain selain berbagi pengalaman, aku bercerita dengan energi yang meluap-luap. Semangat, sepenuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kuharap tentang responnya?&lt;br /&gt;Tidak ada. Soalnya, aku memang tidak bercerita dengan harapan mendapat respon tertentu.&lt;br /&gt;Tapi betapa terkejutnya aku, saat kalimat pertama yang meluncur dari mulutnya seusai ku bercerita adalah berupa tuduhan.&lt;br /&gt;“Kamu bohong, ya?” katanya sambil melihatku dengan mata menyipit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sama sekali tidak berpikir atau menduga-duga sebelumnya tentang respon apa yang akan kuperoleh atas ceritaku. Tapi, respon yang satu ini benar-benar terasa seperti petir yang menyambar di siang bolong.&lt;br /&gt;Aku tidak bisa berkata-kata, hanya menatap sang kenalan baru dengan ekspresi tanda tanya besar. Kata-kata yang tak tersampaikan padanya secara langsung itu, yang hanya berhamburan dalam kepalaku saat itu, adalah :&lt;br /&gt;H..how? Why? How?&lt;br /&gt;How could u say that?&lt;br /&gt;We’ve just even know each other, yet u said such those words?&lt;br /&gt;Geez. Put aside the truth, u really don’t know anything about manner, do u?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku meninggalkan sang teman baru dengan perasaan tersinggung berat.&lt;br /&gt;Maklum, tidak tiap hari aku berkenalan dengan seseorang yang tanpa tedeng aling-aling langsung menyatakan ketidakpercayaannya pada diriku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;Pikiran dan perasaan penasaran tentang sang kenalan baru hanya muncul sebentar. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;Tak lama, aku bahkan sudah hampir melupakan keberadaannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;Tapi tak terduga, Tuhan berkehendak lain.&lt;br /&gt;Aku kembali bertemu, dan berinteraksi dengannya, dalam sebuah kegiatan.&lt;br /&gt;Saat itu, aku kembali mendapat kesempatan melihat dan mendengarnya.&lt;br /&gt;Mendapat kesempatan untuk kembali memperhatikannya, berusaha memahami pemikirannya, berusaha mengerti perasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tanpa ada lagi rasa tersinggung, rasa marah atau rasa kecewa,&lt;br /&gt;aku bisa dengan mudah melihat, mendengar, dan merasakan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia, seperti diriku, hanya seorang anak manusia&lt;br /&gt;yang telah berjalan ratusan atau ribuan langkah,&lt;br /&gt;dan mungkin masih akan berjalan puluhan atau ratusan ribu langkah lagi.&lt;br /&gt;Ia, seperti diriku, hanya seorang perempuan,&lt;br /&gt;yang hatinya telah sempat berkenalan dengan rasa manis dan pahit,&lt;br /&gt;dan mungkin masih lagi akan berkenalan dengan jutaan rasa lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apa yang pernah terjadi dalam hidupnya,&lt;br /&gt;dari ketinggian seberapa ia pernah terjatuh dari terbangnya,&lt;br /&gt;hingga sedalam apa lukanya yang tertoreh dan belum tersembuhkan,&lt;br /&gt;aku bisa melihat, mendengar dan merasanya.&lt;br /&gt;Dan segalanya pun terjelaskan.&lt;br /&gt;Tentang timbunan prasangka, tentang ketidakpercayaan yang senantiasa&lt;br /&gt;menyelimuti pikiran dan perasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia, seperti diriku, hanya seorang anak manusia, seorang perempuan,&lt;br /&gt;yang pernah memberikan penuh sebuah kepercayaan,&lt;br /&gt;namun merasakan satu kekecewaan besar atas harapannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Tentang sebuah kepercayaan, ada satu harapan di sana.&lt;br /&gt;Dan tentang sebuah pengharapan, ada peluang akan satu kekecewaan di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghapus kemungkinan untuk kecewa, kurasa siapa pun menginginkannya.&lt;br /&gt;Dan bukan tak mungkin, bukan tak mudah mewujudkannya.&lt;br /&gt;Bunuh saja impian itu, buang saja harapan itu.&lt;br /&gt;Maka dijamin, tak akan kau cicipi sebuah kekecewaan.&lt;br /&gt;Ya, segampang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri pernah mengambil pilihan itu.&lt;br /&gt;Terjatuh dan terluka parah setelah terbang tinggi&lt;br /&gt;dan dihadiahi satu kekecewaan atas sebuah harapan,&lt;br /&gt;membuatku takut untuk terbang lagi,&lt;br /&gt;membuatku takut untuk kembali merengkuh harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak terbang, takkan mungkin ku terjatuh.&lt;br /&gt;Jika tidak berharap, takkan mungkin ku kecewa.&lt;br /&gt;Jika tidak percaya, takkan mungkin ku dikhianati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku pun tidak terbang, tidak berharap, tidak percaya.&lt;br /&gt;Dan benar aku pun tak terjatuh, tak kecewa, tak dikhianati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun....&lt;br /&gt;Selain tak lagi ada kemungkinan untuk jatuh,&lt;br /&gt;aku juga tak lagi mendapat kesempatan&lt;br /&gt;untuk menyaksikan segala yang indah dari ketinggian,&lt;br /&gt;untuk merasakan bebas, lepas dan nikmatnya terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tiadanya peluang untuk kecewa pun terjamin&lt;br /&gt;dengan tiadanya pula peluang terpenuhinya harapan.&lt;br /&gt;Dan pergi pula sebuah kesempatan&lt;br /&gt;untuk merasakan nikmatnya bermimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saat kupastikan takkan terkhianatinya diriku&lt;br /&gt;dengan mewaspadai siapapun yang mencoba mendekat,&lt;br /&gt;mengapa tetap tak bisa kurengkuh rasa aman itu?&lt;br /&gt;Mengapa, tetap tak kunikmati nyaman,&lt;br /&gt;walau prasangka dan jarak tlah kucipta&lt;br /&gt;demi melindungi diri ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, aku lelah.&lt;br /&gt;Dan mengapa tak pernah ada&lt;br /&gt;nikmat yang betul membahagiakan&lt;br /&gt;setelah setumpuk lelah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itukah yang kuingin?&lt;br /&gt;Membungkus diri untuk mencegah adanya luka&lt;br /&gt;dan membuang kesempatan untuk merasa nikmatnya hidup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan, bukan itu...&lt;br /&gt;Bukan itu yang kuingin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin bebas itu...&lt;br /&gt;aku ingin lepas itu....&lt;br /&gt;aku ingin nikmat itu...&lt;br /&gt;Yang kuingin, HIDUP itu.&lt;br /&gt;Yang kuingin, IHKLAS itu.&lt;br /&gt;Yang kuingin, CINTA itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat ku percaya, saat ku berharap,&lt;br /&gt;bukan karna kutahu ku takkan terkhianati,&lt;br /&gt;bukan karna kutahu ku takkan terkecewakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ku percaya, &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;karena ku ingin percaya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;- h e i D Y -&lt;br /&gt;yang HIDUP, yang IKHLAS. yang PENUH CINTA.&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-116121656537509038?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/116121656537509038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=116121656537509038&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/116121656537509038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/116121656537509038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/10/tentang-sebuah-kepercayaan-tentang.html' title='tentang sebuah kePERCAYAan, tentang sebuah HARAPAN'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-115810029536997915</id><published>2006-09-13T05:24:00.000+07:00</published><updated>2006-09-27T02:36:42.333+07:00</updated><title type='text'>jika aku berkata cinta</title><content type='html'>jika aku berkata &lt;span style="color:#ff6666;"&gt;cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;aku dapat mengatakannya padamu,&lt;br /&gt;ya, kamu, yang sekarang ada di sampingku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika aku berkata &lt;span style="color:#ff6666;"&gt;cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;aku dapat mengatakannya padamu,&lt;br /&gt;ya, kamu, yang sekarang ada di hadapanku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika aku berkata &lt;span style="color:#ff6666;"&gt;cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;aku dapat mengatakannya padamu,&lt;br /&gt;ya, hey, kamu yang ada di situ!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika aku berkata &lt;span style="color:#ff6666;"&gt;cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;aku dapat mengatakannya padamu,&lt;br /&gt;ya, wahai kamu yang ada di sana!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika aku berkata &lt;span style="color:#ff6666;"&gt;cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;aku ingin membisikkannya padamu, padamu, padamu, dan padamu&lt;br /&gt;jika aku berkata &lt;span style="color:#ff6666;"&gt;cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;aku ingin meneriakkannya pada dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin men&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;cinta&lt;/span&gt;NYA&lt;br /&gt;yang hadir dalam dirimu, dirimu, dirimu, dan dirimu&lt;br /&gt;dan dalam setiap jiwa lainnya di alam semesta ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan,&lt;br /&gt;tentang seseorang,&lt;br /&gt;Tuhan...ijinkan aku men&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;cinta&lt;/span&gt;nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teruntuk seseorang,&lt;br /&gt;aku tidak ingin, men&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;cinta&lt;/span&gt;mu&lt;br /&gt;bagai satu jiwa lain melebihi yang lainnya&lt;br /&gt;namun  yang ku ingin, men&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;cinta&lt;/span&gt;mu&lt;br /&gt;bagai separuh jiwa yang adalah bagian dari jiwaku sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1009 2006&lt;br /&gt;(dy)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-115810029536997915?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/115810029536997915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=115810029536997915&amp;isPopup=true' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/115810029536997915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/115810029536997915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/09/jika-aku-berkata-cinta.html' title='jika aku berkata cinta'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-115621044134594094</id><published>2006-08-21T08:29:00.000+07:00</published><updated>2006-08-22T08:39:18.603+07:00</updated><title type='text'>Apa Gue Gila ???</title><content type='html'>Apakah orang gila tahu bahwa dirinya gila?&lt;br /&gt;Katanya sih nggak mungkin.&lt;br /&gt;Dgn kata lain, kata orang, orang sakit jiwa nggak mungkin bilang 'gue sakit jiwa'.&lt;br /&gt;Tapi gue nggak yakin itu bener.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya, sempat pada suatu masa, beberapa waktu yg lalu, gue begitu.&lt;br /&gt;Gue sempet curiga bahwa gue sakit jiwa, tapi relieved karna ada pikiran "Ah, ngga mungkin gila beneran. Kan katanya orang gila nggak akan tau dirinya gila?"&lt;br /&gt;Walau gue nggak tau tepatnya kondisi gue waktu itu disebut apa, tapi gue yakin sekali kondisi jiwa gue sedang tidak sehat.&lt;br /&gt;Dan tidak sehat = sakit, kan?&lt;br /&gt;Dan nyaris memotong kabel telpon, nusuk supir angkot pake payung, ngiris-ngiris tangan atau makan tissue (padahal masih ada nasi), itu bukan termasuk gejala orang waras, kan?&lt;br /&gt;Coba, coba....kok bisa2nya ya waktu itu, gue lebih tertarik ama tissue daripada nasi dan daging? Ck ck ck.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eits, jangan ketawa!&lt;br /&gt;Eh enggak ding, kalo cuman ketawa sih boleh.&lt;br /&gt;Yang gue sarankan jangan adalah menertawakan dengan hina.&lt;br /&gt;Dulu, gue nggak abis pikir kalo denger kabar tentang orang yg nyoba bunuh diri.&lt;br /&gt;Apa dia nggak mikir, dengan begitu tetep aja dia nggak nyelesein masalah?&lt;br /&gt;Okelah masalah di dunia ditinggalin, lha di akherat begimane?&lt;br /&gt;Di neraka selamanya, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, gue bisa menebak jawabanannya.&lt;br /&gt;Man....gue juga tau, tissue tuh nggak enak.&lt;br /&gt;Gue juga tau, ngiris tangan, nusuk supir angkot atau motong kabel telpon tuh nggak ada untungnya.&lt;br /&gt;Gue masih bisa mikir, kok.&lt;br /&gt;Pikiran gue jelas-jelas masih berkata bahwa segala yang gue lakukan itu enggak bener, enggak baik.&lt;br /&gt;Tapi entah bagaimana, masih ada yg ngalahin pikiran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan minta gue cerita tentang hal apa yang membuat gue jadi seperti itu.&lt;br /&gt;Menurut gue, parameter berat ringannya masalah itu relatif.&lt;br /&gt;Dan jujur, gue malu sekali kalau harus mengingatnya lagi.&lt;br /&gt;Masalah gue, mungkin terbilang ringan bagi temen-temen yg lain.&lt;br /&gt;Tapi pemikiran itulah yg bikin gue makin stres.Justru dengan berulang kali berkata pada diri sendiri, "Masalah elo tuh cetek, nggak ada apa-apanya. Ello tuh sebenernya nggak punya masalah apa-apa lagi, jangan cengeng ah!", pada akhirnya gue nggak kuat lagi, meledak, dan jadi gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue nggak tau apa istilah psikologi yg tepat utk kondisi gue saat itu.&lt;br /&gt;Tp yg jelas, gue tau, jiwa gue tidak baik-baik saja.&lt;br /&gt;Sebisa mungkin gue menghindar bertemu dengan orang yg akan bertanya, "apa kabar?"&lt;br /&gt;Karna pasti, kebohonganlah yang terucap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa gue, waktu itu tidak baik-baik saja.&lt;br /&gt;Gue bisa merasakan perang antara 'pemikiran waras' dan 'pemikiran gila' dalam diri gue. Misalnya begini....&lt;br /&gt;Si gila : Lakukan!&lt;br /&gt;Si waras : Jangan, gila, apa?!&lt;br /&gt;Si gila : Iya, emang gue lagi gila, kan?&lt;br /&gt;Si waras : Elo nggak gila! Elo yang kepengen gila!&lt;br /&gt;Si gila : Iya, emang pengen, trus napa? Elo juga pengen kan? Nggak usah sok manis deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, utk yg belum pernah (gue doakan nggak akan pernah) mengalami ini, gue sarankan utk nggak tertawa meremehkan dan bilang 'Ah, parah. kayaknya nggak mungkin banget ini terjadi pada gue,"&lt;br /&gt;Elo, nggak tau rasanya.&lt;br /&gt;You haven't been there.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan gue bisa bilang begini, karna gue juga dulu sering ngomong begitu.&lt;br /&gt;Kpd orang-orang yang sudah lebih dulu pernah mengalami ketidakwarasan yang saya komentari seenaknya, maafkan saya ya... now i know how u feel..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal di atas bisa gue ceritakan dengan santai karna saat ini insyaAllah gue sudah keluar dari fasa itu.&lt;br /&gt;Penyakit aneh itu, alhamdulillah akhirnya sembuh.&lt;br /&gt;Fyi, obatnya tak lain tak bukan adalah agama.&lt;br /&gt;Ehm...mungkin ketimbang 'agama', lebih tepat disebut 'kembali pada Tuhan'.&lt;br /&gt;Dan dlm kasus gue, salahsatu caranya adalah dengan ikut pengajian, dengerin ceramah, dzikir n solat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo ada yg tanya...sesimpel itu?&lt;br /&gt;Jawabannya : yeah, sesimpel itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;Kegilaan itu diawali oleh sesuatu yang rumit, lahir karena keruwetan pikiran, yg pada akhirnya terobati hanya dengan menyerah pada kesederhanaan.&lt;br /&gt;Dan dengan kembali pada Tuhan, kesederhanaan itu tiba-tiba saja terlihat dengan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADA yg bisa mengalahkan kekuatan nafsu pikiran itu...&lt;br /&gt;ADA yg bisa menghentikan perang pikiran itu...&lt;br /&gt;dan keberADAannya tidak jauh, sungguh.&lt;br /&gt;Berhenti sejenak dan dengarkan hati.&lt;br /&gt;Selama ini, ternyata DIA ada di sana.&lt;br /&gt;Selalu ADA.&lt;br /&gt;DIA tak pernah pergi, tak pernah menjauh.&lt;br /&gt;Akulah yang melupakannya, dan tanpa sadar pergi menjauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, aku tak akan memohonMU untuk tidak menjauh dariku.&lt;br /&gt;Karena KAU, bagaimana pun memang tak pernah pergi.&lt;br /&gt;Tapi...bolehkah aku memohon bantuanMU untuk menjaga langkahku,agar selamanya tak akan pernah lagi tergelincir menjauh dariMU?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 14 Agustus 2006.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-115621044134594094?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/115621044134594094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=115621044134594094&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/115621044134594094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/115621044134594094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/08/apa-gue-gila.html' title='Apa Gue Gila ???'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-115556441208816362</id><published>2006-08-13T20:59:00.000+07:00</published><updated>2006-11-20T09:07:04.418+07:00</updated><title type='text'>Matematika dan Masalah</title><content type='html'>&lt;span style="color:#009900;"&gt;Akhirnya, sempat juga kembali menyentuh komputer!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Fiuhhh....ehehehehe. &lt;img alt="#:-S" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/18.gif" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Ini serius loh, engga main-main dan engga hiperbolis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Kira-kira mulai dua minggu yang lalu, saya memasuki dunia pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Jadi selain penulis, profesi saya sekarang adalah pengajar (backsound: cieee..ehm, ehm!&lt;img alt="" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/15.gif" /&gt; )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Namun sampai hari ini, pekerjaan baru saya itulah yang lebih menyita waktu....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Komputer tak tersentuh, bahan tulisan pun menumpuk dalam kepala...huhhuu.... &lt;img alt=":(" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/2.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Ya, saya bergabung dengan sebuah lembaga bimbingan belajar, menjadi salah satu staf pengajar di sana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Mata pelajaran yang saya geluti adalah matematika.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Sejak kecil saya memang menyukai matematika, walau sangat jauh dari predikat jenius.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Namun, tidak sejak awal saya telah memutuskan untuk mengajar matematika. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Awalnya, saya tidak bisa memilih antara matematika dan Bahasa Inggris.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Keduanya merupakan hal yang selalu saya sukai sejak di bangku sekolah dulu hingga sekarang.  &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/3.gif" alt=";)" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Waktu diadakan tes potensi akademik (dalam hal ini bukan tes IQ, melainkan benar-benar tes sesuai mata pelajaran yang dipilih).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Di antara kedua mata pelajaran yang saya minati, saya memutuskan untuk menjalani tes bahasa inggris terlebih dulu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Kenapa? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Karena menurut saya itulah yang termudah, yang saya yakin dapat menyelesaikan semuanya TANPA MASALAH (soal-soal anak smp, gitu lho!).&lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/23.gif" alt="/:)" /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Tapi ketika mengikuti tes praktek (presentasi mengajar di depan kelas), barulah saat itu saya menyadari kelemahan saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Saya merasa bahwa Bahasa Inggris itu sangat mudah, karena tidak pernah merasa mendapat masalah dalam mengahadapinya.&lt;/span&gt; &lt;img alt="" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/70.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Karena tidak sadar akan adanya masalah, saya pun tidak sadar tentang bagaimana saya menyelesaikannya, tidak sadar tentang apa yang saya pelajari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Tidak ada masalah, tidak ada pelajaran, lalu apa yang bisa saya ajarkan? &lt;img alt="#-o" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/40.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Beda halnya dengan matematika.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Saya mungkin tidak cerdas, mungkin tidak merasa bahwa soal-soal matematika adalah sangat mudah, tapi saya tidak mau berhenti sebelum dapat menyelesaikannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Sebuah soal matematika berarti sebuah tantangan, dan saya menyukainya.&lt;/span&gt; &lt;img alt="=" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/38.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Sebagai seorang yang tidak jenius, tidak jarang saya mengerutkan dahi ketika mengerjakan matematika.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Saya sadar akan masalahnya, sempat mengetahui dimana letak kesulitannya, barulah saya merangkak menelusuri jalan penyelesaiannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Dan saat dapat menemukan pintu keluarnya, selama apapun waktu yang harus dihabiskan untuk itu, rasanya tidak ada yang dapat mengalahkan kepuasan saya. &lt;img alt="" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/15.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Saya kira saya BERUNTUNG karena tidak pernah bermasalah saat menghadapi bahasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Tapi ternyata tidak demikian. &lt;img alt="[-)" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/33.gif" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Saat menghadapi matematika, saat merasakan adanya masalah, di sanalah saya belajar.Dan di sanalah terdapat KEBERUNTUNGAN YANG SEBENARNYA.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Matematika dan Masalah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Ini mengingatkanku pada hal lainnya : Kehidupan dan Masalah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Saat menghadapi hidup, pernahkah aku merasakan adanya masalah? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Tidak jarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Tidak jarang aku jugkir balik karena masalah hidup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Tidak jarang aku menangis histeris, stres oleh masalah dalam hidup. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Tidak jarang aku merasa iri pada orang-orang yang KELIHATANNYA beruntung, hidup tanpa masalah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Tapi, ada yang sangat-tidak-tidak-jarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Sangat jarang aku menyadari bahwa masalah dalam kehidupan telah membuatkubelajar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Sangat jarang aku menyadari bahwa dengan pernah bermasalah, aku dapat berbagi pengalaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Sangat jarang aku menyadari bahwa dirikulah yang sebenarnya beruntung karena dianugerahi masalah hidup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Dan sangat jarang, aku bersyukur karena semua itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Astaghfirullahalladziim. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-115556441208816362?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/115556441208816362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=115556441208816362&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/115556441208816362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/115556441208816362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/08/matematika-dan-masalah.html' title='Matematika dan Masalah'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-115556375631365997</id><published>2006-08-13T20:45:00.000+07:00</published><updated>2006-08-22T08:35:16.953+07:00</updated><title type='text'>in memoriam of Icha</title><content type='html'>&lt;span style="color:#663366;"&gt;Icha...sekarang kamu dimana, sayang?&lt;br /&gt;Bagaimana rasanya di alam sana?&lt;br /&gt;Ah, anak sekecilmu tentu tidak akan kesusahan, ya?&lt;br /&gt;Di usia sedini ini telah menghadapNya, tidak terbayang olehku dosa apa saja yang sempat kamu perbuat selama hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup sesingkat itu...siapa yang tahu?&lt;br /&gt;Apa kamu pernah tahu, sayang?&lt;br /&gt;Apa kamu pernah menebaknya, mengira-ngiranya, sayang?&lt;br /&gt;Bahwa hidupmu sesebentar itu...&lt;br /&gt;Aku, sama sekali tak menyangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita pertama kali bertemu, sama sekali tak terpikir olehku bahwa itu adalah sebuah kesempatan emas yang dianugerahkanNya padaku.&lt;br /&gt;Bagaikan sebuah kesempatan dalam kesempitan, begitulah istilah yang dulu populer di masa-masa ujian sekolahan.&lt;br /&gt;Masa-masa kita bermain bersama, tak pernah terbayangkan sebelumnya olehku bahwa itu adalah kesempatan terakhirku bercengkrama denganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat malaikat pencabut nyawa sedang menunggu hitungan detik untuk melaksanakan tugasnya,tak pernah kutahu, tak pernah sedikit pun terpikir atau terbayang olehku,bahwa waktuku untuk bersamamu tak lagi banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, setelah waktu itu habis, aku terpaku.&lt;br /&gt;Aku tercenung, mengenang sosokmu.&lt;br /&gt;Apakah aku telah menggunakan waktuku dengan baik?&lt;br /&gt;Ataukah aku telah menyia-nyiakan kesempatan emas itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan yang sebentar itu, adalah emas bagiku.&lt;br /&gt;Aku sempat mengenalmu, aku sempat mendapat senyummu, aku sempat mendapat kepercayaanmu,aku sempat menyentuhmu, aku sempat mendapat sayangmu.&lt;br /&gt;Semua itu, adalah emas bagiku...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;and I'll treasure that for the rest of my life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Sayang, sempatkah kamu mendapatkan sesuatu dariku?&lt;br /&gt;Sempatkah aku memberimu sesuatu yang tidak sia-sia?&lt;br /&gt;Adakah, satu, saja...&lt;br /&gt;satu, saja....hal yang berharga yang sempat kuberikan bagimu..&lt;br /&gt;yang terkenang selama sisa hidupmu yang sangat singkat itu?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Pada suatu siang, di tengah perjalanan ke suatu tempat, seorang teman menelepon ke HP.&lt;br /&gt;Ucapan 'halo' dari saya langsung dibalas dengan sepatah kalimat super singkat dan padat : "Dy, Icha meninggal."&lt;br /&gt;Kedua kaki langsung berhenti berjalan.&lt;br /&gt;Sementara jantung tiba-tiba bekerja sepuluh kali lipat lebih cepat, saya menanggapi perkataan itu dengan suara yang sama sekali tidak pelan, "ICHA SIAPA?!"&lt;br /&gt;Jawaban yang saya terima setelah itu bukan lagi kalimat singkat, melainkan kalimat-kalimat penjelas yang entah kenapa rasanya membuat sekujur tubuh membeku.&lt;br /&gt;Yang meninggal dunia itu, bukan 'siapanya' seorang yang saya kenal.&lt;br /&gt;Yang wafat itu, adalah seorang yang saya kenal langsung.&lt;br /&gt;Seorang yang belum lama saya kenal, tapi sosoknya telah memiliki tempat di hati ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Almarhumah adalah salah satu anak kelas menulis kreatif yang saya 'asuh' pada kegiatan liburan kemarin.&lt;br /&gt;Ya Allah...rasanya susah sekali untuk percaya.&lt;br /&gt;Susah sekali, untuk percaya bahwa 'anak' saya itu telah tiada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam angkutan kota, saya duduk dengan isi pikiran melayang ke masa beberapa minggu sebelumnya.&lt;br /&gt;Masa-masa dimana saya masih berinteraksi dengannya, bermain dan sebagainya.&lt;br /&gt;Masa-masa dimana ia sering sekali memeluk saya, ngelendot, bermanja-manja.&lt;br /&gt;Masa-masa dimana ia banyak sekali melontarkan ucapan canda dan terkadang saya menegurnya karena itu.&lt;br /&gt;Lalu saya ingat ketika terakhir kali kami bertemu, saya memberinya surat perpisahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan saya dalam surat itu tidak begitu pendek (mengingat saya susah sekali mengerem ketika menulis), dan sebenarnya berisikan apa-apa yang sebelumnya juga telah sering saya sampaikan padanya secara lisan: tentang apresiasi terhadap keberaniannya, tentang pengakuan atas keunggulannya dalam beberapa hal lain, tentang ajakan dan dorongan untuk terus berkarya, dan tentang teguran halus atas salah satu sikapnya yang terkadang membuat orang lain merasa tidak nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya ingin menangis ketika mengingat itu semua, ketika menyadari bahwa itu semua adalah kata-kata terakhir saya padanya.&lt;br /&gt;Saya tidak akan dapat menyampaikan apapun lagi padanya, dan begitu pula sebaliknya.&lt;br /&gt;Saya tidak akan pernah mendapatkan senyum atau candaan lagi darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama beberapa jam, pikiran saya menolak untuk menyimpan kembali kenangan itu dengan rapih dan berkonsentrasi pada kegiatan saya saat itu.&lt;br /&gt;Rasanya setengah bagian otak memerintahkan kedua tangan saya untuk bekerja di atas mouse dan keyboard komputer, namun setengah lagi masih berkelana dalam kenangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepergian 'anak' saya ini benar-benar meninggalkan sebuah pelajaran yang sungguh berharga.&lt;br /&gt;Pelajaran tentang kesempatan, pelajaran tentang syukur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Dalam sehari, tepatnya dalam 24 x 3600 detik, seberapa banyak aku bertemu dengan orang lain?&lt;br /&gt;Bangun tidur, bertemu adik dan sahabat yang tinggal serumah.&lt;br /&gt;Keluar rumah, bertemu tukang ojek, supir angkot, orang-orang di angkot atau di jalan.&lt;br /&gt;Di tempat yang dituju, bertemu teman-teman atau rekan belajar atau bekerja.&lt;br /&gt;Mungkin ada puluhan, atau mungkin ratusan orang yang sempat bertatap muka denganku setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain...ada puluhan, atau mungkin ratusan kesempatan.&lt;br /&gt;Bukan tak mungkin, di antara itu merupakan puluhan, atau juga ratusan kesempatan terakhir kami bertatap muka.&lt;br /&gt;Tapi, apa sajakah yang telah kulakukan pada semua kesempatan itu?&lt;br /&gt;Pada setiap orang yang mungkin tak akan pernah kutemui lagi, apa sudah kulakukan padanya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Apakah aku pernah meninggalkan sesuatu yang berharga baginya?&lt;br /&gt;Ataukah aku hanya seorang yang lewat begitu saja di hadapannya, yang tidak memiliki arti apapun baginya?&lt;br /&gt;Ataukah justru, aku adalah seorang yang ingin ia jauhi, seorang yang ia harap tak lagi ia temui?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 24 x 3600 detik setiap harinya, apa saja yang kulakukan tiap bertemu dengan orang lain?&lt;br /&gt;Seberapa banyak aku melempar senyum, dibandingkan dengan memasang wajah dingin atau bahkan mencemberuti mereka?&lt;br /&gt;Seberapa banyak aku menyapa ramah, dibandingkan dengan diam seribu bahasa atau bahkan memaki-maki mereka ?&lt;br /&gt;Seberapa banyak aku menawarkan bantuan, dibandingkan dengan bersikap tak mau tahu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Seberapa banyak aku menumbuhkan persahabatan, dibandingkan dengan mengobarkan permusuhan?&lt;br /&gt;Seberapa banyak aku merawat cinta, dibandingkan memelihara benci?&lt;br /&gt;Selama ini...apakah aku telah menggunakan kesempatanku dengan baik, ataukah hanya menyia-nyiakannya?&lt;br /&gt;Dan jika waktuku pun tiba suatu saat nanti, jika tak ada lagi kesempatan bagiku... apakah aku dapat meninggalkan dunia ini dengan tersenyum, mengenang hidupku yang indah, ataukah aku akan berteriak dan menangis menyesali segalanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Icha sayang...tidak hanya hidupmu, bahkan kepergianmu juga telah membuahkan sesuatu yang berharga bagiku.&lt;br /&gt;Membuahkan pemikiran, membuahkan kesadaran, membuahkan tekad untuk memperbaiki diri.&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah SWT, sang pemilik jiwa dan ragaku.&lt;br /&gt;Selamat jalan Icha...semoga damai dan bahagia menyertaimu, melebihi apapun yang pernah kamu cicipi di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan pada hari itu, tepatnya pada Jumat 4 Agustus 2006, tidak hanya satu berita duka yang saya peroleh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hanya berselang dua jam, sebuah berita duka lain sampai pada saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kali ini seorang 'kakak', yang tak usianya juga tak terpaut jauh dari saya, tiba-tiba dipanggil begitu saja olehNya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Innalillahi wa innailaihi rojiuun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Semoga amal ibadah mas Ahmad Bakti (alm) diterima di sisiNya. Amiin. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#993300;"&gt;Kepada keluarga almarhum, semoga dianugerahi kekuatan dan ketabahan menghadapi semua ujian ini. Amiiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#993300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#993300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-115556375631365997?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/115556375631365997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=115556375631365997&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/115556375631365997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/115556375631365997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/08/in-memoriam-of-icha.html' title='in memoriam of Icha'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-115414972091024426</id><published>2006-07-28T12:04:00.000+07:00</published><updated>2006-07-29T12:08:40.923+07:00</updated><title type='text'>AKU INGIN HIDUP!</title><content type='html'>&lt;span style="color:#009900;"&gt;Hidup berarti hitam, putih, abu, cokelat, oranye, kuning, hijau, biru, ungu, dan merah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Hidup berarti warna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Hidup berarti pahit, asam, asin, manis, pedas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Hidup berarti rasa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Aku ingin hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Aku ingin hitam dan putih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Aku ingin pahit dan manis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Aku ingin warna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Aku ingin rasa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Hidup berarti ada dan nyata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Hidup berarti gerak, tidak diam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Hidup berarti gairah, semangat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Hidup berarti syukur, bukan sesal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Hidup berarti tekad dan berjuang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Aku ingin hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Aku ingin ada dan nyata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Aku ingin gerak, tidak diam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Aku ingin gairah, semangat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Aku ingin syukur, bukan sesal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Aku ingin tekad dan berjuang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Hidup berarti berbagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Hidup berarti memberi dan menerima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Hidup berarti berdampingan dan bersentuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Hidup berarti bersama, tidak sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Hidup berarti cinta dan kasih sayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Hidup berarti dunia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Aku ingin hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Aku ingin berbagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Aku ingin memberi dan  menerima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Aku ingin berdampingan dan bersentuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Aku ingin bersama, tidak sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Aku ingin cinta dan kasih sayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Aku ingin dunia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#990000;"&gt;dari HIDUPku, karena aku HIDUP, dan demi HIDUPnya diriku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#990000;"&gt;Bandung, 28 Juli 2006 - HEIDY&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-115414972091024426?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/115414972091024426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=115414972091024426&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/115414972091024426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/115414972091024426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/07/aku-ingin-hidup.html' title='AKU INGIN HIDUP!'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-115336951584300493</id><published>2006-07-20T11:18:00.000+07:00</published><updated>2006-11-20T09:39:39.142+07:00</updated><title type='text'>working with CHILDREN</title><content type='html'>&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;em&gt;I’m not good with children&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Entah kenapa, sejak dulu saya merasa demikian. &lt;img alt=":(" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/2.gif" /&gt;&lt;br /&gt;Bukan karena tidak memiliki pengalaman sedikit pun dalam hal itu.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hey, you know what...I, once, was a mother to my little bro&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Tapi hampir semua kenangan tentang masa-masa itu adalah kenangan yang sangat tidak menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Full of stress, I became a high school girl who blow up easily&lt;/em&gt;. &lt;img alt="X(" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/14.gif" /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena itulah, saya selalu tidak memiliki kepercayaan diri yang penuh saat harus berhubungan langsung dengan anak-anak kecil.&lt;br /&gt;Dan mungkin itu juga yang menyebabkan tumbuhnya keyakinan dalam diri saya bahwa anak-anak pun pasti tidak tahu betapa saya menyukai mereka....&lt;br /&gt;............hingga beberapa waktu yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 30 Juni sampai dengan 9 Juli yang lalu, Pustakalana (perpustakaan, toko buku, dan ruang terbuka) mengadakan kegiatan liburan anak-anak.&lt;br /&gt;Saya diminta secara sukarela terlibat dalam kegiatan ini sebagai koordinator kelas menulis kreatif dengan di dalamnya juga termasuk tugas untuk merancang konsep rangkaian kegiatan kelas tersebut.&lt;br /&gt;Mungkin ini termasuk pekerjaan yang orang jawa bilang ‘sak det sak nyet’, atau kalo saya terjemahkan ke bahasa Indonesia dengan seenaknya berarti ‘tiba-tiba jadi’, karena saya baru dihubungi sebulan sebelumnya! &lt;img alt=":-SS" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/42.gif" /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebagai seorang &lt;em&gt;deadliner&lt;/em&gt; yang sudah terdidik dengan baik selama lima tahun kuliah dulu, tentu saja saya menyanggupi dengan optimis.&lt;br /&gt;Apalagi, keoptimisan itu didukung dengan suatu hal yang menjanjikan : saya tidak perlu terjun langsung menghadapi anak-anak itu karena status saya bukan fasilitator.&lt;br /&gt;Dalam kegiatannya nanti, saya akan dibantu beberapa orang fasilitator.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Yeah, I’ll just depend on them&lt;/em&gt;... &lt;img alt=":-?" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/39.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, melengganglah saya dengan percaya diri hingga hari-H tiba.&lt;br /&gt;Dengan kuota peserta 6 sampai 12 orang, kelas saya di hari pertama itu baru dihadiri oleh 4 orang anak.&lt;br /&gt;Dalam pikiran saya : &lt;em&gt;yeah, it’s a piece of cake&lt;/em&gt;! &lt;img alt="" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/67.gif" /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tak sampai sejam kemudian, saya langsung menyesali pikiran yang sama sekali tidak tepat itu.&lt;br /&gt;Ada anak yang protes mulu dan bolak balik kepingin kabur untuk jajan, ada anak yang terus menempeli saya, ada yang diam terus seribu bahasa, ada yang super mandiri sampai-sampai menolak untuk menyeberang jalan bersama-sama!&lt;br /&gt;Apanya yang &lt;em&gt;piece of cake&lt;/em&gt;...sepanjang kegiatan berlangsung gue STRES abis! &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/20.gif" alt=":((" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua, ‘anak’ saya nambah tiga orang, jadi jumlah keseluruhannya adalah 7 orang, yang kemudian tetap bertahan hingga hari terakhir.&lt;br /&gt;Tak disangka, kedatangan anak-anak baru ini membuat suasana kelas yang di akhir hari kemarin sudah mencair jadi membeku lagi...aaarrgggh.  &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/43.gif" alt="@-)" /&gt;&lt;br /&gt;Saya memberi instruksi demi instruksi nyaris tanpa berpikir, fokus 100% tertuju pada bagaimana-membuat-suasana-kelas-kondusif, bukan bagaimana-agar-seluruh-rencana-terwujud-di-lapangan.&lt;br /&gt;Di akhir hari, saya dihujani &lt;em&gt;feedback&lt;/em&gt; ketika evaluasi.&lt;br /&gt;Tapi sebenarnya bahkan tanpa evaluasi itu pun, mental saya sudah &lt;em&gt;down&lt;/em&gt; karena tahu betul bagaimana ‘tidak hidup’nya kelas saya hari itu. &lt;img alt=":(" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/2.gif" /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya lembur demi merombak rancangan kegiatan untuk hari berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ketiga, saya memulai hari dengan bahan bakar &lt;em&gt;full tank&lt;/em&gt; dan bertekad menularkan semangat saya pada semua ‘anak’ saya.&lt;br /&gt;Entah kenapa saat itulah saya baru menyadari bagaimana teman-teman setim yang bekerja dengan saya juga telah sepenuhnya mempercayai saya, begitu pula dengan anak-anak yang kami ‘asuh’.&lt;br /&gt;Hanya satu yang tidak yakin : saya sendiri. &lt;img alt=":-&lt;" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/46.gif" /&gt;&lt;br /&gt;Ibaratnya seorang pilot, keselamatan semua orang dipercayakan pada tangan saya yang menguasai alat kemudi.&lt;br /&gt;Dan apa jadinya jika sang pilot tidak yakin pada dirinya sendiri?&lt;br /&gt;Maka hari itu, saya belajar percaya pada diri saya sendiri, belajar meyakini setiap langkah yang saya ambil. &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/1.gif" alt=":)" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sadar, hari ketiga itu telah menjadi momen titik balik.&lt;br /&gt;Di hari-hari berikutnya, jika parameter kesuksesan kegiatan kelas saya bergantung pada kelancaran kegiatan serta semangat dan suasana kelas, maka mungkin saya akan menggambarkannya dalam bentuk grafik (hahha...&lt;em&gt;afterall, i still hold my bachelor degree of science &lt;img alt=":P" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/10.gif" /&gt; &lt;/em&gt;) yang terus menanjak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimana pun, oh my…&lt;br /&gt;Waktu dulu saya sempat beberapa kali bekerja sebagai fasilitator training (utk orang dewasa), saya selalu bilang itu cukup menguras tenaga. Setidaknya tenaga mental, karena jelas pekerjaan saya waktu itu bukan ‘nguli’.&lt;br /&gt;Sekarang, saya nggak akan menarik kembali ucapan itu, hanya mau menambahkan…semua itu masih engga ada apa-apanya dibandingkan bekerja dengan anak-anak kecil! &lt;img alt="#:-S" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/18.gif" /&gt;&lt;br /&gt;Dan rasaya saya kepingin tertawa terus kalau mengingat kembali keoptimisan saya dulu.&lt;br /&gt;Tentang bagaimana optimisnya saya dapat menyelesaikan pekerjaan ini tapi tanpa harus benar-benar berhubungan langsung dengan anak-anak.&lt;br /&gt;Pada akhirnya, sebagai fasilitator atau bukan, adalah tidak mungkin bekerja dengan anak-anak tanpa benar-benar ‘bersentuhan’ dengan mereka.&lt;img alt="[-X" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/68.gif" /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagi saya, energi yang diperlukan untuk melakukannya kira-kira setara dengan tiga kali lipat energi yang dibutuhkan saat bekerja sebagai fasilitator training orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran demi pelajaran terus saya dapatkan setiap harinya dalam kegiatan ini.&lt;br /&gt;Pelajaran-pelajaran berharga tentang bagaimana bekerja dengan anak-anak, tentang bagaimana memimpin sebuah tim, dan yang paling berharga : tentang diri saya sendiri. &lt;img alt=":-?" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/39.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang yang tidak memiliki status pekerja tetap di mana pun, pikiran tentang ketidakmandirian dan ketidakmapanan diri seringkali mengganggu saya.&lt;br /&gt;Sejujurnya, saat terlibat dalam kegiatan ini pun saya tidak pernah benar-benar lepas dari gangguan pikiran itu.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;What the hell i’m doing here...wasting my time and my energy, while my life still depends on my parent&lt;/em&gt;? &lt;img alt=":-L" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/62.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;But then, i got the answer&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I did not waste anything&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Mungkin ketimbang ‘bekerja’, semua yang saya lakukan itu lebih tepat disebut ‘training’.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;It IS another training&lt;/em&gt;, sebuah training yang sangat berharga, dan saya mendapatkannya secara GRATIS.&lt;br /&gt;Bukankah itu berarti saya luar biasa beruntung? &lt;img alt=":D/" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/69.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Saya menyukai anak-anak.&lt;br /&gt;Saya suka berlama-lama memandang mata mereka, seakan-akan itulah&lt;br /&gt;satu-satunya kejujuran yang tersisa di dunia ini.&lt;br /&gt;Saya suka melihat bagaimana mereka tertawa tanpa beban, seolah menertawakan bagaimana orang dewasa bergelut dengan keribetan pikirannya sendiri.&lt;br /&gt;Dan saya bahkan suka menonton mereka menangis (yang biasanya terjadi untuk alasan –yang bagi saya sebagai orang dewasa- amat sepele), yang seolah berkata pada saya, “Lihat, aku bebas. Aku mau menangis dan berteriak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencintai anak-anak.&lt;br /&gt;Dan entah bagaimana saya pun tahu, hanya perlu hati untuk dapat bersentuhan dengan mereka.&lt;br /&gt;Saat saya tidak menipu diri saya sendiri, saat saya ikhlas memberi...&lt;br /&gt;entah bagaimana mereka pun tahu tentang perasaan saya, dan lebih dari itu, mereka bahkan membalasnya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;They know i love them&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Dan dengan cara mereka sendiri, mereka pun menunjukkan cinta mereka.&lt;br /&gt;Jangan tanya bagaimana saya mengetahuinya, jangan tanya bagaimana saya memahaminya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I just know it&lt;/em&gt;, begitu saja, bersamaan dengan air mata yang hampir tumpah karena haru dan menghangatnya hati, bahwa perasaan kami saling bersentuhan, bahwa hati kami saling berbicara.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;God it’s so wonderful&lt;/em&gt;...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;em&gt;In my opinion, working with children is an exciting job, full of surprises but pleasurable&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tapi saya masih takut jika membayangkan suatu saat nanti dikaruniai anak sendiri. &lt;em&gt;I know exactly how bad I am as a daughter, and I just can’t imagine if my daughter/son were just like me&lt;/em&gt;... &lt;img alt="[-X" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/68.gif" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-115336951584300493?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/115336951584300493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=115336951584300493&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/115336951584300493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/115336951584300493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/07/working-with-children.html' title='working with CHILDREN'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-115117861800342541</id><published>2006-06-23T23:47:00.000+07:00</published><updated>2006-07-20T12:19:26.836+07:00</updated><title type='text'>dalam sebuah kebakaran</title><content type='html'>Jalan keluar.&lt;br /&gt;Terkadang sangat gampang ditemukan.&lt;br /&gt;Bisa jadi ditemukan di jalan masuknya sendiri.&lt;br /&gt;Dengan kata lain, jalan masuk = jalan keluar.&lt;br /&gt;Tapi, terkadang tidak demikian.&lt;br /&gt;Terkadang jalan keluar tidak sama dengan jalan masuk.&lt;br /&gt;Terkadang jalan keluar tidak bersebelahan dan bahkan sama sekali jauh dari jalan masuknya.&lt;br /&gt;Dan terkadang, membutuhkan usaha yang lebih dari biasa (sinonim: luar biasa) untuk dapat menemukan sebuah jalan keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimanakah jalan keluar yang kucari?&lt;br /&gt;Apakah pada suatu sisi bangunan, dimana terdapat sebuah PINTU yang di atasnya jelas bertuliskan “EXIT”?&lt;br /&gt;Apa pintu itu pasti ada dalam ‘bangunan’ yang kumasuki sekarang ini?&lt;br /&gt;Apa pintu itu hanya ada satu?&lt;br /&gt;Apa aku dapat menemukannya dengan cepat, sementara bangunan ini luasnya tak terkira?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus secepatnya keluar.&lt;br /&gt;Soalnya, ada kebakaran dalam bangunan ini!&lt;br /&gt;Aku bisa merasakan panas yang mulai memanggang kulitku dan sesak dalam dadaku.&lt;br /&gt;Sedangkan pintu “EXIT” masih juga tak terlihat!&lt;br /&gt;Aku makin sulit bernapas, mataku mulai pedih, kepalaku pusing luar biasa dan kakiku seolah sedang bertransformasi menjadi agar-agar.&lt;br /&gt;Apa aku akan pingsan?&lt;br /&gt;Atau kalau tidak, bisakah aku membuat pingsan diriku sendiri?&lt;br /&gt;Dengan membenturkan kepalaku sendiri dengan sebuah besi, misalnya.&lt;br /&gt;Atau kalaupun tidak hanya membuatku pingsan, tapi malah langsung membuatku mati, sepertinya itu lebih baik daripada mati terbakar.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;###&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan aku yang sedang bermain api.&lt;br /&gt;Dan aku tidak sedang melakukan suatu percobaan yang mempertaruhkan nyawa.&lt;br /&gt;Aku datang dan masuk ke bangunan ini juga bukan untuk iseng-iseng.&lt;br /&gt;Aku sedang mencari sesuatu, sesuatu yang serius, yang kupikir bisa kudapatkan di sini.&lt;br /&gt;Mana kutahu kalau di dalamnya aku justru bertemu dengan marabahaya dan nyawaku malah terancam?&lt;br /&gt;Walaupun aku mati terbakar sekarang, orang-orang pasti tidak akan bilang bahwa aku mati konyol karena aku sama sekali tidak berhubungan dengan penyebab kebakaran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tidak.&lt;br /&gt;Tapi aku, sebuah jiwa yang kini telah meninggalkan raganya, malah jelas-jelas tertawa.&lt;br /&gt;Kenapa, ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, setelah jiwa terpisah dari raga, aku melihat banyak tubuh tumpah ruah dari berbagai sisi bangunan.&lt;br /&gt;Tubuh-tubuh itu tidak mulus, penuh goresan dan dialiri darah segar.&lt;br /&gt;Ada banyak pecahan kaca di sekitar tubuh-tubuh itu, bahkan ada yang menempel atau tertancap pada tubuh-tubuh itu sendiri.&lt;br /&gt;Tapi tubuh-tubuh itu bergerak.&lt;br /&gt;Walau terLUKA, mereka HIDUP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pecahan-pecahan kaca itu berasal dari JENDELA.&lt;br /&gt;Kulihat semua jendela di bangunan itu telah pecah.&lt;br /&gt;Dan tak jauh dari situ, di luar, beberapa orang tengah menyingkirkan pecahan-pecahan kaca yang menempel di tubuhnya sambil berjalan tertatih-tatih menjauh dari bangunan yang terbakar itu.&lt;br /&gt;Aku bahkan hampir bisa merasakan SAKIT di sekujur tubuh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau tahu akan terluka,&lt;br /&gt;walau tahu akan merasakan pedih dan sakit,&lt;br /&gt;orang-orang itu menerjang kaca-kaca jendela demi MEMPERJUANGKAN KESEMPATAN mereka untuk HIDUP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara aku,&lt;br /&gt;MATI dengan KONYOLnya,&lt;br /&gt;bukan karena sedang bermain dengan tantangan maut,&lt;br /&gt;bukan karena telah mempertaruhkan nyawa,&lt;br /&gt;tapi karena aku MENYERAH,&lt;br /&gt;karena aku mati dalam DIAMku,&lt;br /&gt;dalam BERHENTINYA USAHAku untuk mencari jalan keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus terbahak, tak kuasa menghentikan tawaku.&lt;br /&gt;Tapi, ini tawa yang menyedihkan.&lt;br /&gt;Tawa atas kebodohanku.&lt;br /&gt;Tawa atas kepengecutanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kenapa aku tidak melihat semua jendela itu?!?!?!&lt;br /&gt;Sungguh menyedihkan.&lt;br /&gt;Saat mencari jalan keluar, pikiranku hanya dipenuhi oleh SEBUAH PINTU bertuliskan “EXIT” yang akhirnya tak pernah kutemukan, padahal ada RATUSAN JENDELA yang bisa menjadi RATUSAN JALAN KELUAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gila.&lt;br /&gt;Ternyata aku benar-benar seorang penjunjung tinggi norma-norma dan keteraturan.......&lt;br /&gt;........bahkan saat nyawa di ujung tanduk sekali pun, aku sama sekali tidak kreatif!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih terus tertawa.&lt;br /&gt;Menertawakan kebodohanku.&lt;br /&gt;Menertawakan kepengecutanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau menyedihkan, tawa ini tetap sebuah ekspresi.&lt;br /&gt;Ekspresi atas penyesalanku.&lt;br /&gt;Yang seperti kata ungkapan terkenal, selalu datang belakangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--- hanya sebuah tulisan yang tiba-tiba merembes keluar begitu saja dari kepala seorang Heidy yang sedang terdesak sebuah deadline ---&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-115117861800342541?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/115117861800342541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=115117861800342541&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/115117861800342541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/115117861800342541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/06/dalam-sebuah-kebakaran.html' title='dalam sebuah kebakaran'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-114960860628481064</id><published>2006-06-06T22:39:00.000+07:00</published><updated>2006-11-20T13:43:57.722+07:00</updated><title type='text'>TANTANGAN KULIT TELOR</title><content type='html'>Kulit telor adalah sejenis benda yang...&lt;br /&gt;mungkin nggak akan pernah gue peratiin, nggak akan pernah gue pikirin,&lt;br /&gt;kalau saja gue nggak punya ade yang membenci benda sebiji itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak tau darimana asal muasalnya, sebab musababnya,&lt;br /&gt;entah kenapa ade gue bisa jadi phobia sama yg namanya PECAHAN KULIT TELOR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulit telor, gitu loh. What's the worst it can do? &lt;img alt="#-o" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/40.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba, coba. &lt;img alt=":-?" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/39.gif" /&gt;&lt;img alt=":-?" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/39.gif" /&gt;&lt;br /&gt;Ngelukain kulit...belum pernah tuh, gue denger ada kejadian begitu.&lt;br /&gt;Ngelukain mata...astaga, masa sih ada yg ketuker antara kulit telor dengan contact lensnya?&lt;br /&gt;Keracunan..coba mana, liatin ke gue berita orang tewas karena kulit telor!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi ledekan atau ejekan yg gue hujankan pada ade gue yang lucu tapi aneh itu, berkaitan dengan ketakutannya pada pecahan kulit telor. &lt;img alt=";))" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/71.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi walaupun begitu, emang dasar gue kakak yang baik, gimana yah...&lt;br /&gt;tanpa sadar, sebenarnya gue nggak menyepelekan hal itu di saat yg sebenarnya.&lt;br /&gt;Saat sebenarnya maksud gue:&lt;br /&gt;saat di depan kompor dan melakukan penggorengan terhadap cikal bakal anak ayam yang kurang beruntung itu. &lt;img alt="" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/19.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan ke-ngeri-an ade gue terhadap telor eh maksud gue kulitnya telor, maka menyediakan hidangan bertelor adalah aktifitas yang selalu ada di bawah tanggung jawab gue.&lt;br /&gt;Dan saat gue sedang melaksanakan tugas mulia tersebut, gue selalu penuh dedikasi. Serius, tidak main-main, dan khidmat. &lt;img alt="**=" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/55.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hasilnya...&lt;br /&gt;tiap kali gue mendadar, mengorak-arik, mematasapi ataupun mencampur telor dengan bahan masakan lainnya, hampir nggak pernah ada pecahan kulit telor di dalam masakan tersebut.&lt;br /&gt;Pokoknya peluang gue membuat kesalahan itu cuman sekitar satu persen, lah. &lt;img alt="/:)" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/23.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@@@&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemaren, ade gue itu berkunjung ke kota sebelah.&lt;br /&gt;Gue tinggal sendiri di rumah, dan di malam hari tiba-tiba pengen makan mi pake telor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mi udah siap.&lt;br /&gt;Giliran telor. Bikin mata sapi, ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ctok. Gue mengetukkan si calon anak ayam gagal ke tepian meja ubin di dapur.&lt;br /&gt;Retak. Tangan kiri menyambut, ikut membuka kulit telor agar lebih lebar dan isinya dapat keluar.&lt;br /&gt;Cesss. Isi telor tiba di penggorengan yang sudah bermentega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue menikmati pemandangan yg baru saja gue lukis di atas pan.&lt;br /&gt;Ada danau putih dengan pulau kuning di tengahnya.&lt;br /&gt;Tampak bagus, sempurna, dan pecahan kulit telor pun...&lt;br /&gt;a..&lt;br /&gt;..da.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue BENGONG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOK BISA, jerit gue dengan mata melotot marah ke arah kompor.&lt;br /&gt;E..eh, bukan salah gue kan..., kata si penggorengan takut-takut.&lt;br /&gt;Bukan salah gue juga, seru si spatula dengan gagah berani.&lt;br /&gt;APALAGI GUE, teriak si telor dengan beringas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pasrah, setelah si telor mateng dan gue angkat ke atas piring,&lt;br /&gt;barulah gue lakukan pembedahan untuk mengangkat kista, eh pecahan kulit telornya. Sambil ngedumel-dumel dan masih saling teriak dengan si mata sapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejam kemudian, waktu gue udah kembali asyik dengan kerjaan semula gue,&lt;br /&gt;entah kenapa pikiran tentang masakan telor yang nggak sempurna itu masih ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue nggak habis pikir.&lt;br /&gt;Kenapa, waktu gue masak telor buat ade gue,&lt;br /&gt;yang mana seringkali dia ada di sebelah gue,&lt;br /&gt;memandang si telor dengan penuh khawatir sambil kira-kira 27 kali mengatakan "hati-hati, jangan sampe kulit telornya ikut",&lt;br /&gt;gue bisa melakukannya dengan sukses?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa di saat gue super duper santai,&lt;br /&gt;di saat nggak lagi mikir apapun,&lt;br /&gt;di saat nggak ada beban atau tekanan apapun,&lt;br /&gt;malah nggak bisa melakukannya dengan sempurna?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya katanya, orang selalu lebih susah sukses kalo dibebani ya?&lt;br /&gt;Kok, dari pengalaman ini sama sekali nggak terbukti demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Hmm... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ternyata a&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;da lho, yang lebih kuat dan bisa mengalahkan suatu BEBAN.&lt;br /&gt;Perkenalkan, namanya: NIAT.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Waktu memasak buat ade gue, dengan beban yang berjuta-juta kali lipat lebih besar daripada waktu gue memasak buat sendiri, yang ada di benak gue cuma satu : memasak telor buat si ade, tanpa pecahan kulit telor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu memasak buat diri sendiri, yg ada di benak gue: nggak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Nggak ada beban, tapi juga nggak ada niat sama sekali.&lt;br /&gt;Gimana mau sukses?!?!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;untuk Inke, si pembenci kulit telor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-114960860628481064?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/114960860628481064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=114960860628481064&amp;isPopup=true' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114960860628481064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114960860628481064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/06/tantangan-kulit-telor.html' title='TANTANGAN KULIT TELOR'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-114944501908802387</id><published>2006-05-30T01:03:00.000+07:00</published><updated>2006-06-21T13:14:56.830+07:00</updated><title type='text'>MY M E M O R I E S</title><content type='html'>Dalam dua puluh tiga tahun keberadaanku di dunia ini,&lt;br /&gt;tiap tahun, bulan, minggu, hari, jam, menit, detik…&lt;br /&gt;sebagai seorang manusia, aku terus berjalan, bertemu hal baru, mengalami hal baru,&lt;br /&gt;dan mencatatnya sebagai KENANGAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak selalu menyenangkan.&lt;br /&gt;Tidak selalu membuatku membahagiakan.&lt;br /&gt;Tidak selalu manis.&lt;br /&gt;Tidak selalu membuatku tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang, atau bahkan seringkali, hal-hal yang kualami dalam hidup menyebalkan,&lt;br /&gt;atau menyedihkan,&lt;br /&gt;atau pahit,&lt;br /&gt;atau dapat membuatku menangis atau marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seringkali, kenangan-kenangan itu tidak bertahan lama.&lt;br /&gt;Bahkan terkadang, ada hal-hal yang kucatat sebagai kenangan hanya dalam hitungan detik.&lt;br /&gt;Why should I keep this memory?&lt;br /&gt;Lupakan, lupakan, lupakan…..!!!!&lt;br /&gt;AKU INGIN LUPA!!!&lt;br /&gt;Itulah pikiranku setiap mengalami hal baru yang tidak enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang terjadi?&lt;br /&gt;Kalau ada yang menebak bahwa keinginanku itu mustahil, maaf ya.&lt;br /&gt;Anda salah besar. Keinginanku itu selalu terkabul dengan sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bisa melupakan apapun yang ingin kulupakan.&lt;br /&gt;Apapun yang terjadi di masa lalu, kalau sudah kuputuskan untuk kulupakan,maka aku pasti akan benar-benar lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang tersisa di bank memori dalam benakku ?&lt;br /&gt;Kurang lebih begini:&lt;br /&gt;(kira2 waktu gw kelas…) : musuhan ama temen&lt;br /&gt;(kira2 waktu gw umur…) : berantem ama nyokap&lt;br /&gt;(kira2 tahun ….) : disakitin cowok&lt;br /&gt;.............................................. dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segalanya jadi seperti catatan di agenda saja.&lt;br /&gt;Seburuk apapun pengalaman yang datang, aku pasti akan cepat recover.&lt;br /&gt;Dan di masa depannya, tidak sekalipun aku pernah tiba-tiba kembali sedih/sendu akan masa lalu yang tidak menyenangkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang aku rasakan waktu musuhan ama temen?&lt;br /&gt;Nggak inget.&lt;br /&gt;Apa yang aku rasakan waktu berantem ama nyokap?&lt;br /&gt;Nggak inget.&lt;br /&gt;Apa yang aku rasakan waktu disakitin cowok?&lt;br /&gt;Nggak inget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya… aku tidak pernah sedih karena sesuatu yang sudah lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sekarang, saat tidak bermusuhan dengan teman mana pun?&lt;br /&gt;Biasa aja.&lt;br /&gt;Bagaimana sekarang, saat tidak lagi pernah berantem dengan nyokap?&lt;br /&gt;Biasa aja.&lt;br /&gt;Bagaimana sekarang, saat tidak ada cowok yang menyakiti?&lt;br /&gt;Biasa aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi…tidak juga merasa bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Somethin’s wrong with my life.&lt;br /&gt;Rasanya aku tidak hanya menghalangi perasaan sedih, marah, dan kecewa menyelimuti diriku.&lt;br /&gt;Rasanya…aku juga menghalangi perasaan bahagia memelukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kenapa bisa begitu?&lt;br /&gt;Mungkinkah perasaan bahagia datang sepaket dengan perasaan tidak bahagia?&lt;br /&gt;Mungkinkah kebahagiaan adalah hal yang tak terpisahkan dengan ketidakbahagiaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, berarti saat aku menghapus satu memori yang tak menyenangkan…&lt;br /&gt;Saat itu pula aku kehilangan satu kesempatan untuk bahagia?&lt;br /&gt;Dan saat menghapus semua memori tak menyenangkan…&lt;br /&gt;Apakah itu sama dengan kehilangan semua kesempatan untuk bahagia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah itu lebih buruk, lebih pahit, dan lebih menyedihkan daripada&lt;br /&gt;seburuk-buruknya, sepahit-pahitnya, sesedih-sedihnya suatu kenangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku&lt;br /&gt;Tidak&lt;br /&gt;Mau&lt;br /&gt;Itu&lt;br /&gt;!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika semua pengalaman yang buruk adalah jalan untukku dapat menghargai masa depan sehingga kurasakan bahagia itu…&lt;br /&gt;ku akan menjaga semua itu sebagai memori yang takkan pernah terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;em&gt;I will always cherish all my memories to the end, &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;em&gt;even if they are sad memories that hurt me so deeply, &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;em&gt;even if it's so sad that i wish i could forget about them forever.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;em&gt;If i can bear with them and not run away from them &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;em&gt;then, someday, it will make me a stronger person. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;i want to believe that... no memories should ever be forgotten forever.&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;-----------------------(quotes from anime FRUIT BASKET, King Records)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;tulis Heidy,&lt;br /&gt;setelah mengulang hari jadinya yang ke-23.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Terimakasihku dari lubuk hati terdalam tuk semua orang yang mengungkapkan cintanya padaku dalam berbagai wujud, terutama DOA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Semoga aku pun dapat terus mencintai dan mengenangmu selalu, kapan pun dan dimana pun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-114944501908802387?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/114944501908802387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=114944501908802387&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114944501908802387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114944501908802387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/05/my-m-e-m-o-r-i-e-s.html' title='MY M E M O R I E S'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-114752700006198729</id><published>2006-05-11T14:23:00.001+07:00</published><updated>2008-10-17T14:17:17.839+07:00</updated><title type='text'>MENULIS vs BERBICARA</title><content type='html'>Baru-baru ini salah seorang bundaku (alhamdulillah, aku punya banyak ibu;p) memberikan komentarnya tentang diriku.&lt;br /&gt;"Dear Heidy. Aku merasa tulisan- tulisanmu sangat inspiratif, aku juga merasa lbh mengenal dirimu melalui tulisan - tulisanmu drpd melalui lisan. Tulisan - tulisanmu sangat kaya akan penemuan diri, sebaliknya kalau kamu bicara kamu seperti org yg belum selesai bicara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertawa karna komentar ini.&lt;br /&gt;Menertawakan diri sendiri, sekaligus juga tertawa haru karna ada yang mengapresiasi tulisanku.&lt;br /&gt;Komentar yang sama sekali tidak mengejutkan, namun tetap saja, mampu membuatku tertegun dan merenung sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;MENULIS&lt;/span&gt; vs &lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;BERBICARA&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Ada apa sih, dengan kedua hal ini?&lt;br /&gt;Kenapa keduanya terasa begitu berbeda?&lt;br /&gt;Bukankah (seharusnya) intinya sama, yaitu mengungkapkan sesuatu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang aku rasakan tentang &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;meNULIS&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;Oke. Begini, ya.&lt;br /&gt;Saat &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;meNULIS&lt;/span&gt;, aku merasa sangat santai dan rileks.&lt;br /&gt;Semua yang ada ingin diungkapkan, dapat mengalir begitu saja.&lt;br /&gt;Dan kalau pun berantakan, I&lt;em&gt; have all the time in the world&lt;/em&gt; utk sesuka hati menyuntingnya menjadi tulisan yang baik, indah, dan dapat dimengerti orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa yang kurasa tentang &lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;berBICARA&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;Saat &lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;BICARA&lt;/span&gt;, aku merasa waktu sangat terbatas.&lt;br /&gt;Aku jadi nggak tenang, panik dalam mengungkapkan seluruh pemikiran maupun perasaan.&lt;br /&gt;Rasanya semua orang bisa beranjak kapan saja dari hadapanku, sehingga aku jadi terburu-buru ingin menyelesaikan semua yang ingin diungkapkan.&lt;br /&gt;Bingung, mau mulai &lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;BICARA&lt;/span&gt; dari mana.&lt;br /&gt;Waktu sudah mulai ngomong, pikiran bercabang-cabang.&lt;br /&gt;Masing-masing cabang tersebut seolah berteriak dalam kepala, semuanya ingin didahulukan untuk &lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;diBICARAkan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Rasanya kepingin cepet-cepet sampai di ujung.&lt;br /&gt;Tapi selalu, akhirnya malah jadi berantakan dan tidak semuanya bisa benar-benar terungkapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah seorang temanku bertanya, "Kalau begitu, apakah kamu seorang yang tidak jujur? Apakah kamu seorang yang butuh memanipulasi segala yang ingin disampaikan?Karna itukah kamu tidak pernah pandai &lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;berbicara&lt;/span&gt; langsung? Karna saat &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;menulis&lt;/span&gt;, kamu bisa saja menipu, tanpa ada yang tahu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat aku &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;menulis&lt;/span&gt; kembali pertanyaan di atas, aku tidak tahu jawabannya.&lt;br /&gt;Apakah aku memang seorang yang tidak jujur, seorang yang palsu, seorang yang tidak nyata?&lt;br /&gt;AKU TIDAK TAHU. Aku bahkan belum pernah memikirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku mendapat pertanyaan lagi, kali ini dari bundaku. "Apakah kamu dicintai? Apakah kamu berharga?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya aku bingung.&lt;br /&gt;Apa pula hubungannya hal itu dengan masalahku dalam berbicara?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;But put aside that, i'm answering the question&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, aku dicintai. Ya, aku berharga. Aku yakin aku dicintai. Aku yakin aku berharga. Setiap nafas yang kuhirup berarti. Setiap nafas yang kuhembuskan berarti. AKU BERARTI bagi diriku sendiri. AKU BERARTI bagi orang lain. Aku dicintai. Dan aku berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurasa kutahu, kenapa selama ini aku mengalami kesulitan dalam &lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;berbicara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Saat berbicara, aku berhadapan dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I'm not crazy...so there must be somebody else when i'm talking..&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Ya, itu yang kupikir selama ini: &lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;bicara&lt;/span&gt; dengan diri sendiri = gila.&lt;br /&gt;Saat &lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;berbicara&lt;/span&gt;, aku melihat orang lain.&lt;br /&gt;Aku memikirkan orang lain.&lt;br /&gt;Maukah mereka mendengarku?&lt;br /&gt;Apa ya, yang ingin mereka dengar dariku?&lt;br /&gt;Yang mana yang sebaiknya &lt;span style="color:#000000;"&gt;kukatakan&lt;/span&gt; terlebih dulu, dan bagaimana sebaiknya caraku &lt;span style="color:#000000;"&gt;mengatakannya&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;Yang mana yang harus kukatakan, yang mana yang tidak?&lt;br /&gt;Maka saat berbicara, aku BERKIBLAT pada orang lain.&lt;br /&gt;Seolah ada berhala-berhala yang kusembah, selain Sang Khalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda halnya dengan saat aku &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;menulis&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Saat &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;menulis&lt;/span&gt;, aku berhadapan dengan diriku sendiri.&lt;br /&gt;Seluruh waktu yang ada, seakan dianugerahkan khusus untuk diriku sendiri.&lt;br /&gt;Untuk mendengarkan kata hatiku sendiri, untuk menyentuh perasanku sendiri, untuk melihat pemikiranku sendiri.&lt;br /&gt;Segala yang kutuangkan dalam &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;tulisan&lt;/span&gt;, adalah diriku apa adanya.&lt;br /&gt;Tanpa peduli apa yang ingin dilihat atau didengar orang lain, aku memperlihatkan diriku, memperdengarkan diriku pada dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, aku bisa menjawab pertanyaan dari temanku itu.&lt;br /&gt;Aku adalah seorang yang JUJUR.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Menulis&lt;/span&gt; sama sekali tidak membuatku palsu.&lt;br /&gt;Justru saat &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;menulis&lt;/span&gt; aku diingatkan olehNYA...untuk jujur, untuk nyata, untuk kembali, untuk fitrah, untuk melihat, mendengar dan berbincang pada diriku sendiri.&lt;br /&gt;Untuk menghargai dan mencintai diriku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah aku dicintai...apakah aku berharga...&lt;br /&gt;Pertanyaan ini benar-benar menamparku.&lt;br /&gt;Ini bukan hanya tentang keberadaanku bagi orang lain.&lt;br /&gt;Tapi juga tentang keberadaanku bagi diriku sendiri.&lt;br /&gt;Tentang apakah aku mencintai diriku sendiri.&lt;br /&gt;Tentang apakah aku menghargai diriku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin selalu dan terus &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;MENULIS&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Ini sesuatu yang ingin kulakukan sampai kapan pun, tidak ada hubungannya dengan sumber daya yang kumiliki, selama hayat masih dikandung badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun selain itu, aku juga ingin &lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;BICARA&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Aku berharga dan dicintai, jadi kuyakin saat &lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;kubicara&lt;/span&gt; akan selalu ada yg mendengarkan. Setidaknya diriku sendiri. &lt;em&gt;Hey, i'm serious...&lt;/em&gt;waktu aku &lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;'berbicara'&lt;/span&gt; pada diriku sendiri lewat &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;tulisan&lt;/span&gt;, kau tidak menganggapku gila, kan?&lt;br /&gt;Lalu kenapa aku harus takut dianggap gila saat &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;'tulisan'&lt;/span&gt; itu diganti dengan &lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;'lisan'&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;Ini hanya masalah cara, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang adalah penting, bukan empati dari orang lain, melainkan dari diri sendiri.&lt;br /&gt;Ini kata-kata bundaku, yang telah menginspirasi dan menyadarkanku..terimakasih, Bunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga ingin belajar &lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;BICARA&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Kuyakin, AKU PASTI BISA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tulis Heidy.&lt;br /&gt;dipersembahkan untuk....kali ini, diriku sendiri;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-114752700006198729?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/114752700006198729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=114752700006198729&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114752700006198729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114752700006198729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/05/menulis-vs-berbicara.html' title='MENULIS vs BERBICARA'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-114607393310895984</id><published>2006-04-26T13:30:00.000+07:00</published><updated>2006-06-05T02:44:59.043+07:00</updated><title type='text'>AKU KAYA</title><content type='html'>Merasa &lt;span style="color:#6633ff;"&gt;miskin&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;Mungkin sebagian besar dari kita pernah merasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan merasa &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;kaya&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;Apakah banyak yang pernah merasakan ini dalam hidupnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah.&lt;br /&gt;Tepatnya masih, sedang dan semoga akan selalu seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, aku merasakannya.&lt;br /&gt;Aku merasa &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;kaya raya&lt;/span&gt; di waktu yang hampir bersamaan dengan&lt;br /&gt;waktu aku &lt;span style="color:#9999ff;"&gt;terjatuh&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;waktu aku &lt;span style="color:#9999ff;"&gt;terluka&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;waktu aku &lt;span style="color:#9999ff;"&gt;berteriak&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;waktu aku &lt;span style="color:#9999ff;"&gt;menangis&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku &lt;span style="color:#9999ff;"&gt;terjatuh&lt;/span&gt;, ada yang &lt;span style="color:#ff6666;"&gt;menarikku untuk berdiri kembali&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Aku &lt;span style="color:#9999ff;"&gt;terluka&lt;/span&gt;, ada yang &lt;span style="color:#ff6666;"&gt;menutup lukaku&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Aku &lt;span style="color:#9999ff;"&gt;berteriak&lt;/span&gt;, ada yang &lt;span style="color:#ff6666;"&gt;tidak berpindah dari sisiku&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Aku &lt;span style="color:#9999ff;"&gt;menangis&lt;/span&gt;, ada yang &lt;span style="color:#ff6666;"&gt;memelukku&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;KAYA RAYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini tidak ada hubungannya dengan uang yang kupegang.&lt;br /&gt;Ini tidak ada hubungannya dengan tebal tipisnya dompetku.&lt;br /&gt;Ini tidak ada hubungannya dengan besar kecilnya tagihan telponku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ada yang &lt;span style="color:#ff6666;"&gt;sabar mendengarku&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;saat ada yang &lt;span style="color:#ff6666;"&gt;tulus berdoa untukku&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;saat ada yang &lt;span style="color:#ff6666;"&gt;bangga mendukungku&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;saat ada yang &lt;span style="color:#ff6666;"&gt;ikhlas berpikir untukku&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat aku memperoleh &lt;span style="color:#ff6666;"&gt;CINTA&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;saat itulah aku merasa &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;KAYA RAYA&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih Tuhan,&lt;br /&gt;atas anugerah terindah dariMu bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#009900;"&gt;Untuk untitled2002 dan elevenoceans, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#009900;"&gt;terima kasih telah hadir dalam hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-114607393310895984?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/114607393310895984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=114607393310895984&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114607393310895984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114607393310895984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/04/aku-kaya.html' title='AKU KAYA'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-114607372319961659</id><published>2006-04-21T10:30:00.000+07:00</published><updated>2006-06-09T09:38:09.060+07:00</updated><title type='text'>Take Control of My Own Life</title><content type='html'>TARGET dan TUNTUTAN.&lt;br /&gt;Selama ini lingkunganlah yg memberikan gue itu.&lt;br /&gt;Dan gue sering protes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, setelah semua itu tidak ada, baru gue ngerasa kehilangan.&lt;br /&gt;Gue berkegiatan, tapi gue nggak punya target/tujuan/sasaran.&lt;br /&gt;Gue kira nggak akan ada masalah dgn hal itu.&lt;br /&gt;Gue kira gue bisa tetap 'hidup' tanpa ada suatu tuntutan, bahkan mungkin dengan lebih baik karena lebih santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata nggak bisa.&lt;br /&gt;Sebagai orang yg terbiasa dikejar-kejar, sekarang gue sangat kehilangan karena sama sekali tidak ada yg mengejar-ngejar.&lt;br /&gt;Gue kesulitan merasakan umur/hidup yang terbatas.&lt;br /&gt;Gue kesulitan merasakan ke-manusia-an gue, kehidupan yang jelas sebetulnya tidak kekal sama sekali.&lt;br /&gt;Seolah-olah waktu di sekeliling gw berhenti berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue berteriak.Gue frustasi.&lt;br /&gt;HIIKSSSSSSSSSSSSSSS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar manusia yang gak tau bersyukur, ya.&lt;br /&gt;Jelas-jelas udah dikasi kesempatan untuk melakukan yg gue inginkan selama ini, malah protes lagi. Astagfirullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul, gue butuh tuntutan itu...&lt;br /&gt;gue butuh target...&lt;br /&gt;gue butuh merasa waktu, umur, hidup gw terbatas...&lt;br /&gt;GUE BUTUH TANTANGAN!! @#%!#$$!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan selama ini, gue baru sadar,&lt;br /&gt;gue masih teramat sangat manja..&lt;br /&gt;karna semua itu telah disediakan oleh lingkungan sekitar gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, kerasa banget bahwa HANYA GUE SENDIRI yg bisa menciptakan itu semua.&lt;br /&gt;Ya, inilah saatnya gue BERDIRI dan BERJALAN SENDIRI.&lt;br /&gt;Inilah saat dimana gue emang harus benar-benar berperan sebagai aktor dalam hidup gue sendiri, TAKE CONTROL OF MY LIFE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;IT’S MY LIFE,&lt;br /&gt;and it's now or never..&lt;br /&gt;I ain't gonna live forever!&lt;br /&gt;I just want to live while I'm alive&lt;br /&gt;IT’S MY LIFE&lt;br /&gt;My heart is like an open highway&lt;br /&gt;Like Frankie said, I did it my way&lt;br /&gt;I just want to live while I'm alive&lt;br /&gt;'Cause it's MY LIFE!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;-------------------(chorus of It’s My Life, a song from Bon Jovi)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Terimakasih khususku&lt;br /&gt;pada semua orang yang telah menamparku &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dengan penuh kasih dan sayang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-114607372319961659?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/114607372319961659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=114607372319961659&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114607372319961659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114607372319961659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/04/take-control-of-my-own-life.html' title='Take Control of My Own Life'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-114516519394219738</id><published>2006-04-16T12:24:00.000+07:00</published><updated>2006-06-21T13:26:53.740+07:00</updated><title type='text'>S.T.R.E.S.</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Seminggu terakhir ini, gue stres berat.&lt;br /&gt;Berbeda dari stres biasanya, yang sering gue alami sebelumnya,&lt;br /&gt;Yang bikin gue stres kali ini beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue stres bukan karena to-do list yang numpuk dan deadline yang berkejaran.&lt;br /&gt;Sekarang gue, stres, karena tidak-ada-kerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenernya gue uda pernah memperkirakan ini sebelumnya.&lt;br /&gt;Waktu sibuk dulu, salah satu cara gue untuk memelihara stres gue dengan sehat adalah mengatur mindset : “alhamdulillah gue stres karna kerjaan, karena deadline, kalo ngga ada kerjaan pasti gue pasti justru lebih menderita”&lt;br /&gt;Tapi gue belom pernah bener-bener mengalaminya.&lt;br /&gt;Seluang-luangnya waktu gue, pasti gak akan lebih dari tiga hari.&lt;br /&gt;Jadi gue ngga pernah bener-bener tau gimana rasanya punya waktu yang sangat LUANG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai masa ini tiba.&lt;br /&gt;Gue telah menyelesaikan segala kewajiban gue sebagai mahasiswa dan mendapatkan gelar sarjana gue hampir lima bulan yang lalu, walaupun gue masi sibuk dengan beberapa tetek bengeknya sampai dua bulan kemudian.&lt;br /&gt;Jadi, bisa dikatakan sebenernya gue resmi PENGANGGURAN sejak tiga bulan yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga bulan.&lt;br /&gt;Man...gue tau ada banyak orang lain yang lebih parah,&lt;br /&gt;Tapi tetep aja: TIGA BULAN!&lt;br /&gt;Tiga bulan berarti kurang lebih 90 hari.&lt;br /&gt;Sembilan puluh hari berarti sekitar 2160 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngga ada kerjaan.&lt;br /&gt;Ini neraka dunia bagi gue yang terbiasa dikejar-kejar kerjaan.&lt;br /&gt;Emang sih, ada beberapa kegiatan yang mengisi hari-hari gue.&lt;br /&gt;Tapi ga ada yg bener-bener bsifat MEMAKSA seperti sebelumnya.&lt;br /&gt;Hahaha, seneng dipaksa...sepertinya benar, gue seorang MASOCHIST.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, ada juga hal lain yang bahu membahu mendukung stres gue.&lt;br /&gt;- DOKU&lt;br /&gt;Tagihan telpon rumah dan hape gue masing-masing naik dua dan tiga kali lipat dari biasanya. INI GA PERNAH TERJADI SEBELUMNYA, SEUMUR IDUP. Sebelumnya gue selalu bangga dengan kejeniusan gue mengatur keuangan.&lt;br /&gt;- BADANIAH&lt;br /&gt;Amat sangat mempertaruhkan harga diri gue untuk mengakui : gue ngga sehat. Badan gue engga beres. Macem-macem penyakitnya. Walaupun alhamdulillah, fyi, ga ada penyakit yang mematikan (dan semoga gue ngga akan mati karena stres, naudzubillah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue gak pengen jadi gila karena stres. Sumpah engga mau.&lt;br /&gt;Jadi, sesuai cara ampuh mencegah hal itu menurut banyak referensi terpercaya, gue BILANG-BILANG, BIKIN PENGUMUMAN, NUMPAHIN UNEK-UNEK, NGOBROL ke sahabat-sahabat gue.&lt;br /&gt;Gue stres berat, I let them know.&lt;br /&gt;Dan gue membuka diri terhadap segala komentar, masukan, atau apapun kata mereka.&lt;br /&gt;Dan gue menjadi ringan karenanya.&lt;br /&gt;Belom bener-bener ilang emang, tapi udah kerasa ringan.&lt;br /&gt;Jadi makhluk sosial memang membahagiakan. Terimakasih Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mulut salah seorang sahabat gue,&lt;br /&gt;keluar kata-kata yang sangat menginspirasi gue saat ini, selalu terngiang-ngiang beberapa hari terakhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingatkan gue bahwa&lt;br /&gt;Ini hanyalah salah satu bentuk COBAAN.&lt;br /&gt;Salah satu bentuk PENGALAMAN yang dianugerahkan padaku.&lt;br /&gt;Salah satu KESEMPATAN bagiku untuk mengalami suatu masa hidup yang berBEDA.&lt;br /&gt;Salah satu BAHAN untuk nanti aku CERITAkan pada anak cucu, bahwa HIDUPKU PERNAH GINI.&lt;br /&gt;Salah satu bekalku untuk dapat menjadi MANUSIA yang HIDUP dengan BIJAKSANA, karena telah diisi oleh MACEM-MACEM WARNA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ingatlah,&lt;br /&gt;Allah tidak pernah memberikan kesusahan, cobaan kecuali kita mampu memmikulnya, mengahadapinya.&lt;br /&gt;Dan karenanya, aku percaya, aku mendapatkan semua ini karena aku sanggup...AKU KUAT. Dan aku berbangga karena itu. Aku bersyukur mendapatkan semua ini. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- perempuan yang HIDUP, IKHLAS, dan PENUH CINTA -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;special thanks to Polpot atas ketulusannya, kepeduliannya, ke-lurus-annya, dan kepolosannya;) I love u, Pot!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-114516519394219738?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/114516519394219738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=114516519394219738&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114516519394219738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114516519394219738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/04/stres.html' title='S.T.R.E.S.'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-114516503382629620</id><published>2006-04-13T10:14:00.000+07:00</published><updated>2006-06-21T13:31:27.826+07:00</updated><title type='text'>dari Diary Gigi Gue : Sejarah Pergigian Gue</title><content type='html'>Dari kecil gue sering banget mengharapkan, bahkan memimpikan, kontes gigi sehat menjadi kontes yang paling sering diadakan dan paling populer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya, waktu balita dulu gue pernah JUARA GIGI SEHAT.&lt;br /&gt;Nyokap gue sering menceritakan itu dengan penuh kebanggaan, walaupun hanya dalam obrolan iseng-penuh-guyon.&lt;br /&gt;Bangganya beliau lebih karena keberhasilannya menanamkan doktrin pada gue, bahwa PERMEN ITU BIKIN GIGI RUSAK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah karena itu atau apa, sampe sekarang dengan sukses gue NGGAK SUKA PERMEN.&lt;br /&gt;Nggak sampe benci sih, tapi nggak suka aja.&lt;br /&gt;Gue nggak mungkin khusus cari-cari permen kalo lagi bosen atau ngantuk dengerin kuliah.&lt;br /&gt;Gue nggak jadi kepengen permen kalo ada yang lagi makan permen.&lt;br /&gt;Gue biasanya males ngambil permen yang ditawarin temen.&lt;br /&gt;Gue makan permen waktu naik pesawat karena terpaksa, bukan dengan sukarela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hasilnya, ngga seperti anak-anak lain yang umumnya pernah bergigi bolong gara-gara permen, GIGI GUE NGGA PERNAH BOLONG.&lt;br /&gt;Bisa dibilang, ini salah satu rekor pribadi yang paling gue banggakan selain gue ngga pernah merokok dan gue ngga pernah nyentuh narkoba...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, seperti yang gue ceritakan beberapa hari lalu,&lt;br /&gt;gigi bungsu gue sedang tumbuh, sehingga gue sedang merasakan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahang gue kecil. Ngga cukup tempat untuk si bungsu yang mau lahir, sehingga operasi penguguran si bungsu ini menjadi wajib demi menyelamatkan diriku dari masalah yang lebih parah...tumor gigi, misalnya. Maafkan ya nak..aku harus menggugurkanmu..huhuuu.&lt;br /&gt;Ini adalah salah satu masalah gigi gue yang tak terduga.&lt;br /&gt;Maksud gue, salah satu hal tak terduga yang bisa menyebabkan gue HARUS MENGUNJUNGI DOKTER GIGI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inget ya, SALAH SATU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kalinya gue divonis harus bersahabat dengan dokter gigi adalah 8 tahun yang lalu, waktu gue masih berumur 14 tahun, masih lucu-lucunya, baru pake seragam putih abu-abu.&lt;br /&gt;Gue udah mulai curiga tiap kali gosok gigi, ada yang aneh dengan gusi terletak di atas gigi seri gue.&lt;br /&gt;Warna merahnya agak memudar, seperti MEMUTIH, dan itu gusi MENGGEMBUL.&lt;br /&gt;Pertama kali liat sebernya gue udah menduga, tapi ada pikiran lain yang bilang “Ah...ngga mungkin, hahhahaha”.&lt;br /&gt;Dan berikutnya, berbulan-bulan kemudian ketika kecurigaan gue makin kuat, gue menyesali pikiran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gusi GUE POSITIF HAMIL.&lt;br /&gt;Jenis yang dikandung adalah GIGI TARING.&lt;br /&gt;Inget tadi gue bilang letak gusi gue itu di mana?&lt;br /&gt;Ya, BETUL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GIGI TARING PERMANEN GUE akan lahir di atas GIGI SERI GUE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa selama ini tidak pernah ada pengumuman atau laporan dari keluarga drakula bahwa salah satu anggota keluarganya telah hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu gue tegang abis.&lt;br /&gt;Identitas gue terbongkar, masih adakah kesempatan gue bisa tetep hidup, bersekolah, berteman, berpacaran, dan menikah dengan manusia??&lt;br /&gt;Dokter gigi pun hadir di hadapan gue dengan cahaya yang menerangi sosoknya, seperti sang budha, memberikan gue kesempatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah awal mula persahabatan gue dengan dokter gigi beserta segala perlengkapan mengerikan yang ada di ruangan prakteknya.&lt;br /&gt;Gue pake kawat gigi, dengan salah satu bijinya ditempelkan pada si gigi taring baru, lalu gigi-gigi lainnya bahu-membahu menyeret dia agar berpindah ke POSISI YANG SEHARUSNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan dikira proses ini sekali jalan loh.&lt;br /&gt;SETAHUN, bo.&lt;br /&gt;Setahun lamanya gue harus ngapelin dokter gigi gue tiap minggu dan gigi-gigi gue menyapa segala peralatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu juga harusnya lebih dari setahun.&lt;br /&gt;Berhubung gue ikut ortu pindah pulau, gue memutuskan untuk menyudahi saja proses itu.&lt;br /&gt;Tadinya sempet ditransfer ke seorang dokter gigi lain di daerah tempat tinggal gue yang baru, tapi...O-M-G.&lt;br /&gt;Dokter gigi yang baru itu punya prinsip kerja yang beda dan selalu menyalah-nyalahkan, menjelek-jelekkan pekerjaan dokter gue yang sebelumnya.&lt;br /&gt;Gue ngga tau dan ngga tertarik untuk tau siapa yang bener.&lt;br /&gt;Capek, menderita secara mental, fisik dan keuangan!!&lt;br /&gt;Jadi, gue pun PUTUS dengan para dokter gigi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawat gigi gue dilepas.&lt;br /&gt;Walau masih keliatan gue punya gingsul, tapi setidaknya uda NGGAK MENGERIKAN. Malah banyak yang bilang gue jadi keliatan manis dengan gingsul...aduh gimana ya..jadi malu ah...hahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkiraan gue ngga akan lagi berhubungan dengan dokter gigi ternyata salah, terbukti beberapa bulan lalu saat gue harus operasi gigi bungsu.&lt;br /&gt;Dan saat itu gue juga udah tau, ngga lama kemudian akan kembali ke meja operasi itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, setidaknya tiap operasi itu SEKALI JALAN.&lt;br /&gt;Jadi gue masi punya harapan, ngga perlu rutin ngapelin si dokter kayak zaman dulu. Ngga perlu tegang dan sakit berkali-kali, tiap minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu harapan gue.&lt;br /&gt;Yang akhirnya pupus kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gigi bungsu gue yang kali ini datang dgn ancaman yg sungguh kelewatan.&lt;br /&gt;Mungkin dia tau kali yah, bakal gue gugurin juga.&lt;br /&gt;Jadi sebelum gugur, dia memutuskan untuk meninggalkan oleh-oleh yang takkan terlupakan oleh gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini gigi muncul dengan posisi yang sangat miring, hampir sembilan puluh derajat dari arah seharusnya.&lt;br /&gt;Dan dia telah menzhalimi kakaknya yang berbaris di depannya, yang telah lahir sejak bertahun-tahun yang lalu dan selalu dalam keadaan sehat walafiat.&lt;br /&gt;Terus mendesak, mendorong, menusuk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hingga akhirnya, si kakak terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu gigi gue telah BOLONG.&lt;br /&gt;Bukan karena permen, tapi karena kebrutalan saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue akan menjalani operasi yang menggugurkan si gigi brutal itu beberapa hari lagi (nak, percayalah, walau brutal, walau harus digugurkan, aku selalu mencintaimu...hiks),&lt;br /&gt;dan setelah itu akan kembali menjalin hubungan akrab dengan seorang dokter gigi untuk perawatan syaraf rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WHAT U RESIST PERSIST,&lt;br /&gt;inilah salah satu buktinya.&lt;br /&gt;Sepertinya gue emang berjodoh dengan yang namanya dokter gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hiks, rekor gue punya gigi ngga pernah bolong pecah sudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--hanya salah satu cerita dari banyak cerita lainnya di "Diary Gigi Gue"--&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-114516503382629620?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/114516503382629620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=114516503382629620&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114516503382629620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114516503382629620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/04/dari-diary-gigi-gue-sejarah-pergigian.html' title='dari Diary Gigi Gue : Sejarah Pergigian Gue'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-114462610207292492</id><published>2006-04-10T06:38:00.000+07:00</published><updated>2006-06-21T13:33:07.543+07:00</updated><title type='text'>a quality time</title><content type='html'>&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;WAKTU&lt;/span&gt; yg dihabiskan dengan sebuah cara yg &lt;span style="color:#6633ff;"&gt;TERPILIH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sengaja atau tidak sengaja&lt;br /&gt;sadar atau tidak sadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu yg dibutuhkan&lt;br /&gt;waktu yg bermanfaat&lt;br /&gt;bagi &lt;span style="color:#ff6666;"&gt;HATI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;yg bersinggasana dlm dirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan ketika ia menjadi &lt;span style="color:#ff6666;"&gt;HANGAT&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;dengarlah ujarnya padamu,&lt;br /&gt;“terimakasih telah&lt;br /&gt;memikirkanku,&lt;br /&gt;mendahulukanku,&lt;br /&gt;memberiku sebuah anugerah terindah,&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;A QUALITY TIME&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kepada sebuah &lt;span style="color:#ff6666;"&gt;HATI&lt;/span&gt; yg lain,&lt;br /&gt;terimakasih telah ADA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku sungguh &lt;span style="color:#ff6666;"&gt;BAHAGIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;MEMILIH&lt;/span&gt; menghabiskan &lt;span style="color:#6633ff;"&gt;WAKTU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;BERSAMAMU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;dedicated to all my best friends whereever u are, let’s have a quality time!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;special thanks to Sano, yg telah menginspirasiku menulis ini melalui tulisannya yg berjudul sama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-114462610207292492?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/114462610207292492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=114462610207292492&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114462610207292492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114462610207292492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/04/quality-time.html' title='a quality time'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-114442920532803048</id><published>2006-04-07T08:30:00.000+07:00</published><updated>2006-06-05T03:13:33.573+07:00</updated><title type='text'>alasan berjalan, berlari dan terbang</title><content type='html'>aku pernah &lt;span style="color:#6666cc;"&gt;jatuh&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;dan pernah &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;terluka&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;dan juga pernah &lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;babak belur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenapa bisa &lt;span style="color:#6666cc;"&gt;jatuh&lt;/span&gt;, &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;terluka&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;babak belur&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;karena aku &lt;span style="color:#ff9900;"&gt;berjalan&lt;/span&gt;, &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;berlari&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="color:#ffff00;"&gt;terbang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenapa &lt;span style="color:#ff9900;"&gt;berjalan&lt;/span&gt;, &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;berlari&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color:#ffff00;"&gt;terbang&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;karena aku ingin melihat &lt;span style="color:#33ff33;"&gt;dunia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana saat &lt;span style="color:#6666cc;"&gt;jatuh&lt;/span&gt;, &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;terluka&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;babak belur&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;terasa &lt;span style="color:#6666cc;"&gt;sakit&lt;/span&gt;, membuatku &lt;span style="color:#6666cc;"&gt;menangis sejenak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kemudian aku kembali &lt;span style="color:#ff9900;"&gt;berjalan&lt;/span&gt;, &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;berlari&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="color:#ffff00;"&gt;terbang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenapa kembali &lt;span style="color:#ff9900;"&gt;berjalan&lt;/span&gt;, &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;berlari&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color:#ffff00;"&gt;terbang&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;karena aku ingin melihat &lt;span style="color:#33ff33;"&gt;dunia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana jika &lt;span style="color:#6666cc;"&gt;jatuh&lt;/span&gt;, &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;terluka&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;babak belur&lt;/span&gt; lagi?&lt;br /&gt;pasti tetap terasa &lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;sakit&lt;/span&gt;, membuatku &lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;kembali menangis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kemudian aku kembali &lt;span style="color:#ff9900;"&gt;berjalan&lt;/span&gt;, &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;berlari&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="color:#ffff00;"&gt;terbang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenapa tidak berhenti &lt;span style="color:#ff9900;"&gt;berjalan&lt;/span&gt;, &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;berlari&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color:#ffff00;"&gt;terbang&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;karena &lt;span style="color:#33ff33;"&gt;dunia&lt;/span&gt; begitu &lt;span style="color:#ff9900;"&gt;luas&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color:#ffff00;"&gt;indah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;dan aku ingin mempertaruhkan hidupku yang sesaat demi melihatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku &lt;span style="color:#ff9900;"&gt;berjalan&lt;/span&gt;, &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;berlari&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color:#ffff00;"&gt;terbang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;demi HIDUPKU&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-114442920532803048?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/114442920532803048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=114442920532803048&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114442920532803048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114442920532803048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/04/alasan-berjalan-berlari-dan-terbang.html' title='alasan berjalan, berlari dan terbang'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-114425287722507310</id><published>2006-04-05T10:59:00.000+07:00</published><updated>2006-04-06T00:22:18.323+07:00</updated><title type='text'>kecelakaan mobil pertama</title><content type='html'>Halo!&lt;br /&gt;Saat memutuskan menulis ini, gue sedang tepakur mengheningkan cipta, mengenang sesuatu sejenak. Demi sesuatu yang sangat bersejarah bagi gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat seminggu yang lalu, hari selasa tanggal 28 Maret 2006 pukul sembilan pagi,  gue mendapatkan pengalaman kecelakaan pertama sejak bisa menyetir mobil lima tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti selama ini gue adalah supir yang sempurna, loh!&lt;br /&gt;Gue cuma kebetulan punya punya hoki yang lumayan keren.&lt;br /&gt;Seburuk-buruknya gue nyetir, segala sesuatunya selalu serba nyaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, tanggal 28 maret kemaren itulah pertamakalinya kata ‘nyaris’ meninggalkan gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya begini.&lt;br /&gt;Gue keluar rumah di pagi hari tanpa mandi dengan tujuan mengambil laundry bersama ade gue dan kemudian sekalian nganter dia kuliah.&lt;br /&gt;Tiba di tempat laundry, ade gue turun. Gue tetap berada di dalam mobil taruna silver yang sedang gue kendalikan.&lt;br /&gt;Gue memikirkan rute jalan yg akan gue lalui menuju kampus ade gue, dan akhirnya memutuskan : gue harus puter balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan ngga begitu lebar, jadi pertama-tama gue perlu semepet mungkin dengan sisi kiri jalan, baru berputar ke kanan.&lt;br /&gt;Target gue, bisa muter hanya dengan sekali maju-mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka gue mundur kiri, berusaha semepet mungkin sebelum bertemu got.&lt;br /&gt;Hohoho...selokan yang nyaris tak tampak...gue takkan tertipu, pikir gue bangga.&lt;br /&gt;Hohoho....maaf ya selokan, gue super hati-hati nih, pikir gue pede sambil berkonsentrasi memundurkan dan meng-kiri-kan mobil dengan memperhatikan kaca spion kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yak...pelan-pelan...mungkin kira-kira udah mundur setengah meter...semeter...dua me...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;GEDEBUGH.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;He?&lt;br /&gt;Bunyi apa itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya dari sumber bunyi yang tidak jauh.&lt;br /&gt;Dan kenapa gue tadi sampe terlonjak?&lt;br /&gt;Dan rasanya bukan cuma gue.&lt;br /&gt;Rasanya mobil gue juga ikutan terlonj..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OH MAI GOD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue noleh ke belakang.&lt;br /&gt;Terlihat sebuah tiang listrik berdiri dengan anggunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ITU TIANG LISTRIK TIBA-TIBA MUNCUL DARI MANA?!?!?!&lt;br /&gt;NGGA SOPAN!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue baru menabrakkan mobil bokap gue ke sebuah tiang listrik...?&lt;br /&gt;Hahahaha. Ada-ada aja. Bercanda, kan.&lt;br /&gt;Bukan nabrak, paling tadi cuman...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuman...&lt;br /&gt;Yah, apapun itu, pasti mobilnya gak kenapa-kenapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa?&lt;br /&gt;Karna gue, nggak pernah nabrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngga apa-apa. Gue yakin, everthing’s ok.&lt;br /&gt;Ngga percaya? Sok lihat. Ayo turun dari mobil dan liat.&lt;br /&gt;Eh, ngapain. Kan pasti nggak apa-apa. Ngga usah diliat segala.&lt;br /&gt;Eh, kalo yakin ngga papa kenapa ngga dilihat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduh kepala gue jadi bising. Ssshusssh, gue turun deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan gue melihat...&lt;br /&gt;pintu belakang mobil bokap gue...&lt;br /&gt;huh, tuh kan...nggak apa-ap...eh...&lt;br /&gt;PENYOK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue sama sekali belum berpengalaman dalam tabrak-menabrak dan merusak mobil.&lt;br /&gt;Begitu juga ade gue, satu-satunya orang ynag bersama gue pagi itu.&lt;br /&gt;Jangankan untuk mengerti apa yang perlu dilakukan,&lt;br /&gt;mengerti apa yang rusak pun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan gue nganter ade gue ke kampus, gue seperti setengah sadar.&lt;br /&gt;Marah, takut, stres, rasanya semmua perasaan itu ada, tapi masih di sebelah gue.&lt;br /&gt;Seolah-olah menunggu waktu yang tepat untuk benar-benar bersatu dengan gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang jalan, gue malah tertawa-tawa, ditemani ade gue.&lt;br /&gt;Menertawakan kebodohan sendiri.&lt;br /&gt;Rasanya menyenangkan.&lt;br /&gt;Dan setiap kali ada kendaraan yang menyalip dengan berbahaya, atau meluncur sembarangan..&lt;br /&gt;“WHOI! GA LIAT GUE ABIS NABRAK?! MAU GUE TABRAK JUGA YA?!”&lt;br /&gt;Asyik juga rasanya bisa teriak-teriak begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada yang kurang. Entah apa, waktu itu gue ngga tau.&lt;br /&gt;Sepulang dari kampus ade gue, gue berjalan dengan kecepatan rata-rata 20 km/jam. Mau diklakson atau diteriakin, gue tetep lempeng. Malah gue pelototin atau kadang gue teriakin balik.&lt;br /&gt;Gue nemu tempat ketok magic, dengan satu niat: BERTANYA.&lt;br /&gt;For God sake, i just need someone to tell me what i’ve really done.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And I got it.&lt;br /&gt;Walau sekilas nyaris ngga keliatan, ternyata gue sudah membuat bodi mobil bokap gue penyok sampai ada cat yang pecah.&lt;br /&gt;Means, ga hanya perlu diketok utk balikin bodi, tapi juga perlu sampe cat ulang.&lt;br /&gt;Biayanya mungkin hampir sejuta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue lemes.&lt;br /&gt;Di rumah, perasaan-perasaan di samping gue tadi pelan-pelan mulai datang menghampiri.&lt;br /&gt;Kesal, marah, takut, stres....campur aduk jadi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan karena besar duit yang mungkin perlu gue keluarin.&lt;br /&gt;Mungkin karna gue baru tau, mata gue baru terbuka, gue baru sadar, sebesar apa kerusakan yang telah gue timbulkan.&lt;br /&gt;Kerusakan yang gue kira, gue pikir, dengan pengetahuan gue yang sangat terbatas, sangat kecil.&lt;br /&gt;Ternyata....ternyata!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue stres, bolak-balik nangis selama dua hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil bokap gue itu masi diasuransi dan gue cukup nebus klaim sebesar seratus rebu.&lt;br /&gt;So, everythin’s under control, gue tau betul.&lt;br /&gt;Harusnya ga ada lagi yang perlu gue khawatirkan, perlu gue risaukan, atau perlu gue pusingin.&lt;br /&gt;Tapi entah kenapa gue ngga bisa berenti nangis waktu itu.&lt;br /&gt;Mata gue sampe bengkak dan kepala gue pusing luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karna itu kecelakaan pertama gue.&lt;br /&gt;Mungkin karna itu pertama kalinya gue merusak mobil.&lt;br /&gt;Dan mobil itu mobil bokap gue.&lt;br /&gt;Dan itu mobil baru, kalo ga salah belom setahun umurnya.&lt;br /&gt;Dan biasanya mobil itu ada di Jakarta, bukan di Bandung untuk bisa bebas gue pakai.&lt;br /&gt;Mungkin gue ngga rela track record gue tercemar, seolah-seolah gue jadi punya catatan kriminal.&lt;br /&gt;Bukankah seorang dengan catatan kriminal, tidak akan gampang mendapatkan kembali sebuah kepercayaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeah, itu dia.&lt;br /&gt;Gue stres karna merasa sudah mengkhianati sebuah kepercayaan. Dan gue membayangkan akan kehilangan kepercayaan itu. Dan rasanya gue nggak sanggup menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue berenti menangis di hari ketiga, walaupun perasaan masih nggak tenang.&lt;br /&gt;Well, sebenernya sih sampe sekarang juga masih belon tenang.&lt;br /&gt;Sekarang mobil uda keluar dari bengkel, sekali-kali masih gue pake.&lt;br /&gt;Gue masih ketakutan, deg-degan, agak gemeteran kalo nyetir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi justru itulah yg sekarang menjadi motivasi gue menyetir.&lt;br /&gt;Gue sebenernya nggak suka berkendara dengan mobil, tapi gue harus bisa menyetir dengan baik.&lt;br /&gt;Dengan pengalaman kecelakaan gue itu, gue percaya gue akan menjadi supir yang lebih baik.&lt;br /&gt;Liat aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Special thanks to&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&gt; Gitong, yg membantu gue menyadari perasaan gue sendiri, dan juga mengingatkan gue untuk bngkit. Terimakasih atas kata-kata kerasnya, “Aku nggak peduli sama ayah kamu dan mobilnya. Aku cuma nggak mau kamu hancur gara-gara ini,” Gilaaaa. Mas, entah kenapa saya malah jadi nangis lagi waktu itu. Tapi, itu tangisan terakhir (ohya fyi jangan salah paham, bokap gue orangnya baek kok, cuman guenya aja..).&lt;br /&gt;&gt; Andik, terimakasih udah ada saat gue butuh, nemenin gue nangis dan bantuin ngurusin segalanya. Thanks a bunch, Mas!&lt;br /&gt;&gt; Anjar, orang pertama yang memerikan gue ucapan selamat yang tulus karena akhirnya gue punya pengalaman nabrak. Makasih atas ke-positifannya! You said you’ll guarantee that I’m going to be a much stronger woman, didnt ya. Nah, awas kalo ternyata ga gitu. Entar gue protes ke elo yah. Hehehe bercanda Mbak..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-114425287722507310?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/114425287722507310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=114425287722507310&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114425287722507310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114425287722507310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/04/kecelakaan-mobil-pertama.html' title='kecelakaan mobil pertama'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-114425271549874110</id><published>2006-04-03T20:55:00.000+07:00</published><updated>2006-06-12T11:32:34.663+07:00</updated><title type='text'>dari Diary Gigi Gue : Pengalaman Pertama Aborsi</title><content type='html'>Gigi bungsu gue, geraham kanan bawah, lagi numbuh. Sakiiiiit.&lt;br /&gt;Sakit seperti yg pernah gue rasain dua bulan yang lalu, waktu gigi bungsu di kiri bawah tumbuh.&lt;br /&gt;Apa semua orang yg gigi bungsunya sudah tumbuh pasti pernah ngerasain ini juga?&lt;br /&gt;Soalnya setau gue, rasa sakit yg gue alami disebabkan karena rahang gue yang kecil sehingga si bungsu kejeduk-jeduk terus menjelang kelahirannya.&lt;br /&gt;Benarkah orang-orang berahang besar tidak mengalami rasa sakit ini?&lt;br /&gt;Kalau benar, sungguh beruntunglah kalian.&lt;br /&gt;Hiks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gigi bungsu yg sebelumnya akhirnya tidak benar2 gue ‘lahir’kan.&lt;br /&gt;Di atas meja operasi seorang dokter bedah mulut, ia digugurkan, dibersihkan sampe akar-akarnya dari ‘rahim’ gusi yang mengandungnya.&lt;br /&gt;Yeah. Operasi gigi bungsu.&lt;br /&gt;Gue udah pernah menjalaninya.&lt;br /&gt;Dan mungkin minggu depan akan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman pertama terdahulu sebetulnya tidak buruk.&lt;br /&gt;Nyawa gue terbukti nggak ikut gugur, dan gue juga tidak mengalami cacat atau apa.&lt;br /&gt;Tapi gue stressssssssssssss!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu operasi gigi pertama gue.&lt;br /&gt;Gue masih perawan dalam bidang itu, sama sekali belum berpengalaman.&lt;br /&gt;Sang dokter sangat baik dan ramah.&lt;br /&gt;Mungkin melihat gue yang agak tegang, sebelum operasi beliau ngajak ngobrol santai.&lt;br /&gt;Tentang almarhum pelawak Lesus yang meninggal karna gigi.&lt;br /&gt;Kemudian tentang kasus-kasus lain seputar gigi, yang mana diceritakan beserta sealbum foto yang sama sekali tidak indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di meja operasi, gue nggak berhenti berdoa sambil membayangkan hal-hal terindah di dunia ini : es krim, cokelat, pizza, dsb.&lt;br /&gt;Setelah beberapa suntikan bius lokal, operasi pun dilakukan.&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat hanya mendengar suara alat-alat saling bergesekan dan berbentur di dalam mulut gue dan merasakan beberapa kali tekanan terhadap rahang...&lt;br /&gt;“Wah, kita dapet yang susah nih”, suara sang dokter.&lt;br /&gt;“Susah ya Dok?”, komentar si suster. (aduh gue pegel, mangap terus)&lt;br /&gt;“Lihat, ini dalam sekali akarnya...” (lalalala, gue pengen es krim, cokelat, pizaa...hmm...lalalala...)&lt;br /&gt;“Wah, iya...”&lt;br /&gt;“Harus kita pecah dulu nih,”&lt;br /&gt;“Hm, hm..” (dari balik kain yang menutupi seantero wajah, gue bisa membayangkan si suster ngangguk-ngangguk)&lt;br /&gt;“Dipecah dulu, ya?”&lt;br /&gt;“...”&lt;br /&gt;“...”&lt;br /&gt;“Dipecah nggak pa-pa kan, mbak?”&lt;br /&gt;(Hah? Nanya gue nih? How am I supposed to answer that? Dengan mulut menganga lebar?)&lt;br /&gt;“Giginya harus dipecah, karena...”&lt;br /&gt;Gue berusaha keras menganggukkan kepala. (TERSERAH! GUE GA PEDULI MAU DIAPAIN TU GIGI!)&lt;br /&gt;Kembali hanya terdengar suara alat-alat yang saling bergesekan dan berbentur di dalam mulut gue, sampai...&lt;br /&gt;“Wah! Akarnya dalem sekali ya!” (lalalala, gue gak denger, lalalala, gak denger..es krim, cokelat, pizza...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba gue merasakan tekanan yang makin besar terhadap rahang gue.&lt;br /&gt;Gue berdoa sungguh-sungguh, berharap rahang gue tetap utuh.&lt;br /&gt;KREK. TOK. DUG. KRETAK.&lt;br /&gt;Kedengarannya sang dokter berusaha mati-matian.&lt;br /&gt;Dan terasa...&lt;br /&gt;Oksigen semakin menipis??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa sih.&lt;br /&gt;Apa hubungan operasi gigi dengan keabisan napas?&lt;br /&gt;“HAGFEFFAH!”&lt;br /&gt;Oh my God! Ini ga main-main! Gue bener-bener ga bisa napas!&lt;br /&gt;Tangan sang dokter menutupi seluruh jalan masuk oksigen ke tubuh gue!&lt;br /&gt;“HAGFFGH!”&lt;br /&gt;Gue berusaha mengubah posisi kepala gue, demi mencari udara.&lt;br /&gt;KRAK. TOK. DUG. KRETEK.&lt;br /&gt;Ya Tuhan. Tidak ada yang mempedulikan usaha pemberontakan gue.&lt;br /&gt;Mati. Mati gue.&lt;br /&gt;Nafas gue...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PLAK!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Haaaah. Fiuuuuhh.&lt;br /&gt;Ending cerita...&lt;br /&gt;yah taulah loe pada, karna gue masih menulis di sini, berarti gue ngga jadi mati waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun seumur idup akan gue inget,&lt;br /&gt;gue HAMPIR mati di meja operasi dokter bedah mulut,&lt;br /&gt;bukan karna masalah gigi gue,&lt;br /&gt;tapi karna KEHABISAN NAPAS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah pemilik jiwa dan raga gue, yang berkehendak gue tidak mati waktu itu dan membuat gue menampar tangan dokter bedah gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ngerti kan, kenapa gue tegang begitu sekarang gigi bungsu gue yang satunya numbuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----cerita selengkapnya, ada di "Diary Gigi Gue"----&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-114425271549874110?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/114425271549874110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=114425271549874110&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114425271549874110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114425271549874110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/04/dari-diary-gigi-gue-pengalaman-pertama.html' title='dari Diary Gigi Gue : Pengalaman Pertama Aborsi'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-114389078681198998</id><published>2006-04-02T06:24:00.000+07:00</published><updated>2006-06-05T16:46:43.860+07:00</updated><title type='text'>mengkhayal rasa</title><content type='html'>&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;saat kanak-kanak, aku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;membayangkan bagaimana rasanya menjadi remaja&lt;br /&gt;membayangkan bagaimana rasanya menyukai dan disukai lawan jenis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;saat di bangku sekolah menengah, aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;membayangkan bagaimana rasanya kuliah&lt;br /&gt;membayangkan bagaimana rasanya tidak serumah dengan orangtua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;saat bergelut dengan tugas akhir sarjana, aku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;membayangkan bagaimana rasanya lulus dan diwisuda&lt;br /&gt;membayangkan bagaimana rasanya bekerja dan menjadi wanita karir&lt;br /&gt;membayangkan bagaimana rasanya menikah dan berkeluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;seringkali, aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;membayangkan bagaimana rasanya ketika seseorang bersikap baik padaku&lt;br /&gt;membayangkan bagaimana rasanya ketika seseorang bersikap buruk padaku&lt;br /&gt;membayangkan bagaimana rasanya ketika seseorang mengungkapkan rasa sukanya padaku&lt;br /&gt;membayangkan bagaimana rasanya ketika seseorang mengungkapkan rasa bencinya padaku&lt;br /&gt;membayangkan bagaimana rasanya ketika mendapat pengakuan&lt;br /&gt;membayangkan bagaimana rasanya ketika diabaikan&lt;br /&gt;membayangkan bagaimana rasanya ketika mendapat penghormatan&lt;br /&gt;membayangkan bagaimana rasanya ketika dilecehkan&lt;br /&gt;membayangkan bagaimana rasanya ketika dicintai&lt;br /&gt;membayangkan bagaimana rasanya ketika dikhianati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Sebagian besar dari hal yang pernah kubayangkan bagaimana rasanya itu telah mencapai masanya dan akhirnya kualami.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#9999ff;"&gt;Sebagian kecil&lt;/span&gt; memberikan rasa persis seperti yang kubayangkan sebelumnya,&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;sebagian lebih besar&lt;/span&gt; memberikan rasa kurang lebih sama seperti yang kubayangkan sebelumnya,&lt;br /&gt;tapi &lt;span style="color:#6633ff;"&gt;sebagian terbesar&lt;/span&gt; memberikan rasa yang tak pernah terbayangkan olehku sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membayangkan bagaimana rasanya,&lt;br /&gt;bagaimanapun hanyalah sebuah &lt;span style="color:#333399;"&gt;&lt;strong&gt;KHAYALAN TENTANG RASA.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-114389078681198998?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/114389078681198998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=114389078681198998&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114389078681198998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114389078681198998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/04/mengkhayal-rasa.html' title='mengkhayal rasa'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-114389040189948497</id><published>2006-03-31T14:30:00.000+07:00</published><updated>2006-04-01T18:23:26.783+07:00</updated><title type='text'>sebuah pertanyaan untuk hati</title><content type='html'>“Apa yang kau lakukan KEPADA seseorang yang menyakiti, melukai seseorang yang kau cintai?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan di atas tersebut baru-baru ini menghampiri benakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba menjawabnya ketika melihat seorang sahabat yang kucintai teraniaya dan terluka parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membenci, memusuhi, juga mungkin mencari cara untuk balas menyakiti, melukai seseorang tersebut.&lt;br /&gt;Itu hal yang terlintas dalam pikiranku, hal yang tidak tahan untuk tidak terpikir olehku, walaupun aku tahu itu menentang ajaran moral mana pun.&lt;br /&gt;Tapi untuk alasan apa aku memilih memaafkan?&lt;br /&gt;Untuk tujuan apa aku memilih tidak membenci atau memusuhi?&lt;br /&gt;Aku benar-benar tidak mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku berkesempatan bertemu dengannya.&lt;br /&gt;Di persimpangan jalan antara menemani sahabatku yang terluka atau menghampirinya, entah kenapa kakiku malah melangkah ke arahnya. Entah kenapa diriku menolak untuk meninggalkannya sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otakku saat itu, entah kenapa terkunci rapat.&lt;br /&gt;Tidak ada penjelasan apapun.&lt;br /&gt;Tak ada satu pun pikiran yang terlintas dan terkirim untuk kuungkapkan dengan kata-kata, sehingga aku pun diam seribu bahasa. Satu-satunya kontak yang kulakukan dengannya hanyalah menyentuh dan mengelus tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa menit lamanya, sebuah pertanyaan datang darinya.&lt;br /&gt;“Kenapa kau tidak menjahatiku, sementara aku telah jahat pada sahabatmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan walau tanpa terucap lidah, dalam pikiranku langsung terlintas:&lt;br /&gt;GUE JUGA NGGAK TAU!! Gue jelas bukan nabi atau malaikat. Gue pikir seharusnya gue membenci elo! Gue juga udah membayangkan akan berlaku jahat pada elo, sesuai dengan prinsip keadilan! Tapi entah kenapa sekarang gue melakukan ini! No reason at all!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tiba-tiba aku mendengar diriku berbicara dengannya,&lt;br /&gt;“Kau menyakiti dia, maka aku menyakitimu.&lt;br /&gt;Itu membuat seseorang yang menyayangimu menyakitiku.&lt;br /&gt;Karenanya, seseorang yang menyayangiku menyakiti seorang yang menyayangimu itu.&lt;br /&gt;Lalu seseorang yang menyayangi seseorang yang menyayangimu itu menyakiti seseorang yang menyayangiku itu.&lt;br /&gt;Kemudian seorang lain yang menyayangi seseorang yang menyayangiku itu menyakitinya.&lt;br /&gt;Dan begitu seterusnya, jika semua orang berlaku seperti itu, apa jadinya dunia ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMPAH, aku sama sekali tidak memiliki rencana, ide, ancang-ancang, atau apalah namanya untuk mengatakan semua itu padanya.&lt;br /&gt;Aku bahkan kaget, merinding dan hampir menangis sendiri mendengar diriku berkata tanpa sadar seperti itu.&lt;br /&gt;I really have no idea how I could say those words!!&lt;br /&gt;Jawaban itu bukan datang dari pemikiranku.&lt;br /&gt;Kata-kata itu sama sekali bukan buah pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pertanyaan biasanya memerlukan energi berpikir untuk menjawabnya. Namun aku baru saja menemukan sebuah yang samasekali tak memerlukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For some questions, listen to your heart is the only thing you have to do. Cause those questions are meant for your heart, not your mind.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tulis Heidy, di akhir sebuah hari yang begitu indah.&lt;br /&gt;Segala puji bagi ALLAH SWT Sang Pecipta Semesta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-114389040189948497?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/114389040189948497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=114389040189948497&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114389040189948497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114389040189948497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/03/sebuah-pertanyaan-untuk-hati.html' title='sebuah pertanyaan untuk hati'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-114374496647624233</id><published>2006-03-26T01:11:00.000+07:00</published><updated>2006-06-05T16:41:15.696+07:00</updated><title type='text'>kekecewaan dan harapan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;sebuah &lt;span style="color:#993399;"&gt;keKECEWAan&lt;/span&gt; ada hanya karena ada sebuah &lt;span style="color:#33ff33;"&gt;pengHARAPAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun yang kupercaya..&lt;br /&gt;sedahsyat apapun sebuah &lt;span style="color:#993399;"&gt;KEKECEWAAN&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;tak pernah pantas untuk membunuh sebuah &lt;span style="color:#33ff33;"&gt;HARAPAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adanya &lt;span style="color:#33ff33;"&gt;HARAPAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;berarti suatu &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;ketidaksempurnaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;berarti suatu &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;ketidaklengkapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan suatu &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;ALASAN UNTUK HIDUP,&lt;br /&gt;DYING TO ACCOMPLISH IT &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oh, what &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffff00;"&gt;a beautiful life&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-114374496647624233?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/114374496647624233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=114374496647624233&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114374496647624233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114374496647624233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/03/kekecewaan-dan-harapan.html' title='kekecewaan dan harapan'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-114374485119866983</id><published>2006-03-21T14:30:00.000+07:00</published><updated>2006-03-31T01:58:24.916+07:00</updated><title type='text'>an incomplete life</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Because life is never been completed, I have a FUTURE.&lt;br /&gt;It gives me reason to life, gives me something to fight for.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-114374485119866983?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/114374485119866983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=114374485119866983&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114374485119866983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114374485119866983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/03/incomplete-life.html' title='an incomplete life'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-114374370434986169</id><published>2006-03-21T00:00:00.000+07:00</published><updated>2006-03-31T02:02:28.130+07:00</updated><title type='text'>Menulis Kembali</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Gila. hampir setahun gw meninggalkan dunia tulis menulis.&lt;br /&gt;Bukan waktu yang sebentar, dan samasekali bukan prestasi yang membanggakan. Hiks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenernya udah lama gue selese TA dan menyandang gelar sarjana cap gajah, udah lama juga hidup gue baik-baik aja tanpa masalah yg berarti, alhamdulillah, tapi….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapitapitapitapi….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wuahh. Saking buanyaknya alasan (yg ditujukan ke DIRI GUE SENDIRI), gue gatau lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan rasanya semua alasan itu udah ga penting lagi sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yg penting sekarang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw kangen nulis.&lt;br /&gt;Gue pengen nulis lagi.&lt;br /&gt;Gue kembali menulis sekarang.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-114374370434986169?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/114374370434986169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=114374370434986169&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114374370434986169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/114374370434986169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2006/03/menulis-kembali.html' title='Menulis Kembali'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-111647101576880957</id><published>2005-05-09T15:00:00.000+07:00</published><updated>2006-07-26T16:51:13.123+07:00</updated><title type='text'>dear ANGER</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Dear ANGER..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Pada rasa marah, pada rasa dendam, pada rasa kesal, pada rasa kecewa, pada rasa benci, pada rasa tak ikhlas, pada rasa tak memaafkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Aku nggak tau kenapa kalian semua di sini, bersemayam di sini..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Kadang bersembunyi dengan licik, kadang menampakkan diri dengan angkuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Timbul dan tenggelam, tapi selalu ada di sini!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Sejak kapan kalian di sini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Oya, aku tau...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Aku tau persisnya kapan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Aku emang nggak tau untuk alasan apa,tapi aku tau, tentu, persis...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;dengan jelas..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;masih terekam dalam kepalaku di sini..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;atas hal apa, kejadian apa, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;yang memicu kelahiran kalian di sini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;Entah untuk alasan apa, yg aku tau, kalian ada di sini,bersebelahan, bersentuhan, sangat dekat dengan rasa cinta, dengan rasa tulus menyayangi, dengan rasa yang sangat kuat ingin melindungi,perasaan yg bersih, suci, mulia...ya kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;Lalu, bagaimana mungkin perasaan yang indah seperti itu bersebelahan, bersentuhan, bahkan mungkin berpelukan, bersatu dengan kalian, dear anger?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Marah, kecewa, sedih, kesal, dendam, benci!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;ku bukannya menganggap kalian tak boleh lahir, tak boleh ada di sini, dear anger...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Aku manusia,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;bukan malaikat, seperti kata beberapa teman tentang diriku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Aku manusia, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;manusia biasa!!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Tentu wajar kalian bisa lahir, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;bisa ada, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;bisa bersemayam di sini, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;dear anger!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Aku hanya tak menyangka, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;kalian justru lahir oleh apa yang kupuja selama ini..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;demi apa yg kubanggakan sleama ini...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;demi apa yg kumakhotai di sini..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;perasaan yang suci, indah, mulia...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;DEMI CINTA!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Dan kini, setelah waktu lama berlalu,kalian masih di sini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Kuakui aku sempat lupa...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;atau mungkin bahkan buta?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Tak sadar bahwa ternyata kalian masih di sini!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;YA ALLAH!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Kenapa? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Kenapa kalian masih di sini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;pa masih...demi cinta? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Benarkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Hegh. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Kayaknya bukan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Rasanya nggak begitu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Ngggggaaaaaaaaaaaaaaaakkkk!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Bukaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnn..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Aku yakin!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Bukan lagi demi cinta,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Nggak lagi atas nama cinta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Kalian masih ada di sini..masih..tanpa bersentuhan, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;apalagi berpelukan,dengannya..dengan cinta..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;hah!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Cinta udah nggak lagi membela kalian,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;udah nggak lagi hidup berdampingan dengan kalian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Dan kalian masih tetap di sini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Kanapa? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Begitu besarkah rasa sayang kalian padaku?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;egitu tak inginnyakah kalian meninggalkan tempat kalian di sini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;Kenapa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Padahal bahkan cinta,bahkan cinta,telah pergi..cinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Tunggu, tunggu, tunggu..DAMNit! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;BAJINGAN SIALAN BRENGSEK!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;cinta BAHKAN PERGI DARIKU,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;cinta MENINGGALKANKU,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;cinta TAK LAGI ADA DI SINI!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Dan apa, siapa, yg membuatnya pergi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;Kenapa ia pergi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;Itu..karna...karna kalian!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Karna kalian, bodoh!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;alian yg membuatnya pergi..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Kalian yg membuatnya enggan berada di sini lagi..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Kalian yg membuatnya menginggalkanku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Itu karena kalian,yg sudah semena-mena, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;seenaknya bersemayam di sini!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;karena kalian,yg ingin terus berkuasa di sini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Kalian...sampai kapan kalian akan di sini?!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;sampai kapan kalian ingin menguasai tempat ini, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;yang dulunya sungguh bersih, murni, suci seputih salju..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Sampai kapan kalian menahan mahkota itu..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Itu bukan milik kalian, bukan hak kalian..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Bukan kalian yang ingin kumahkotai, bukan!!!&lt;br /&gt;Itu..mahkota,milik CINTA!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Cintalah yang ingin kumahkotai, bukan kalian!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Cintalah yang kuingin abadi, ada di sini selamanya,bukan kalian!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Cinta yang kuinginkan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Cinta yang kumau..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Cinta yang sangat kurindukan!!!&lt;br /&gt;Kumohon, kumohon..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Dear anger, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;please, kembalikan..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;kembalikan apa yg kau ambil dariku,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;kembalikan apa yg kau rampok dariku,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;kembalikan CINTAku!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Dear anger,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;kuakui kamu kubutuhkan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;kuakui kamu perlu lahir..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Dear anger, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;memang, benar kuakui,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;aku pernah sayang kamu..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;tapi tolong..please..kumohon..now GO!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Walk out the door!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Now you're not welcome anymore!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Pergilah, dear anger,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Pergilah..pergi,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Pergi, pergilah dengan damai..&lt;br /&gt;dan tolong, panggilkan CINTAku lagi..&lt;br /&gt;CINTA yg kurindukan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;CINTA yg kumau,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;CINTA yg ingin kumahkotai,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;datanglah kembali!!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-111647101576880957?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/111647101576880957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=111647101576880957&amp;isPopup=true' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/111647101576880957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/111647101576880957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2005/05/dear-anger.html' title='dear ANGER'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-111233705448336825</id><published>2005-04-01T13:30:00.001+07:00</published><updated>2012-01-08T12:35:43.687+07:00</updated><title type='text'>kebutuhan primer gUe!!</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di tahun pertama kuliah doeloe, gw pernah bilang ke bokap gw..bahwa sepertinya gw nggak cocok sama kehidupan di hingar-bingar di tengah kota yg penuh dengan kesibukan dan selalu dihantui stress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking stressnya, waktu itu gw berpikir utk nggak sekolah lagi aja. Gw bilang ma Bokap, gw menginginkan kehidupan yg damai, daily activity yg santai, mungkin hidup di daerah-daerah &lt;em&gt;country &lt;/em&gt;oke juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eeeh...bokap gw malah ketawa. Gw masih inget sepatah kalimat yg beliau bilang: stres itu kadang2 sangat diperlukan dlm hidup, apalagi untuk seorang Heidy, yg most likely malah merupakan kebutuhan primer dalam hidup..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huwaa. Waktu itu gw bete sama bokap yg tampak tidak serius menanggapi keluhan gw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tp akhirnya, bertahun-tahun setelahnya, setelah hampir setiap hari menghadapi berbagai hal yang memicu hormon adrenalin, gw sadar bhw bokap gw benar dan gw tau kenapa:&lt;br /&gt;gw merasa LEBIH HIDUP saat sedang berjuang melawan terpaan badai itu...&lt;em&gt;I'M GONNA LIVE FOREVER&lt;/em&gt;!!!! Hwehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, guYs. Utk siapapun yg sedang menghadapi aral melintang dalam hidupnya, &lt;em&gt;GO FIGHT and BE HAPPY&lt;/em&gt;. Silakan stres, silakan panik, semoga jadi lebih produktif karnanya. Asal jangan lama2/berlebihan aja, ntar malah jadi depresi n gak menghasilkan apa2 ;p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untukHIDUPlebihHIDUP!!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-111233705448336825?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/111233705448336825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=111233705448336825&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/111233705448336825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/111233705448336825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2005/04/kebutuhan-primer-gue.html' title='kebutuhan primer gUe!!'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-111233699664671880</id><published>2005-03-31T13:25:00.002+07:00</published><updated>2012-01-08T12:34:25.385+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perasaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perjalanan hati'/><title type='text'>tentang  MENANGIS : sebuah keJUJURan HATI</title><content type='html'>Saya bukan orang yang tidak bisa atau susah menangis.&lt;br /&gt;Saya adalah seorang yang gampaaaaaaaaaaaaaaaang sekali nangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu waktu, seorang teman bercerita bahwa terakhir kali ia menangis adalah saat duduk di bangku SD, yang berarti saat itu ia sudah tidak menangis selama 14 tahun. &lt;em&gt;Whooaaw!!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kagum, jelas. Salut. Soalnya, kalau ditanya sesering apa saya menangis, jawabannya akan sangat berbeda. Frekuensi seorang Heidy menangis kira-kira dua hari sekali :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, tidak berarti sejak dulu saya berbahagia dengan itu, lho.&lt;br /&gt;Memang, saya bisa menangis saat sedih, atau bahkan saat marah.&lt;br /&gt;Tapi saya selalu benciiiiiiiiiiiiiiiii sekali pada diri sendiri setiap kali menangis.&lt;br /&gt;Selalu kesal, kenapa bisa secengeng itu dan buntut-buntutnya menuduh kelenjar air mata yg kelainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Well&lt;/em&gt;, mungkin ini tak lain tak bukan karena :&lt;br /&gt;1. &lt;strong&gt;Anggapan orang banyak&lt;/strong&gt; bahwa jika seseorang menangis, berarti ia perlu DIKASIHANI. Saya orang yang menginginkan pengakuan.&lt;br /&gt;2. &lt;strong&gt;Anggapan orang banyak&lt;/strong&gt; bahwa jika seseorang menangis berarti ia TAKUT. Saya orang yang menghormati keberanian.&lt;br /&gt;3. &lt;strong&gt;Anggapan orang banyak&lt;/strong&gt; bahwa jika seseorang menangis berarti ia MENYERAH. Saya orang yang mencintai perjuangan.&lt;br /&gt;4. &lt;strong&gt;Anggapan orang banyak&lt;/strong&gt; bahwa menangis adalah senjata perempuan dalam MENARIK PERHATIAN lawan jenis. Saya perempuan yang melihat ada banyak jurus menarik perhatian lelaki tanpa menggunakan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau ada orang yang masalahnya terselesaikan saat (akhirnya) dia menangis, saya kebalikannya, malah jadi semakin kesal.&lt;br /&gt;Apalagi kalo awalnya lagi marah-marah.&lt;br /&gt;Masa &lt;em&gt;ujug-ujug&lt;/em&gt; air mata keluar waktu lagi teriak-teriak marah? &lt;em&gt;Nggak lucu banget&lt;/em&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentu saja, kalau ketahuan orang (nangis di depan orang lain atau ada orang yg liat saya menangis). Wih. Rasanya ingin menenggelamkan diri ke perut bumi saat itu juga (masalahnya, saya lumayan sering kepergok!! Jadi, harus berapa kalikah saya tenggelam??)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada satu waktu, menyadari:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Gw bisa memanipulasi pikiran, tp nggak bisa memanipulasi hati/perasaan gw.&lt;br /&gt;Itulah jawaban dr 'kelenjar air mata yg berlebihan' itu.&lt;br /&gt;Tangisan itu adalah perasaan gw yg sebenarnya, tp gw gak pernah mau mengakuinya.&lt;br /&gt;Gw bisa memutarbalikkan fakta, bisa nipu smua orang n bahkan gw sendiri, tp air mata gw nggak mau kompromi....hahaha.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya sadar, ternyata saya capek melakukan smua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, saat saya menyadarinya, saat itu...&lt;br /&gt;saya menangis untuk ke ribuan kalinya dalam hidup saya,&lt;br /&gt;saya menangis untuk yg ke puluhan kalinya dalam bulan itu,&lt;br /&gt;saya menangis untuk yg ke belasan kalinya dalam minggu itu,&lt;br /&gt;tapi untuk PERTAMA KALInya saya menangis dengan IKHLAS&lt;br /&gt;(&lt;em&gt;well&lt;/em&gt;, tentu setelah dikurangi masa bayi dan balita, ya!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang saya sadari kemudian, setelah bisa menangis dengan iklas...&lt;br /&gt;saya menangis saat saya meRASAkan,&lt;br /&gt;saya menangis saat ada CINTA,&lt;br /&gt;saya menangis tanpa meMIKIRkan kapan perlu menangis dan kapan tidak perlu menangis,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan..&lt;br /&gt;oh, tak peduli apa anggapan orang banyak,&lt;br /&gt;saya menangis karena saya INGIN menangis!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk HIDUP dengan JUJUR....&lt;br /&gt;- H e i D Y -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-111233699664671880?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/111233699664671880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=111233699664671880&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/111233699664671880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/111233699664671880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2005/03/tentang-menangis-sebuah-kejujuran-hati.html' title='tentang  MENANGIS : sebuah keJUJURan HATI'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-111233669478378148</id><published>2005-03-30T13:23:00.001+07:00</published><updated>2012-01-08T12:24:36.743+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perasaan'/><title type='text'>Mencatat Sebuah Rasa</title><content type='html'>Hari ini, sekitar Magrib, saya menangis (lagi p). Dan sampai sekarang, jam menunjukkan pukul setengah sebelas malam, saya belum tau pastinya kenapa saya tadi saya menangis. Yang saya tau hanyalah bahwa saya meRASA ingin menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menit-menit sebelum menangis itu, saya lebih banyak diam. Saya meRASA gelisah. Saya meRASA tidak ingin tersenyum. Saya meRASA tidak ingin pulang ke rumah, padahal saat itu saya sudah dalam arah perjalanan pulang, walaupun belum keluar dari kampus. Tiba-tiba kaki saya melangkah ke arah yang berlawanan dan saya meRASA ingin mampir ke tempat yang sudah lama tidak saya kunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sampai di tempat tersebut, saya melihat seorang sahabat lama saya. Saya PIKIR saya sedang jenuh dan ingin suasana baru. Jadi saya PIKIR saya perlu tersenyum karena sudah mendapatkan yang saya inginkan (tiba di tempat yg sudah lama tdk saya kunjungi dan bertemu dengan teman lama itu). Saya tersenyum, dan pada saat yang sama saya meRASA sakit tertusuk di dada. Saya PIKIR saya seharusnya senang karena sedang bersama teman lama, jadi saya mengabaikan RASA sakit itu dan tertawa lebar. RASA sakit tertusuk sudah hilang, tapi digantikan dengan RASA sakit terhantam. Lalu saya meRASA sesak napas. Saya meRASA tenggorokan juga ikut sakit. Lalu napas teRASA semakin sesak. BENAR-BENAR SESAK. Dada semakin sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya melihat seorang teman lainnya, sedang berjalan tak jauh dari tempat saya duduk. Saya berteriak memanggilnya. Saya buru-buru berdiri dan berjalan menghampirinya. Saat melihat matanya, tiba-tiba saya berkata, “I need a hug,”. Teman saya itu mengabulkan permintaan saya, dan kami pun berpelukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai berpelukan, saya meRASA tau pasti apa yang sedang betul-betul sangat saya inginkan saat itu. MAU APA? SAYA MAU MENANGIS!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya pun menangis. Sekitar dua menit lamanya (saat menangis saya menunduk dan pura-pura sibuk membetulkan jam tangan, agar tidak menarik perhatian orang-orang lain di sekitar saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai menangis, saya mengobrol dengan teman saya itu. Waktu dia menanyakan alasan saya menangis, saya meRASA bingung. Saya tidak tahu alasan saya menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya TERTAWA. Sakit di dada hilang tak berbekas, dan nafas panjang bebas terhirup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang sudah tengah malam.&lt;br /&gt;Kenapa magrib tadi saya menangis?&lt;br /&gt;Saya tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BukanSuatuPemikiran,HanyaInginMengenangSebuahRasa&lt;br /&gt;- h e i D Y -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-111233669478378148?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/111233669478378148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=111233669478378148&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/111233669478378148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/111233669478378148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2005/03/mencatat-sebuah-rasa.html' title='Mencatat Sebuah Rasa'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-111233020947679366</id><published>2005-03-29T11:33:00.001+07:00</published><updated>2012-01-08T12:23:40.353+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ketuhanan'/><title type='text'>rinduku padaMU</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apa itu hati&lt;br /&gt;Apa itu rasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lupa&lt;br /&gt;Kapan terakhir kalinya&lt;br /&gt;Ku mengingat kata hati&lt;br /&gt;Dan ku akui sang rasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak, logika&lt;br /&gt;Itu yang kukenal dengan baik&lt;br /&gt;Itu yang kuakui&lt;br /&gt;Itu yang selalu kupuja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama otak dan logika&lt;br /&gt;Itu sudah cukup&lt;br /&gt;Benar, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan otak dan logika&lt;br /&gt;Tak mungkin ku salah melangkah&lt;br /&gt;Benar, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, kan, Tuhan?&lt;br /&gt;Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karna KAUlah yang maha benar,&lt;br /&gt;Karna KAUlah yang maha tahu,&lt;br /&gt;Kumohon jawab aku&lt;br /&gt;Kumohon katakan padaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa, KAU kata apa?&lt;br /&gt;Tuhan, apa jawabMU?&lt;br /&gt;Aku tak bisa mendengarmu..&lt;br /&gt;Aku tak bisa melihatmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN!!!!&lt;br /&gt;KAU dimana?!&lt;br /&gt;Kenapa aku tak bisa mendengarmu?&lt;br /&gt;Kenapa aku tak bisa melihatmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAU ada dimana, TUHAN?&lt;br /&gt;Kenapa aku tak bisa mendengarMU dalam kepalaku?&lt;br /&gt;Kenapa aku tak bisa melihatMU dalam pikiranku?&lt;br /&gt;Kenapa aku tak bisa menemukanMU?!?!?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, Desember 2004&lt;br /&gt;- h e i D Y -&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-111233020947679366?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/111233020947679366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=111233020947679366&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/111233020947679366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/111233020947679366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2005/03/rinduku-padamu.html' title='rinduku padaMU'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11838988.post-111232246326423243</id><published>2005-03-28T09:19:00.001+07:00</published><updated>2012-01-08T12:23:08.769+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>alam dan manusia</title><content type='html'>aku ingin mengingat alam&lt;br /&gt;mengingat hubungannya&lt;br /&gt;dengan diriku&lt;br /&gt;dan manusia-manusia lainnya di muka bumi ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin mengingat alam&lt;br /&gt;mengingat artinya&lt;br /&gt;dalam hidupku&lt;br /&gt;dan manusia-manusia lainnya di muka bumi ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alam&lt;br /&gt;yang menyediakan tempat&lt;br /&gt;untukku&lt;br /&gt;dan manusia-manusia lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alam&lt;br /&gt;yang menjadi sumber energi&lt;br /&gt;bagiku&lt;br /&gt;dan manusia-manusia lainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alam yang memberi, memberi, dan memberi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang&lt;br /&gt;aku ingin mengingat manusia&lt;br /&gt;mengingat hubungan manusia dengan alam&lt;br /&gt;mengingat peran manusia dalam alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa yang manusia lakukan terhadap alam&lt;br /&gt;apa yang manusia berikan pada alam&lt;br /&gt;apa yang telah kuberikan pada alam&lt;br /&gt;apa yang telah kulakukan terhadap alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku&lt;br /&gt;sungguh malu mengatakannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KarangTumaritis, 19 Desember 2004&lt;br /&gt;- h e i D Y -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11838988-111232246326423243?l=heidykaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heidykaeni.blogspot.com/feeds/111232246326423243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11838988&amp;postID=111232246326423243&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/111232246326423243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11838988/posts/default/111232246326423243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heidykaeni.blogspot.com/2005/03/alam-dan-manusia.html' title='alam dan manusia'/><author><name>Heidy Kaeni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10006052961734919916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5_nKpzEjB38/Srx6fTq-ymI/AAAAAAAAAAs/0pavQemJYbQ/S220/25092009(014).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
